Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Untuk memperbesar atau memperkecil font, gunakan 'zoom in' dan 'zoom out'.
Terima kasih. Selamat membaca... :)
Support Us: Traktir Ngopi gan...!

OG_076

gambar

Overgeared_076

Bab 76


Laba-laba ngarai tidak hanya besar. Kekuatannya yang luar biasa sebanding dengan monster bos.

"Hiiik…"

Lee Junho, Choi Chansung, dan Sim Kiwan.

Tiga orang yang bersekolah di sekolah menengah bersama Shin Youngwoo, terjebak di sarang laba-laba ngarai. Mereka terbungkus jaring laba-laba. Mereka merasa sangat ketakutan pada gigi dan kaki laba-laba ngarai yang tajam, bertanya-tanya yang mana dari mereka yang akan dimakan terlebih dahulu.

"Sial… Aku hanya ingin pergi ke Winston…" Lee Junho meratap.

Winston adalah nama kota yang populer di antah berantah. Tiga orang mendengar jika ada tempat berburu dari berbagai tingkatan, di mana mereka dapat berburu dan mendapatkan uang. Sehingga, mereka menuju ke Winston. Tapi, berkat kejenakaan para goblin nakal, mereka hampir mati kedinginan dan menemukan ngarai.

Sekarang, mereka akan menjadi makanan laba-laba ngarai.

"Sialan, mengapa kamu memutuskan untuk pergi ke Winston?"

Sim Kiwan menggerutu. Lalu, wajah Lee Junho berubah.

Lee Junho yang pertama kali berbicara tentang pergi ke Winston. Lee Junho melotot marah pada keluhan Sim Kiwan.

"Apakah kamu tidak setuju? Sekarang, kamu mencoba menyalahkanku? Apakah aku tahu, akan seperti ini? Eh?"

Lee Junho memiliki temperamen buruk dan petarung terbaik di sekolah menengahnya. Tidak ada anak di sekolah menengah, yang tidak pernah diganggu oleh Lee Junho. Pada periode di mana Lee Junho adalah yang paling pemberontak, Choi Chansung dan Sim Kiwan menderita meskipun menjadi teman terdekatnya.

Mereka tahu, jika Lee Junho masih memiliki temperamen. Jadi, Sim Kiwan tidak menggerutu lagi.

Namun, Lee Junho tidak santai.

"Ah, sialan ini… semakin aku memikirkannya, semakin menyebalkan. Hai, Sim Kiwan. Kamu brengsek, coba bicara lagi. Aku mengatakan kepada kami untuk pindah ke Winston. Sehingga, kita ditangkap oleh laba-laba sialan itu? Bukankah kita semua setuju? Kamu bilang itu ide yang bagus, bukan? Tapi sekarang, Kamu menyalahkanku, begitu semuanya menjadi lebih buruk? Kamu brengsek, teman seperti apa Kamu itu?”

"…Maafkan Aku. Aku tidak bermaksud menyalahkanmu. Aku sangat gelisah, sehingga Aku salah bicara. ”

"Ah, sial. Kenapa kamu tidak melakukan sesuatu, jika kamu menyesal? Si brengsek ini benar-benar harus pergi ke neraka."

Choi Chansung yang pendiam dengan cepat menengahi di antara mereka.

"Kenapa kita bertarung sekarang? Mari kita mencoba mencari cara untuk melarikan diri, daripada bertarung."

Sejujurnya, Choi Chansung dan Sim Kiwan tidak menyukai Lee Junho. Lee Junho adalah seorang teman, tapi dia cenderung memandang rendah Choi Chansung dan Sim Kiwan. Mereka sekarang berusia 26 tahun, dan tidak ingin terus bertindak seperti tahun-tahun sekolah menengah mereka.

Di sisi lain, Lee Junho tidak dapat beradaptasi dengan masyarakat. karena sifatnya yang kotor dan karena ia hanya memiliki beberapa teman. Karena itu, dia sering ingin bergaul dengan Choi Chansung dan Sim Kiwan. Choi Chansung dan Sim Kiwan ingin mengabaikan Lee Junho. Tapi, mereka tidak dapat dengan mudah menjauhi Lee Junho, setelah saling mengenal selama 10 tahun.

Tapi sekarang, mereka mencapai batasnya.

'Apakah dia gila? Dia menyebut seorang teman brengsek?’

"Bajingan itu Lee Junho, dia tidak bisa memperbaiki kebiasaan kotornya. Kiwan juga memiliki banyak kebanggaan. "

Saat suasana menjadi tegang… Angin dari luar membawa suara gangguan.

"! $ #! ~%"

Suara itu berasal dari tempat yang jauh. Sehingga, ketiga orang itu tidak bisa memahami dengan tepat isi dari gangguan tersebut. Tapi, laba-laba ngarai itu berbeda. Laba-laba ngarai mengunci ketiga orang itu, dan melirik ke arah luar sarang.

"Kikikik…"

Laba-laba ngarai melompat dengan bersemangat. Tampaknya bersukacita, jika mangsa baru telah muncul. Tiga orang merasa lega, melihat laba-laba ngarai meninggalkan sarang.

"Fiuh… aku pikir aku akan mati."

"Aku setuju…"

"Ayo, mari kita melarikan diri dari tempat ini!"

Lee Junho adalah seorang warrior level 88. Karena kecenderungannya yang agresif, dia menginvestasikan sebagian besar statusnya ke dalam kekuatan. Karena itu, dia berusaha memutus jaring dengan tubuhnya. Tapi, tidak peduli bagaimana dia menggerakkan tubuhnya, jaring tidak bergerak.

"Apa-apaan ini? Aku tidak bisa menghancurkannya bahkan dengan kekuatanku?"

Lee Junho menjadi lelah, dan akhirnya menyerah untuk menghancurkan jaring. Kemudian Sim Kiwan, yang merupakan fire mage level 87, meneriakkan mantra dan memanggil api.

Hwaruruk!

Jaring Laba-laba di sekitar tubuh Sim Kiwan mulai terbakar.

"Ohhh!"

Tiga orang bersorak, saat membayangkan sarang laba-laba berubah menjadi abu. Tapi setelah beberapa saat, kobaran api mereda dan mengungkapkan jika sarang laba-laba hanya memiliki permukaan yang menghitam, dan masih menjebak tubuh Sim Kiwan dengan erat.

Wajah Sim Kiwan memucat.

"Apa ini? Itu tidak bisa dibakar dengan api? "

"Serahkan padaku."

Theif level 89, Choi Chansung maju ke depan. Dia memegang dagger di satu tangan dan mencoba memotong jaring dengan dagger. Namun, bahkan dagger tajam tidak dapat memotong jaring.

"Luar biasa… bahkan tidak gores?"

Inilah mengapa, laba-laba ngarai meninggalkan tempat ini dengan mudah. Hanya tiga orang yang levelnya sangat rendah. Sehingga, mereka tidak bisa menyingkirkan jaring laba-laba atau menghindari kematian. Mereka putus asa.

"Pada akhirnya, kita akan dimakan oleh laba-laba bajingan itu…"

"Hei, jika kita tetap akan mati, mari kita logout. Bukankah lebih baik untuk melepaskan exp daripada dimakan?"

Lee Junho dan Sim Kiwan sudah mencoba logout. Tapi

[Dalam situasi ini, Anda tidak dapat menghindari kematian. Jika Anda logout, itu akan diperlakukan sebagai kematian.]

Melayang di depan mereka dan mereka ragu-ragu. Namun, keadaan ini berarti lebih baik untuk logout.

"Oke, mari kita logout. Aku akan benar-benar kehilangan martabatku sebagai manusia, jika aku mengalami dimakan laba-laba."

"Oke, log…"

Choi Chansung mencoba menghentikan dua orang yang ingin keluar.

"Tunggu. Bukankah terlalu memalukan untuk mengambil nyawa kita, bahkan jika ini adalah permainan? Kita tidak tahu apa yang terjadi. Jadi, mari kita bertahan sedikit lebih lama."

"Apa yang kamu katakan? Laba-laba akan segera kembali! Apakah Kamu ingin dimakan oleh laba-laba? Aku mungkin mendapatkan arachnofobia selama sisa hidupku! "

"Jika kamu memiliki keberanian untuk mengambil nyawamu sendiri, gunakan keberanian itu untuk menemukan cara untuk melawan laba-laba."

“Omong kosong apa yang kamu katakan? Berhenti bicara. Aye, Aku tidak tahu. Kami akan logout, jadi Kamu tinggal di sini sendirian! "Logout… eh?"

Tiga orang terdiam pada saat yang sama. Tatapan mereka menuju pintu masuk gua.

Buk, Buk.

Mereka tidak salah. Ada suara langkah kaki manusia dari pintu masuk gua.

"Apa?"

"Ssst!"

Ketiga pria itu menahan napas ketika mereka menyaksikan situasi. Setelah beberapa saat, seseorang memasuki gua.

"Laba-laba Bajingan itu telah hidup selama beberapa dekade. Jadi, apakah dia mengumpulkan harta di sarangnya? Bajingan ini, sulit diburu."

Orang ini memburu laba-laba yang menakutkan itu? Lee Junho, Choi Chansung dan Sim Kiwan memandang pria itu dengan ekspresi tidak percaya. Setengah wajah pria itu ditutupi oleh helm besar, yang tampaknya terbuat dari tengkorak monster raksasa. Penampilan helm itu mengerikan.

Tiga orang saling berbisik, karena mereka khawatir pria itu akan mendengar.

"Pria itu sepertinya tidak biasa…?"

"Itu benar. Dia seperti seorang psikopat dengan rasa estetika yang aneh."

"Tapi, mari kita minta bantuan."

"H-Hrmm… dia terlihat berbahaya …"

"Tidak akankah dia membunuh kita?"

"…Itu mungkin. "

"Ya…"

Mereka bertiga saling bertentangan. Penampilan helm pria itu sama mengerikannya dengan laba-laba ngarai. Di sisi lain, di dalam helm, Grid menemukan tiga orang diikat oleh jaring. Dia kaget.

"Bukankah itu Lee Junho? Mengapa orang-orang itu ada di sini? "

Lee Junho dan para pengikutnya!

Mereka terkenal sebagai gangster sejak masa sekolah mereka. Secara khusus, Lee Junho adalah seorang gangster yang tidak terkendali. Dia sering melakukan kekerasan terhadap teman-teman sekelasnya. Dia bahkan berani melawan para guru.

Grid. Tidak, Shin Youngwoo adalah targetnya bukan hanya sekali atau dua kali. Itu tujuh atau delapan tahun yang lalu, tapi Shin Youngwoo ingat semua kejahatan yang dilakukan Lee Junho terhadapnya.

"Selama sekolah menengah… jumlah uang yang diambil bajingan dariku dari kelas dua hingga lulus adalah tepat 67.300 won… Pengikutnya adalah 23.000 dan yang lainnya 14.000… Tiga orang sialan itu."

Itu bukan memori yang baik untuk Shin Youngwoo. Kepalanya buruk. Dia tidak bisa mengingat hal-hal kecil. Tapi dia ingat hal-hal yang terjadi padanya.

"Pelecehannya tidak berakhir di sekolah saja."

Lee Junho adalah orang pertama yang tertawa dan mengabaikan Shin Youngwoo, pada pertemuan alumni dua tahun lalu. Alumni mendengar, jika Shin Youngwoo menjadi terobsesi dengan permainan dan dililit hutang, dan tidak bisa tertawa.

Hanya Lee Junho yang terus menggoda Shin Youngwoo dan memanggilnya dengan menyedihkan. Ketika pertemuan alumni berlanjut dan semua orang mulai minum, alumni lain mengikuti contoh Lee Junho dan mulai menertawakan Shin Youngwoo.

Shin Youngwoo menjadi bahan tertawaan dengan semua alumni.

‘Bajingan tak termaafkan ini… Sial, bagaimana Aku menemukan bajingan ini dalam permainan? Aku benar-benar tidak beruntung.’

Shin Youngwoo memelototi Lee Junho dan para pengikutnya. Lee Junho merasakan tatapannya dan bertanya dengan lembut.

"E..Maafkan aku? Bisakah kamu membantu kami? Seperti yang kamu lihat, kami terjebak. Haha."

Lee Junho tidak pernah membayangkan, jika pria di dalam helm itu adalah Shin Youngwoo. Shin Youngwoo menganggap ini menggelikan.

'Bajingan itu… dia bertindak seperti iblis ke arahku, tapi membuat senyum palsu seperti itu, kepada orang lain! Ah, bukankah wajahku tertutup sekarang? Lalu, mereka tidak tahu siapa Aku? Oho, mungkin ini … '

Jujur, Shin Youngwoo tidak suka Helm Chief Orc Frostlight. Sebagai set item unique, fungsinya sangat bagus. Namun, itu terlalu sempit. Tapi pada saat ini, dia senang dengan Helm Chief Orc Frostlight.

Mengapa? Helm itu memiliki bentuk yang menutupi setengah wajahnya. Karenanya, penampilan Shin Youngwoo tidak terungkap, dan ID Grid tidak muncul di atas kepalanya.

"Sekarang, aku sudah bertemu sampah ini di sini. Bukankah itu kesempatan untuk balas dendam?"

Shin Youngwoo mulai tertawa dan kelompok Lee Junho saling memandang. Tawa Shin Youngwoo yang muncul dari helm menyebabkan Lee Junho dan kelompoknya merasakan dingin yang menakutkan. Mata yang bisa dilihat di helm itu mirip dengan laba-laba ngarai. Ya, seolah mereka mangsa…!

"Apakah kita melangkah di kotoran?"

Ketika kelompok Lee Junho gemetar, Shin Youngwoo memusatkan pandangannya pada Choi Chansung.

‘Choi Chansung…’

Choi Chansung jelas orang yang bergaul dengan Lee Junho dan Sim Kiwan. Choi Chansung ada bersama mereka, setiap kali Lee Junho atau Sim Kiwan melakukan kekerasan terhadap seseorang.

Tapi Shin Youngwoo tidak pernah menyaksikan keterlibatan langsung Choi Chansung, dalam segala kecurangan, sumpah, atau kekerasan. Sebaliknya, Choi Chansung memperhatikan Lee Junho dan Sim Kiwan dengan ekspresi tidak nyaman. Youngwoo tidak tahu mengapa, tapi dia sering melihat Choi Chansung berdebat dengan Lee Junho.

"Suatu kali, dia meminta maaf kepadAku atas nama Lee Junho… Dia juga tidak pernah mengolok-olokku di pertemuan alumni… Belum lama ini, dia menelepon dan bertanya, apakah Aku akan pergi ke reuni…

Aku tidak dapat menelepon kembali atau membalas emailnya, meskipun beberapa upaya untuk menghubungiku. Sepertinya, dia mengkhawatirkanku! Ya? Mungkin dia benar-benar pria yang baik? "

Penafsiran Shin Youngwoo benar. Choi Chansung benar-benar khawatir tentang Shin Youngwoo, setelah apa yang terjadi pada pertemuan alumni. Dia takut Shin Youngwoo mungkin membuat pilihan yang salah, karena malu.

Sementara Lee Junho dan Sim Kiwan selalu mengejek Shin Youngwoo, Choi Chansung tutup mulut. Choi Chansung berkeliaran di sekitar Lee Junho dan Sim Kiwan, karena hubungan yang dimulai sejak tahun pertama mereka di sekolah menengah. Tapi, dia enggan untuk melecehkan siapa pun.

Namun, Shin Youngwoo ragu.

‘ Siapa pun yang adalah teman Lee Junho tidak bisa menjadi orang baik. Jika Aku melihat contoh-contoh dari film atau komik, dia adalah dalang yang benar-benar jahat yang berpura-pura baik di luar! '

Bukankah Choi Chansung berdiri di belakang Lee Junho dan Sim Kiwan ketika mereka menggertaknya di sekolah tinggi?

Bukankah dia di belakang Lee Junho, ketika dia menertawakan Shin Youngwoo di reuni?

 Shin Youngwoo sangat curiga, sehingga dia menganggap Choi Chansung lebih sebagai musuh daripada Lee Junho.

Kemudian ia mengangkat Dagger Ideal (+8).




< Prev  I  Index  I  Next >

Posting Komentar untuk "OG_076"

Follow Us