Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

***Dukung kami: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

UG_004

gambar

Unlucky Game

UG_004


4. Blessing of Michael’s Compassion

 

“Kak petualang.”

Saat pandangannya beralih pada suara manis itu, dia segera menghapus air matanya.

‘Tak pantas untuk menangis di depan orang lain.’

Gadis berpakaian serba putih itu segera tersenyum ramah.

“Aku utusan dari Order of Michael. Yang ingin memperingatkanmu tentang murka dari Dewa Michael…”

‘Itu terlambat, sialan.’

Dia ingin mengucap itu, tapi dia menahan umpatannya. Karena dia merasa, jika tidaklah pantas untuk mengumpat pada gadis cantik dan suci seperti priest di depannya ini.

“…namun, karena melihat dirimu terasa menyesali perbuatanmu dan ingin bertaubat…”

‘Tentu saja! Mana ada orang yang ingin mati 100x…’

“…dewa Michael telah memberikan welas asihnya kepadamu.”

Lalu, NPC priest itu mulai melantunkan mantra. Saat selesai, kedua telapak tangan halus itu mengarah padanya.

“…Blessing of Michael’s Compassion.”

Ding!

[Luck’s God, Michael mendengar rintihan hatimu.

Dia menunjukkan welas asihnya, karena Anda telah benar-benar bertaubat. Sebagai gantinya, dewa Michael memberi Anda satu kesempatan terakhir.

Dengan title Blessing of Michael’s Compassion,

Anda berhak mendapatkan:

1 poin statistik setiap Anda naik level.

Selama HP Anda tersisa 1 poin, Anda akan mendapatkan Immune terhadap segala jenis serangan senjata, kutukan, dan sihir.]

Ding!

[Efek title saling bersinkronisasi]

[Efek ‘Unlucky Player’ dan ‘Blessing of Michael’s Compassion’, membuat Anda mendapatkan 1 poin stat saat naik level dalam kondisi penalty.]

‘Wow… sinkronisasi title… Seperti yang di Chaos of Heroes…’

Tak jarang, jika buff yang diberikan title, biasanya tak bisa saling terkait satu sama lain. Namun, dikarenakan dia mendapatkan title dari dewa yang sama, dia bisa mendapatkan efek itu.

Mungkin juga, jika dia memiliki lebih banyak title di masa depan, dia akan mendapatkan efek sinkronisasi title lagi.

Azvein hanya menatap dengan tak percaya. Dia mendapatkan suatu kondisi aneh, yang ternyata bisa membuatnya mendapatkan buff yang cukup bagus.

‘Bagus… aku bisa bergerak, jika begini.’

Dalam waktu singkat, dia sudah mempersiapkan berbagai langkah untuk memperbaiki keadaannya sekarang. Namun, sebelum senyum lebar merekah di wajahnya…

“Em… kak petualang.”

“Ya?”

“Matra ini hanya akan bertahan pada setiap awal bulan baru. Jika kamu ingin memperbaharui matra dari dewa Michael, kamu harus memberikan persembahan di kuil.”

“Persembahan?”

“Ya… kamu bisa membawa benda-benda biasa untuk levelmu yang sekarang. Namun, di masa depan, kamu harus membawa artefact suci.”

Ding!

[Efek title ‘Unlucky Player’ aktif.

Anda tidak bisa mendapatkan title Blessing of Michael’s Compassion secara permanen, sebelum Anda memberikan persembahan artefact suci kepada Order of Michael. Sehingga, anda harus memberikan persembahan sesuai level anda.

Persyaratan item untuk persembahan:

Level 1-50 = item normal

Level 51 - 100 = item rare

Level 101 - 200 = item epic

Level 201 – 300 = item unique

Level 301 – 1.000 = item legendary

Atau Anda bisa memberikan holy artifact, untuk mendapatkan Blessing of Michael’s Compassion secara permanen.

Efek title hanya akan bertahan:

29 hari 23 jam 59 menit lagi.]

 ‘Apa?!’

Dia sangat tercengang dengan efek title itu. Ternyata, title unlucky player juga berpengaruh pada title lain. Sehingga, dia kini harus dibebankan dengan mempersembahkan item pada dewa Michael.

Azvein segera sadar dari kondisi tercengangnya, dan berfikir cepat.

“Em… kak priest. Apakah yang terjadi, jika aku terlambat memberikan persembahan?”

“Kamu akan kehilangan welas asih dewa Michael.”

Priest manis itu menjawab tanpa ragu.

Mata pemuda itu terbelalak lebar, menerima kenyataan yang begitu berat. Sehingga, dia bahkan lupa, jika ada pesan baru di depannya.

Lalu, setelah dia tenang, dia membuka pesan itu.

[Anda tengah kelaparan, stats satiety Anda bertambah. Sehingga, segala jenis statistik akan berkurang 50% dan akan terus bertambah, hingga anda kehilangan nyawa.

Segeralah mengkonsumsi makanan atau potion untuk menghilangkan stats ini.]

‘Apa-apaan ini…’

Dia sungguh tak percaya, bagaimana dirinya bisa jatuh pada situasi pelik ini.

Lalu, dia mencari sesuatu di tubuhnya, yang bisa melepaskannya dari situasi pelik itu. Kemudian, dia menemukan kantong kulit kecil yang tergantung di pinggangnya.

Ketika dia membukanya, dia hanya menemukan satu koin berwarna tembaga di sana.

‘Apalagi ini…’

Priest yang melihat lelaki di depannya yang mengeluarkan sesuatu, segera berkata,

“Itu koin copper.”

“Apa?”

“Mata uang Paradise terendah adalah copper. 100 koin copper, sama dengan 1 koin silver. 100 koin silver sama dengan 1 koin gold. Dan ada kasus khusus, di mana 1.000 koin gold akan sama dengan 1 koin adamantium.”

“Adamantium?”

“Ya. Namun, koin itu biasanya hanya dimiliki oleh para raja dan bangsawan. Sehingga, itu sangat sulit ditemukan di masyarakat biasa.”

Azvein segera merenung.

“Ah… kak priest. Kalau dengan ini, aku bisa membeli makanan apa?” tanya pemuda itu, menunjukkan satu koin copper di tangannya.

“Itu bahkan tak cukup untuk membeli satu roti gandum.”

“Apa?!”

“Satu roti gandum seharga 5 koin copper.”

Dia benar-benar terpukul dengan fakta ini. Bagaimana dia mau memulai, jika di awal saja dia tak bisa membeli makanan untuk dirinya sendiri.

Melihat kepanikan pemuda yang masih tak beranjak dari posisi duduknya, priest itu merasa kasihan.

“Apa kamu tak punya uang?”

Azvein hanya mengangguk lemah, dia malu.

“Berdirilah, aku akan membantumu.”

Mata hitam pemuda itu langsung berubah keemasan, dan bersinar terang. Dia langsung melakukan perintah ringan itu.

Namun…

[Efek title ‘Unlucky Player’ aktif.

Karena Anda terlihat sangat miskin dan kesusahan, Priest Evaline merasa kasihan kepadamu. Dia akan memberikan sejumlah uang kepadamu.

Namun, karena efek Unlucky Player, segala reward, hadiah quest, dan item drop, akan berkurang 50% atau peluang mendapatkan jackpot berkurang 50%.]

[Evaline akan memberikanmu 1 silver, karena ingin membantumu dalam menyelesaikan quest untuk menghindari murka dewa Michael. Namun, karena efek Unlucky Player, Anda hanya mendapatkan 50 copper.]

‘Apa?!!!’

Belum sempat dia mendapatkan kesenangan sejenak, dia kini merasa seperti jatuh tertimpa tangga, kemudian tertimpa genteng sangat banyak.

“Baiklah. Aku akan kembali ke kuil.”

Namun, sebelum priest itu berbalik, azvein segera memanggilnya.

“Kak priest… apakah kamu bisa membantuku sekali lagi?”

“Ya?”

Dia sempat malu sejenak, karena merasa terlalu merepotkan priest cantik ini.

“Anu… sebenarnya… aku kesulitan mendapatkan uang… apakah ada sesuatu yang bisa aku lakukan, untuk membuatku bisa membeli beberapa roti lagi?”

Jari telunjuknya segera lari ke mulut cerinya.

“Em… pergilah ke pub. Temui paman Albert. Katakan padanya, kamu membutuhkan pekerjaan,” ucapnya sambil tersenyum cerah.

Ding!

[Uncle Albert

Anda telah direkomendasikan oleh Priest Evaline untuk mendapatkan pekerjaan. Segeralah ke pub, untuk bertemu paman Albert, sebelum ada pelamar yang lain.

Tingkat kesulitan: G

Hadiah:

Tidak diusir paman Albert]

“Quest?!”

Dia sempat terpana, karena bisa mendapatkan quest pada kondisi seperti ini. Tapi…

‘Tidak diusir?’

Sebelum dia sempat berkata, priest itu segera menyahut.

“Baiklah. Aku benar-benar harus pergi sekarang.”

“Terima kasih, kak priest.”

Menatap punggung priest cantik itu, dia hanya bisa bersukur dalam keheningan.

‘Aku akan membalas kebaikanmu ini, Evaline.’

***

 

Setelah keluar dari Grand hall, dia segera pergi ke toko roti terdekat. Namun, itu ternyata sangat membebaninya. Jarak grand hall ke pasar hanya sekitar 100 meter, tapi baginya, dia terasa berjalan lebih dari 1 km. Bahkan, penalty stats satiety miliknya naik menjadi 90%.

Oleh sebab itu, setelah membelikan semua koin copper yang ia miliki, dia langsung memakan 4 roti gandum, sampai stats satiety menghilang. Barulah ketika dia pergi Town Square untuk minum air kolam, dirinya benar-benar merasa hidup kembali.

‘Title brengsek ini…’

Dia benar-benar jengkel terhadap title yang sangat merugikan untuknya itu. Rasanya, dia seperti terseret dalam lubang hitam yang tak memungkinkan dirinya untuk keluar.

Tapi, dia segera bangkit dan menatap ke depan.

“Aku harus segera pergi ke pub.”

Di benteng Edinburg ini, hanya ada satu pub yang sangat terkenal. Dia sudah tahu, saat bertanya dengan pemilik toko roti gandum. Tanpa buang waktu lagi, dia segera bergegas ke sana.

Namun, sampai di sana, pemandangannya sangat mencekam.

‘Ada banyak player di sini.’

Dengan berbagai equipment yang memanjakan mata, mereka terlihat seperti petualang sesungguhnya. Itu berbanding terbalik dengan dirinya, yang hanya mengenakan pakaian pemula. Sehingga, tatapan sinis dan intimidasi mereka, sangat ia rasakan.

‘Jangan hiraukan… maju saja…’

Saat dia maju, ada seseorang yang memanggilnya.

“Yo, pemula!”

Matanya segera beralih ke sumber suara.

Ada pria berarmor hitam, dan kapak di punggungnya. Dia sepertinya seorang warrior, lebih tepatnya axe-man.

“Kamu mau apa kemari? Pergilah! Kamu merusak penglihatanku!” serunya ‘sopan’, namun sangat mengena, membuat Azvein merasa terdesak.

Dan dia tahu, dia tak bisa melawan.

“…”

Azvein menghiraukannya, dan berjalan lagi.

“Hei! Kau…”

Saat pria itu kembali membentak, dia sepertinya ingin menghardiknya. Namun, entah mengapa, ucapan peria itu terhenti di kerongkongannya.

Sesampai di meja bar. Dia menghadap ke bartender, yang sudah kelihatan tua.

Setelah melihat ke depan, bartender itu segera menyapa pemula itu.

“Jangan fikirkan itu… dia bercanda… selama kamu di tempat ini, tak ada yang akan berani berbuat onar.”

Azvein segera melihat lelaki tua berambut dan berkumis putih ini. Dia memakai pakaian biasa, layaknya penjual di pasar sana. Namun, matanya terasa tajam, untuk dikatakan sebagai NPC normal.

“Maaf. Apakah kamu paman Albert?”

“Ya. Dan kamu mau pesan…”

‘Ucapannya mengintimidasi.’

Perkataan itu mengharuskannya untuk pesan sesuatu. Namun, di kantongnya hanya tersisa 1 koin copper saja. Dia tak tahu, jika ada kondisi seperti ini.

“Anu…”

Tatapan tajam seloah berkata, ‘jika kamu tak mau pesan, pergilah!’, nampak jelas di sana. Tapi, azvein tak punya pilihan lain.

“Ada salam dari Priest Evaline. Dan dia menyuruhku untuk membantumu di sini.”

“Oh Evaline?”

Nada bicaranya langsung berubah.

“Apa dia baik-baik saja?”

Menyadari ada yang aneh, Azvein langsung memainkan perannya.

“Ya, dia baik-baik saja. Dia adalah gadis yang cantik dan baik hati.”

“Ya… tentu saja.”

‘Dapat!’

“Dengan kebaikannya pula, aku diberi bantuan untuk bekerja di tempat ini.”

Albert hanya menanggukkan kepalanya pelan.

‘Apakah berhasil?’

Dia bergumam senang sendiri. Lalu…

“Baiklah… karena Evaline yang merekomendasikanmu… maka, aku akan mempekerjakanmu.”

[Quest Uncle Albert berhasil]

Albert melihat ke pemula itu dengan seksama. Lalu…

“Apa yang bisa kamu lakukan?”

“Ah…”

Dia tak berfikir sampai jauh itu.

Andai di kondisi normal, dia akan dengan mudah menjawab. Namun, situasinya sekarang berbeda. Semua statistik miliknya sedang dalam keadaan minus.

Dia tak memiliki apapun yang dapat ia unggulkan. Selain 1 HP yang tak akan mati, selain terkena serangan fisik.

Matanya tertunduk, dia tak bisa berfikir apapun. Tak ada jalan keluar yang terlintas di benaknya.

“Hemm… sepertinya aku tahu, kenapa Evaline sampai membantumu sejauh ini…”

Pandangannya langsung terangkat kembali.

“Baiklah… dengan tubuh lemahmu itu… pergilah ke belakang dan cuci piring dan gelas untukku.”

Ding!

[Pencuci piring dan gelas Pub Uncle Albert

Anda telah mendapatkan pekerjaan pertamamu! Lakukanlah yang terbaik, dan jangan membuat masalah dengan paman Albert, atau Anda akan terbunuh.

Tingkat kesulitan: G

Hadiah: 10 copper]

Belum sempat ia bersuka cita, suara system terdengar kembali.

Ding!

[Efek title ‘Unlucky Player’ aktif.

Karena Anda telah direkomendasikan Priest Evaline, paman Albert mempekerjakanmu dan memberikan sejumlah upah kepadamu.

Namun, karena efek Unlucky Player, segala reward, hadiah quest, dan item drop, akan berkurang 50% atau peluang mendapatkan jackpot berkurang 50%.

Albert akan memberikanmu 10 copper. Namun, karena efek Unlucky Player, Anda hanya mendapatkan 5 copper.]

‘Title bajingan ini!!!’

***

 

Tak pernah ia sangka, mencuci piring akan menjadi sangat berat seperti ini. Dia bahkan baru mendapatkan lima piring dan dua gelas. Namun, dia merasa sangat lelah.

‘Apakah ini karena stats Endurance-ku yang sangat rendah?’

Ya, dari semua stats miliknya, endurance merupakan stats dengan minus terbanyak -55 poin. Terendah pertama, selain stats Luck tak mendapat penalty -999.

Dia harus istirahat beberapa menit, setelah selesai mencuci satu piring. Kemudian, dia mulai mencuci satu piring lagi. Lalu, ketika dia bosan dengan piring, dia beralih ke gelas. Ternyata, belum sempat ia membersihkannya, tenaganya sudah habis.

‘Tak pernah aku bayangkan. Mencuci gelas akan seberat ini.’

Entah berapa menit yang telah ia habiskan untuk duduk menghadap keran air, dan mencuci benda-benda kotor ini.

Di sisi lain, 2 roti gandumnya sudah terkonsumsi lagi.

Beberapa jam kemudian, dia istirahat setelah mendapatkan 50 piring dan 10 gelas.

“Hah… hah… hah…”

‘Sial… sampai kapan quest ini akan berakhir!’

Dia terus berfikir untuk menyerah, dan mencari quest lain. Namun, dia tak bisa. Karena, roti gandumnya tinggal satu buah.

Jadi, jika dia pergi dari pub, dan mulai bertanya ke satu toko ke toko lain untuk menawarkan bantuan. Dirinya pasti akan mati kelaparan. Dan jika dia mati lagi, maka blessing itu akan hilang, dan dia benar-benar game over.

Dia diam sejenak, mengumpulkan nafas dan berfikir.

Dia membuka jendela quest lagi, dan menyadari sesuatu.

‘Tak ada jumlah piring dan gelas yang harus aku cuci… sial!’

Dia merasa tertipu.

Itu kesalahannya, karena tak menanyakan hal itu terlebih dahulu. Kenapa dia terlalu senang untuk mengerjakan quest ini, padahal dia tak bisa pergi dari lingkaran setan dari quest ini.

Apalagi, setiap dia selesai membersihkan 1 piring, 1 piring lagi datang. Jadi, tak akan ada kurangnya.

Dia putus asa.

“Baiklah… kalau aku mati… lebih baik aku mati saat melakukan quest.”

Dia mulai memakan roti gandum terakhirnya, dan bekerja lagi.

Tanpa mengeluh lagi… dia mulai mencuci piring dan gelas lagi.

‘Ayo mati saat mencuci piring!’

Semangat putus asa-nya membara.

Lalu...

Ding!

[Anda tengah kelaparan, stats satiety meningkat. Sehingga, segala jenis statistik akan berkurang 50% dan akan terus bertambah, hingga Anda kehilangan nyawa.

Segeralah mengkonsumsi makanan atau potion untuk menghilangkan stats ini.]

Tanpa menghiraukan pesan itu, dia terus mencuci piring. Karena, dia sudah memakan semua roti gandum miliknya, dia terus melakukannya.

Kemudian, matanya mulai buram… penglihatannya beralih pada pesan yang baru muncul.

[Anda tengah kelaparan, stats satiety meningkat. Sehingga, segala jenis statistik akan berkurang 98% dan akan terus bertambah, hingga Anda kehilangan nyawa.

Segeralah mengkonsumsi makanan atau potion untuk menghilangkan stats ini.]

‘2% lagi… dan aku akan mati…’

Semuanya sudah gelap, bahkan tangannya sudah tak memiliki tenaga untuk mengosok noda di piring. Namun, dia bertekat untuk meraih piring kotor yang baru, sebelum ia mati. Karena menurutnya, 2% itu cukup untuk membersihkan 1 piring lagi.

Saat dia selesai, hanya 1% yang tersisa.

‘Aku akan mati sekarang.’

Namun, setelah dia melempar tubuhnya ke belakang, dia menabrak tanah yang keras.

Lalu, pesan baru muncul.

Ding!

[efek title Blessing of Michael’s Compassion aktif.

Selama HP Anda tersisa 1 poin, Anda akan mendapatkan Immune terhadap segala jenis serangan senjata, kutukan, dan sihir.]

Dia membuka matanya yang berat, merenung sebentar, dan menyadari sesuatu. Ada batu ukuran kecil yang terkena kepalanya.

‘sial… karena terlalu lemahnya aku, menjatuhkan diri ke tanah dan terkena batu, dihitung sebagai damage.’

Dia tertawa pahit.

Ttess… tess…

Lalu, dia merasa ada cairan yang masuk ke mulutnya.

‘Manis.’

Dia langsung mulai melahap cairan itu sampai habis.

Tubuhnya menjadi mulai mendapatkan tenaganya lagi. Dan stats satiety miliknya juga mulai berkurang.

Matanya perlahan mulai terbuka, dan melihat seorang wanita berpakaian putih di sana.

“Apakah aku sampai di surga?”

“Ya. Kamu memang ada di Paradise.”

Matanya terbuka lebar, saat wajah yang buram itu mulai terlihat jelas.

‘Evaline!’

Azvein merasakan sesuatu yang empuk di bawah kepalanya. Itu adalah bantal paha milik priest itu.

Segera, dia bangkit karena malu.

“B-bagaima…”

“Aku kemari, karena aku ingin mengunjungi paman.”

Tatapan mata mereka bertemu, lalu pemuda itu menunduk lagi.

“M-maafkan aku, karena merepotkanmu lagi.”

“tak usah difikirkan,” ujarnya tersenyum manis.

‘Ah… andai dia bukan NPC…’

Jujur saja, Azvein sangat menyukai priest cantik dan baik hati ini. Terlebih lagi, baginya gadis ini adalah jelmaan malaikat yang sesungguhnya, yang telah membantunya dalam mencari jalan keluar.

Tiba-tiba…

Ding!

 [Anda naik level]

[Efek title ‘Unlucky Player’ aktif.

Karena efek penalty title unlucky player, Anda tidak bisa naik level selama 10 naik level normal pada level yang sama.

Namun, karena title Blessing of Michael’s Compassion, Anda mendapatkan 1 poin stat.]