Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

SCG_325

gambar

SCG_325

Bab 325. Pertempuran Segera (4)

Zoooong.

Suara memekakkan telinga terdengar di telinganya. Itu adalah suara yang Seol Jihu belum pernah dengar sebelumnya dalam hidupnya, dan sesuatu yang sulit digambarkan dengan kata-kata.

Efeknya langsung terasa.

“…!”

Empat anggota badan Unicorn itu berputar tiba-tiba, menyebabkannya runtuh di tanah. Raging Temperance akhirnya menunjukkan tanda-tanda urgensi.

“Keuh…”

Itu mengerang pendek sementara tubuhnya bergoyang ringan. Itu tampak seperti sedang mengalami gravitasi yang luar biasa.

“Euhhh!”

Pada saat itu, sepertiga dari kawanan Nightshades yang sebelumnya dirilis, dapat diserap kembali ke dalam tubuhnya.

Raging Temperance berhasil menenangkan dirinya.

“Heheh… Heheheh…!”

Hewan itu tertawa tertekan sambil berkeringat.

“Aku bertanya-tanya apa yang sedang kamu lakukan… tapi, itu hanya kutukan dari Seven Sin?”

“Kamu menghabiskan begitu banyak upaya untuk mewujudkan dirimu di sini… namun, kamu hanya berhasil membatasi kemampuanku?”

Avaritia tidak menjawab. Dia hanya mengirim tatapan mengejek ke arahnya, cukup dingin untuk membuat semua orang di daerah itu merasa dingin.

“Benar-benar menggelikan, Avaritia!”

Meskipun Unicorn tertawa dengan sombong, siapa pun bisa melihat jika itu adalah tawa paksa untuk menutupi gertakannya.

Dengan kata lain, Raging Temperance sendiri memberi tahu mereka, jika kutukan itu efektif.

“Hmph. Tidak masalah. Bahkan jika aku tidak bisa melakukan apa-apa tentang Otoritas, aku hanya bisa memulihkan divinity yang telah hilang.”

Setelah itu, sepertiga dari Nightshades di sekitar Unicorn terserap.

-Bagus. Kecepatan gerakan Unicorn sesat itu seharusnya sudah turun secara signifikan sekarang.

Seol Jihu bisa mendengar transmisi mental Baek Haeju.

Matanya melebar, ketika dia mengetahui sifat kutukan itu.

Ada satu alasan, mengapa Fourth Army Commander bisa bermain-main dengan tim ekspedisi mereka, setelah bentrokan pertama mereka. Dan, itu adalah kecepatan gerakan duniawi lainnya, yang tidak bisa diikuti oleh akal manusia.

Namun, batas sekarang ditempatkan pada kecepatan yang mengejutkan. Dengan kata lain, kekuatan Fourth Army Commander sangat lemah.

Tentu saja, sementara itu mungkin masih memiliki kemampuan yang belum terekspos. Hal-hal yang jelas terlihat lebih baik untuk tim ekspedisi.

-Whacko Archer akan membuat celah untuk kita.

‘Whacko Archer?’

-Ketika dia melakukannya, lakukan serangan mendadak dengan Spear of Purity-mu. Tidak perlu melukainya. Itu akan cukup, jika kamu bisa membuatnya mundur.

Wanita itu terus mengatakan hal-hal yang tidak ia mengerti.

-Tombak yang kamu pegang di tanganmu adalah harta yang luar biasa. Bahkan, mungkin itu adalah senjata ilahi yang lebih kuat daripada Spear of Tathagata milikku.

Seol Jihu tanpa sadar mengepalkan Spear of Purity-nya setelah melirik tombak hijau, yang Baek Haeju pegang.

-Itu tidak terlihat seperti kamu bisa mengeluarkan kekuatannya yang sebenarnya. Tapi, aku yakin itu. Unicorn itu tampak seperti berusaha mati-matian untuk menghindari tombakmu itu. kamu pasti bisa membuatnya mundur dengan itu.

Seol Jihu mengangguk.

Sesaat kemudian, rekan-rekannya mulai bergerak.

Ketika Archer mulai menembak, menandakan dimulainya rencana mereka, Warrior yang dengan diam-diam mengepung Unicorn, menyerbu ke arah semuanya sekaligus.

“Tsk tsk.”

Unicorn tetap acuh tak acuh, mengejek mereka untuk mencoba seperti yang telah ia prediksi.

Alih-alih mundur, ia menunggu mereka mendekat sebelum dengan mudah mengirim Chohong, yang menyerangnya saat berada di bawah kemampuan Manifestation-nya, terbang menggunakan tanduknya.

“Valhalla!!”

Dengan kaki belakangnya, ia dengan keras menendang Hugo yang mengincar punggungnya, dan berteriak sebagai respons terhadap Oh Rahee, yang bergegas ke arahnya dengan kecepatan yang menakutkan. Kaki depan ditekuk dalam sudut 90 derajat, sebagai persiapan untuk menindihnya menjadi bubur.

Pada saat itu.

“Huup!”

Ketika Fourth Army Commander muncul, sebuah bayangan tiba-tiba muncul di belakangnya. Dengan satu tangan terikat erat di leher Unicorn dan dua kaki diikat di tubuhnya, itu tidak lain adalah Hoshino Urara.

Seol Jihu akhirnya menyadari, siapa yang dimaksud dengan Whacko Archer.

“Langkah Pamungkas Rahasia Bergaya Hoshino! Ura Charge!”

Sambil berteriak, dia meluncurkan katana yang ia pegang di tangan kirinya, ke leher Unicorn.

Atau lebih tepatnya, dia mencoba.

Tepat ketika dia akan menikam, Unicorn melirik Hoshino Urara yang ada di punggungnya, sebelum mengguncang tubuhnya dengan keras.

“Eueeeeeeh!?”

Ketika Unicorn dengan putus asa mulai berjuang untuk melepaskannya, Hoshino Urara seperti menjadi bendera yang berkibar di tengah badai. Hewan itu berjuang sangat keras, sehingga Oh Rahee tidak bisa dengan mudah mendekatinya lagi.

“Ack!”

Hoshino Urara yang terlempar pada akhirnya, membuka mulutnya. Itu karena Unicorn menginjakan kaki di bahunya.

“Unghhhhhk!”

Rasa sakit otot-otot yang robek dan patah tulang menyapu dirinya. Tidak peduli berapa banyak Hoshino Urara berusaha menanggungnya. Dia tidak bisa menahan diri, untuk mengeluarkan erangan yang ditekan.

“Huhu. Akhir yang sempurna untuk bug sepertimu.”

“Eeek! Ehugh! Euk! Ungghhk!”

“Hanya berteriak, bukan? Hahahaha.”

Unicorn mengejeknya, ketika dia melihat wanita yang sangat tertekan. Namun, wajah Unicorn berangsur-angsur menjadi masam, semakin banyak Hoshino Urara kesakitan.

Dia benar-benar kesakitan. Dia, tapi…

“Teh! Tehtik! Tehtititi! Teik!”

“…”

Mendengarkan rintihan itu, mulai membuat Unicorn jijik. Entah bagaimana itu mulai terenyak, melihat dia mengerutkan wajahnya seperti topeng Hahoe, dan mengeluarkan suara-suara aneh melalui mulut yang mengerut.

Hampir terasa seperti sedang diejek. Tidak, itu pasti dia menertawakannya.

“Perempuan jalang ini…”

Unicorn tiba-tiba menjadi marah tanpa alasan, dan mengangkat kaki depannya lagi.

“Aku akan menghancurkan mulut busukmu itu!”

Dan saat itu membanting kakinya ke bawah…

“Apakah sudah selesai?”

Hoshino Urara tiba-tiba membuka satu mata. Begitu dia melihat kepala kuda yang frustrasi dan kesal, dia segera melihat ke arah kirinya dan berteriak di bagian terkeras suaranya.

“Lakukan sekarang! Sekarang juga!”

“Apa?”

Kepala kuda mengayun ke samping.

“…?”

Tapi tidak ada apa-apa. Itu tidak dapat menemukan apa pun yang akan menimbulkan ancaman.

“Hanya bercanda!”

Hoshino Urara menyeringai, sebelum meraih bahunya yang hancur dan berguling. Ketika Unicorn melihat Hoshino Urara lagi…

“Selamatkan aku!”

…Dia sudah melarikan diri, setelah membebaskan dirinya dari bawah.

Benang perak melesat ke arahnya dari jauh, seolah Agnes berusaha membantu gadis yang terluka itu.

“Ini…!”

Unicorn yang marah itu berjongkok. Dia mengejar bug yang memberinya penghinaan, sebelum benang yang mendekat cepat mengambil bug itu dari genggamannya.

Itulah yang coba dilakukan, tapi…

Unicorn tiba-tiba membeku di tempatnya, tepat saat hendak menendang tanah. Tiba-tiba, dia merasakan gelombang fluktuasi suci yang luar biasa dari sisi kanannya.

Ketika dengan cepat memutar kepalanya, dia bisa melihat Baek Haeju dalam posisi berdiri, mengumpulkan energi.

“Sial!”

Terpikir oleh Unicorn pada saat itu, jika dia melupakan dua makhluk yang seharusnya diwaspadai.

Unicorn dengan marah menggertakkan giginya, tapi masih berbalik untuk menghadapi Baek Haeju, sebelum mundur beberapa langkah darinya.

Itu sebabnya, ia tidak bisa melihatnya.

Benang yang dilepaskan Agnes menyapu melewati Hoshino Urara, dan terbang lurus ke arah mundurnya.

Bahkan, hewan itu tidak menyadari serangan yang masuk.

Ini karena perhatian Raging Temperance tidak hanya pada Baek Haeju, tapi juga pada Seol Jihu, yang meluncurkan serangan kejutan, yang sesuai dengan transmisi mental Baek Haeju.

“Dasar bajingan pengkhianat!”

Unicorn menggertakkan giginya.

Itu benar-benar menggerutu di dalam, karena telah tertipu. Tapi di sisi lain, hewan itu juga merasa jika mereka menggelikan… berpikir jika usaha penyergapan mereka, adalah satu-satunya tujuan yang mereka tuju.

Hanya saja, itu tidak bisa mengabaikan tombak ilahi yang dipenuhi dengan sword qi yang diilhami oleh atribut Anti-Evil. Sehingga, dengan cepat mundur.

Meskipun kecepatan gerakannya dibatasi di bawah kutukan Seven Sin. Itu bukan idiot yang akan membiarkan dirinya terkena serangan yang jelas.

Seak!

Serangan tombak diagonal sempit berayun melewati moncongnya. Unicorn mendengus melihat tubuh Seol Jihu lewat di depan matanya.

Bertekad untuk meluncurkan serangan baliknya kali ini, dia dengan kuat menghantam tanah dengan kakinya. Dan saat ketika keempat kukunya ditanam dengan kuat di tanah…

“…!”

…Jaring laba-laba diam-diam muncul entah dari mana, dan dengan erat mengikat anggota tubuhnya.

Segera setelah itu, gelombang cahaya suci menyapu benang, dan mewarnai semua benang dalam warna putih pucat.

“Haat!”

Agnes mengibaskan tangannya dengan teriakan keras, menyebabkan kaki Unicorn yang terikat tidak sadar, secara paksa menyebar terpisah di udara.

“Tindakan sepele!”

Tapi Unicorn segera menjadi heran, setelah mencoba memutar tubuhnya.

“A-Apa!?”

Biasanya, benangnya harus meledak sekaligus. Namun, situasinya benar-benar berbeda dari sebelumnya.

Tuk, tuk, tuk, tuk.

Beberapa benang mulai putus, tapi laju putusnya terasa lebih lambat. Benang-benang mempertahankan ketegangannya dengan cahaya putih yang mencegah benang-benang itu cepat putus.

“Hanya bagaimana…!”

Unicorn panik dan membalikkan kepala kudanya, sebelum menemukan penyebabnya.

Seo Yuhui, Star of Lust dan utusan Luxuria, mentransmisikan divine power ke Agnes, dengan meletakkan tangan di punggungnya.

Dan…

Seol Jihu yang telah melewati Unicorn, tiba-tiba berbalik dan dengan kuat menendang tanah. Dia bergegas seperti harimau yang menyerang ke Unicorn, yang tertahan tak berdaya di udara dan yang tak mampu bergerak satu inci pun.

Itu adalah kesempatan sempurna!

Mungkin karena dia sadar, jika dia tidak bisa melewatkan kesempatan ini, mana circuit-nya mulai membakar tingkat yang lebih panas.

“Euhhh!”

Dia secara akurat menusukkan tombaknya ke arah Raging Temperance, yang terjebak dalam situasi yang tidak terduga.

Spear of Purity meledak dengan cahaya keemasan, jauh lebih jelas dari sebelumnya, dan tiba di leher panjang Unicorn.

Saat itu juga!

Kang!

Bunga api biru meletus di tengah busur listrik emas.

“…”

Seol Jihu yang mengira semuanya sudah berakhir, wajahnya menjadi kosong.

Tombak itu tidak bisa menembus lehernya.

Lebih tepatnya, tombak dihentikan, sebelum bahkan bisa menyentuh leher Unicorn. Melihat lebih dekat, dia bisa melihat lapisan cahaya kebiruan yang menutupi tubuh hewan itu.

Itu adalah penghalang yang telah melindunginya dari sihir Philip Muller sekali.

Sementara itu tidak dalam bentuk belahan, seperti waktu itu. Penghalang pasti menutupi tubuhnya. Unicorn pasti secara insting mengaktifkannya, pada saat ia menerima serangan tak terduga.

Penghalang itu tampaknya hancur sedikit demi sedikit. Tapi sepertinya, itu tidak akan tertembus dalam hitungan detik.

Itu adalah kesempatan yang sulit didapat. Untuk mundur atau tidak mundur. Segala macam pikiran muncul di benaknya.

Seol Jihu dan Unicorn bertukar lirikan sejenak, sebelum Unicorn membuka mulutnya dan mengungkapkan giginya yang menonjol.

“Hah!”

Dududuk!

Benang yang menahan kaki kanannya terkoyak.

“Itu!”

Dia menjerit sambil memukul kaki kanannya ke kepala Seol Jihu.

“Mati!”

Namun, pukulannya meleset, karena selebar rambut datang tepat saat akan menghancurkan kepala Seol Jihu. Itu karena, asap gelap tiba-tiba terbang ke arah kakinya, dan menyebabkannya mengubah lintasannya.

“Apa kali ini…!?”

Wajah Unicorn mengerut, ketika menemukan hantu perempuan yang mati-matian menempel di kakinya.

Pada saat itu, mata Seol Jihu mulai bersinar. Dia mengepalkan giginya dan lebih kuat dalam menggerakan tombak dengan tangannya. Saat dia melakukannya, Spear of Purity mulai memancarkan listrik dan mulai bergetar.

“Sial!”

Merasakan bahaya yang akan terjadi, Unicorn mengabaikan Flone dan buru-buru memecahkan benang di kaki kirinya. Setelah dibebaskan, hewan itu menendang ke arah Seol Jihu, yang memberikan segalanya.

Namun, bukannya suara kepala meledak, suara bentrok logam terdengar.

Unicorn memfokuskan matanya pada perisai yang bersinar putih, karena telah menerima divine power Seo Yuhui, yang tiba-tiba menyelinap masuk dan memblokir serangan itu.

“Keu…”

Erangan itu dikeluarkan tidak lain oleh Phi Sora. Dia kembali memasuki pertarungan setelah pingsan, ketika dia menerima serangan berat di awal… sebelum pulih sedikit, berkat perawatan Maria.

“Ughhh!”

Meskipun darah menetes dari hidungnya, Phi Sora berhasil mengangkat pedangnya. Ketika pedangnya terbungkus api, dia membantingnya ke arah Spear of Purity, dengan sekuat tenaga.

Suara logam bening bergema, saat bunga api terbang.

“Tembus laaahhh! Tolong tembus laaaaah!”

Kang! Kang!

Dia berteriak dan dengan gila mengayunkan longsword-nya beberapa kali. Dan karena kekuatan tambahan, Spear of Purity benar-benar mulai bergerak maju sedikit demi sedikit.

“Kau, brengsek!”

Unicorn yang terkejut berulang kali menendang dengan kakinya. Tapi, Phi Sora dengan kuat memegangi perisainya yang diperkuat oleh divine power.

Dia dengan gigih menahan serangan, dan terus mengayunkan lengannya sambil bersandar pada Seol Jihu.

Dan ketika pedang menyala itu menabrak Spear of Purity di lain waktu, longsword berwarna merah darah menempel padanya, dengan kecepatan yang mengerikan… dan menumpuk di atas dua senjata.

“Pegang perisaimu dengan benar! Dasar brengsek!”

Oh Rahee berteriak, sambil menekan pedangnya ke bawah, dengan kedua tangan.

“Euaaah!”

Thorn of Steel milik Chohong juga jatuh ke atas tumpukan.

“Untuk Valhalla!”

Dan saat Hugo bergegas menghampiri mereka untuk mengayunkan tombak yang telah dibawanya di atas bahunya…

Chuung!

Suara berisik seperti retakan kaca, terdengar di telinga mereka.

Mata Seol Jihu tiba-tiba melebar.

Di bawah Spear of Purity yang disematkan di bawah empat senjata lain, ada celah kecil di penghalang biru. Itu adalah celah yang sangat kecil, tapi tetap saja celah.

“Keeuuuu!”

Seol Jihu mengepalkan poros tombak, saat dia menggertakkan giginya.

Sirkuit internal-nya sudah sangat panas, sehingga hampir mendekati mencair, dan mana yang mengamuk di dalam dirinya, seperti badai.

Meskipun demikian, Seol Jihu mengeruk semua energi yang tersisa di tubuhnya, dan memfokuskan semua yang ia miliki di ujung tombak.

“Euaaaaaaaaah!”

Dan sedetik kemudian, Seol Jihu dapat dengan jelas merasakannya.

Penghalang yang telah bertahan sampai sekarang, retak… dan sensasi dari apa yang terasa, seperti tombaknya dengan ringan menembus batang kayu padat, ditransmisikan ke tangannya.

“Ah…!”

Mulut Seol Jihu terbuka lebar.

Itu bukan imajinasinya atau halusinasi.

Spear of Purity mencuat dari tubuh Unicorn. Akhirnya berhasil menembus penghalang!

Seol Jihu berteriak di atas suaranya, melalui mulutnya yang terbuka.

“Baek Haeju-ssi!”

Pada saat yang sama, sosok Baek Haeju dengan cepat mempersempit jarak di antara mereka.

Saat dia dengan tenang mengulurkan lengannya, semua aura yang membara di sekitarnya, tumpah ke tombaknya. Ketika dia selesai, aura berkumpul di ujung tombaknya dan terkondensasi menjadi titik yang lebih kecil, dari kuku jari kelingking bayi.

Lalu.

Spear of Tathagata Baek Haeju menyapu melewati semua senjata, meremas melalui celah yang dibuat oleh Spear of Purity, dan akhirnya menembus ke tubuh Raging Temperance.

“Uuuuk!”

Boom.

Dengan suara sesuatu yang meledak di dalamnya, tubuh Unicorn mengembang seperti babi. Ketika itu membengkak sampai tampak seperti akan meledak, aura hijau mulai tumpah keluar dari tubuhnya. Seperti jus daging mengalir keluar dari steak.

Saat itulah, Baek Haeju menjawab panggilan Seol Jihu untuknya.

“Jihu!”

Pada saat berikutnya, air suci mengalir keluar dari tubuhnya seperti air sungai, yang mengalir melalui bendungan. Sementara, energi petir yang luar biasa mengalir keluar, seperti guntur dari milik Seol Jihu.

Kedua aura mulai menyatu bersama, seolah-olah mereka saling bergesekan, sebelum benar-benar selaras dalam kesatuan yang sempurna!




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "SCG_325"

Pemberitahuan Update via Email