Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

BAE_050

gambar

The Beginning After The End


BAE_050

Chapter 50: Kelas dan Profesor I

 

“Hei, bukankah itu salah satu anggota DC? Aku rasa namanya Arthur, kan?”

[Komite Dislipiner= Discipliner Committee /DC]

“Bukankah dia tahun pertama? Bagaimana dia bisa masuk ke komite disipliner? Apakah dia memiliki koneksi atau sesuatu?”

“Bodoh. Bahkan jika dia memiliki koneksi, aku dengar jika semua orang dari komite disipliner sangatlah kuat.”

“Dia agak imut, bukan?”

“Ya, dia benar-benar tipeku.”

“Rubah putih di atas kepalanya, itu sangat menggemaskan!”

Aku duduk di belakang kelas, dengan Elijah di sebelahku. Dan gumaman serta bisikan terus-menerus terdengar, hingga membuat kepalaku sakit. Profesor untuk kelas pertama kami, Fundamentals of Magic Theory, belum tiba.

Itu memungkinkan diskusi pagi ini berlangsung tanpa henti.

“Lihat seberapa populernya dirimu, Tuan anggota DC.”

Elijah menyikutku dengan sikunya, sambil menyeringai sarkastik.

Dan sebelum aku mendapat kesempatan untuk merespons,orang yang aku duga adalah profesor, berjalan dengan langkah percaya diri ke dalam kelas.

Profesor kami tampak sangat muda… paling banyak, ia berusia pertengahan tiga puluhan.

Dia memiliki rambut cokelat yang terpotong rapi. Dia terlihat bar bercukur untuk mengungkapkan rahangnya yang sempit. Dia berada di sisi kurus, tapi sama sekali tidak terlihat buruk.

Proporsinya bagus untuk mage, yang bisa aku katakan, dari tongkat yang diikat di sisinya.

Menggunakan folder yang ia pegang sebagai palu, dia membantingnya di podium depan sebelum berbicara.

“Baiklah… aku tahu, jika ada banyak hal indah untuk dibicarakan, tapi kalian tidak pandai bergosip. Jika orang yang sedang dibicarakan berada di ruangan yang sama dan dapat mendengar apa yang kalian katakan, maka itu benar-benar bukan bergosip bukan?”

Dia melihat ke arahku dan memberiku kedipan mata, membuatku menggelengkan kepala karena kekalahan.

Beberapa siswa yang bergosip merasa malu, tapi sebagian besar siswa hanya tertawa.

“Namaku Profesor Avius, dan aku harus mengatakan jika senang bertemu kalian semua. Walaupun ini secara teknis adalah kelas dasar dan beberapa orang mungkin berpikir itu tidak perlu…

Di sisi lain, aku percaya jika kelas ini adalah dasar untuk apa yang akan membuat kamu menjadi great mage. Kita tidak akan melakukan banyak omong kosong, tapi akan ada tugas dan proyek yang menyenangkan yang akan aku berikan di sepanjang kelas ini berlangsung. Jadi, nantikan itu!”

Dengan itu, kelas mengeluarkan keluhan yang sinkron untuk masalah proyek. Aku tidak dapat membayangkan proyek seperti apa yang akan ia tugaskan pada murid usia 12 hingga 14 tahun. Tapi, itu seharusnya agak mudah.

“Sebagi catatan, aku pikir, hari ini adalah hari yang agak baik untuk mendengarkan pembelajaran! Tidak ada yang terasa lebih muda, hingga dapat menyerap sebanyak mungkin pengetahuan selain disaat otakmu masih segar! Keluarkan buku catatan dan peralatan tulismu!”

Wajah kurusnya berkerut, saat dia tersenyum.

Elijah lalu menyesuaikan kacamatanya, dan segera mengeluarkan buku catatan dan pena baru, sambil dengan bersemangat menulis judul kelas dan tanggal hari ini.

Aku hanya mencondongkan tubuh ke depan dan meletakkan daguku di tangan, ketika aku mulai mendengarkan.

“Topik hari ini akan fokus pada pemisahan antara conjurers dan augmenter!”

Dia menulis dengan berantakan di papan tulis.

“Ada diskriminasi yang sangat melekat terhadap augmenter oleh conjurers, pada premis jika augmenter adalah ‘kasar’ atau ‘biadab’, yang hanya bisa melawan dengan membuat diri mereka kotor.”

Dia menggunakan jari-jarinya untuk menandakan kutipan.

“Ini adalah stigma yang agak tidak berpendidikan, yang harus disingkirkan setiap orang di sini dan saat ini.”

Dia mencondongkan tubuh ke depan, wajahnya berubah serius.

Kata-katanya menyebabkan beberapa gumaman ketidak-setujuan dan beberapa pengakuan.

“Dari sudut pandang conjurers, adalah konyol untuk mengatakan jika kita berada di atas augmenter, karena tubuh kita lebih cocok untuk mempengaruhi mana jarak jauh. Karena, ini adalah keuntungan yang kita miliki, hanya ketika kita berada di level yang lebih rendah.”

Dia lalu menuliskan beberapa poin penting di papan tulis.

“Ketika mana core, conjurers dan augmenter sama, mencapai tahap silver, kemampuan untuk memanipulasi mana menjadi jauh lebih tidak dibatasi. Semakin sedikit perbedaan antara penggunaan vena mana dan saluran mana.

Karena kemurnian mana yang diproduksi dari mana core kita, memungkinkan kita untuk secara bebas memanipulasi mana dari jarak jauh dan secara langsung.”

Dia menggaris-bawahi ‘jarak jauh’ dan ‘langsung’ sambil mengitari titik, ‘kurang dari perbedaan’.

Aku mendengar Elijah berkata ‘ooh’ saat memahami, dan dengan marah menuliskan pernyataan itu ke dalam buku catatannya.

Hmm… Profesor ini setidaknya tahu apa yang ia bicarakan. Saat berlatih, aku menjadi semakin sadar, jika semakin tinggi tingkat yang kamu capai dalam budidaya mana core, memang akan ada sedikit perbedaan yang jelas.

“Jadi, beri tahu aku, kelas. Jika pada akhirnya, dua mage… satu conjurers dan satu augmenter, keduanya mencapai tahap silver core, siapa yang akan mendapat keuntungan?

Untuk satu, akumengatakan jika keduanya cocok secara merata, atau bahkan augmenter akan mendapat keuntungan.”

Pernyataan ini bahkan menimbulkan protes keras dari para siswa.

“Sebelum kalian menggila, pikirkan tentang ini. Sampai tahap silver, dengan asumsi jika kita memiliki bakat dan keberuntungan yang diperlukan untuk sampai ke sana, baik conjurer dan augmenter melatih dalam mengembangkan sihir mereka.

Namun, augmenter juga dilatih pertarungan hand-to-hand, menyempurnakan tubuh mereka bersama dengan skill mereka, sejak saat mereka awakening, yang biasanya selama usia pra-remaja.

Ketika augmenter menjadi lebih kuat dan mencapai tahap akhir dari intinya, dia akan terus mengembangkan skill jangka panjangnya, meskipun itu mungkin lebih rendah daripada conjurers pada saat ini.

Namun, begitu Augmenter mencapai lebih dekat ke puncak pengembangan intinya, casting mantra jarak jauh akan menjadi lebih dan lebih alami, sementara augmenter masih secara alami akan mempertahankan skill tempurnya.

Jadi, katakan padaku… apakah conjurers benar-benar tipe mage yang lebih mulia, lebih dominan?”

“Beberapa mage kuno tetap percaya, jika conjurers tetap menjadi manipulator mana yang berlaku, tapi Direktur Cynthia, bersama dengan banyak tokoh berpengaruh lainnya di benua ini mencoba untuk membangun cara-cara untuk menghambat kepercayaan ini.

Aku memohon kepada kalian anak-anak untuk mengingat fakta ini.

Augmenter jangan menjadi panas kepala karena topik ini. Karena pada tahap ini, kalian masih jelas-jelas berada pada posisi yang tidak menguntungkan melawan para conjurer. Dan Conjuerer, jangan hanya memikirkan hal ini, kembangkanlah skill tempur kalian.

Meskipun mungkin lebih sulit bagi kalian untuk mempertahankan diri tanpa kompetensi alami dalam menempa mana di sekitar tubuh kalian secara internal, itu tidak berarti tidak ada cara untuk menggunakan mantra untuk memperkuat tubuhmu.

Jadi, belajarlah bagaimana pertarungan hand-to-hand.”

Dia menutup catatannya dan berhenti berbicara, meninggalkan keheningan sejenak bagi kami untuk mencerna apa yang baru saja kami dengar.

“Ada pertanyaan?” katanya lembut, sambil memberi kami senyum tulus.

Tangan Elijah segera terangkat, dan profesor menunjuk ke arahnya untuk bertanya.

“Profesor, jika apa yang Kamu katakan itu benar, apa sebenarnya hasil akhir antara dua kategori mage, ketika mereka mencapai tahap silver atau bahkan lebih tinggi?”

Dia bertanya dengan serius, tidak ada sedikitpun tanda-tanda sedikit dari temanku yang haus saat melihat perempuan.

“Pertanyaan bagus… Elijah Knight.”

Dia melihat catatannya sebelum menjawab.

“Hasil akhirnya adalah dua mage dengan preferensi yang berbeda dalam gaya bertarung. Sang mage pada tahap ini akan dapat menyelimuti tubuh mereka dengan mana, seperti augmenter pada tahap yang lebih rendah.

Tapi, gaya bertarung mereka akan lebih condong ke arah pertempuran jarak jauh, terdiri dari banyak lapisan mantra untuk mengelabui dan pindaian augmenter, yang mungkin lebih mahir jika mereka mendekat.”

Dia menuliskan beberapa poin utama dalam penjelasannya.

“Sedangkan untuk augmenter, sementara mantra jarak jauh akan menjadi lebih alami bagi mereka. sama seperti conjurers pada tahap ini, mereka biasanya lebih condong ke arah bertarung dari dekat dan menggunakan mantra proyektil lebih lurus ke depan.

Setelah semua ini, Augmenter tidak seperti mereka terbiasa dengan pertempuran jarak jauh, seperti para conjurer, yang menjauhkan diri dari ancaman jarak dekat, menyiapkan banyak lapisan mantra melalui multi-casting dan casting-berantai.”

Dia melingkari kata kunci yang harus kami ingat.

Elijah hanya mengangguk mengerti, ketika dia kembali menulis hampir kata demi kata, apa yang dijelaskan profesor itu.

Kelas lalu berakhir dengan beberapa pertanyaan kecil dari berbagai teman sekelas. Dan ketika menara lonceng raksasa berbunyi, profesor menutup diskusi dan kami mempersiapkan kelas berikutnya.

“Aku akan menemuimu saat makan siang?”

Elijah bertanya, sambil mengepak tasnya.

“Tentu. Orang yang sampai di sana pertama, harus mendapatkan tempat di antrean.”

Aku menepuk punggung temanku, sebelum pergi melalui pintu.

Ketika aku berjalan melalui aula yang padat, aku merasakan beberapa tatapan di sana-sini, setelah mereka mengenali penampilan dan seragamku.

Dalam perjalanan ke kelasku berikutnya, yang merupakan Practical Mana Manipulation, aku menyadari jika ada cukup banyak siswa yang memiliki ikatan. Kebanyakan tidak begitu mengesankan, itu hanya seperti tikus bertanduk yang aku lihat di bahu seorang siswa, tapi ada juga beberapa binatang buas yang agak besar yang dengan bangga dipamerkan oleh para siswa.

Bocah yang kelihatannya berumur sekitar 15 tahun, juga sedang menunggangi kadal raksasa dan mengangkat dagunya dengan bangga. Aku bahkan tidak tahu disebut apa kadal itu, tapi dari jumlah mana yang dimilikinya di dalam inti binatang buasnya, itu tidak mungkin lebih dari binatang buas kelas C.

Ketika aku tiba di kelas berikutnya, aku perhatikan jika tata letak ruangan ini sangat berbeda.

Itu berbentuk seperti miniatur arena, dengan platform pertempuran di tengah, terbungkus dalam bidang penghalang, dan deretan kursi berputar di sekitarnya.

Aku lalu berjalan ke tempat acak dan duduk.

‘Aku lapar’, gerutu Sylvie, ketika dia mulai dengan tidak sabar membenturkan kepalanya di atas kepalaku.

‘Ya,aku juga. Makan siang masih agak jauh, apa kamu ingin pergi dan menangkap sesuatu?’

Sylvie kemudian mengangguk dan berlari dengan kecepatan yang mengejutkanku. Dia sangat cepat, jika itu menyangkut makanan.

Semakin banyak siswa mulai mengisi ruangan, setelah beberapa menit. Sementara sebagian besar adalah tahun pertama, ada juga beberapa tahun kedua yang memutuskan untuk mengambil kelas ini.

“Bolehkah aku duduk disini?”

Aku menoleh untuk menemukan Kathyln dalam seragam komite disipliner-nya, berdiri di sampingku.

“Tentu,silakan.”

Aku memindahkan tasku yang ada di kursi di sebelahku, agar dia bisa duduk. Ekspresinya tidak berubah, tapi dia memberiku sedikit bungkukkan sebelum mengeluarkan catatannya. Dan dengan hati-hati, dia meluruskan roknya secara halus, sebelum mengambil tempat duduk.

“Yah, lihat siapa yang kita miliki di sini! Jika bukan Putri Kathyln dan sainganku, Arthur Leywin.”

Dari depan pintu, Feyrith dengan percaya diri berjalan menuju Kathyln dan diriku.

Sejak kapan dia menjadi sainganku… dan saingan dalam apa, tepatnya?

“Kenapa kamu sangat berisik saat ini?”

Aku menyandarkan kepalaku di tangan, saat aku memandangnya.

“Yah, ini pagi yang cerah. Bukankah upacara pembukaan hari ini membuatmu bersemangat?”

Dia mendengus, ketika dia duduk di sisi yang lain.

Kenapa dia duduk di sampingku? Aku pikir, dia tidak begitu menyukaiku.

“Meskipun agak siang untuk disebut pagi, ini masih secara teknis pagi jadi… Selamat pagi!”

Pria bertubuh besar yang mengenakan armor ringan bertepuk tangan, untuk menarik perhatian semua orang. Dia terlihat lebih seperti petualang kelas rendah daripada professor. Tapi ketika aku memeriksa level mana core-nya, aku terkejut saat melihat jika dia berada di ranah light yellow.

“Yah, kita memiliki kerumunan siswa yang cukup banyak. Aku tahu kelasku selalu populer, tapi aku merasa terhormat memiliki banyak siswa ini! Namaku Profesor Geist. Selamat datang tuan-tuan dan nona-nona, dan selamat datang petugas DC.Ini adalah hak istimewa untuk memiliki Kamu sekalian di kelasku.”

Aku tidak tahu, apakah dia bersikap sarkastik atau tidak, ketika dia mengarahkan sedikit sambutannya pada kami. Tapi, aku memilih untuk tidak mempermasalahkannya.

“Ini adalah Practical Mana Manipulation, atau aku lebih suka menyebutnya PMM. Itu berarti kita akan melakukan hal-hal yang sangat praktis! Praktisnya, dalam definisiku… itu berarti melalui contoh, karena cara yang lebih baik untuk belajar adalah melalui pengalaman langsung, kan?”

Suara bassnya yang dalam menggema di seluruh kelas, membangunkan siapa pun yang mungkin masih mengantuk, termasuk diriku.

“Aku mengerti, jika sebagian besar dari kalian adalah tahun pertama dan jika banyak dari kalian baru saja awakening belum lama ini. Namun, orang tua semakin berdedikasi dalam mengajar anak-anak mereka, begitu mereka awakening, sebelum mereka bahkan mengirim mereka ke sini.

Jadi, bahkan walau anggapan itu sebagian besar tidak akurat. Demi kesetaraan, aku akan berasumsi jika setiap tahun pertama adalah pemula dalam manipulasi mana, tentu saja dengan beberapa pengecualian,yaitu tiga yang duduk di sana.”

Dia menunjuk kami bertiga sambil memberi kami kedipan, menarik perhatian ke arah kami dari semua orang di dalam ruangan.

“Aku yakin semua orang, termasuk aku sendiri, penasaran dengan tingkat kemampuan seperti apa yang dimiliki DC kita, yang baru terbentuk. Mereka adalah orang-orang yang akan melindungi para siswa di sini di akademi ini, kan?”

Beberapa teriakan persetujuan muncul dari sekitar ruangan.

Dalam hati, aku menghela nafas, menyadari jika profesor ini akan membuat kelas ini sangat menyebalkan bagiku.

Aku kemudian melihat, bahkan alis Kathlyn berkedut kesal di wajahnya, yang biasanya tanpa ekspresi.

“Hmph! Baiklah, jika Profesor Geist bersikeras, aku akan mengajukan diri sebagai wakil DC untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki oleh kelompok kami, yang dipilih secara pribadi oleh direktur,”

Feyrith bangkit dari tempat duduknya dan meletakkan tangan kanannya di atas dada-nya dengan bangga.

Sigh…

“HAHA! Itu lebih bagus! Feyrith, benar? Turun ke panggung,”

Dia menunjuk.

Feyrith kemudian dengan elegan turun dari kursinya ke arena pertempuran, di tengah ruang kelas yang besar. Beberapa siswa bersorak untuknya, sementara yang lain ingin darah.

“Hmm, jika tebakanku benar, kamu adalah conjurer panggung light orange dengan spesialisasi water, benar? Cukup bagus untuk anak lima belas tahun, bahkan sebagai Elf.”

Profesor itu mengusap dagunya, mengamatinya.

“Ya! Dengan kenyataan jika aku tidak bisa merasakan level mana core-mu, aku berasumsi jika kamu pasti sedikit lebih tinggi dari diriku sendiri. Merupakan suatu kehormatan untuk menerima bimbinganmu.”

Sementara tanggapan Feyrith sangat santun ,dia memiliki nada sedikit kesombongan. Seolah menyiratkan, jika bahkan profesor adalah tingkat yang lebih tinggi, dia bisa berdiri sendiri melawannya.

“Tentu saja! Lagipula, aku berada pada level light yellow! Untuk membuat semuanya adil, aku hanya akan menggunakan serangan jarak jauh dalam demonstrasi ini.”

Dia mengeluarkan pedang dua tangan dari item dimensi yang telah ia lampirkan pada gesper ikat pinggangnya, dan menikamnya ke stadion di belakangnya.

Aku tahu Feyrith hendak memprotes jika itu tidak perlu. Tapi sebelum dia bisa, Profesor Geist mengangkat tangannya.

“Tolong. Jika aku kalah, setidaknya aku akan punya alasan, kan? Tolong bermurah hatilah pada pria tua ini.”

Dia mengedipkan matanya, ketika siswa lain mulai tertawa.

Dia terdengar tulus, tapi aku tahu jika dia yakin bisa menang melawan Feyrith. Bahkan, dengan keadaan itu.

“Feyrith akan kalah,” kata Kathyln lembut.

“Oh,benarkah? Bagaimana kamu bisa tahu?”

Bagiku, itu hanya firasat. Tapi sepertinya, Kathyln melihat sesuatu yang tidak aku rasakan. Namun, dia tidak menjawab. Jadi, aku kembali menonton pertempuran pelatihan yang akan dimulai.

“Biarkan aku dengan cepat mengatur penghalang, sebelum kita mulai agar para audiens kita aman dari proyektil mana.”

Profesor itu menggumamkan beberapa mantra, dan ruang di sekitar arena mulai bersinar redup.

“Mari kita mulai!”

Dia menyeringai, ketika Feyrith mengeluarkan tongkatnya dan bersiap untuk mantra.

“Water Serpent!”

Aliran air berputar di sekitar Feyrith, dan segera mengambil bentuk ular raksasa.

“Flood Domain!”

Feyrith langsung melantunkan mantra lain, segera setelah mantra ular air terbentuk. Segera, genangan air selutut muncul di arena. Dan, ular air itu terjun ke lapisan air yang mengelilingi Feyrith dan Profesor Geist.

Mantra domain adalah teknik tingkat tinggi yang digunakan, untuk membuat wilayah itu lebih menguntungkan bagi pelantun mantra.

“Fire Ball,”

Profesor Geist membuatku terkejut. Mantra tingkat rendah yang dipelajari setiap mage atribut fire, lalu terbentuk di telapak tangannya. Dan, alih-alih warna oranye kemerahan yang normal, mantera itu memancarkan cahaya biru suram.

Sungguh menakjubkan bagiku, untuk melihat seorang augmenter dapat mengetahui dan menerapkan teori di balik sifat-sifat api, ketika bahkan para ahli conjurer yang paling cerdas pun, kesulitan menggunakannya secara efisien.

Fire ball biru kemudian melesat keluar dari tangan Profesor Geist dan terbang ke arah Feyrith, yang tidak tahu seberapa kuat mantra itu sebenarnya.

“Kamu seharusnya bisa melakukan yang lebih baik dari itu, Profesor!”

Feyrith dengan percaya diri menjentikkan tongkatnya ke atas, dan memanipulasi lapisan air di tanah untuk membentuk dinding air yang tebal di depannya. Pada saat yang sama, mantra Water Serpent milik Feyrith keluar dari air di sebelah Profesor Geist, dan menerjangnya.

Profesor itu membungkus lengan kirinya dengan api biru, dan bersiap melawan kekuatan mantra Feyrith. Dan saat ular air menghantam Profesor Geist, awan uap meletus, menyembunyikannya dari pandangan.

Sementara itu, fire ball biru menabrak dinding air, menciptakan desisan tajam saat mantra profesor kami menembus pertahanan Feyrith, membuat jalan menuju sesama anggota DC-ku.

Wajah Feyrith memucat, ketika dia menyadari jika dia tidak berdaya melawan fire ball. Tapi, dia dapat bereaksi pada waktunya untuk membentuk lapisan air lain di depannya, untuk meminimalkan kerusakan.

“Oof!”

Fire ball itu, sekarang mengecil seukuran kuku pada saat mencapai Feyrith, dan menyisakan lubang di seragam pelindung yang dikenakannya. Lalu, menjatuhkannya beberapa langkah, sebelum dia terjatuh di atas pantatnya.

“Apa kamu menyerah?”

Profesor Geist tersenyum lebar, ketika dia berjalan keluar dari awan uap, sambil membuat dua fire ball biru lagi di tangannya.

“Y-Ya… aku menyerah.”

Feyrith menundukkan kepalanya, karena malu ketika dia berjalan kembali ke kami, seragamnya basah kuyup.

Para siswa semua bergumam, tentang bagaimana DC tidak terlalu bagus. Mereka meragukan, apakah kami benar-benar memiliki kemampuan untuk melindungi mereka.

“Kamu melakukannya dengan baik, Feyrith.”

Aku menepuk punggung elf itu. Dia melakukannya dengan baik, mengingat jika dia tidak tahu apa yang ia hadapi. Tapi, apa yang profesor ini coba lakukan dengan membodohi kami di sini?

Apakah dia hanya ingin meningkatkan egonya, dengan memilih murid-muridnya?

“Apakah ada orang lain yang mau menjadi sukarelawan?”

Dia berkata sambil menatap Kathyln dan diriku. Aku hendak mengangkat tanganku, tapi terkejut ketika Kathyln tiba-tiba berdiri dari kursinya dan berbicara.

“Tolong bimbing aku dengan baik,” katanya, sebelum melompat turun ke arena.




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "BAE_050"