Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

BAE_052

gambar

The Beginning After The End


BAE_052

Chapter 52: Kelas dan Profesor III

 

Sambil berjalan ke kelas berikutnya, aku merasa frustrasi dengan diriku sendiri. Aku tidak sabar sebelumnya, hanya ingin mengalahkan Profesor Geist, untuk mengakhiri semua hal dengan cepat.

Tapi, dengan hanya menggunakan atribut wind dan earth-ku, aku ternyata tidak bisa mengakhirinya semudah yang aku inginkan.

Aku kira, diberkati dengan terlalu banyak hadiah telah membuatku menjadi agak terlalu kurang ajar.

Karena pada kenyataannya, aku belum mencapai puncak kekuatan di benua ini, walaupun aku pasti memiliki cukup keuntungan yang memungkinkanku untuk mencapai puncak.

Dengan pola pikir ini, aku harus berhenti membandingkan diri dengan siswa seusiaku, dan berpikir lebih besar. Dan satu-satunya harapanku adalah kenyataan jika kelas divisi atas akan menawarkan wawasan, tentang manipulasi mana yang aku tidak bisa tentukan sendiri.

Aku agak tertarik dengan kelasku berikutnya, Basics of Artificing.

Membuat karya adalah sesuatu yang tidak pernah aku lakukan di dunia lamaku. Aku yakin, ada hubungan yang relevan, dengan teknologi yang digunakan di dunia lamaku. Tapi, premis memanipulasi dan mengkode mana, untuk memiliki kegunaan khusus yang ditunjuk untuk suatu objek, adalah hal yang baru bagiku.

Saat memasuki ruang kelas, aku terkejut melihat jika tata letak ruangan itu adalah sebuah laboratorium.

Gelas, wadah, berbagai jenis bijih, dan berbagai alat memenuhi ruangan. Itu menjadikannya semakin otentik.

Aku juga sedikit lega, saat melihat tidak ada orang yang aku kenal di kelas ini. itu memberiku ketenangan pikiran. Ketika para siswa mulai masuk dan duduk di sebelah kenalan dan teman-teman mereka, seorang gadis yang seumuran denganku, berjalan melewatiku, dan berdiri di bangku di sampingku.

“A-Apakah kursi ini akan digunakan? Jika ya, aku akan pindah ke tempat lain!”

Aku tidak tahu, mengapa dia terlihat sangat panik. Tapi, aku tidak bisa menahan tawa pada kepribadiannya yang polos itu.

“Tidak, kursinya tidak dipakai. Kamu bebas duduk di sana, jika kamu mau,” kataku dengan senyum ramah, sambil terus duduk.

Gadis itu biasa saja, yah rata-rata. Kacamata bundarnya yang tebal memperbesar mata dan bintik-bintik di bawahnya. Rambutnya yang keriting, tampak seperti memiliki kehidupan sendiri. Karena, mereka diikat dengan gaya kuncir kuda.

Dibandingkan dengan gadis-gadis seperti Tess dan Kathyln, yang disukai semua orang… dan untuk alasan yang baik, dia agak polos. Tapi untuk beberapa alasan, agak nyaman di sekitarnya.

“T-Terima kasih…” gumamnya dengan kepala menghadap ke bawah. “…mily.”

“Apa itu tadi?”

Aku mendekat untuk mendengar kalimat terakhirnya.

“Emily! Namaku Emily Watsken! Tolong jadilah temanku… maksudku, senang bertemu denganmu!”

Matanya melebar, tertegun mendengar kata-katanya sendiri.

Aku menatap ekspresinya, sebelum aku tertawa.

“Tentu. Namaku Arthur Leywin.”

Aku menggenggam tangannya dan tidak bisa tidak terkejur, dengan betapa kasarnya telapak tangannya itu.

“O-Oh! Aku minta maaf! Mungkin rasanya kotor, kan?”

Dia menarik tangannya yang kapalan, sementara wajahnya agak merah, menonjolkan bintik-bintik di pipinya.

“Tidak, tidak apa-apa. Aku juga punya kapalan. Lihat?”

Aku mengulurkan tangan dominanku, untuk mengungkapkan benjolan yang mengeras di telapak tanganku

“Wow… kamu benar! Kamu pasti banyak berlatih! Tidak heran, kamu ada di komite disipliner. Aku benar-benar mengagumi itu! Untukku, aku benar-benar suka Artificing. Jadi, aku berakhir mengutak-atik banyak alat. Dan sayangnya, itu membuat tanganku menjadi sekasar ini.”

Dia menggaruk kepalanya, kalimatnya juga menjadi lebih cepat, saat dia merasa lebih nyaman denganku.

“Benarkah? Aku lebih mengagumi orang-orang sepertimu. Aku cemburu denganmu yang memiliki hasrat yang besar untuk artificing. Satu-satunya hal yang kamu bisa lakukan dengan lebih baik, ketika berkelahi adalah menghancurkan dan membunuh. Tapi semakin baik kamu dalam artificing, maka semakin banyak hal yang kamu bisa lakukan.”

Aku menatap tangan kapalanku.

“Woah… itu dalam.”

Aku melihat Emily mengatur kembali kacamatanya yang tebal, sementara dia memikirkan apa yang baru saja aku katakan di kepalanya.

“Haha, akhirnya aku hanya mengatakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Aku minta maaf.”

Kelas kini menjadi sangat rebut, karena ruangan sudah dipenuhi dengan siswa yang bersemangat, yang mana sebagian besar adalah scholar mage.

“Tidak, tidak, tidak! Itu sama sekali tidak menyenangkan! Hanya saja, itu bukan sesuatu yang akan kamu dengar setiap hari, dari anak berumur dua belas tahun.”

Dengan putus asa, dia menjabat tanganku untuk memberi isyarat, jika itu baik-baik saja.

“Kamu mengatakan itu, seolah-olah kamu sendiri tidak berumur dua belas tahun,”

Aku terkekeh saat menatapnya.

Merosot di kursinya, dia lalu menghela nafas.

“Benar… Itu karena, aku agak jenius dalam beberapa hal. Walau aku tidak benar-benar mengerti, mengapa orang mengatakan itu. tapi, orang tidak benar-benar memperlakukanku sebagai seorang anak lagi, setelah aku membuat artefak tampilan proyeksi.”

“Tunggu apa? Kamulah yang menemukan tampilan yang digunakan untuk menunjukkan pengumuman raja dan ratu?”

Aku berdiri dari kursiku.

“Mhmm, yah hanya sebagian saja… Aku bermain-main dengan beberapa hal di lab orang tuaku, dan aku membuat desain dasarnya beberapa tahun yang lalu.”

Dia menggaruk rambut keritingnya lagi.

Tenggelam kembali ke kursiku, aku menghela napas dalam-dalam. Persetan dengannya yang membangun sesuatu seperti itu, ketika dia belum berumur 10 tahun!

“Yah, aku harus mengatakan, jika adalah suatu kehormatan untuk berada di hadapan seorang jenius seperti dirimu.”

Aku menyeringai padanya, dan menundukkan kepalaku dengan sikap mengejek.

“Oh, tolonglah. Kamu jangan seperti itu juga! Lagipula, kamu juga cukup terkenal, lho!”

Dia menyeringai, ketika kacamatanya memantulkan cahaya ruang kelas. Itu membuatnya tampak seperti seorang ilmuwan jahat.

“Sungguh? Aku sudah berusaha sangat keras untuk merendah. Aku rasa, itu tidak berhasil.”

Aku menyandarkan kepala di tanganku.

“Pfft. Yah bergabung dengan komite disipliner sebagai tahun pertama, tentu tidak bisa dibohongi.”

“Ada siswa tahun pertama di komite juga,” aku membantah.

“Tapi, itu bukan manusia! Kamu dan Putri Kathyln adalah satu-satunya. Dan sang Putri telah dipuji sebagai keajaiban sejak dia awakening. Jadi, itu membuatmu, seorang siswa baru manusia yang misterius, yang memiliki ikatan dengan binatang buas seperti rubah putih dan tanpa latar belakang.

Yang mana juga mampu menyerang dan sepenuhnya menghancurkan seorang professor, yang merupakan petualang veteran di panggung inti light yellow terkenal.”

Pada saat ini, dia bersandar lebih dekat dan lebih dekat ke arahku.

“Apa? Bagaimana kamu tahu, tentang apa yang terjadi dengan Profesor Geist?! Itu benar-benar terjadi lima belas menit yang lalu!”

“Kyu!”

Sylvie bersuara sebagai protes seperti rubah, meskipun pada dasarnya itulah ia.

“Jangan terkejut! Lagipula, ini akademi sihir. Berita berjalan cepat, begitu juga gosip. Aku yakin, beberapa orang di kelas ini juga sudah tahu apa yang terjadi.”

Dia tersenyum sambil mengibaskan jarinya.

“Ya Tuhan… Kamu tahu, aku melihatmu sangat banyak bicara sekarang, dibandingkan dengan ketika kamu dengan gagap menyapa, ketika pertama kali masuk.”

Aku tidak bisa tidak menyadari perubahan dalam kepribadiannya.

“Diam! A-Aku dengan orang asing, oke? Selain itu, aku tidak biasanya bergaul dengan orang-orang baru dengan mudah.​ Tapi, kamu berbeda! Mudah untuk merasa nyaman denganmu, karena kita benar-benar mirip.”

Dia mendengus, lalu menyilangkan tangan di dadanya, yang belum berkembang.

“Mirip dengan cara apa?”

Aku mengangkat alis.

Dia lalu menyeringai lebar, “Kita berdua aneh!”

Aku memutar mataku pada jawabannya, tapi juga menyadari, karena tingkat ketinggian kecerdasannya. Aku lebih nyaman dengannya, daripada anak-anak lain seusiaku.

Tapi, ketika aku hendak menanggapi pernyataannya, pintu kelas terbuka dan aku melihat wajah yang akrab.

“Salam, orang plebeian! Mohon merasa terhormat untuk memilikiku, Profesor Gideon, sebagai guru kalian untuk kelas ini!”

Ilmuwan gila itu berjalan cepat ke podium, sementara sepasang kacamata yang tergantung di lehernya, melambung ke atas dan ke bawah.

Ketika dia menatap kelas dengan mata merendahkan, dia akhirnya mencapai Emily dan diriku.

“AH! Yah, siapa lagi kalau bukan Arthur. Aku tidak tahu kamu akan berada di kelasku!”

Dia menggenggam pipinya dengan cara yang jelas-jelas palsu, membuatku menggelengkan kepala.

“Dan ya ampun, bergaul dengan Nona Watsken! Harus aku katakan kalian berdua akan menjadi tim yang hebat! Bagus, bagus! Mari kita mulai hari pertama kelas dengan sedikit perkenalan diri!”

Dia tersenyum, dan kemudian menuliskan namanya dalam huruf besar di belakangnya.

Ceramah lalu berlanjut, dengan Gideon mengoceh tentang betapa luar biasanya ia selama satu setengah jam berikutnya.

Di waktu ini, sebagian besar siswa, termasuk aku, setengah tertidur. Tapi mata Emily berbinar, ketika dia menyerap setiap informasi yang keluar dari bibir tipis Gideon. Aku kira, bahkan seorang jenius seperti Gideon yang disegani di bidang seni.

Membuatku nyaris ingin mengaguminya.

Sementara itu, Sylvie meringkuk di atas meja di depanku, menggunakan lenganku sebagai bantal. Dan ketika burung hantu hijau zaitun tiba-tiba terbang dari jendela, itu mendarat di bahuku.

“Kyu!”

Sylv melompat kaget dan menggeram, sedangkan burung hantu itu dengan tenang membuat dirinya sendiri nyaman.

“Yah, sepertinya Direktur Goodsky memanggilmu, bocah!”

Gideon berjalan ke arahku, sambil memijat bahunya yang membungkuk.

“Kamu seharusnya tidak membuatnya menunggu. Sial! Pergilah!”

Dia menampar punggungku, ketika dia terus berbicara tentang betapa hebatnya ia.

Emily membungkuk, tidak terkejut.

“Sudah aku bilang, jangan meremehkan seberapa cepat berita menyebar!”

“Ya,ya…”

Aku berjalan keluar kelas, mendengar beberapa teman sekelasku, memulai diskusi mereka tentang apa yang terjadi.

“Sekarang… di mana kantor Direktur Cynthia?”

Aku menggaruk kepalaku.

Seolah dia mengerti, burung hantu terbang dari bahuku, dan mulai terbang ke arah kanan, memberi isyarat agar aku mengikutinya.

“Kyu!”

‘Papa,dia berbahaya!’

Sylvie memperingatkanku, bulunya berdiri tegak.

Kampus sekarang cukup kosong, karena sebagian besar siswa berada di kelas, pelatihan sendiri, atau di asrama mereka. Saat aku terperangkap dalam pemandangan indah kampus ini, aku mulai menyadari dengan sedikit terlambat. Jika burung hantu telah mendarat di sebuah patung di depan sebuah bangunan yang aku anggap sebagai kantor direktur. Itu menungguku untuk masuk.

Setelah membuka pintu, aku menuju ke dalam, sementara burung hantu bertanduk itu bertengger di pundakku lagi. Itu membuat Sylvie mendesis dan melemparkan cakar padanya sebagai peringatan.

“Aku melihat, jika Avier secara pribadi membimbingmu ke sini. Aneh… Aku belum pernah melihatnya begitu nyaman, dengan orang asing sebelumnya.”

Profesor Goodsky yang duduk di belakang mejanya, menyandarkan kepala di tangannya, ketika dia melihat ke arahku. Tapi, mempelajari Sylvie secara khusus di waktu yang bersamaan.

“Apakah Kamu membutuhkan sesuatu dariku, Direktur?”

Aku duduk di depan mejanya ketika Avier, burung hantu hijaunya, meninggalkan bahuku. Dan itu bertengger di ambang jendela di belakang Cynthia.

“Ya. Aku memanggilmu di sini untuk ‘demonstrasi’ kecil di kelas Profesor Geist.”

Ekspresinya tetap tidak berubah, ketika dia menyebutkan masalah yang aku buat.

“Ah… Ada beberapa situasi sebelumnya mengenai hal itu, sebenarnya…”

Sebelum aku bisa menjelaskan, Direktur Goodsky mengangkat tangannya untuk menyela.

“Kami baru saja memecat Profesor Geist dari akademi. Putri Kathyln secara pribadi melangkah maju dan menjelaskan. Dia memberi-tahuku apa yang sebenarnya terjadi. Tentu saja, aku harus meminta beberapa orang untuk memverifikasi kesaksiannya. Tapi semua orang setuju, jika profesor itu berbahaya bagi siswa.”

Dia mengangguk, lalu meletakkan beberapa dokumen di depanku.

‘Wow, dia bekerja cepat.’

Kejadian ini terjadi kurang dari dua jam yang lalu, tapi dia sudah berhasil menangani dan memecat profesor itu.

Dan seolah-olah dia tahu apa yang aku pikirkan, dia tersenyum dan menambahkan,

“Ini membantu dalam banyak hal, di saat Kamu sudah membuat keputusan akhir, dalam semua hal mengenai akademi ini. Namun, aku harus mengatakan, jika aku belum pernah melihat sang putri begitu bersemangat.

Seperti dia hari ini.

Ketika dia masuk,dia memiliki ekspresi yang sedikit marah di wajahnya. Yang menurut standarnya, itu cukup serius. Kamu harus juga mengerti, betapa terkejutnya aku. Hoho!”

Direktur Goodsky menutup mulutnya dengan tangan, ketika dia terkekeh pelan.

“Benarkah? Aku tidak berpikir, jika putri bahkan bisa menunjukkan emosi.”

Aku juga tersenyum.

“Ya. Kamu pasti membuat kesan yang cukup pada dirinya, karena dia membelamu dengan hebat,membuat Profesor Geist kehilangan ruang untuk membela diri.”

Dia memberiku kedipan.

Dan ketika aku menggelengkan kepalaku tanpa daya, Direktur Goodsky hanya tertawa, menjawab,

“Kamu benar-benar disukai wanita, Arthur. Ini akan menjadi masalah, jika kamu mencuri hati kedua putri! Mungkin, kamu akan menjadi penyebab perang saudara kita berikutnya! Hahaha!”

Dia tampak cukup terhibur dengan sesuatu yang bisa menghancurkan keseimbangan tipis, yang dimiliki benua ini. Aku hanya ingin mengabaikan pikiran itu, tapi ketika aku membayangkan kedua putri itu bertarung, aku bergidik.

Aku tidak memiliki kapasitas mental untuk menangani salah satu putri, apalagi mereka berdua.

“Kamu tahu, tidak terlalu muda untuk menikah pada usia empat belas atau lima belas tahun. Dan aku yakin, Tessia akan berkembang menjadi wanita muda yang cukup baik saat itu.”

Dia menggodaku lebih jauh.

“Tidak, terima kasih. Aku tidak mau melihat diriku terlibat dalam hubungan asmara dalam waktu dekat. Selain itu, mereka masih anak-anak. Mungkin, aku akan mulai memikirkannya, ketika gadis-gadis seusiaku menjadi sedikit lebih dewasa.”

Aku mengangkat bahu.

Bersandar ke depan, direktur mengamatiku.

“Hoho, caramu mengatakannya, membuatku berpikir jika kamu sudah matang, Arthur.”

“Yah, bahkan Kamu harus mengakui, jika kebetulan aku jauh lebih dewasa daripada orang seusiaku,” jawabku, dan bersandar ke kursi.

“Benar, tapi wanita cenderung lebih cepat matang daripada pria,” kata Direktur Goodsky tanpa basa-basi.

“Hmm, aku masih bertanya-tanya, mengapa aku dipanggil ke sini. Aku yakin, Kamu tidak hanya membawaku ke sini untuk memberi-tahuku, jika semuanya sudah beres dan menikah.”

Sylvie melompat dari kepalaku dan mengejar Avier, yang sedang merawat diri di jendela saat ini.

“Arthur! Aku merasa, kamu seperti melihatku sebagai seseorang yang selalu punya motif tersembunyi.”

Dia menatapku tersinggung.

“Haha! Aku tahu, karena kita sangat mirip, Direktur.”

Aku memberinya kedipan, membuatnya tersenyum.

“Ya ampun. Jika seperti itu, maka aku yakin, aku telah membuat keputusan yang tepat,” jawabnya.

“Apa maksudmu?”

“Arthur, apa pendapatmu tentang menjadi profesor untuk kelasmu, Practical Mana Manipulation?”

Dia menggenggam tangannya, dan mempelajari ekspresiku.

Mataku membelalak karena hal ini.

“Kamu tidak serius, kan?”

“Oh, aku cukup serius, Arthur,” katanya, ekspresinya tidak goyah.

“Apakah itu bahkan diizinkan? Aku seorang siswa yang bahkan belum selesai dengan hari pertama sekolahnya. Bisakah aku menjadi siswa dan profesor pada saat yang sama? Bagaimana dengan kelasku yang lain?”

Aku mulai melontarkan argument, mengapa ini tidak akan berhasil.

“Ayolah, tidak perlu susah payah dengan itu. Ini cukup sederhana, sebenarnya. Tentang, apakah itu diizinkan? Jawabannya, Ya. Selama aku mengatakannya.

Meskipun situasi khusus ini tidak pernah terjadi, pernah ada kasus senior yang sangat berkualifikasi yang mampu mengajarkan kursus dasar. Sedangkan untuk kelasmu yang lain, jadwalmu tidak akan benar-benar berubah. Kamu hanya akan mengajar satu kelas saja.”

Dia memberiku senyum bisnis.

Aku merenung.

Direktur Goodsky tidak melakukan ini demi keuntungannya. Dia pasti akan mendapat banyak keluhan dari orang tua bangsawan, yang memprotes mengapa tahun pertama mengajar kelas.

Di sisi lain, aku akan kehilangan lebih banyak waktu dari tanganku, karena mengajar kursus akan membutuhkan lebih banyak pekerjaan di luar kelas.

“Aku tidak mengerti, mengapa Kamu melakukan ini, Direktur.”

“Yah, tempatnya baru saja kosong, dan kamulah yang mengalahkan profesor sebelumnya. Bukankah itu saja sudah memberimu cukup kualifikasi untuk masuk? Selain itu,aku benar-benar tidak melakukan ini untuk beberapa motif tersembunyi, Arthur.

Kamu tidak harus terlalu mencurigakan. Ini terserah padamu. Jadi, aku tidak akan memaksamu. Tapi aku percaya, jika ini akan menjadi kesempatan yang baik untuk membangun semacam pondasi untuk bisa berdiri sendiri, tanpa harus berkeliling sambil mengalahkan profesor lain.

Jika kamu ingin untuk lebih menikmati pengajaran setelah semester ini, aku dapat memberimu lebih banyak kelas untuk didatangi! AKu yakin, ada sejumlah kelas yang sangat berguna bagimu,”

Dia terkekeh.

Berdiri, Goodsky meletakkan tangan lembutnya di pundakku.

“Pilihan ada padamu.”




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "BAE_052"