Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

BAE_078

gambar

The Beginning After The End


BAE_078

Chapter 78: Sementara Itu I

 

#PoV: Arthur Leywin

 

“Hei, Art. Aku pikir, kita akan pergi ke rumahmu. Kemana sebenarnya kita akan pergi?”

Elijah menatapku, setelah melihat jika kami mengambil jalan yang berbeda, saat perjalanan kembali ke Helstea Manor.

“Ada tempat yang harus aku datangi dulu. Jangan khawatir, ini akan cepat,” jawabku, sambil mempercepat langkahku, dengan Sylvie masih berdiam di kepalaku.

Elijah terlihat setengah berlari di belakangku.

“Tunggu!”

Ketika kami sampai tujuan, aku tidak bisa mengerti, tapi menghembuskan nafas kecewa. Bahuku juga merosot.

“Seperti yang aku pikirkan,” gumamku.

“Xyrus Elixirs? Apa kamu mau membeli sesuatu dari sini? Ini hampir tengah malam, tentu saja mereka sudah ditutup.”

Elijah menangkupkan matanya di atas pintu kaca depan, berharap untuk menemukan seseorang di dalam toko.

“Tidak apa. Ayo segera kembali ke rumah,” jawabku.

Tapi saat aku hendak berpaling dari bangunan, benda mengkilap yang datang dari celah gang tua yang tepat mengarah ke Xyrus Elixirs, menarik perhatianku.

Dan saat aku berlutut untuk mengambilnya, mataku menyipit. Itu adalah bola yang mirip dengan apa yang masuk ke dalam tubuh Tess. Kecuali, bukan garis pelangi yang ada di dalamnya.

Itu diganti dengan serpihan emas yang mengambang. Lalu, melekat pada bola seukuran kelereng kecil itu adalah catatan kasar yang tertulis:

[Putri kecilmu mungkin akan membutuhkan ini.]

“Apa yang sedang kamu lihat?”

Elijah menunduk dari bahuku untuk melihat.

Aku segera meremas potongan perkamen, dan cepat mendorong bola eek itu dalam cincin dimensiku.

“Ayo cepat kembali ke rumah, Elijah. Aku harus memberi-tahu keluargaku, jika aku mungkin harus absen beberapa hari lagi dari sekolah. Dan kamu akan kembali ke akademi besok dan memberi-tahu semua orang jika aku baik-baik saja.”

Aku menepuk bahu teman terbaikku, dan tersenyum meyakinkan dalam menanggapi ekspresi khawatir nya.

“Jangan khawatir, aku akan memberi-tahumu, tentang segala sesuatu setelah ini.”

Dengan itu, Elijah memberiku anggukan sebagai tanda mengerti.

***

 

#PoV: Kathyln Glayder

 

Setelah mencari tahu apa yang telah terjadi di Dungeon dari saudaraku, aku benar-benar terkejut. Aku bahkan hampir menyalahkan dia yang menyalahkan Profesor Glory dan menyalahkan orang semua orang. Tapi, aku tahu itu bukan kesalahan siapa pun.

Arthur akan baik-baik saja, kan? Dia bukan tipe orang yang akan menghilang begitu saja. Tidak peduli apa situasi yang ada di hadapannya, dia pasti akan selalu kembali dengan senyum malas di wajahnya. Yang untuk beberapa alasan, itu sangat menenangkanku.

“Kamu bodoh, Kathyln,”

Aku memarahi diriku sendiri, saat aku berjalan menyusuri jalan marmer yang mengarah ke ruang komite disipliner. Pikiranku terlalu larut untuk memikirkan Arthur, yang menunjukkan ekspresi senang saat aku dengan heroik menyelamatkannya… mungkin, jika aku berada di sana.

Aku menggeleng, mencoba untuk keluar dari delusiku.

“Tidak tidak. Bukan tugasku untuk merawatnya. Selain itu, dia sudah memiliki ketua dewan siswa.”

Suara cekikikan samar dari siswa yang lewat di daerah sekitar, yang dikirimkan dengan jelas ketelingaku, saat aku berbelok ke arah lain.

Aku yakin jika dia akan baik-baik saja!

Aku yakin. Aku yakin itu…

“Gah!”

Aku menghela nafas, sebelum aku segera menutup mulutku. Aku terkejut, karena ternyata aku bisa mengeluarkan suara barbar seperti itu.

Kemudian, setelah memeriksa jika aku sendirian di gang antara dua bangunan, yang merupakan jalan pintas yang telah aku temukan, untuk cepat mencapai ruang komite disipliner.

Aku menghembuskan napas lega.

Mungkin, itu karena timbunan stres sebagai petugas komite disipliner. Aku selalu diam sejak komite disipliner dibentuk. Ini selalu membuatku bertanya-tanya, tentang alasan kenapa bahkan organisasi ini dibentuk, dan kenapa aku bisa ikut bagian di dalamnya.

Tapi ternyata, banyak alur bawah tanah yang tak terduga sedang mengalir saat ini.

Claire Bladeheart, pemimpin kami, menyuarakan masing-masing tentang hal ini beberapa hari yang lalu. Sambil menjelaskan penyebabnya, dia juga menyiratkan jika Arthur adalah faktor tak terbantahkan yang menyebabkan semua ini.

Aku ingin membantahnya, tapi aku memutuskan untuk mendengarkannya. Claire telah diam-diam mengumpulkan informasi bersama Kai, yang mengkhususkan diri dalam kemampuan siluman. Dan dari apa yang telah ia jelaskan, aku bisa mengambil kesimpulan…

Jika ada kelompok radikal yang ternyata tidak puas dengan arah akademi baru-baru ini.

Kelompok ini terdiri dari hanya manusia, dan dari beberapa wajah-wajah yang Kai lihat sekilas. Mereka semua jelas berasal dari keluarga bangsawan kelas tinggi.

Satu bangsawan tertentu yang telah diketahui identitasnya bernama Charles Ravenpor. Ayahnya agak dekat dengan Ayahku. Tapi, itu hanya untuk urusan bisnis. Dan Ayah akan selalu mengutarakan ketidak-puasannya, setelah melakukan pertemuan dengan Tuan Ravenpor.

Semua itu karena ketidak-sopanan dan betapa egoisnya orang itu.

Sementara aku cemburu dengan kepercayaan teguh Claire, tentang Arthur yang masih hidup. Dia juga lega jika Arthur tidak ada di sini, saat ini.

Setelah dia menduga jika salah satu alasan utama kelompok radikal ini dimulai, adalah karenanya. Ada faksi besar dari grup ini yang berpikir, jika Arthur tidak termasuk dalam akademi ini karena latar belakang ‘rendah hati’-nya.

Dan fakta jika dia adalah seorang profesor dan memiliki hak istimewa untuk mengambil kelas divisi atas, juga sudah memicu kebencian dari beberapa siswa yang iri.

Kami tidak diperbolehkan untuk mengatasi mereka, karena masih kurangnya bukti. Dan fakta jika mereka tidak benar-benar melakukan sesuatu yang buruk.

Tapi dari pergerakannya, pasti ada beberapa profesor dari akademi ini yang mendukung mereka. Itu membuat komite disipliner kesulitan untuk bergerak secara gila.

Dan beberapa hari yang lalu, saat beberapa anggota kelompok radikal mulai bertindak.

Denton, salah satu teman sekelasku yang berbagi kelas yang sama di kelas Profesor Arth-Leywin, menjadi korban.

Dia sebelumnya seorang siswa yang sangat menentang Profesor Leywin dalam mengajar kelas pembangunan pondasi. Namun, dia yang seperti itu, selalu mendukung Lewyin saat ini.

Melompat ke atas peti penyimpanan untuk melewati pagar, aku melihat ke bawah ke gedung terisolasi milik komite disipliner.

Melihat ke belakang, aku bisa melihat ujung patung di mana Denton berada tiga hari yang lalu. Dia babak belur, tanpa pakian, sambil digantung terbalik di sana.

Semua siswa yang lewat bahkan bisa melihat, sebuah catatan di kemaluannya yang menginstruksikan kepadanya untuk keluar dari ‘kampungan kelas itu’, jika dia tidak ingin ini terjadi lagi.

Ternyata, dia dibawa ke salah satu gang sempit di antara bangunan belakang, dan dipukuli oleh kelompok radikal. Dan dari apa yang Claire katakan kepadaku, mereka ingin ‘mengajari’ dia, bagaimana cara yang benar menggunakan mana. Karena, mereka tidak benar-benar berpikir jika Arthur cukup baik untuk memelihara ‘potensi’ yang ia miliki.

Denton akhirnya menjadi boneka target untuk berbagai mantra, ketika ia menolak.

Direktur Goodsky masih pergi. Jadi asistennya, Tricia dan Profesor Glory yang harus menariknya ke bawah, dan memastikan dia baik-baik saja.

Sejak itu, Tricia tidak memiliki pilihan selain bertindak atas nama Direktur Goodsky. Tricia juga berusaha untuk memadamkan kemarahan dari berbagai orang tua elf dan dwarf, yang berpikir jika itu adalah diskriminasi ras. Lagipula, korbannya seorang elf.

Dan tak diragukan lagi, Denton akhirnya memutuskan untuk istirahat dari sekolah untuk saat ini.

Mengapa ini terjadi?

Apa gunanya melakukan hal ini?

Apa baiknya membagi siswa seperti ini?

Apakah para siswa ini dibenarkan, untuk menjadikan salah satu teman mereka sebagai bahan olo-olokkan?

Mengapa orang yang memiliki banyak kekuatan dan hak istimewa, menjadi semakin serakah?

Apakah naif, jika aku berharap setiap orang bisa bekerja bersama-sama, untuk masa depan benua?

Selain hal itu, suasana gelap dan suram juga menempel ke ruang komisi disipliner, tepat setelah kecelakaan yang terjadi pada Arthur.

Claire dan saudaraku tidak berbicara pada awalnya. Mereka berdua menyalahkan diri mereka sendiri. Sementara semua orang tetap frustrasi, karena tindakan yang bisa kami lakukan begitu terbatas.

Tapi sekarang, semua orang bersiaga tinggi. Semua kakak kelas komite disipliner selalu keluar di pagi hari untuk patroli. Dan Feyrith serta aku akan keluar di malam hari, dengan salah satu kakak kelas membantu kami, bukannya pergi ke kelasnya.

Kai juga mencoba untuk mencari tahu tempat pertemuan kelompok ini. tapi, tempat-tempat mereka selalu akan berubah. Tampaknya, seolah-olah mereka selalu satu langkah di depan kami, selalu merelokasi pertemuan di tempat yang baru.

Di sisi lain, para profesor sangatlah tidak berguna.

Sebagian besar dari mereka hanya mengatakan omong kosong, dengan kepuasan dihadapan para orang tua elf dan Dwarf. Mengatakan, jika mereka akan melakukan yang terbaik untuk menemukan pelakunya.

Tapi mereka juga beralasan, jika mereka tidak mampu untuk mengambil tindakan langsung, karena orang tua manusia juga tidak puas. Karena, anak-anak mereka dituduh melakukan diskriminasi ras.

Pada akhirnya, para profesor yang terlalu terikat dalam permainan kecil, benar-benar tidak banyak membantu. Saat mereka berusaha keras untuk berada di sisi netral.

Mereka hanya berakhir berada di titik yang tidak jelas.

Inilah masalah yang sering muncul dari sekolah yang selalu didanai oleh orang tua siswa. Dan satu-satunya yang memiliki kewenangan untuk melawan mereka secara langsung dan terbuka adalah Direktur Goodsky.

Dan dia tidak terlihat sampai saat ini.

Kepergiannya, seolah-olah memungkinkan kelompok radikal ini untuk secara terbuka membuat gangguan… karena, tidak ada orang yang bisa menghentikan mereka.

Aku akhirnya mencapai ruang komite disipliner dan berjalan menaiki tangganya. Gema suara Claire semakin keras dan semakin dekat saat ini.

“Hal-hal ini meningkat lebih cepat dari yang kita duga. Aku punya perasaan, jika kelompok ini bahkan sedang mencoba untuk membuat sebanyak mungkin kegemparan, sebelum Direktur Goodsky kembali. Kemudian, mereka akan pergi bersembunyi sementara,”

Claire mengumumkan sambil bersandar ke depan, dengan tangan di atas meja. Kantung gelap di bawah matanya mengatakan kepadaku, jika dia belum beristirahat cukup lama.

Aku mengambil tempat duduk, setelah semua orang melihatku dan mengangguk. Mereka terlalu frustrasi secara lisan menyambutku.

Aku tidak bisa mengerti, tapi hanya ingin memberi-tahu saja, jika kursi di mana Arthur biasanya duduk, saat ini kosong.

Tapi sekarang, bukan waktunya untuk merenung. Aku segera mengarahkan perhatianku kembali ke kelompok, saat saudaraku mulai berbicara.

“Aku sudah berbicara dengan beberapa profesor tentang situasi ini. Tapi tampaknya, kamu benar. Tak satu pun dari mereka yang bersedia membantu secara aktif, dalam menemukan inti dari masalah. Mereka menutup mata untuk semua ini, karena kita ‘kekurangan bukti’.”

Saudaraku melaporkannya dengan gigi terkatup. Lalu, dia menjalankan jari-jarinya untuk menyisir rambutnya.

“Kita sudah tahu salah satu anggota kelompoknya. Jadi, mengapa kita tidak mengambil tikus itu keluar, dan segera menginterogasinya? Aku ragu, dia memiliki nyali untuk bertahan bahkan dalam beberapa menit, sebelum akhirnya menumpahkan keluar beberapa rahasianya,” gerutu Doradrea sambil bersandar di kursinya.

“Kita ingin mencoba itu, tapi Charles Ravenpor tidak pernah sendiri sampai hari ini. Dia selalu dikelilingi oleh setidaknya lima bawahan. Akan menjadi mustahil untuk mengambil tindakan diam-diam, dengan mereka di sana.

Selain itu, kita juga harus berpikir tentang tindakan kita, dari perspektif seluruh akademi. Tidak peduli berapa banyak hal yang kita bisa katakan, akan selalu terlihat buruk jika komite disipliner menculik beberapa siswa tanpa alasan yang tepat,”

Kai berpendapat, sambil menggelengkan kepala.

Theodore menumbuk tinjunya ke atas meja, hingga membalikkan secangkir air.

“Apa gunanya memiliki sesuatu seperti Komite Disipliner, jika kita tidak bisa melakukan apa-apa dalam kasus-kasus seperti ini?”

“Itu tidak terbantahkan. Kita tahu terlalu sedikit tahu, tentang apa yang kelompok ini rencanakan lakukan. Dan yang lebih penting lagi, apa yang mereka mampu buat. Kita memiliki terlalu sedikit informasi tentang mereka. dan, itu tidak tampak seperti hanya ada beberapa dari mereka,”

Claire mendesah sambil duduk kembali.

“…Kita perlu menunggu Direktur Goodsky kembali,” kataku.

“Tentu saja itu akan menjadi hal terbaik untuk dilakukan. Tapi, kita tidak tahu di mana dia, apalagi waktu ketika dia akan kembali,”

Pemimpin kami merespon.

“Kalau saja Arthur ada di sini,” gumamku keras-keras.

Aku segera menyesali apa yang aku katakan, setelah melihat ekspresi saudaraku segera berubah sedih, saat aku mengatakan itu.

Mereka berdua di sana dan mereka mencoba untuk tetap kuat. Setelah membawa siswa kembali ke rumah sakit, saudaraku mengatakan kepadaku, jika Profesor Glory berencana kembali turun dengan tim pengintai untuk mencari Arthur.

Dia sudah mengatakan, jika ada kemungkinan besar kalau Art masih hidup, jika ia bisa bertahan hingga musim gugur. Karena kemungkinan besar, semua Mana Beast di Dungeon akan berada di lantai pertama saat itu.

“Kat, aku minta maaf. Tapi, kami tidak bisa membawa faktor Arthur, sebagai salah satu elemen penting di sini.”

Saudaraku mencoba yang terbaik, untuk menunjukkan senyum palsunya.

“…Dia akan segera datang.”

Aku tak sengaja mengatakan ini keras-keras, setelah melihat semua orang. Hingga bahkan Theodore, menatapku dengan sedih.

“Umm, maaf?”

Setiap salah satu anggota Komite Disipliner, termasuk aku sendiri, segera membalikkan kepala kami ke arah suara tak terduga, yang datang dari lantai pertama ruangan saat ini.

Itu teman terbaik Arthur, Elijah.

“Ah, kamu teman dekat Arthur, kan?”

Claire yang langsung melunak ekspresinya, memberi isyarat pada orang itu untuk naik ke lantai atas.

“Ya, aku minta maaf untuk mengganggu. Aku sampai di sekolah, sedikit lebih pagi dari yang aku harapkan. Tapi, bagus untuk melihat kalian semua di ada sini. Dengar, aku tahu kalian khawatir tentang Art.”

Ucapan teman Arthur dipotong oleh serangkaian ledakan gemuruh, yang mengguncang bahkan dinding ruangan yang telah diperkuat.




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "BAE_078"

Pemberitahuan Update via Email