Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

SCG_485

gambar

The Second Coming of Gluttony

SCG_485

Bab 485. Finis Belli (9)

 

Empat belas pasang sayap tulang bergerak, seperti tangan Asura.

Dia tidak melihat apa-apa. Dia tidak mendengar apa-apa. Namun, dia masih merasakan adanya tangan raksasa, yang berusaha meraih tubuhnya.

[Limitless Buddha= memunculkan seribu telapak tangan]

Menampar!

Telapak tangan besar itu menampar Seol Jihu. Dan keterkejutan itu mendorongnya mundur.

Dia secara naluriah mengangkat Spear of Purity di depannya, untuk membela diri. Tapi, darah masih menetes dari telinga dan hidungnya.

Selain rasa sakit fisik, dia hampir bisa merasakan jika jiwanya keluar dari tubuhnya.

Serangan berikutnya bahkan lebih mengejutkan Seol Jihu.

Telapak tangan terbang ke arahnya dari 108 sudut yang berbeda, semuanya pada saat yang bersamaan.

Seol Jihu dengan cepat terhubung dengan Black Seol Jihu untuk menghindar. Dia menggunakan beberapa teknik berbeda. Tapi, dia tidak dapat menghindari semua telapak tangan itu.

-Sial! Mau bagaimana lagi! Bersiaplah untuk…!

Sebelum Black Seol Jihu bahkan bisa menyelesaikan kalimatnya, sepasang telapak tangan menampar punggung Seol Jihu, dengan kekuatan yang menakutkan.

Kedua pria itu menjerit kesakitan.

-Sial, apa-apaan ini…!?

Bahkan, Black Seol Jihu bingung. Dia tidak pernah mengalami hal seperti ini di kehidupan sebelumnya.

-Teruslah bergerak!

Hanya setelah nyaris melarikan diri, seluruh situasi sekarang terlihat oleh Seol Jihu.

Kwang, kwang, kwang, kwang, kwang!

Seol Jihu terdiam, saat melihat serangkaian ledakan tanpa akhir, yang mengguncang medan perang.

-Sepuluh pasang untuk kita, dan empat lainnya untuk… sialan.

Itu seperti yang dikatakan Black Seol Jihu. Dua puluh sayap tulang menargetkan Seol Jihu, dan delapan lainnya terbang ke arah yang lain.

Setiap kali sayap Ratu Parasite berputar, banyak yang kehilangan nyawa mereka.

Bahkan, anggota pasukan utama bukanlah pengecualian.

Ledakan!

Setelah suara ledakan, Kazuki terlempar ke udara.

Tapi, Seol Jihu bahkan tidak mampu untuk memeriksa kondisinya, karena…

Ledakan!

Hampir seketika, ledakan lain terjadi.

Kali ini, Marcel Ghionea terlempar melintasi medan perang, kakinya terpisah dari tubuhnya.

“Tuan Ghionea!”

Apa yang tersisa dari Marcel Ghionea, berguling di tanah beberapa kali, sebelum dia menoleh ke arah suara Seol Jihu.

Bibirnya kembali tersenyum tipis, saat dia menatap Seol Jihu di udara.

“…Maafkan aku…”

Matanya terpejam, dan dia berhenti bergerak.

Jeritan panjang terdengar, sebelum Seol Jihu bahkan bisa pulih dari keterkejutannya.

“Maria…!”

“FUUUUCK!”

KWANG!

Ketika Seol Jihu berbalik, Maria sudah tidak ada lagi. Dia hanya melihat dua kaki berdarah yang sebagian terkubur di dalam kawah.

Meski jarak antara dia dan musuhnya cukup jauh, Maria masih tertembak.

Itu adalah bukti jika teknik ini tidak pandang bulu, dan itu cepat di luar imajinasi. Dan bahkan sekarang, itu semakin cepat dan terbang menuju markas Sekutu, dengan kecepatan yang menakutkan.

Lebih buruk lagi, cahaya keemasan yang mengelilingi tubuh Seol Jihu mulai berkedip.

Ini adalah tanda jika God of Spear akan segera berakhir.

-Kamu tahu, kamu benar-benar bertingkah, seolah kamu punya banyak waktu luang.

Suara sarkastik Black Seol Jihu terdengar di kepala Seol Jihu, saat hembusan angin bertiup melewatinya.

‘Aku tahu. Tapi…!’

Bagaimana Ratu Parasite bisa tetap begitu… energik?

Seol Jihu menggertakkan giginya dan memelototi Ratu Parasite.

Asal mula teknik ini adalah sayap tulangnya. Karena itu, tampaknya jelas jika dia harus mendekati musuh untuk menghentikan sayap tulangnya.

Tapi, Seol jika tidak tahu, bagaimana dia akan melakukan itu.

Dia tahu jika dia mendekatinya, semua sayap itu akan membidiknya.

Dia bahkan tidak bisa mengelak sepuluh. Dia tidak berpikir jika dia bisa mengelak.

‘Aku hanya tidak melihat adanya celah…’

-Lalu, mungkin kita harus membuatnya.

Saat itulah, suara keperakan bergema di telinganya.

Itu milik Roselle.

-Aku merasa, seperti sudah memberi-tahumu ini, tapi… lihat di bawah.

Tatapan Seol Jihu jatuh ke tanah, saat mendengar suara Black Seol Jihu.

Matanya melebar dalam sekejap.

Di sana, dia melihat rekan-rekannya melawan serangan Ratu Parasite.

Seo Yuhui, Eun Yuri, Cinzia, dan Philip Muller telah membentuk pelindung bersama.

Meskipun pelindung itu sudah sedikit banyak hancur, mereka berjuang untuk mempertahankannya sampai akhir. Bahkan, mereka menghitung sudut, di mana serangan itu datang.

Mereka berempat tahu betapa menakutkannya Ratu Parasite. Mereka juga menyadari kematian rekan-rekan mereka.

Namun terlepas dari segalanya, mereka tetap tenang.

Seol Jihu akhirnya menyadari, alasan keuletan mereka.

Rekan-rekannya telah menyuruhnya untuk menggunakannya sementara waktu, untuk membuat celah.

Saat dia menyadari ini, dia sudah turun… menuju rekan-rekannya.

“Dia di sini!”

Saat Philip Muller berteriak, ketiga mage itu bertukar pandang.

Tak ada waktu untuk disia-siakan.

Philip Muller membuat lingkaran sihir, dan Cinzia memanggil para Valkyrie, saat mereka menyerang bersama ke arah musuh.

Serangan tiba-tiba dan simultan dari kedua Executor menarik perhatian Ratu Parasite.

Dia tidak takut pada mereka, tentu saja. Ratu Parasite hanya melihat ini sebagai kesempatan untuk memusnahkan dua serangga, yang ‘relatif’ mengganggu secara bersamaan.

Namun, pergeseran perhatian ini memberi kesempatan pada orang tertentu untuk menyerang.

Badai yang mengamuk segera mereda.

Hugo mencengkeram erat kapak-nya. Berkat World Tree, luka di perutnya telah sembuh total.

Tak ada yang menahannya sekarang. Dia sudah pernah melakukan ini sebelumnya. Tak ada alasan, mengapa dia tidak bisa melakukannya lagi.

Dua jeritan terdengar berturut-turut, saat Hugo menendang tanah.

“UAAAAAAARGH!”

Dengan raungan, dia mulai berlari.

Mantra Eun Yuri dan Aura Yi Seol-Ah membantu meningkatkan kecepatan Hugo, agar dia tidak tertinggal di belakang Seol Jihu.

-Pertarungan ini akan berakhir dalam sekejap.

Suara Black Seol Jihu berdering di kepala Seol Jihu, saat dia juga mulai berlari.

-Kamu kehabisan mana. Jangan sia-siakan untuk hal lain selain itu.

Dia mendesak Seol Jihu untuk menyimpan kekuatannya untuk momen krusial. Bahkan jika itu berarti, dia harus mengorbankan rekan-rekannya.

-Ini sangat penting. Jangan pergi sendiri, hanya karena kesal. Apakah kamu mengerti?

Seol Jihu mengangguk, alih-alih menjawab.

Pada saat itu, Ratu Parasite menoleh ke arah ‘badai’ yang menyerbu ke arahnya. Melihat kecepatan mereka yang menakutkan, dia dengan cepat menggerakkan sayap tulangnya.

Telapak tangan itu terbang dari mana-mana.

Seol Jihu mengayunkan lengannya.

Spear of Purity memuntahkan lusinan Sword Qi, saat beberapa ledakan besar meletus berturut-turut di sekitar Seol Jihu.

Tiba-tiba, sebuah telapak tangan menembus asap.

Mata Hugo membelalak.

Dia menggertakan giginya, dan membawa kapak-nya ke depan.

Retak!

Kapak yang bersinar itu pecah menjadi jutaan keeping, dan kemudian tersebar ke udara.

Hugo yang menerima serangan dengan seluruh tubuhnya, jauh dari kata baik-baik saja. Darah menyembur dari seluruh tubuhnya, saat kekuatan pukulan mendorongnya kembali.

“Kkeuu…”

Dia terhuyung-huyung seolah akan jatuh. Tapi, dia berhasil menarik dirinya kembali, beberapa detik sebelum terlambat. Itu berkat Chohong dan Phi Sora, yang masing-masing mengulurkan tangan untuk mendukungnya dari belakang.

“Val…”

Wajah berlumuran darah Hugo meringis kesakitan. Tapi, bibirnya melengkung menjadi senyuman.

Tiba-tiba, dia merasa bersyukur atas semua waktu yang ia habiskan, untuk mencoba mendaki lereng Path of Soul. Itu karena dia telah bekerja sangat keras untuk mencapai puncak, sehingga dia dapat mengambil langkah maju.

“VALHALLAAA!”

Dia bisa lari lagi, memegang sisa dari senjatanya.

Ekspresi kebingungan melintasi wajah Ratu Parasite.

Bammm!

Tidak ada yang bisa dilakukan Hugo, tentang telapak tangan yang terbang ke arahnya, di saat berikutnya.

Dia berjuang untuk jatuh ke samping, agar tidak menghalangi jalan Seol Jihu.

“Seol…”

Seol Jihu melewati Hugo, saat dia jatuh.

“Pergilah…!”

Tangan Hugo mengepakkan udara beberapa kali, untuk mencari punggung Seol Jihu, sebelum dia dilewati Seol Jihu.

Seol Jihu melirik sekilas ke lengan tebal Hugo, dan darah berceceran di atasnya. Lalu, dia menoleh lagi ke depan.

Telapak tangan lain datang untuknya.

Dia menggertakkan giginya, dan menembakkan Reinforced Sword Qi.

“Aku di sini!”

Eun Yuri berteriak, dan terbang menuju telapak tangan yang baru muncul.

“World’s Freezing!”

Ketika dia menyelesaikan mantra terakhirnya, badai salju dilepaskan ke medan perang.

Tapi, itu tidak berlangsung lama. Baik hawa dingin yang membekukan papaun maupun suara Eun Yuri, dengan cepat memudar menjadi kehampaan.

Sementara itu, yang Seol Jihu rasakan, hanyalah kehangatan darah yang memercik di dagingnya.

Setidaknya, dia berhasil menunda serangan Ratu Parasite sekali.

Meskipun itu hanya berlangsung sesaat, itu lebih dari cukup bagi Seol Jihu, untuk bergerak maju.

Seol Jihu segera mencapai pusat jangkauan serangan Ratu Parasite.

Dia sekarang cukup dekat, untuk melihat wajah Ratu Parasite dengan jelas.

[Kamu…!]

Angin kencang itu tiba-tiba berhenti.

Serangan Ratu Parasite telah berhenti.

Semua 14 pasang sayap mengarah ke Seol Jihu sekarang.

[Enyahlah!]

Dengan raungan, Ratu Parasite melanjutkan serangan dengan lebih ganas dari sebelumnya.

Kiri, kanan, atas, dan bawah.

Telapak tangan datang dari segala arah. Seol Jihu menghancurkannya secepat mungkin. Tapi, jumlah telapak tangan tetap tinggi.

Tiba-tiba, Chohong dan Phi Sora berhenti secara bersamaan. Seolah-olah, ini sudah menjadi bagian dari rencana mereka sejak awal.

Oh Rahee dan Vlad Halep juga berhenti, dan berbalik.

Keempatnya melompat ke udara, pada saat bersamaan.

Boom, boom, boom, boom!

Telapak tangan yang turun ke arah Seol Jihu, meledak di udara.

Dia bahkan tidak mendengar teriakan. Dia bahkan tidak punya waktu, untuk melihat ke atas.

Seol Jihu hanya berlari diam-diam, melalui hujan darah yang jatuh dari langit.

Bulu mata Ratu Parasite bergetar. Dia mendapati dirinya mundur lagi.

Lawan yang tersisa adalah enam, termasuk Seol Jihu.

Pada tingkat ini, tak akan lama sebelum Starlight mencapainya.

Dan pada saat itu, semua keraguan menghilang dari wajah Ratu Parasite.

Dia dengan cepat mundur, seolah melarikan diri dan mengoperasikan sayap tulangnya.

Kebanggaan adalah yang paling tidak menjadi perhatiannya sekarang. Satu-satunya keinginannya adalah tetap berdiri, ketika semuanya berakhir. Seperti yang selalu ia lakukan.

Hanya ada sekitar sepuluh langkah tersisa, antara Seol Jihu dan Ratu Parasite.

[Huaaaaaaaaa!]

Lalu.

Telapak tangan lain ditembakkan lagi dari tubuh Ratu Parasite.

Jeritan pertama yang terdengar adalah milik Yi Seol-Ah.

“Aura! Lupakan aku dan…!”

Dia merasakan kehadiran telapak tangan yang mengarah ke punggung Seol Jihu, dan melemparkan diri ke arahnya.

Seol Jihu tidak bisa mendengar apa yang ia teriakkan di akhir, karena dia pergi terlalu cepat.

[Aku selanjutnya!]

Tiba-tiba, lima warna cemerlang memenuhi pandangan Seol Jihu.

Arcus Spirit melingkari tubuh Seol Jihu, untuk melindungi rekannya dari serangan yang datang.

Tapi seperti yang dikatakan Black Seol Jihu, perlindungan itu hanya berlangsung beberapa detik.

Karena semakin banyak telapak tangan terbang ke arah mereka, warnanya memudar dengan cepat. Sampai akhirnya, Arcus Spirit runtuh dengan semburan cahaya.

Terlepas dari pengorbanannya, telapak tangan itu masih tersisa. Dan lebih banyak lagi datang ke arahnya.

Tampaknya, tak ada akhir yang terlihat, dari masuknya telapak tangan.

Tapi, belum semua orang turun.

Mengikuti suara jubah yang beterbangan di udara, Reinforced Sword Qi berwarna hijau melesat ke depan.

Itu berasal dari tombak Baek Haeju.

Dan ketika sepuluh langkah yang tersisa dikurangi menjadi tujuh…

“Jihu.”

Suara lembut menyapu telinga Seol Jihu.

Pandangannya tiba-tiba menjadi cerah.

Seol Jihu hampir melihat ke belakang, tapi berhenti.

Baik Little Chick dan Baek Haeju sudah pergi. Tapi, pelindung di sekelilingnya masih sangat kuat.

Dia merasakan kehangatan yang menyentuh lengan kanannya.

Dengan bantuan Aura, Seo Yuhui akhirnya berhasil menyusul Seol Jihu.

Sambil tersenyum, dia mengangguk kecil pada Seol Jihu, lalu menoleh ke depan.

“Aura, aku mohon!”

Hembusan angin bertiup melewati mereka.

Seo Yuhui mempersenjatai Seol Jihu dengan lapisan pelindung, dan kemudian melemparkan dirinya ke depannya. Dia menggenggam Castitas Evidence dengan erat.

Dan…

Pung, pung, pung, clang!

Ketika pelindung itu hancur hanya dalam empat serangan, Seo Yuhui sudah tidak ada lagi.

Seol Jihu sekarang benar-benar sendirian.

Langkah yang tersisa: enam.

Dia tidak bisa sampai sejauh ini, tanpa pengorbanan rekan-rekannya.

Dengan tekad baru, dia dengan cepat mengumpulkan sisa kekuatannya, dan hendak mengaktifkan Thousand Thunder, ketika tiba-tiba…

-Tunggu, tunggu…!

Puk!

Dia melihat telapak tangan, dan hanya itu.

Visinya bergetar hebat.

Tubuhnya dengan cepat kehilangan momentumnya.

-Keuk…!

-Ah…!

Baik Black Seol Jihu dan Roselle mengerang.

Telapak tangan itu bukan bagian dari Limitless Buddha. Mereka telah menghancurkan semua telapak tangan.

Hanya saja, Ratu Parasite tiba-tiba berhenti.

Dia membaca gerakan Seol Jihu dan berhenti berlari. Dan sebaliknya memilih untuk menyerang musuh dengan tangannya sendiri, pada saat dia akan meluncurkan tekniknya.

Lalu.

Saat Seol Jihu hampir kehilangan fokusnya….

“Apa yang sedang kamu lakukan!?”

Teriakan marah terdengar.

“Aku sudah memberi-tahumu berkali-kali, untuk tidak lengah sampai akhir!”

Suara itu menarik Seol Jihu kembali ke dunia nyata.

Dia berhasil menjaga kesadarannya tetap terjaga, dan membuka matanya.

Tubuhnya yang hampir jatuh, ditarik oleh kekuatan tak terlihat.

Ini bukan perbuatannya atau Black Seol Jihu.

“Tunggu satu langkah lagi!”

Akhirnya, Seol Jihu menemukan untaian sutra yang melingkari lengannya. Untaian ini mengangkatnya kembali ke kakinya.

[Apostle of Superbiaaaa!]

Teriakan marah Ratu Parasite mengguncang medan perang.

“Cepat…!”

KWANG!

Suara Agnes terputus oleh ledakan.

Kacamatanya pecah berkeping-keping, dan berserakan di udara.

Seol Jihu menggelengkan kepalanya, seolah ingin menjernihkannya. Lalu, dia mengarahkan pandangannya ke depan.

Tinggal lima langkah lagi.

Telapak tangan itu sudah hilang sekarang, dan Ratu Parasite masih berdiri.

Ini adalah kesempatannya.

Seol Jihu menginjak tanah dengan sekuat tenaga.

Pzzzzzzzt!

Petir muncul dari kedua kakinya. Kemudian, dia meluncur ke depan dengan cepat.

Pada saat yang sama, saat dia mengencangkan cengkeramannya di sekitar Spear of Purity, seseorang meletakkan tangannya di punggung tangan Seol Jihu.

-SEKARANG!

Dengan teriakan Black Seol Jihu, mata Seol Jihu terbuka lebar.

Tak ada teknik mewah yang dibutuhkan pada saat ini.

Dia hanya bergegas maju seperti sambaran petir. Menekuk lengannya kembali ke atas kepala, sejauh yang ia bisa. Dan kemudian, meluncurkan tombaknya ke arah sasarannya, dengan setiap ons kekuatan yang tersisa di dalam dirinya.

Tombak yang memancarkan cahaya keemasan yang agung, melesat ke udara.

Chweeeeek!

Serangan ini mengurangi jarak yang tersisa menjadi nol dalam sekejap.

Juga…

[Class Skill ‘Basic Spear Techniques - Thrust (EX)’ telah berevolusi menjadi ‘Basic Spear Techniques - Thrust (Divine Beginning)’.]

Karena serangan ini datang dari God of Spear sendiri, itu cukup untuk membelah seluruh benua menjadi dua.

Tiba-tiba, sensasi aneh menyapu Seol Jihu, saat ujung Reinforced Sword Qi mencapai permukaan yang keras.

Fenomena yang sama terjadi pada Ratu Parasite. Keduanya merasa, seolah-olah mereka sendirian dalam kehampaan putih, terpisah dari dunia lainnya.

Mata Seol Jihu bertemu dengan mata Ratu Parasite.

Dan pada saat itu, segudang pikiran terlintas di benak Ratu Parasite.

Apa yang dia lihat?

Apakah itu saat fajar menyingsing?

Atau apakah itu saat senja?

Dia akan segera menemukan jawabannya.

Puk!

Reinforced Sword Qi menembus kulit terluar Ratu Parasite.

Retak!

Otot wajah Ratu Parasite bergetar, saat ujung tombak itu bergerak lebih jauh ke depan. Bahkan, itu mencapai bagian terdalam dari kulit-nya.

[Aku….]

Semua sayap tulangnya miring ke bawah.

[Aku…!]

Tepat sebelum telapak tangan itu mencapai punggungnya, Seol Jihu mengumpulkan semua mana yang tersisa dan memutar tombaknya, dengan setiap ons kekuatan yang tersisa di dalam dirinya…

[Divine Spear Level 9, Class Skill - Secret Art: Wave of Sword Qi – Explosion]

…Dengan tangan yang berlumuran darah rekan-rekannya.

KWANG!

Sinar energi emas mengalir keluar dari tubuh Ratu Parasite satu demi satu.

[KIAAAAAAAA!]

Jeritan panjang menggema di seluruh Gloria Aeterna.

 




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "SCG_485"