Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

ARK_V13E04P02

gambar


4. Mentor dan Murid (2)

Garam mengerutkan kening dan meludahkan kutukan. Sekarang, Takosu dan Rokon akhirnya mendekati mereka.

"Garam, mari kita akhiri di sini. Aku mengatakan, jika Jepeteu hyung sedang menunggu. Akan mengganggu, jika Kamu dikurung di sini.”

“…Dipahami.”

Garam menatap Ark sejenak, sebelum menuju ke kapal. Ark juga mengangguk dan mundur, ketika para penjaga menatapnya. Dengan demikian, situasi menjadi jelas untuk saat ini. Player lain juga mulai naik ke kapal. Ketika semua penumpang selesai naik, kapten kapal muncul dan tertawa, ketika dia berbicara.

“Anak-anak muda, semuanya dengarkan. Pelautku tidak akan terlibat dalam perkelahian di darat. Tapi mereka akan mengikat dan melemparkanmu ke laut, jika terjadi sesuatu di atas kapal. Sekarang, kita akan pergi. Berlayar!”

Awak kapal menanggapi perintah kapten mereka, dan buru-buru bergegas. Layar kemudian dibuka, dan perjalanan ke Seutandal telah dimulai.

***

 

“Sheesh, aku merasa kotor. Andai saja para penjaga datang sedikit kemudian.”

Garam mendengus tidak puas, saat duduk di geladak. Lalu, Takosu menyeringai dan bergumam.

"Kamu tidak harus marah begitu.”

“Ada banyak anak sekolah, seperti dia yang tidak memiliki sopan santun. Jika aku mengabaikan anak sekolah ini, maka Kamu tidak akan mengolok-olokku? Ugh, aku marah, setiap kali memikirkannya.”

“Itu bukan akhir.”

Takosu mendekati Garam, dan berbicara dengan suara rendah.

“Kami memiliki tujuan yang sama dengan pria itu. Apakah kamu mengerti? Bahkan, jika penjaga tidak muncul, jika kamu membunuhnya, maka kamu tidak akan bisa mengambil kapal. Tapi itu berbeda, begitu kita tiba di Seutandal.”

"Apa? Lalu?"

“Huhuhu, pelabuhan dipisahkan dari Benteng Haman, yang merupakan jantung Seutandal. Dan tidak ada banyak penjaga di pelabuhan. Jika kita menyerangnya begitu kapal tiba, kita bisa membunuhnya sebelum penjaga muncul.

Ngomong-ngomong, Jepeteu hyung ada di lapangan. Sehingga, tidak perlu memasuki kota. Selain itu, jika dia terbunuh di Seutandal, maka bukankah orang itu akan menjadi lebih marah, ketika dia dibangkitkan di Ruben kan?"

"Oh, itu cukup bagus?"

Garam tertawa dengan mata berbinar.

“Jadi sementara itu, mari kita pergi ke kabin kita, dan bermain poker. Kita akan meninggalkan balas dendam untuk nanti.”

“Oke, seperti yang diharapkan darimu. Huhuhu, mari kita menantikannya.”

Garam, Takosu, dan Rokon semua tersenyum jahat, sebelum berdiri. Memang, orang jahat dalam kenyataan, masihlah orang jahat dalam permainan.

"Isyuram, apakah kamu ingin bermain poker?"

“Tidak, bagian dalamnya sedikit tidak nyaman untukku. Aku lebih suka tinggal di dek, di mana ada angin.”

Isyuram membuat alasan untuk berpisah dari kelompok, dan menuju ke geladak. Takosu menatap punggungnya, dan bertanya dengan suara yang sedikit mencurigakan.

“Pria itu, bukankah perilakunya mencurigakan? Bukankah pria itu tahu rencana kita sekarang?”

"Apa yang kamu katakan? Aku mengatakan kepadamu, jika Isyuram adalah teman baik-ku. Tidak ada alasan bagimu untuk meragukannya.”

“… Yah, aku rasa kita akan tahu, apakah dia pria yang bisa diandalkan, ketika kita tiba. Ayo pergi.”

Begitu Isyuram mengkonfirmasi jika mereka memasuki kabin, Isyuram segera bertindak seperti dugaan Takosu, dan mencari Ark. Setelah melihat sekeliling sebentar, dia melihat Ark menunggu di dekat pagar. Ark secara alami melirik ke samping, ketika Isyuram mendekat.

'Hrmm, apa yang harus aku katakan?'

Isyuram khawatir, sesaat sebelum bergumam.

“Tendangan itu sebelumnya cukup bisa diterima. Apa seni bela diri yang telah Kamu pelajari?"

"Taekwondo.”

'Eh? Jawaban yang singkat.'

Itu adalah wajah Hyun-woo sehingga Isyuram menjadi marah, ketika Ark mengucapkan kata-kata yang begitu singkat.

‘Yah, dia hanya mengenalku sebagai rekan Garam. Huhuhu, ya, jadi pria ini benar-benar tidak mengenaliku? Tiba-tiba, aku punya ide lucu. Ya, situasi ini membuat aku ingin mencobanya.'

“Sepertinya kamu sudah lama berlatih. Setelah melihat postur itu, apakah Kamu berhenti sebentar? Maka, Kamu sudah mulai menerima pelatihan dari seorang mentor selama satu tahun. Apakah aku benar?"

"B-bagaimana?"

Ark tersentak dan memutar kepalanya, saat dia mengangguk.

“Yah, aku berada di standar, di mana aku bisa tahu, hanya dengan melihat posturmu.”

“Maka itu bukan kecelakaan, ketika kamu menghentikan serangan sebelumnya…?”

"Oh, kamu menyadarinya?"

Isyuram tampak terkejut. Meskipun sedikit dilebih-lebihkan, dia masih terkejut. Isyuram menggunakan teknik canggih, karena dia tahu jika Garam tidak akan mengenalinya atau menjadi curiga. Hanya orang-orang dengan mata tajam, yang bisa mengenali teknik ini. Dia dengan jujur ​​berpikir, jika Ark tidak menyadarinya.

“Meskipun tidak menerima damage mungkin karena skill. Tapi, bukankah pergerakannya tidak terkait dengan skill? Bukankah Kamu juga belajar seni bela diri?"

Kata-katanya langsung menjadi lebih lama. Isyuram dengan sengaja menggigil, sebelum menjawab.

“Yah, aku tidak belajar sebanyak orang lain.”

"Lalu, mengapa orang seperti kamu memilih merchant?"

"Bukankah warrior itu awalnya kuat? Aku ingin sepenuhnya menguasai pikiran dan tubuhku dalam situasi terburuk. Mentorku adalah Ryu dan Ken, Chun-Li dan Zangief…”

Isyuram sekali lagi mulai berbicara omong kosong. Ya, Isyuram melakukan tindakan gila, jika orang normal akan berteriak padanya untuk pensiun. Tapi, Ark mendengarkan dengan serius dan tatapannya langsung cerah, ketika Ryu dan Ken disebutkan.

Ark menyukai game street fighting. Jadi, dia benar-benar tahu nama itu. Bagaimanapun, Isyuram menjadi malu dan batuk, sebelum berbicara.

"Hum hum, ya ngomong-ngomong, langkahmu masih lemah. Kaki yang Kamu gunakan sebagai poros untuk berbelok, lebih penting daripada kaki yang menendang. Ini tidak buruk sekarang, tentu saja. Tapi, tendanganmu akan menjadi lebih kuat, ketika kakimu lebih stabil. Bukankah gurumu juga mengatakan ini?"

"Bagaimana kamu tahu?"

“Huhuhu, guru yang baik mana pun, akan menyebutkannya.”

Isyuram menjawab main-main, dengan seringai.

“Jika aku melihat muridnya, maka aku dapat menentukan skill guru. Kamu rupanya memiliki guru yang luar biasa. Keakuratan dan ketajaman teknikmu melebihi tingkat yang biasa. Tidak banyak orang di Korea Selatan dengan tingkat teknik ini. Orang seperti apa gurumu?”

“Guru…”

Ark tiba-tiba menatap cakrawala, dengan mata samar. Sudah 3 bulan, sejak dia melihat Ark dalam kenyataan. Meskipun tidak ada waktu untuk mempertimbangkan Ark saat bermain game, sesekali dia ingat Ark.

Karena Hyun-woo tidak bisa mengenali wajahnya, Isyuram setengah bercanda bertanya pada Ark, bagaimana perasaannya tentang gurunya. Tapi, perasaan itu bahkan tidak bertahan 1 menit.

“Guru-ku adalah orang yang kejam. Hobinya adalah membabi buta dengan memukuliku, dan dia bahkan tidak akan mengangkat alis, jika muridnya menumpahkan darah atau air mata. Sejak aku mulai di gym, aku selalu kagum, jika aku masih hidup.”

“T-tapi semua itu untuk mendidikmu. Benar kan?”

"Benar. Masalahnya adalah, dia berusaha mengubah manusia menjadi superman.”

‘Ini, apakah ini yang biasanya dipikirkan anak itu, tentangku?’

Isyuram dalam hati marah, mendengar jawaban Ark. Isyuram sekarang ingin tiba-tiba berteriak 'gurumu ada di sini!' dan memukul muridnya sampai mati. Meskipun amarahnya seperti ledakan besar di kepalanya, dia terpaksa mendorongnya ke bawah.

“Apakah tidak ada poin bagus? Pikirkan baik-baik. Setidaknya, harus ada satu. Tidak mungkin dia tidak memiliki poin bagus kan?”

"Ayo lihat?"

Isyuram menahan amarahnya sambil menunggu jawaban Ark, tapi dia masih geram.

‘Di masa depan, aku akan memanggilnya ke gym, dan meratakannya menjadi kue beras!’

***




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "ARK_V13E04P02"