Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

ARK_V21E04P01 Kebangkitan Alan

gambar


4. Kebangkitan Alan (1)

"Memang…”

Ark menatap reruntuhan di depannya, dan menghela nafas. Kemudian, Shambala dan Lariette menatapnya dengan mata ragu.

“Tanah apa? Apa yang kita lakukan di sini?"

"Apakah ini digunakan untuk menjadi desa?"

“...Desa Nuran.”

Ark menjawab, seperti dia berpikir keras. Ark memiliki dua tujuan, ketika dia memulai misi ini.

Yang pertama adalah meledakkan Black Obelisk Forest untuk membantu pasukan Schudenberg. Alasan lainnya adalah untuk mengunjungi desa yang terkait dengan quest ‘Witness the Legend’ yang terletak di sisi lain Pegunungan Albana.

Benar. Tujuan dari quest ‘Witness the Legend’ adalah sebuah desa di perbatasan Kerajaan Sinius. Itu adalah quest Lore yang ia terima setelah mengumpulkan 10 .

 Jika dia menyelesaikannya, maka hadiah besar akan menunggu!

Tapi setelah dia tiba di tujuan, seluruh desa bersama dengan NPC telah menghilang. Namun, Ark tidak terlihat putus asa, ketika dia melihat-lihat desa yang hancur.

"Sudah lebih dari 10 hari, sejak kegelapan mulai menyebar..."

Faktanya, Ark sudah menduga jika itu akan sampai di sini. Kerajaan Sinius dibanjiri kegelapan, dan monster telah menyerang setiap desa dan kota. Hanya beberapa kota berbenteng yang berhasil menghentikan serangan monster itu.

Sebuah desa gunung kecil di pegunungan, tidak akan bisa bertahan hidup. Penghancuran desa Nuran sudah diperkirakan. Namun, alasan dia datang ke sini adalah, jika ini bukan tujuan akhir dari quest Ark.

'Untuk bertemu dengan klan aposte untuk menyelesaikan quest ‘Witness the Legend’, aku harus bertemu dengan beberapa NPC di luar terlebih dahulu. Karena para aposte tinggal di desa yang tersembunyi.'

Tapi, informasi terperinci tentang desa Nuran ditulis pada informasi tersebut, dan bahkan ditandai pada peta Kerajaan Sinius. Dengan kata lain, urutannya adalah 'Desa Nuran = Klan Aposte'. Kemudian, jawabannya adalah, dia bisa mendapatkan informasi tentang klan aposte dari desa Nuran.

'Aku perlu mendapatkan informasi dari desa Nuran, sehingga mungkin ada jalan meskipun itu reruntuhan. Bahkan, mungkin ada NPC yang selamat dari serangan monster.'

Itulah alasan, mengapa Ark mencari lokasi ini, meskipun jadwalnya sibuk. Jika ekspedisi Schudenberg berlanjut setelah membersihkan Benteng Pabiun, maka dia harus pergi bersama mereka. Itu berarti, ini adalah satu-satunya kesempatannya, untuk menjelajahi desa Nuran.

Dan Ark memiliki 200 player ahli sebagai bawahannya. Dia juga bisa meminta player mencarinya. Jika ada petunjuk yang tersisa, maka itu tidak akan sulit ditemukan.

‘Untungnya, itu belum lama sejak desa diserang.'

“Semua orang berkonsentrasi! Mulai sekarang, semua orang harus mencari melalui reruntuhan. Tugas ini sangat penting. Jadi, segera beri tahu aku, jika ada yang selamat.”

Para prajurit menyebar atas perintah Ark, dan melihat melalui puing-puing. Kemudian, Shambala menatapnya dengan mata curiga.

“Tugas ini sangat penting? Sungguh?"

"Apakah kamu mempertanyakan pemimpinmu?"

"Monster!"

Ark membalas dengan suara yang tajam. Kemudian, Racard yang telah mengintai daerah itu, dengan buru-buru terbang kembali sambil berteriak.

"Apa? Monster?”

“T-tidak, monster adalah monster... Orang itu! Itu dia!"

"Orang itu? Maksudmu apa?"

"AAA..."

Racard tergagap terengah-engah. Kemudian Shambala tersentak, dan meludahkan serangkaian kutukan.

"Eh? Sial! Ark, kita dikepung!"

"Terkepung? Apa...”

Ark melihat sekeliling, dengan ekspresi bingung. Ratusan monster mengelilingi reruntuhan, di mana pasukan khusus berada?

Monster dengan tubuh manusia, dan kepala singa dan banteng... ada 800 monster iblis!

'Terkutuk! Bagaimana kita dikelilingi oleh begitu banyak monster?'

Ark membuat ekspresi bingung.

“Aku senang menemukanmu.”

Ark memalingkan kepalanya, ketika dia mendengar suara dari belakangnya.

Ttukuk, ttukuk...

Seseorang perlahan muncul dari antara para monster. Itu adalah seorang knight yang mengenakan armor hitam bertulang, saat mengendarai skeleton horse. Ketika knight mengangkat helmnya, Ark dan Shambala berteriak pada saat yang sama.

"Alan!"

“Aku juga senang, kamu tidak melupakan namaku.”

Alan yang berada di dalam armor hitam, bergumam.

'Apa-apaan ini? Bagaimana dia muncul di tempat seperti ini? Apakah dia tidak keluar dari permainan? Tidak, ada apa dengan monster? Alan bepergian dengan monster? Selain itu, sepertinya Alan yang memimpin mereka. Seorang player mengendalikan banyak monster itu? Hal seperti itu tidak mungkin. Meskipun tidak mungkin...'

Ark menatap Alan, dan pikiran muncul di kepalanya.

"Ah, benarkah itu?"

Ark menyipitkan matanya, dan mengangguk.

“Jenis situasi ini tidak dapat dianggap sebagai kesalahan, tapi lebih seperti jenis bug dalam sistem. Beberapa player tampaknya sengaja menyalah-gunakan bug ini.”

Itulah yang ia dengar, ketika dia mengunjungi Global Exos belum lama ini.

Player mengeksploitasi bug!

"Lalu, Alan adalah salah satu dari player itu?"

Jika Alan mengendalikan monster, itu menjelaskan gerakan strategis mereka di Benteng Pabiun. Kemudian, Alan memimpin pasukan monster dan muncul di sini...

"Ada urusan apa aku denganmu?"

"Apa yang kamu pikirkan?"

Alan bertanya, ketika dia menatap Ark. Meskipun suaranya tenang, amarah terlihat jelas di setiap baris tubuhnya.

Itu alami. Ark adalah orang yang menginjak Alan di masa lalu. Itu adalah situasi yang tidak bisa dihindari, tapi Alan menerima kerusakan besar dari Ark. Silvana dibawa pergi dan guild-nya dibubarkan. Dia juga menjadi penjahat di mata setiap player. Dia telah dimakamkan di New World.

Itu adalah dendam yang tidak mungkin dilupakan dalam 1 tahun.

'Tidak berlebihan untuk mengatakan, jika kita adalah musuh bebuyutan. Tidak satu pun dari kita yang bisa saling menanggung itu.'

Tapi, Ark tidak tahu, alasan di balik dendam terbesar Alan terhadapnya.

"Ah, Alan-nim?"

Lariette yang telah mengamati atmosfer antara dua orang itu, berkata dengan hati-hati. Di saat yang sama, Alan berteriak dengan suara kasar.

"Diam!"

Lariette memucat dan mundur, setelah mendengar teriakan Alan. Tapi, Lariette bukan satu-satunya yang terkejut. Ark juga kaget dengan reaksi keras Alan.

Ark mengira, jika Alan dan Lariette masih sepasang kekasih. Berkat kesalah-pahaman, mereka sengaja menghindari menyebutkan nama Alan. Meskipun telah memeriksa perasaannya untuk Lariette berkali-kali, dia masih dihalangi oleh kehadiran Alan.

Pertemuan antara Lariette dan Alan membebani pikirannya. Tapi, ide itu dengan cepat hancur, setelah Ark melihat reaksi Alan.

'Apa, reaksi ini? Nah, siapa pun akan marah, jika pacar mereka bersama musuh. Tapi, bukankah reaksi ini terlalu parah? Apakah pria itu memiliki karakter abnormal? Atau...’

Apakah dia salah paham, tentang hubungan antara Lariette dan Alan?

Itu adalah pertama kalinya, Ark memikirkan hal itu dalam 1 tahun. Tapi, Ark tidak punya waktu lagi untuk melanjutkan pemikiran itu.

“Sudah mulai sekarang. Ark, Lariette, dan Shambala! Aku akan membuatmu sadar, betapa kesalahan besar yang kamu buat, karena membuatku marah. Aku akan membalasmu seratus, tidak seribu kali!"

Alan menatap Lariette, sebelum mengangkat pedangnya dan berteriak.

"Injak mereka semua! Jangan biarkan satu orang pun lolos!”


Post a Comment for "ARK_V21E04P01 Kebangkitan Alan"

Pemberitahuan Update via Email