Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

UG_029

gambar

Unlucky Game

UG_029

29. Brutality Suppressant

 

“Bagas! Gas!”

Cherry Witch berlari mendekat, setelah Tornado Blaze menghilang dan membakar habis empat Rhino Thunder. Matanya terus menyapu daerah sekitar, mengabaikan empat tanduk petir yang telah tergeletak, saat tubuh monster telah menghilang menjadi abu.

“…!”

Dia segera mendekati seseorang yang tengah terbaring menatap langit dengan mata melotot,

“Apakah neraka memang semenyeramkan itu?”

Ya, meskipun dia memiliki immune, dia tetap merasakan panasnya Tornado Blaze. Immune memang melindunginya dari serangan fisik dan perlindungan sistem, namun sensasi saat berada di tengah-tengah tornado api itu, tetap teringat jelas dalam ingatannya.

“Bagas!”

“…”

“Bagas! Kamu tidak apa-apa?”

“Ah… Tunggu! Jangan menyentuhku,” jawabnya seraya menahan gadis itu agar tidak mendekat.

“…?”

Dia segera mengeluarkan heal potion dari inventory, dan meminumnya. Kemudian, dia duduk dan menenangkan rekannya ini.

“Aku baik-baik saja.”

Setelah memastikan jika keadaan telah terkendali, keduanya langsung mengumpulkan tanduk badak, dan segera pulang kembali ke perkemahan, di mana Smith menunggu.

‘Setelah aku memiliki magic resistance yang tinggi, aku akan kembali dan menakhlukkan field dungeon ini.’

Sesampainya di perkemahan…

“Smith! Kami mendapatkannya.”

“Itu bagus, ugh!”

Segera, Azvein yang sedari tadi diam, langsung menyongsong dan membantu Smith untuk berdiri dari tempat duduknya.

“Ini.”

Cherry segera memberikan 4 Rhino Thunder Horn, 200 Red Lily flower, 20 Rain snow mushroom.

Ya, itu adalah jumlah dua kali lipat dari yang dibutuhkan quest. Namun, Cherry secara pribadi lah yang membeli 200 Red Lily flower dan 20 Rain snow mushroom dari lelang daripada harus mencari tanaman herbal itu untuk waktu yang lama. Dia beralasan, jika itu demi kebaikan Smith. Karena siapa tahu, jika penyakit Smith akan kambuh mendadak.

“I-ini terlalu banyak.”

“Tidak apa-apa. Buatlah dua obat. Jaga-jaga, jika penyakitmu kambuh.”

“T-terima kasih, nona.”

Smith menangis bahagia, karena dia berhasil mendapatkan bahan obat yang sangat banyak. Tak ia sangka, jika masih ada orang yang sangat peduli padanya.

Segera, Smith membersihkan air matanya, dan langsung berubah serius.

“Nona Cherry, sebagai bentuk rasa terima kasihku. Aku akan memberimu informasi.”

“…?”

“…?”

Kedua player abadi itu segera bertanya-tanya, informasi apa yang akan diberikan oleh Smith.

“Apakah kamu pernah mendengar tentang Rune?”

“Rune?”

“Ah, Rune. Kalau tidak salah, itu adalah teknologi kuno yang berasal dari ras dwarf.”

Smith mengangguk, mengiyakan jawaban dari Cherry. Lalu, dia melanjutkan.

“Saat aku masih di kerajaan Britain, aku menemukan gulungan kuno, yang menceritakan tentang Rune.

 Sebelum hancurnya Britain Empire yang dulunya bersahabat dengan para dwarf, sebelum Chaos Dragon Zelda mulai mengamuk dan menduduki seluruh Dwarven Empire, sebelum para demon menyerang benua Paradise…

Rune terkuat yang diciptakan oleh Abad Kekosongan untuk mengunci gerbang Abyss yang ada di barat, di Valley of the Death.”

“Abad Kekosongan?” tanya Azvein tak mengetahui apapun.

“Century of Emptiness adalah abad di mana Rune dan sihir kuno ditemukan.”

“Lalu, apa yang terjadi dengan itu semua?”

“Tidak ada yang tahu. Yang tercatat dalam sejarah hanyalah munculnya kekaisaran Afreum di utara, kekaisaran Britain di barat dan tengah, kekaisaran Elf di timur, dan kekaisaran dwarf di selatan.”

Ding!

[Anda baru saja mendapatkan sedikit informasi tentang Century of Emptiness.]

“Maaf. Tapi, bolehkah aku kembali melanjutkan…”

Kedua player itu terdiam, karena telah lancang untuk memotong penjelasan Smith.

“…Baiklah. Apakah kamu tertarik untuk mengetahui tentang Rune?”

“Rune?”

“…”

Setelah terdiam beberapa saat, Azvein segera menjawab.

“Ya, aku mau mendengarnya.”

“Saat aku membaca catatan kuno itu, aku menemukan tempat yang dinamakan ‘Solomon Temple’. Tapi, aku tak tahu di mana dan kegunaan tempat itu.”

Ding!

[Anda mendapatkan sedikit informasi tentang Solomon Temple.]

***

 

Melihat Smith yang tengah menggerus tanaman herbal, Azvein mendekat, saat Cherry Witch telah pergi kembali ke party-nya untuk terus menaikkan level.

“Smith. Bolehkah aku bertanya?”

“Ya.”

“Seperti apa Mana Corrosion itu?”

“Itu adalah penyakit yang jarang dimiliki oleh manusia. Penyakit itu sendiri adalah rusaknya mana vessel, akibat meledaknya jumlah mana yang dimiliki seseorang.”

“Lalu, apakah itu berbeda dengan bocornya mana vessel?”

“Berbeda. Mana corrosion tidak hanya merusak mana vessel, melainkan juga pembuluh nadi yang mengantarkan mana. Sedangkan mana vessel yang bocor, itu akibat pemaksaan penggunaan mana, yang melebihi kapasitasnya.

Itulah sebabnya, aku tidak bisa menggunakan sihir. Tapi, seseorang yang memiliki kebocoran mana vessel, masih bisa menggunakan sihir.”

“…”

‘Jadi itulah sebabnya, Evaline masih bisa menggunakan sihir. Lalu, jika dugaanku benar, efek mana vessel premature yang dijelaskan Madam Beatrix sebenarnya adalah penyakit mana corrotion.’

Satu persatu, misteri yang ada di dunia ini mulai terungkap. Hal itu semakin membuat dirinya jatuh semakin dalam untuk mencintai game VR ini.

“…”

Dia hanya terus diam dan mengamati bagaimana Smith membuat potion.

“Apakah kamu tahu, jika sebenarnya penyakitku tak akan pernah disembuhkan, selain menggunakan cairan merah pekat yang berasal dari gereja?”

“Hah?! Apa maksudmu?”

“Bukankah aku sudah bilang, jika gereja membuangku setelah aku berhasil dalam penelitianku?”

“Ya. Tapi, kamu belum memberitahuku apapun, mengenai penelitianmu.”

“Hm…”

Smith terdiam, seolah sedang mempertimbangkan sesuatu. Namun, dia segera berbicara saat pengekstrakan herbal dan tanduk Rhino Thunder telah selesai.

“Sebenarnya, aku menyuntikkan cairan hijau pekat, yang aku curigai sebagai mutant potion, pada tubuhku. Namun karena aku tak mendapatkan cairan merah pekat dari gereja, yang aku curigai sebagai darah seekor monster atau makhluk suci… aku tidak bisa menekan efek buruk mutant potion,” ujarnya sambil menatap cairan kuning kehijauan yang telah berada dalam tabung reaksi.

“Apa efeknya?”

“Efek bagusnya adalah aku bisa menghambat kerusakan dari mana corrosion. Tapi, ada muncul efek negatif dari mutant potion, yang ternyata memiliki efek kecanduan… Tubuhku semakin melemah tiap harinya… Namun, berkat potion ini, aku berhasil menekan efek negatif mutant potion.”

Ding!

[Anda mendapatkan sedikit informasi tentang mutant potion.]

Segera setelah potion Brutality Suppressant selesai, Smith segera meminumnya.

Perlahan, tubuh smith yang awalnya putih pucat dan tak berenergi, langsung menjadi kuat dan mirip seperti manusia normal.

“Jangan terkejut begitu. Efek ini hanya bertahan satu jam saja. Setelah itu, aku akan kembali pada kondisiku yang sebelumnya.”

Mendengar penjelasan itu, Azvein kembali mengutarakan pertanyaan.

“Aku penasaran Smith. Apa efek positif dari mutant potion?”

“Yah, cairan itu sangat kuat. Entah bagaimana cairan itu dibuat, tapi efeknya sangat mengerikan. Kekuatan tubuh seseorang akan meningkat drastis, entah fisik ataupun sihirnya. Namun seiring waktu, dosis dari mutant potion akan terus bertambah.”

“Lalu, bukankah itu berarti cairan merah pekat dari gereja adalah cairan tingkat tinggi?”

“Ya! Aku sempat menelitinya. Dan ternyata, ada banyak kandungan divine energy di dalam darah itu. Itulah sebabnya, mutant potion yang telah dicampurkan dengan cairan itu bisa mengurangi keefektifannya. Namun, itu hanya sekitar 30%.”

 Ding!

[Anda mendapatkan sedikit informasi tentang mutant potion.]

Dia langsung terdiam saat mengamati jendela informasi itu.

‘Kenapa hanya mutant potion? Lalu, kenapa aku tak memiliki tambahan informasi tentang cairan merah pekat itu?’

Setelah mendengar penjelasan dari Smith, dia memutuskan untuk grinding level di daerah sekitar. Karena Smith masih membutuhkan waktu sekitar setengah hari untuk membuat Brutality Suppressant yang lain.

‘Aku penasaran tentang cairan merah pekat itu.’

Dia memikirkan, apakah mungkin baginya untuk mendapatkan cairan merah pekat itu, saat berhasil menyelesaikan quest gereja, yang ia miliki? 

‘Aku harus menjadi kuat, dan mencari cairan itu.’

Atau…

“Smith… apakah mungkin untuk menggunakan mutant potion yang telah dimurnikan oleh cairan merah pekat itu untuk menyembuhkan seseorang yang memiliki kebocoran mana vessel?”

“Hm… aku tidak tahu, karena belum pernah menyobanya. Tapi, mungkin saja itu bisa.”

‘Evaline!’

***

 

Karena sekarang mereka telah mempunyai kereta, yang dibeli oleh Cherry Witch kemarin, sangatlah mudah untuk mencapai desa berikutnya. Tak ada hal yang spesial yang terjadi, selain grinding level dan mengumpulkan jatpem.

Kemudian, dia pergi sendirian menggunakan kuda, untuk menuju ibukota kerajaan Sarcraze di wilayah selatan, benteng Andalusia.

‘Sangat ramai.’

Berbeda dengan benteng Edinburg di utara, benteng Andalusia sangat jauh lebih besar dan megah. Bahkan, ada dua tembok besar yang mengelilingi kastil raja. Tembok dalam adalah perbatasan antara kaum bangsawan dan masyarakat biasa. Sementara tembok terluar, adalah tembok yang memisahkan antara masyarakat dan dunia luar.

Saat ia mendekati benteng dan turun dari kuda…

“Tunjukkan Identitasmu.”

Ya, ini adalah prosedur dasar untuk memasuki suatu benteng. Hal itu untuk meminimalisir penjahat atau Player Killer, untuk memasuki kota.

Azvein pun segera mengepalkan tangan kanannya, dan mengankatnya, guna memperlihatkan identitasnya yang terproyeksikan pada punggung tangan.

“Hm… Selamat datang di ibukota Andalusia.”

Penjaga itu segera memberikan jalan, saat ada tiga penjaga lain yang ikut berjaga, dan dua penjaga yang memeriksa dokumen-dokumen dari para merchant. Mungkin, prosedur itu untuk memastikan jika tak ada barang illegal yang masuk ke ibukota.

“Permisi, di manakah rumah lelang?”

“Di sana, di distrik perdagangan,” jawab seorang penduduk lokal, yang mengarahkannya pada bangunan megah di seberang.

“Terima kasih.”

Segera saja dia masuk ke dalam rumah lelang, sambil melihat sekitar.

Ada banyak orang di sini, yang duduk di ruangan yang muat untuk tiga sampai empat orang, guna mendiskusikan barang untuk dibeli atau dilelang. Ia pernah melakukan itu saat menjual kapak dari goblin champion. Dan sekarang, dia hanya perlu ke resepsionis, guna mengambil hasil penjualan.

“Halo.”

“Ya? Ada keperluan apa?” tanya gadis resepsionis, yang terlindungi di dalam bilik yang terpagari dengan besi kuat.

“Aku mau mengambil hasil lelang, atas nama Azvein,” jawabnya seraya menunjukkan identitasnya untuk verifikasi.

“Sebentar…”

Si resepsionis segera melihat data base rumah lelang yang terhubung ke seluruh kerajaan manusia. Mungkin, itu juga termasuk fitur dari Unicorn Inc. untuk mempermudah player.

“Bloody Axe terjual 68 silver 37 copper. Sudah terpotong komisi lelang sebesar 3%.”

“Terima kasih.”

Azvein tersenyum bahagia, karena berhasil mendapatkan 13.600 rupiah.

‘Tak sia-sia untuk menjual item rare+.’

Dia pun segera bergegas ke ruang kosong, dan mulai membuka jendela lelang.

“Hm… aku tidak membutuhkan item mahal.”

Setelah memesan item yang ia beli, ia kembali ke resepsionis dan mengambilnya. Lalu, dia segera pergi ke tujuan berikutnya, gereja Michael.

“Aku ingin membawa persembahan untuk dewa Michael.”

“Silahkan masuk.”

[Efek title hanya akan bertahan:

152 hari 5 jam 9 menit lagi.]

Setelah mempersembahkan lima item peringkat normal, dia segera pergi ke tujuan berikutnya.

“Selamat datang.”

“Terima kasih.”

Dia segera mengikuti broker, salah satu orang yang terkenal di dunia paradise. Ya, dia tentu saja akan emilih broker terpercaya, untuk melakukana transaksi P2P, pay to pay. Dan juga, orang itu juga merupakan orang Indonesia, untuk memudahkan transfer antar bank.

Broker yang memakai pakaian layaknya bangsawan itu segera mempersilahkannya untuk duduk.

“Silahkan.”

“Terima kasih.”

Keduanya pun langsung duduk di ruangan sedang yang nyaman dan aman, berbeda dari perkemahan yang sempit dan rawan bahaya.

“Aku mau melakukan withdraw.”

“Berapa banyak?”

“65 silver.”

“Silahkan lihat daftarnya.”

[Daftar Harga Withdraw

1 adamantium= 2,3 juta

1 gold= 22 ribu

1 silver= 200 rupiah]

‘Bagus. Harga belum turun.’

Tentu saja hal itu sangat ia khawatirkan, karena semakin banyak orang yang bermain game ini, tentu saja banyak player yang akan melakukan withdraw. Tapi, tak jarang pula, player yang kaya raya untuk melakukan deposit.

Ngomong-ngomong, ada keunggulan tersendiri saat memakai broker.

Karena para broker terverifikasi telah terdaftar dalam data base game ini, mereka tentu tak akan berani melakukan tipu muslihat. Karena, jika ada hujan keluhan, akun game mereka akan dibekukan, beserta dengan asset yang ada di bank.

Hal ini bisa terjadi, berkat kerjasama tiga pihak; Unicorn Inc. Pemerintah, dan broker sendiri.

Ditambah, jika menggunakan broker, pajak untuk negara dikurangi 1%, dibandingkan dengan deposit lewat perusahan penyedia deposit.

Ah, ngomong-ngomong, mereka menggunakan sistem blockchain yang telah berhasil diintegrasikan dengan dunia metaverse. Gampangnya, game Throne of Paradise menggunakan gabungan sistem Virtual Reality dan Metaverse. Sebagai mata uang, mereka menggunakan sistem keuangan blockchain, yang telah memiliki regulasi ketat.

Dia tersenyum bahagia, karena ia telah berhasil untuk bertahan hingga titik ini, di mana ia telah mengorbankan segalanya. Bahkan, ia berhasil selamat untuk meneruskan pembiayaan kakaknya di rumah sakit, perawatan rumah dan kapsul game, dan juga untuk keperluan sehari-harinya.

‘Aku berhasil bertahan, ibu…’


Post a Comment for "UG_029"