Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

***Dukung kami: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

ARK_V01E00P02

gambar


0. Awal Mula (2)



Sekalipun dia mengabaikan pemikiran untuk kuliah, dia tak mengabaikan mimpinya.

Itulah alasan, kenapa tiap bulan dia mengeluarkan 300 ribu won untuk mengikuti kursus. Suatu hari seorang instruktur mendatangi Hyun Woo dan bertanya.

"Hyun Woo, pernahkah kamu berpikir untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan game?"

"Perusahaan Game?"

Instruktur itu mengangguk.

"Hmm, seorang senior memberiku kabar jika sebuah perusahaan video game sedang mencari karyawan baru. Aku diminta untuk merekomendasikan murid-murid yang pantas, dan aku berpikir untuk merekomendasikan dirimu. Bagaimana? Apa kamu ingin bekerja di sebuah perusahaan game?"

"Apa orang yang bukan lulusan universitas bisa diterima?"

"Umur 20 tahun atau ke atas lebih, yang diutamakan. Tak ada syarat pendidikan atau jenis kelamin."

"Di mana?"

"Pernahkah kamu mendengar tentang Global Exos?"

"Ya... Apa?"

Hyun Woo terdiam selama beberapa saat di tempat ia berdiri saat ini. Sudah biasa, kalau tak ada syarat pendidikan di sebuah perusahaan game kecil. Namun, lain halnya untuk sebuah perusahaan besar sekelas Global Exos!

Perusahaan itu adalah pusat dari semua perusahaan di industri game. Mereka adalah yang pertama dalam mengimplementasikan konsep virtual reality ke dalam game. Dan mereka juga telah merilis 2 game melegenda yang mampu memberi mereka pendapatan, yang ditaksir mencapai 1 triliun won.

"Apa yang kurang di Global Exos, sampai-sampai mereka ingin merekrut orang-orang sepertiku?"

"Aku sih juga tak tahu detailnya. Menurut seniorku, proses perekrutan karyawan akan dilakukan dengan berbagai cara yang sangat unik. Penyaringan dokumen untuk latar belakang pendidikan atau pengalaman bekerja bukanlah prioritas utama. Dan hal-hal yang akan diuji benar-benar berbeda. Begitu pula tentang cara mereka menentukan gaji para karyawan. Namun dengan banyaknya pendaftar seperti ini, tentu tak akan mudah... Karena aku tak tahu dengan jelas apa itu pekerjaan antar individu. Tapi, aku akan mencoba untuk mendaftarkanmu."

***



Sebuah dunia di mana latar belakang pendidikan seseorang bukanlah sebuah prioritas. Itu adalah kalimat yang diucapkan oleh seseorang di masa lalu. Tapi, Hyun Woo bukanlah orang yang cukup naif untuk mempercayai kata-kata seperti itu.

Tanpa latar belakang pendidikan, pasti akan membuat seorang karyawan mendapat batasan untuk sebuah jabatan dalam sebuah bisnis besar. Dan biasanya, mereka akan terbatas hanya pada posisi-posisi tak penting. Terlebih lagi untuk Global Exos, dan jika dia tak diterima kerja di sini, dia akan merasa sangat-sangat kecewa.

"Mendaftar dengan ijazah SMA tak akan membuatku diterima. Jadi mendingan..."

[Nama: Kim Hyun Woo

Jenis Kelamin : Pria

Umur : 22

Pendidikan Terakhir : Universitas S Jurusan Mesin, Tahun ke-2, Dropout.

Ranking 1 di kelas, tanpa membolos sekalipun.

Sekalipun tak diketahui oleh media sosial, pernah membobol firewall sebuah perusahaan, ketika mereka mengadakan konferensi tentang sistem game, dan menjadi isu yang besar, yang pada akhirnya membuat mereka mengundurkan diri.]

'Global Exos adalah perusahaan yang benar-benar besar. Tentunya mereka tak akan memeriksa keaslian semua aplikasi pendaftaran. '

Ketika dia berpikir tentang hal itu, tak mungkin bagi mereka untuk melakukannya. Mencoba hal ini tak akan membuatnya rugi. Lagipula, dia tak akan kehilangan apa-apa...

Beberapa lama waktu berlalu dan dia sudah lupa tentang aplikasi pendaftaran miliknya, hingga suatu kabar tak terduga datang.

"Ingatkah, saat aku bercerita tentang Global Exos? Pendaftaranmu lolos, dan mereka mengontak kita."

Instruktur itu juga tak kalah terkejut dengan Hyun Woo.

***



Ketika Hyun Woo sedang melamun, para pewawancara sudah datang. Pokoknya, dia mendapat kesempatan untuk bertemu dengan para pewawancara itu. Mungkin, ini bisa jadi sebuah kesempatan emas. Itulah mengapa dia berpikir untuk memanfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya. Bahkan, bila diperlukan, dia akan memohon sambil menarik-narik celana para pewawancara itu.

'Apa aku sudah gila? Ide siapa coba buat datang ke tempat ini? Mendaftar dengan ijazah palsu adalah masalahku yang paling besar...

Kalau begini, siapa tahu apa yang akan muncul di berita nanti? Nah, tentunya Global Exos yang merupakan perusahaan besar, akan mengerti jika insiden tentang ijazah palsu dari salah seorang pendaftar hanya akan menciptakan kekacauan dan tak akan menguntungkan mereka...

Oh, itu sama gilanya juga, kalau aku mundur sekarang...'

Dia membayangkan dirinya diborgol dan dibombardir dengan pertanyaan dari para reporter.

"Oh, apa kamu duduk di sini?"

Tiba-tiba, dia mendengar suara seorang perempuan di sampingnya. Karena dia terkejut, dia mengangkat kepalanya dan melihat si resepsionis wanita yang ia temui di lobi, ketika baru masuk ke dalam gedung.

"Kursi ini kosong. Apa kamu ingin duduk di sini?"

Gadis itu mengangguk dan duduk di samping Hyun Woo.

"Maafkan aku karena tertawa tadi. Apa aku membuatmu marah?"

"Tak apa-apa. Pasti susah untuk menahan tawa. Aku benar-benar kelihatan aneh, ya kan?"

"Eh?"

Setelah melihat wajah bingung si resepsionis itu, setelah mendengar pertanyaannya, Hyun Woo jadi ikut-ikutan bingung.

"Ahh... sepertinya, ada salah paham di sini. Aku tak tertawa gara-gara pakaianmu. Sebelumnya, tak ada orang yang membungkukkan badan pada seorang resepsionis. Aku tertawa, karena aku mengira jika kamu adalah orang yang sedikit eksentrik. Dan juga, pakaianmu itu, cocok dengan dirimu."

Wajah Hyun Woo memerah.

'Apa itu berarti dia punya sifat rendah diri yang besar? '

"Maaf, aku salah paham."

"Um, aku yang seharusnya minta maaf, karena membuatmu salah paham."

"Omong-omong, kenapa kamu ke sini?"

"Sejujurnya, aku juga mendaftar. Namaku Kang Misu."

"Oh, namaku Kim Hyun Woo."

Kang Misu mengulurkan tangannya. Sementara itu, Hyun Woo mengelap kedua tangannya di celana dan ketika ia hampir menjabat tangan Kang Misu...

"Semua pendaftar harap menuju ke auditorium."

'Sial! Terserahlah... Mungkin aku nanti pingsan, atau mungkin mati di tempat. Tunggu dulu, aku tak akan mati gara-gara ini, ya kan?'

Tak bisa lolos dari arus para pendaftar, Hyun Woo terseret hingga sampai di auditorium.

***



< Prev  I  Index  I  Next >