Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Untuk memperbesar atau memperkecil font, gunakan 'zoom in' dan 'zoom out'.
Terima kasih. Selamat membaca... :)
Traktir Ngopi gan...!

ARK_V01E04P02

gambar


4. Perjuangan Melawan Boss Setan Tikus (2)



"Kenapa aku tak memikirkan ini? Hal itu akan menjadi sangat mudah!"

Hyun Woo langsung berbalik, memegang dan meremas tangan Hye Sun. Dia menaik turunkan tangan wanita itu dengan semangat.

"Terima kasih, Hye Sun! Karena dirimu, akhirnya aku menemukan ide untuk memecahkan masalahku!"

"Apa? Apa?"

Ketika Hyun Woo meremas tangannya, Hye Sun hanya bisa tersenyum malu dan pipinya mulai memerah.

"Muahaha, sebentar lagi bakal aku habisi kau, tikus!"

Ark tertawa layaknya maniak sambil melihat ramuan di dalam panci yang menggumpal, layaknya penyihir kegelapan.

Resep yang dimasak Ark tidak lain dan tidak bukan adalah [Fragrant Poison Soup].

Ark menyimpan sup tadi ke dalam beberapa kantong kecil dan masuk ke dalam dungeon. Sebelumnya, dengan menggunakan taktik pancing Serigala, sebagian besar Tikus di dalam dungeon sudah mati.

Ketika Ark mendekati lokasi Boss, gerombolan Tikus di depannya mulai memberikan suara mengancam, menambah ketegangan di sekitar goa.

Ark langsung menyerang gerombolan Tikus tadi, dia tak sabar untuk segera menemui Boss Tikus.

*Grrrrrrrr*

Di dalam gelap, muncul dua mata merah sang Boss Tikus.

Ark telah melihatnya beberapa kali, jadi dia tak kaget ataupun takut. Mata merah Boss Tikus bersinar lebih pekat, seakan jengkel melihat kehadiran Ark.

Ark juga jengkel kepada Boss Tikus, tanpa ragu dia maju ke depan.

"Jangan melototiku, Boss. Hari ini aku datang membawa hadiah."

Ark berjalan dengan percaya diri mendekati Boss, lalu melempar kantong kecil berisi sup yang sudah ia siapkan. Boss Tikus secara refleks menangkis kantong tadi, sehingga kantong tadi pecah dan melumuri kepala Boss Tikus itu, dengan sup beracun beraroma sedap.

Boss Tikus ragu sejenak. Namun, sebesar apapun seekor Tikus, pada akhirnya dia tetap seekor Tikus.  Dia tak mungkin bisa melawan instingnya sendiri.

Setelah mengendus sup tadi, Boss Tikus mulai menjilati sup spesial buatan Ark.

Jika dilihat sepintas, sup dari jamur ini memang terlihat menggiurkan. Sup ini jadi terlihat tak berbahaya. Aromanya pun sangat sedap. Selain itu, rasanya juga lezat. Boss Tikus terlihat menyukainya, dan semakin semangat menjilatinya. Gerombolan Tikus di sekitar Boss juga mulai tertarik dan mulai menjilati sup juga.

"Yosh, habiskan semuanya."

Ark melempar sisa kantong dengan raut muka penuh kepuasan.

Segera setelahnya, sup tadi mulai muncul efeknya.

Tikus-tikus yang dengan rakus menjilati sup tadi, mulai mengejang dan kaku. Lalu, Boss Tikus yang melihat perilaku Tikus-Tikus di sekitarnya, mulai merasa curiga dan langsung menggeram ke arah Ark.

Tapi, saat itu semuanya sudah terlambat.

Kartu as Ark, yakni sup spesialnya, sudah mulai menimbulkan efek pada Boss Tikus.

Boss Tikus mulai sedikit pening dan sempoyongan, lalu jatuh tengkurap. Boss Tikus mulai berguling guling ke kiri dan ke kanan. Dan saat perutnya menghadap ke atas, keempat kakinya juga kaku mengarah ke atas, dan seluruh tubuhnya mulai gemetar.

"Muahaha, Boss Tikus yang sok kuasa dan sombong, bagaimana kondisimu sekarang? Kamu hanyalah sampah, sama sekali bukan tandinganku.

Sekarang, boleh aku lihat apa yang kamu sembunyikan selama ini?

Atau, apakah sekarang aku seharusnya membalas segala penderitaanku sebelumnya, gara-gara kau?"

Sambil bergumam senang Ark mendekati Boss Tikus. Tapi, tiba-tiba cakar Boss Tikus menghampiri tubuhnya. Ark dengan refleks mencabut pedangnya dan menangkis cakar Boss Tikus, namun tangannya tetap bergetar menerima efek serangan Boss.

"K-kenapa bisa begini...!"

Ark langsung pucat. Boss Tikus yang dipikirnya telah lumpuh ternyata mampu menyerangnya.

Pasti ada yang salah!

Ark langsung berbalik ingin melarikan diri. Tapi, Boss Tikus telah menutup jalan keluar dengan tubuhnya.

"Sial, mati lagi ini!"

Akan tetapi, ketika Ark mulai merasa tak ada harapan, Boss Tikus mulai sempoyongan lagi dan jatuh di depannya.

'Tidak, supnya pasti bekerja. Hanya karena beda ukuran tubuh, dosis yang diberikan jadi kurang untuk langsung melumpuhkan Boss. Jadi, efeknya pasti melemah.'

Dengan cepat Ark mulai menarik kesimpulan.

[New World] bukanlah dunia di mana seorang player sudah cukup menyabet dan menusuk monster di depannya saja. Bagaimana seorang player bisa mengatasi situasi dan memanfaatkan kondisi di sekitarnya juga penting.

Jadi, Ark seharusnya bisa lebih mudah mengatasi Boss Tikus, yang telah terkena efek lumpuh dari sup spesialnya, walau efeknya tidak maksimal. Di samping itu, level Ark sekarang sudah 10.

"Baiklah, aku akan menyelesaikan ini semua, walau nyawa taruhannya!"

Ark mulai mengangkat pedangnya dan menyerang Boss Tikus lagi.

Mungkin, gara-gara efek lumpuh atau level Ark sekarang yang sudah naik, serangan Boss Tikus sekarang tidak sebesar sebelumnya.

Selain itu, serangan Ark sendiri efeknya juga lebih baik dari sebelumnya. Tiap kali Ark menebaskan pedangnya, darah Boss Tikus menyembur keluar, dan Boss Tikus semakin melemah.

Walaupun begitu, Ark tetap tak buru-buru dan terus berhati-hati.

"Efek sup ini bisa mencapai 10 menit, tak perlu terburu-buru."

Ark mengitari Boss Tikus sambil terus menyerang. Boss Tikus membalas serangan dengan cakarnya, tapi kekuatannya sudah jauh melemah. Ark sekarang bisa menghindari serangan Boss Tikus dengan baik.

Namun, game unu sudah diatur jika mustahil untuk menghindari semua serangan. Selang beberapa menit, luka di tubuh Ark semakin bertambah dan HP-nya mulai jatuh. Setelah kira-kira 5 menit, tubuh Boss Tikus mulai berwarna kemerahan.

'Boss Tikus ini sudah dalam kondisi kritis, kematiannya sudah dekat!'

Kondisi kritis adalah fenomena di mana HP monster hanya tersisa 1/10 nya.

Ark mulai menyerang Boss Tikus dengan lebih berani. Tapi, ketika kemenangan sudah hampir diraih, Boss Tikus mulai berteriak nyaring dan mulai bergerak dengan lincah lagi. Cakarnya menebas Ark dengan kecepatan yang jauh lebih baik daripada sebelumnya.

"Gila! Apa-apaan ni?"



< Prev  I  Index  I  Next >

Follow Us