Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Untuk memperbesar atau memperkecil font, gunakan 'zoom in' dan 'zoom out'.
Terima kasih. Selamat membaca... :)
Traktir Ngopi gan...!

ARK_V01E04P05

gambar


4. Perjuangan Melawan Boss Setan Tikus (5)




Pedang dan Armor yang didapatkan Ark, tentu tidak sebaik Pedang dan Armor yang dimiliki Blacksmith ini. Akan tetapi, produk terbaik tak lebih dari barang pajangan saja.

Jika seorang Player juga membandingkan harganya, tak peduli secermat apa seorang Player menyimpan koin, produk ini hanya bisa dibeli, ketika Player mempunyai level lebih dari 20.

Di sisi lain, Ark mendapatkan peralatan dengan status [Enchanted] pada level 13 saja. Seakan, dia mendapat durian runtuh.

Ark juga mendapatkan warisan dari nenek Johansson, dan hasil dari menjadi distributor jual beli barang Player di desa Harun. Ark mendapat 60 gold, selama 25 hari di desa Harun.

Jika dibandingkan dengan penderitaan diawal dia memainkan game ini, Ark telah melangkah lebar ke depan.

Ark lalu berkeliling dan berbincang-bincang dengan NPC lain di desa Harun. Ark berpikir, mungkin masih ada Quest Tersembunyi, namun tak ada lagi NPC yang mempunyai Quest baru. Setelah mencoba beberapa kali tanpa hasil, Ark merasa saat ini sudah waktunya dia meninggalkan desa Harun.

Ark lalu bersiap-siap untuk menuju Castle Jackson.

***



"Apakah semua kandidat telah memberikan laporannya?"

"Ya, saat ini kami sedang memeriksanya."

"Adakah orang yang menarik?"

"Ada beberapa."

Kim Gwon Tae mulai memilah beberapa halaman laporan dan memberikannya kepada Ha Myung Woo.

Kandidat pada ujian rekrutmen Global Exos wajib menyerahkan laporan dengan rutin. Hal ini dilakukan agar Global Exos bisa mengetahui, sejauh mana progress mereka.

Ha Myung Woo setelah melihat beberapa laporan, merasa kaget.

"Hoho, baru berlangsung 20 hari saja. Tapi, sudah ada 20 Player dengan level 50?"

Dibandingkan game lain, New World 3-4x lebih sulit, karena di sana sangat sulit untuk naik level.

Dengan kata lain, 20 Player itu jika di game lain, mungkin sudah level 150-200an, hanya dalam 20 hari. Kecepatan leveling yang sangat mengagumkan.

"Tentu saja, level setinggi itu tak akan mungkin, jika game ini dimainkan dengan normal. Walaupun semua kandidat mengatakan, jika mereka melakukannya dengan kemampuan mereka sendiri. Tapi, kemungkinan banyak orang di belakang mereka yang membantu. Walaupun metode ini bukan yang kita inginkan, apakah menurutmu ini cukup?"

"Bukankah kita sudah memperkirakan hal semacam ini pasti terjadi dari awal?"

Hyun Woo menjawab dengan santai, seakan itu bukan masalah besar.

Sejak awal rekrutmen, Global Exos mencanangkan untuk memilih pegawai dari hasil mereka memainkan game. Jadi, mereka sudah memperkirakan akan ada pihak luar yang membantu kandidat. Tapi, ini bukan rekrutmen karyawan biasa, ini adalah rekrutmen untuk perusahaan yang sudah mendunia, Global Exos.

Selama ini, di dunia game pasti ada orang yang dibantu dengan kekayaan mereka. Ada juga Player yang meminta bantuan keluarga, teman, atau kolega untuk berkumpul dan menjadi bagian dari game yang dimainkan (Istilah ini biasa disebut Power Levelling).

Pada akhirnya, kandidat yang sudah berpengalaman, pasti akan menggunakan metode yang serupa. Hal ini menunjukkan jika para kandidat benar-benar berkomitmen pada game ini. Hal ini bukanlah hal yang buruk bagi Ha Myung Woo.

"Pembiayaan untuk bermain game dan menggunakan relasi, juga merupakan skill tersendiri. Itulah kenapa, kita juga membiarkan idiot yang memalsukan lamaran mereka untuk berpartisipasi. Jika orang seperti mereka berjuang dengan keras, standar tes rekrutmen juga akan naik. Di sistem, di mana kita tak bisa langsung berpartisipasi, persaingan semacam ini pasti akan membuatnya semakin menarik. "

"Apakah kamu berpikir untuk menerima para kandidat palsu itu?"

"Mana mungkin."

Ha Myung Woo tertawa menyepelekan.

"Kita hanya membutuhkan Player yang bisa kita kendalikan. Bagaimana kandidat lainnya?"

"Rata-rata level kandidat adalah 30-40. Itu adalah rata-rata Player yang bermain dengan normal."

"Dan mereka yang kamu kesampingkan?"

Ha Myung Hoo menunjuk tumpukan laporan yang berada di sisi meja yang lain.

"Ah, mereka adalah kandidat yang bermain dengan metode unik."

"Metode unik?"

"Ya. Mungkin aku harus bilang mereka bodoh, atau mungkin sangat brilian... Mereka adalah kandidat dengan level terendah. Tapi di sisi lain, mereka mengeksploitasi sistem di game. Dan bahkan beberapa di antara mereka ada sepasang yang sangat menarik. Mau lihat?"

Kim Gwon Tae menarik dua laporan lalu menunjukkannya pada Ha Myung Woo.

Satu laporan adalah milik kandidat bernama 'Shambala' dan satunya adalah milik 'Ark'.

Ini adalah laporan Kim Hyun Woo.

Setelah membaca sepintas, Ha Myung Woo menggelengkan kepalanya dan tertawa. Kedua player ini masih di bawah level 20.

"Apa yang kita butuhkan adalah pemain yang benar-benar menikmati game ini. Kita ingin seseorang yang bisa memanfaatkan dengan baik,semua situasi yang ada, dan berkembang dengan baik di game ini."

"Tapi, bukankah level bukan hal yang segalanya di New World?"

"Tentu saja. Tapi level juga mengindikasikan sejauh mana kemampuan mereka sebagai gamer."

"Yah, itu benar juga."

"Jika kamu ingin maju di game ini, kamu harus bisa berpikir dengan cerdas. Sulit dikatakan Player dengan level 20 benar-benar menggunakan kepala mereka. Hapus mereka dari daftar kandidat. Dan bukankah orang ini salah satu yang memalsukan lamarannya?"

"Apakah dia akan dieliminasi?"

"Tidak mungkin kita bisa membaca 2.000 laporan yang ada tiap harinya. Kita harus mengurangi beberapa. Tapi, kita tak perlu memberi tahu kandidat hasilnya sekarang. Akan sangat mengganggu, jika beberapa orang yang kita beritahu gagal, merasa tak puas dan memutuskan untuk mengganggu kandidat lainnya."

"Baiklah, aku paham."

Laporan milik Gwak Yong dan Kim Hyun Woo dimasukkan shredder?mesin penghancur kertas.

Pada daftar kandidat, cap merah DISQUALIFIED tertulis di atas nama mereka.

***



"Beberapa hari ini pipimu seakan lebih cekung, nak. Kelihatannya, kamu sudah tidak tidur beberapa hari ini. Apakah ada kejadian sulit yang terjadi? Yah, semuanya pasti sulit untukmu sekarang..." Ibu Hyun Woo, yang melihat anaknya dengan sayang, menghela napas.

Ketika ibu melihat dirinya dengan muka yang pucat, tubuh yang lemah dan kurus serta tangan yang dipenuhi dengan jarum infus, Hyun Woo merasa seakan hatinya tertusuk.

Jujur saja, kekhawatiran ibunya tidak salah.

Semenjak Hyun Woo sibuk di New World, dia memang jarang tidur.

'Game ini juga penting, seperti hidupku. Aku tertinggal jauh dari kandidat lainnya. Walaupun aku tak punya banyak waktu bermain, aku sudah tahu hal ini akan sulit dari awal.

Benar juga, seperti yang pegawai Global Exos katakan, sukses tidaknya kandidat bukan tergantung level. Jadi, mungkin aku masih punya kesempatan. Selama ada harapan, aku tak akan menyerah.'

Setelah memantapkan hatinya, Hyun Woo hanya tidur selama 3 jam per hari, dan berkonsentrasi penuh pada [New World].

Dan pada beberapa hari terakhir, saat Hyun Woo berusaha mengatasi Setan Tikus, dia sekarang pada kondisi yang sangat buruk. Tapi, Hyun Woo menutupi kondisinya dari ibunya dan menjawab dengan riang.

"Tak ada apa-apa, semuanya baik-baik saja, bu."

"Aku minta maaf, aku hanya menjadi beban untukmu..."

"Aku sudah bilang tak apa-apa. Beberapa hari ini aku terlalu banyak bermain dengan beberapa teman sampai larut malam. Jadi, jam tidurku lumayan berkurang."

"Tapi, jika aku tak sakit seperti ini, kamu pasti sudah kuliah..."

"Ibu!"

Hyun Woo meremas tangan ibunya dan tersenyum.

"Aku baik-baik saja. Jujur saja, aku lebih suka bekerja daripada kuliah. Bekerja itu menyenangkan dan teman kerjaku semuanya juga baik. Ada pula orang-orang yang sering membantuku. Jadi, tak ada alasan untuk khawatir. Oh iya, ada satu kesulitan sih Bu."

"Apa itu?"

"Aku masih tak bisa memasak Bibimgooksul (semacam ramen), seperti yang Ibu sering masak."

"Dasar... masih saja sering menggoda Ibu...."

"Aku jujur. Makanan itu benar-benar ingin aku makan. Walaupun aku berkali-kali membuatnya, rasanya selalu berbeda. Jadi cepat sehat, supaya Ibu bisa memasakkannya untukku, ok?"

"Baiklah."



< Prev  I  Index  I  Next >

Follow Us