Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Untuk memperbesar atau memperkecil font, gunakan 'zoom in' dan 'zoom out'.
Terima kasih. Selamat membaca... :)
Support Us: Traktir Ngopi gan...!

LMS_V54E04P01 Rencana Pemusnahan

gambar


4. Rencana Pemusnahan (1)



*Gemuruh!*
Para player yang tiba di gurun melalui gerbang teleport, merasa seperti mereka akan tersedak, karena panas yang begitu menyengat.
Geomchi mengangguk sambil menunggangi unta dua-bangkunya.
"Cuacanya bagus."
"Tulang punggungku terbakar."
"Ayo kita pergi sekarang. Bergerak!"
Mereka menyerbu melewati gurun panas, dan bukit-bukit pasir dengan Geomchi di depan.
Para pasukan elit yang berkumpul untuk mengalahkan Kaybern mengikuti di belakang mereka dengan unta. Mereka memulai neraka di padang pasir.
Pertempuran demi pertempuran.
Mereka bertempur dan bertempur, pertempuran tiada akhir.
"Semuanya, serang!"
Gurun memiliki banyak daerah yang belum dieksplorasi.
Ada fatamorgana, dungeon, dan kadang-kadang mereka memasuki zona api.
Bahkan bekas dari quest ‘Kaisar Gurun’ yang diselesaikan Weed di masa lalu, telah ditulis ulang menjadi sejarah baru.
Mereka ingin sekali berperang, di mana pun mereka pergi.
Mereka memberi makan diri mereka sendiri di atas unta, dan berperang saat beraktivitas.
“Seperti yang dikatakan maknae, kita bisa bertarung setiap hari, tanpa perlu menggunakan otak kita.  Betapa menyenangkannya itu kan?"
"Sangat menyenangkan."
"Semua orang bertarung dengan cukup baik."
“Mereka mengatakan level membuatmu lebih kuat, dan sepertinya itu benar.  Meskipun mereka agak terlalu bergantung pada ski;;.”
“Kita harus membawa mereka ke pertempuran yang lebih menantang. Orang-orang ini mengatakan, mereka baik-baik saja dengan mati beberapa kali. "
"Ini menyelamatkanku dari pertempuran yang membosankan, jadi ini tak masalah bagiku."
Geomchi mengikuti saran Weed, dan mengambil batalion untuk mencari musuh yang lebih kuat.
Mereka melangkah melewati panas yang mematikan, bertempur melawan musuh dengan tubuh pasir, dan berburu kalajengking raksasa.
Mereka bahkan menginjakkan kaki di tanah Mystic Flames dan bertemu dengan Sun Warrior.
Jauh di padang pasir, populasinya rendah, tapi penuh dengan Warrior yang kuat.
"Ini sangat merepotkan."
"Ini neraka. Pertempuran itu melelahkan, tapi di atas semua itu, panasnya membuatku gila.”
"Wow... Aku pasti setengah gila, ketika aku setuju untuk bergabung dengan quest ini."
Keluhan player sudah muncul, sejak hari kedua dimulai.
Bahkan jika mereka memiliki level tinggi, mereka tak pernah mengalami pertempuran semacam ini.
Seperti biasa, mereka berusaha keras untuk memilih tempat berburu, seperti yang akan dilakukan Weed.  Mereka bersiap untuk berburu yang sangat efisien dan menjatuhkan banyak item drop.
Biasanya dalam event berburu monster tingkat bos, mereka akan mulai mempersiapkan beberapa hari sebelumnya, dan mengumpulkan ketenangan.
“Di sini, kamu berkeliaran di mana saja dan bertarung. Itu benar-benar sembrono.”
"Coral tewas diperburuan kemarin."
"Benarkah?  Ini terlalu berbahaya..."
"Bukankah kita harus protes, dengan keadaan saat ini?"
"Kita telah melakukannya. Tapi, mereka terus mengatakan jika para prajurit akan menjadi lebih kuat, ketika mereka tahu bagaimana rasanya mati. Kata-kata tidaklah bisa menembus kepala mereka."
“Sejujurnya, kita tak bisa menuntut apa pun secara langsung.  Penampilan mereka menakutkan. Kita memiliki level yang lebih tinggi, tapi menggunakan kekuatan dan kekerasan, mungkin akan mengubah kita menjadi musuh Kekaisaran Arpen.”
"Bahkan jika beberapa orang mati dari sekarang, rencana berburu tak akan berubah sedikitpun."
Setelah hari ketiga, para player berkumpul di saat pagi dan mendiskusikan ketidak-puasan mereka.  Beberapa memutuskan untuk berhenti.
“Sampai di sini saja, aku akan pergi.  Semoga beruntung untuk kalian semua, tetap aman.”
"Ya. Aku juga berhenti. Aku pikir, aku bisa mengulurkan tangan untuk membunuh Black Dragon, tapi ini bukan yang aku inginkan."
Sejumlah orang yang ingin berhenti, mulai muncul dari kelompok itu, dikarenakan tak mampu menahan jadwal yang ketat.
"Aku seharusnya berburu sendirian."
"Sama denganku. Jika kita berbicara tentang efisiensi, ada tempat berburu yang lebih baik daripada tempat ini. Kita tak harus berada di sini, bersama orang-orang yang tingkatannya lebih rendah daripada kita."
Namun, seluruh adegan difilmkan oleh beberapa Stasiun siaran.
Weed memberikan semua hak tentang penyiaran, kepada semua orang yang setuju untuk berpartisipasi dalam perburuan Black Dragon Kaybern.
Para peserta yang dicari, tentu setuju, karena mereka ingin berada di siaran, dan membayangkan digambarkan sebagai pahlawan pemberani di TV.
Adegan diri mereka sendiri menuju Black Dragon Kaybern!
Weed berbicara dengan salah satu personil siaran.
"Tolong minta produser yang kreatif dan ‘cukup kejam' untuk memimpin siaran ini."
"Apakah kamu serius?"
"Ya.  Cuplikan yang bagus akan segera datang, tapi akan ada beberapa trial and error. Aku membutuhkan seseorang yang akan mengedit ‘di luar konteks’ dengan kreativitas yang tinggi.  Sebuah pertunjukan membutuhkan daya Tarik, agar sukses.”
"Memang begitulah cara kerjanya, tapi..."
"Jika kalian tak melakukan ini, stasiun penyiaran lainnya akan mendapatkan peningkatan penayangan, dan kalian tidak."
Pengaruh Weed dalam industri penyiaran adalah absolut.  Bahkan di masa lalu, ketenarannya mengubah semua Stasiun siaran besar, untuk tunduk padanya.
Sekarang setelah dia memiliki kendali atas Benua Tengah dan dominasi yang Mapan Trading Company, Stasiun siaran pasti tahu dengan baik ketajamannya.
"Kami akan menemukan produser yang paling terkenal."
"Ya.  Tapi, itu harus sepenuhnya fakta.  Tak boleh ada pemalsuan.  Aku tak suka munculnya kontroversi di antara penonton.  Sedikit bumbu masih bisa diterima.  Itu akan membuat hidangan terasa kaya rasa. "
Pimpinan dan kepala departemen dari semua stasiun siaran, mengambil kata-kata Weed ke hati.
"Kita bisa mendapatkan kesempatan yang bagus di sini, di mana para player mulai bergerak mundur..."
"Aku pikir itu akan bagus, jika digunakan untuk intro."
"Ini pasti akan menarik perhatian."
Produser yang terkenal dengan keterampilan mengedit tanpa henti, mengirim para player yang mengeluh tentang pertempuran dan makanan, setelah belum lama mereka sampai di gurun.
Selain itu, mereka menambahkan efek khusus pada pemandangan gurun, tempat para player pergi.
Pemandangan Black Dragon Kaybern menyerang Kastil Evaluk, kota-kota dihancurkan oleh monster, dan warga sipil yang dibantai, tumpang tindih dengan para player yang pergi.
Para produser jahat membangkitkan daya tarik emosional dengan keahlian mereka.
- Aku menonton siaran langsung sekarang, dan aku kehilangan kata-kata.  Mereka pergi jauh-jauh ke padang pasir untuk membunuh Kaybern. Tapi, yang mereka lakukan hanyalah mengeluh. Dan sekarang, mereka berhenti begitu saja?
- Mengapa pergi ke sana, jika akhirnya mereka melakukan itu?
- Apakah mereka berharap untuk bisa tinggal di hotel, di gurun atau semacamnya?
- Membunuh Dragon.  Mereka semua mengumpulkan kekuatan mereka untuk tujuan besar. Tapi karena level mereka terlalu rendah untuk menghadapi Dragon, mereka harus berburu dengan susah payah, untuk menaikkannya. Tak kusangka mereka akan menyerah begitu cepat ...
- Ha... Itu menyebalkan.  Mereka membuatku kesal...
- Bacus?  Player itu yang membuat banyak dari mereka, untuk mulai berhenti.
Efek sesudahnya dari siaran, langsung menjadi perbincangan. Di internet, Bacus menjadi viral, dia muncul di bagian Pencarian paling atas di dunia nyata.
1. Bacus
2. Seoyoon
3. Bacus Kabur
4. Level Bacus
5. Dewi Seoyoon
6. Karakter Bacus
7. Weed
8. Sekolahan Seoyoon
9. Lekuk tubuh Seoyoon
10. Kaybern
Dari 1 hingga 10 di mesin pencarian. Bacus muncul 4 kali.
Itu adalah kekuatan media, tapi Bacus juga adalah player terkenal di atas level 500.
Pada hari berikutnya, para player bertarung di tempat perburuan, tanpa memiliki pemikiran lain.
Karena pengaruh media, mereka menyadari efek negatif apa yang akan mereka terima.
"Sekarang, mereka benar-benar siap untuk tugas itu."
Bahkan Geomchi dan para instruktur puas.
Bacus dan para player yang sebelumnya mundur, dengan tergesa-gesa kembali di pagi hari.
"Aku minta maaf. Semuanya… Aku akan bertarung dengan semua yang aku miliki mulai sekarang.”
Dalam beberapa jam, sikapnya langsung berubah total.
***



< Prev  I  Index  I  Next >

Follow Us