Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Untuk memperbesar atau memperkecil font, gunakan 'zoom in' dan 'zoom out'.
Terima kasih. Selamat membaca... :)
Traktir Ngopi gan...!

OG_869

gambar

Overgeared_869

Bab 869

"Pembusukan Jiwa."

"Bisikan Kotor."

"Tanah Mel-Pia."

"Rising Desire."

Paus Damian disambut dengan sambutan kasar oleh para dark mage. Semua jenis dark magic mencoba menetralkan tubuh, pikiran, dan jiwa Damian. Tapi, itu adalah angan-angan.

[Paus tidak bisa dirusak oleh kegelapan.]

[Keadaan 'pembusukan' telah ditolak.]

[Keadaan ‘bingung’ telah…]

[Keadaan 'kelaparan' telah…]

[Keadaan 'mengamuk' telah…]

Paus memiliki kekuatan untuk memblokir dark magic pada sumbernya!

80% dark magic CC dan 100% dark resistance, membuat kagum ribuan dark mage. Sihir mereka tidak berhasil sama sekali? Para dark mage kewalahan oleh Damian, yang menyangkal keberadaan mereka. dan ini memiliki efek mendalam pada medan perang.

[Munculnya paus Gereja Rebecca telah mengurangi moral anggota Gereja Yatan.]

[Defense dan magic resistance anggota Gereja Yatan telah berkurang sebesar 60%.]

[Servant Yatan memiliki tugas untuk memimpin para anggota. Moral dari Para Servant Yatan tidak terpengaruh.]

"Apa…?"

Damian melemahkan ribuan dark mage, hanya dengan keberadaannya? Defense Rose menurun secara dramatis, dan dia menyaksikan para dark mage gagal menahan serangan para knight. Dia tahu jika kekuatan sejati paus, mulai datang sekarang!

‘Mereka bertempur dalam situasi yang begitu sulit.'

Damian terus dibombardir dengan dark magic dan menyadari betapa sulitnya anggota gereja dan knight dari kerajaan lain, yang telah berjuang… ketika dia telah terjebak.

Mereka melawan musuh di depan mereka, sambil menanggung kutukan pada tubuh, pikiran, dan jiwa mereka…

Merasa kagum pada mereka, Damian memberkati para anggota gereja dan para knight dengan skill, Light Rain. Jika, dia telah mendapatkan selama masa jabatan kedua sebagai paus.

[Light Rain Lv. 1

Anda telah memohon Dewi Rebecca untuk hujan.

Hujan emas ilahi akan jatuh dalam radius 300 meter di sekitar-mu.

Mereka yang tidak jahat, akan memiliki peluang 50% untuk mengatasi status abnormal mereka saat ini, dan akan mendapatkan kembali 10% dari HP mereka.

Jika mereka yang terkena adalah orang jahat, durasi status abnormal mereka saat ini memiliki peluang 50% ditambahkan, dan mereka akan kehilangan 10% dari HP mereka.

Biaya Skill Mana: 5.000

Waktu Cooldown: 50 menit.]

Itu bukan pembersihan yang pasti, tapi itu adalah skill dengan banyak keuntungan. Tidak ada keraguan, jika itu adalah mantra penyembuhan dan ofensif, yang bahkan Saintess Ruby akan kagumi.

Selain itu, itu adalah skill jarak jauh yang menargetkan semua makhluk dalam jarak 300 meter. Hujan emas mengalahkan kegelapan malam.

“Kuaaaack!"

Para dark mage berjuang dengan rasa sakit.

"Ahh…"

"Aku merasa sedikit lebih baik sekarang!"

"Puji Yang Mulia!"

Anggota Rebecca, keluarga kerajaan, dan para knight menikmati saat damai.

Mereka memulihkan kekuatan fisik mereka yang hilang, dan moral mereka yang menurun, mulai meningkat lagi. Situasi berbalik. Rose dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan, sementara dia gemetaran, karena rasa sakit.

"Bagaimana dia bisa melarikan diri dari penghalang, di tempat pertama?"

Gereja Yatan memandang Esensi Yatan, sebagai barang serba guna. Dari kutukan sederhana untuk memanggil great demon… tidak ada yang lebih buruk dari kombinasi Yatan Essence dan dark magic.

Dengan itu, adalah mungkin untuk merusak salah satu knight terkuat kekaisaran, di masa lalu. Bahkan dapat dikatakan, jika keinginan Paus Drevigo telah didorong oleh esensi. Dan, jika itu adalah mungkin untuk merusak world tree dengan Esensi Yatan.

Kekuatan Esensi Yatan adalah mutlak. Penghalang yang dibuat dengan kombinasi Esensi Yatan dan dark magic seharusnya mengandung Paus Damian sampai akhir. Lalu, bagaimana Damian bisa lolos? Rose mempertanyakannya, ketika Aliburn berteriak,

“Anjing Rebecca! Hentikan hujan yang buruk ini sekarang!”

Third Servant Yatan mengancam Paus Damian dengan terang-terangan. Sambil menunjuk ke pedang yang tersangkut di batu, Aliburn berteriak,

"Jika Kamu tidak berhenti melawan, simbol-mu akan hilang.”

"…!"

Para anggota Rebecca yang lega, sekali lagi terguncang. Mereka terlambat mengingat, jika simbol gereja ada di tangan musuh.

"Apa yang harus kita lakukan…?"

Semakin tua suatu grup, semakin melekat simbol. Orang-orang merasa bangga dengan organisasi mereka, melalui kehadiran simbol sejarah mereka. Itu sebabnya, negara-negara di seluruh dunia bernama harta nasional.

Para tetua gelisah, tapi Damian menjawab dengan sikap santai,

"Singkirkan pedang itu."

"…?"

Para anggota dan Servant Yatan, serta para tetua dan anggota Rebecca, meragukan telinga mereka.

Pertempuran berhenti sejenak. Mereka bingung, karena mereka tidak mengira Paus Damian akan melepaskan simbol gereja dengan begitu mudah.

Damian menyadari hal ini.

"Aku sungguh-sungguh. Ini adalah barang antik yang tidak berharga. Apa? Sebuah simbol? Bukankah Dewi Rebecca adalah simbol Gereja Rebecca? Apakah paus tidak akan menjadi paus? Sejarah? Sejarah Gereja Rebecca telah dijelaskan dalam banyak buku. Tidak ada alasan, untuk terobsesi dengan barang antik. "

“Itu logika yang tidak masuk akal! Klaim-mu menyangkal nilai semua artefak di seluruh benua! "

"Apakah kamu mengenali nilai artefak itu?"

"…?"

“Kamu adalah seseorang yang mengabdikan dirimu pada para great demon, dan ingin mengubah manusia menjadi ternak. Jenis kecerdikan apa ini, sehingga Kamu akan membahas nilai artefak? "

"…"

“Pertama-tama, tidak peduli seberapa besar nilainya, itu hanya sisa dari masa lalu. Kehidupan orang-orang di masa sekarang, lebih penting daripada hal-hal seperti itu! Apakah kamu mengerti, kamu penjahat?!!”

Damian menyalurkan para pahlawan yang telah ia ikuti selama beberapa dekade, dalam anime dan manhwa.

Shonen manga sangat memengaruhi pikiran Damian, dan kesederhanaan relative, membuatnya sulit dimengerti dan dibantah oleh Aliburn. Pertama-tama, topik perdebatan tidak menguntungkan bagi Aliburn.

Pemandangan bisu Aliburn, berfungsi untuk lebih menghancurkan moral Gereja Yatan. Ini tidak berarti, jika moral Gereja Rebecca meningkat. Anggota Rebecca kecewa dengan kata-kata Paus yang tidak bertanggung jawab, dan situasinya menjadi berantakan.

Selain itu, Damian memiliki quest Perebutan Holy Sword. Jika quest ini gagal, hukuman yang akan diterimanya sangat besar. Ini berarti, dia dalam posisi, di mana dia harus memulihkan pedang.

Meski begitu, ada keaslian di belakangnya memperlakukan Holy Sword sebagai barang antik yang sepele. Pikirkan tentang itu. Apa yang akan terjadi jika Damian menempel pada Holy Sword?

Aliburn akan secara agresif mengeksploitasi kelemahan Holy Sword, dan situasi Damian dan anggota Rebecca akan memburuk. Pada akhirnya…

“Kuoh…!"

Aliburn memegang pedang di tangannya. Melihat paus memperlakukan Holy Sword sebagai hal yang sepele, Aliburn sekarang tidak dapat menggunakannya sebagai ancaman.

"Bagus!"

Damian mempertahankan ekspresinya yang tenang, sambil dalam hati merasa senang.

"Ini menyebalkan, tapi aku akan mengurusnya sendiri! Keluar! Penjaga neraka!"

Aliburn memanggil sejumlah besar cerberus.

Anjing-anjing berkepala tiga berlari ke Damian, menembakkan api dari mulut mereka. Damian tidak bisa menahan panas dengan divine power dan melangkah mundur. Kemudian, Seventh Servant Yatan, Hill mulai bertindak. Bagaimana dia bisa menggerakkan tubuhnya yang bulat dan gemuk, dengan begitu cepat?

Mata Damian melebar, saat dia bergerak untuk menghindari kobaran api.

Lusinan tinju mengalir ke arahnya.

“Tinju batuku terbang dengan kecepatan 12 kali per detik! Haaaap!”

Ini adalah biarawan terbaik dari Gereja Yatan! Serangan Hill sebesar 12 tinju per detik, mengingatkan pada cakar kucing. Tapi, tidak seperti penampilannya yang lucu, tinjunya sekeras batu. Armor Damian dipukul 12 kali per detik.

“Kuhahaha! Bagaimana itu? Apakah Kamu mampu menanggung 12 pukulan Hill per detik?"

Paus yang mengalahkan ribuan dark mage, mulai membengkak seperti anjing di depan Hill.

Hill merasakan superioritas dan bertekad untuk membunuh Damian. Namun, Damian sebelumnya bertarung melawan monster yang memegang pedang 30 kali per detik.

Tinju Hill lambat dibandingkan dengan Pagma's Swordsmanship, Link.

Jadi, Damian secara bertahap beradaptasi.

Damian menjaga dirinya dengan mantra perisai dan memblokir serangan, yang terlihat dengan mata, dengan perisai persegi.

Setelah Hill menyelesaikan 12 serangan, dia terhuyung mundur untuk interval pendek 0,5 detik untuk bernafas. Dan, Damian menikam dengan pedangnya selama celah ini.

“Keok!"

Kebingungan memenuhi mata Hill, saat dia menjerit.

Damian mencibir,

"Aku sudah bertarung dengan monster yang jauh lebih cepat darimu."

Kemampuan Damian naik ke ekstrem, karena cahaya ilahi di sekitarnya. Di samping itu…

[Iblis, Dyulebul, telah terluka parah dan melarikan diri.]

[Iblis, Cao, telah mendapat masalah besar dan melarikan diri.]

[Lich Mumud memiliki kurang dari 20% dari HP-nya yang tersisa. Hati-hati.]

"Bajingan ini!"

Light Rain Damian menyebabkan kerusakan serius pada Agnus, yang sudah terluka parah. Sejujurnya, Agnus merasa seperti dipukul di bagian belakang kepala. Dia berpikir, jika Damian adalah sekutu yang akan membantunya. hanya agar Damian segera menyerang Agnus dan iblis-iblisnya.

Agnus memelototi Silvenas di depannya. Seperti Agnus, Silvenas juga terluka parah oleh hujan.

"Aku akan membunuhmu dulu…!"

"Pengkhianat sialan…! Aku akan merobekmu sampai mati! "

"Kalau begitu, aku akan memotong kepala paus!"

“Kalau begitu, kutuk anjing Rebecca itu! Hah?”

Apakah Agnus musuh atau sekutu? Mengapa mereka mulai berkelahi? Silvenas merasa frustrasi dan tidak senang, ditangkap oleh orang gila ini. Pada waktu bersamaan…

"Ini adalah sebuah masalah."

Di sebuah desa kecil di bawah Vatikan, Stick tampak bingung, ketika ia muncul di jalan menuju Vatikan.

"Aku tidak bisa pindah langsung ke Vatikan, karena penghalang. Butuh waktu untuk menganalisis dan merobohkan penghalang… "

"…"

Itu adalah penghalang yang hanya memungkinkan masuk dan keluar, hanya untuk makhluk jahat. Grid menatap penghalang dengan beberapa paladin yang gugup, dan segera menemukan solusi.

"Blackening."

"Yang Mulia!"

Satu-satunya cara adalah, agar Grid melompat sendiri. Stick mencoba untuk mencegahnya melewati penghalang sendirian. Namun, Mercedes menghentikan Stick.

"Raja akan menyelamatkan ratu dan pangeran."

Apakah ini sikap seorang knight yang hanya peduli tentang keselamatan Grid? Stick berpikir itu tidak masuk akal, tapi Grid tersenyum puas.

"Benar sekali. Ikuti segera, setelah Kamu menghancurkan penghalang. Aku akan melindungi Irene dan Lord sampai saat itu…"

Grid tidak dapat menyelesaikan pembicaraan. Lusinan mantra dark magic membanjirinya, pada saat yang sama.




< Prev  I  Index  I  Next >

Posting Komentar untuk "OG_869"

Follow Us