Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Untuk memperbesar atau memperkecil font, gunakan 'zoom in' dan 'zoom out'.
Terima kasih. Selamat membaca... :)
Support Us: Traktir Ngopi gan...!

OG_896

gambar

Overgeared_896

Bab 896

(Sebelum Pagma lahir, ada blacksmith bernama Bultar. Apakah dia disembah sebagai legenda seperti dirimu dan Pagma? Tidak, dia blacksmith yang sangat biasa. Namun, dia bekerja keras. Demi mereka yang membutuhkan keahliannya, dia tidak pernah meninggalkan tungku dan kulitnya selalu merah.)

Siapa pemilik suara dingin dan sinis ini? Grid masih tidak tahu dari siapa sebenarnya suara kedua ini berasal.

"God Command adalah kekuatan fourth evil. Jadi, apakah itu suara Taren?"

Bagaimanapun, itu tidak penting. Kegelapan merambah mata Grid, dan kemudian lokasinya berubah dari gudang Vatikan menjadi bengkel lusuh.

Ttang! Ttang! Ttang!

"…"

Ada blacksmith yang membuat berbagai alat dengan pengerjaan kasar. Kulit blacksmith itu merah dari panasnya tungku, dan dia dipenuhi keringat.

Itu Bultar.

Dia memukul dengan putus asa, meskipun kelelahan dan menderita.

"Kenapa dia pergi sejauh ini?"

Alasannya segera jelas.

"Hei! Bultar! Belum siap? "

"Aku hampir selesai!"

Berapa hari dia bekerja tanpa tidur? Bultar yang tertidur dan hampir jatuh ke tungku yang terbakar. Dia bangun ketika mendengar suara itu.

Orang yang memanggil Bultar adalah penduduk desa.

Sebuah desa kecil yang tertutup oleh hujan lebat, dapat dilihat melalui celah pintu terbuka bengkel itu.

Tanggulnya sudah rusak, dan desanya dibanjiri. Penduduk desa berjuang untuk meminimalkan bencana, dan satu-satunya blacksmith di desa, Bultar, telah bekerja siang dan malam untuk membuat alat bagi penduduk desa.

"Bultar! Aku membutuhkan 20 sekop lagi!”

"Cepat!"

"…"

Setiap orang punya batas. Itu sama untuk Grid yang legendaris. Bekerja sehari atau malam lagi akan sulit, tapi Bultar harus menahannya. Dia tinggal di satu tempat selama empat hari, terus-menerus memalu.

Yang menakjubkan adalah jika Bultar tidak pernah menunjukkan kepada penduduk desa, jika dia mengalami masa-masa sulit. Dia tahu, jika kekuatannya diperlukan untuk melindungi desa.

Selain itu, dia tahu, jika dia berbicara tentang keterbatasannya, penduduk desa akan merasakan kecemasan yang lebih besar.

Karena itu, dia bekerja tanpa mengatakan apa-apa. Dia bertahan sampai akhir. Inilah saat pikirannya melampaui tubuhnya. Begitu dia berhasil melindungi desa, sebuah suara memasuki telinganya.

(Dia mendengar suara Rebecca.)

Bultar dipanggil oleh dewi cahaya. Sang dewi mengklaim, jika dia telah mengorbankan dirinya demi orang lain, dan mengatasi batas kemampuannya. Dia berjanji untuk memberinya kekuatan yang akan menggantikan kemampuannya yang kurang.

Itu adalah situasi, di mana Bultar diberkati oleh dewa blacksmith, Hexetia. Diberkati oleh Hexetia, Bultar menjadi blacksmith yang tak tertandingi, dipuji oleh orang-orang sebagai salah satu dari 'tujuh yang dipilih'.

(Setelah itu, Bultar terus berusaha keras. Dia dipenuhi dengan hasrat untuk menjadi blacksmith terbaik untuk membayar Rebecca dan Hexetia, yang memberkatinya. Tidak ada yang berharap gairah ini diracuni.)

Bultar mampu mengerahkan kekuatan 'Creation', setelah memoles keterampilannya. Selain jutaan alat yang sudah ada di tanah, dia mulai membuat alat yang bermanfaat bagi umat manusia. Dan, dia segera membuat mineral baru. Hasil?

(Hexetia cemburu.)

Hexetia menjadi sangat marah sekali sebagai manusia yang pencapaiannya sepele, jika dibandingkan dengan dewa. Tapi, mulai dipuji oleh umat manusia. Dewa blacksmith kemudian menghancurkan umat manusia. Semua jenis mineral jatuh dari langit, dan tanah mendidih dengan lava.

(Bultar menyaksikan orang-orang mati, dan potongan terakhir yang ditinggalkannya adalah Batu Dosa Asli.)

First Holy Sword adalah pencapaian terbesar yang ditinggalkan Hexetia. Itulah alasan, mengapa manusia tidak bisa melupakan Hexetia.

Bultar membantahnya.

Dia menyegel pedang dengan dosa kecemburuan yang ditinggalkan Hexetia, dan memusnahkan bukti pencapaian Hexetia pada manusia.

Itu adalah 'tujuh yang dipilih' yang berperang melawan para dewa, dan membantu umat manusia.

Seperti Bultar, mereka diberkati oleh dewa-dewa lain. Ini adalah kelahiran tujuh evil saint yang dianggap para dewa jahat.

(Pada akhirnya, kami tidak menghentikan para dewa. Para dewa berkhotbah, jika tujuh evil saint adalah dosa asal yang mengancam bumi. Kami berjuang untuk manusia, namun kami menjadi penjahat.)

"…"

Suara itu tidak mengungkapkan emosi negatif, seperti dendam atau kemarahan. Karakter utama dari suara yang tidak dikenal, tetap sarkastik sampai akhir. Dia telah belajar bagaimana mengendalikan dendamnya, setelah ratusan atau mungkin seribu tahun.

(Kami bertujuh dimaterialkan antara tanah dan neraka… Ya, kami bertujuh mengawasi para dewa. Kami berharap, jika 'cahaya' cemerlang mereka yang pernah membutakan kami, akan terungkap ke generasi berikutnya.)

Itu adalah perasaan untuk meraih sedotan. Tujuh evil saint ingin percaya pada belas kasihan para dewa.

(Namun, hal yang sama terulang lagi. Hexetia merasa iri pada Pagma dan mengancam manusia. Dewa-dewa lain mengabaikan atau membantunya, tapi kami yakin. Kebangkitan atau kejatuhan umat manusia, hanya ditentukan oleh keinginan mereka. Dunia ini hanyalah sesuatu yang diciptakan untuk hiburan mereka.)

Tujuh evil saint itu putus asa. Mereka berpikir, jika satu generasi tanpa kehadiran mereka, akan menderita dari krisis penghancuran. Dan, umat manusia akan lenyap dari dunia. Namun, hasilnya berbeda dari yang mereka harapkan.

Para dewa telah menghabiskan banyak kekuatan dalam perang melawan tujuh evil saint yang tidak dalam kondisi sempurna. Ini berarti, mereka dipaksa untuk meminjam tangan neraka.

1st Great Demon Baal menerima permintaan para dewa, dan berdiri di sisi Pagma. Kali ini, para dewa adalah hiburan Baal.

Umat ​​manusia diselamatkan berkat Pagma dan Baal. Sejak itu, 200 tahun berlalu.

(Sekarang, era ini.)

Tujuh evil saint lebih lemah, dan bakat para legenda itu jauh lebih lemah daripada generasi sebelumnya.

Secara khusus, fakta jika Pagma's Descendant memenangkan gelar Raja Pahlawan, alih-alih Sword Saint. Dan, jika peluang tidak adanya pengganti untuk Unbeatable King sangat besar.

Bagaimana jika kecemburuan Hexetia terpicu sekarang? Sekali lagi umat manusia akan melangkah di jalan kehancuran.

Ketujuh evil saint ditentukan. Mereka tidak akan berkeliaran sebagai hantu lagi dan akan memberikan kekuatan mereka yang tersisa, kepada para pahlawan yang tidak berpengalaman saat ini. Meskipun mereka akan binasa, mereka berharap umat manusia akan terlindungi. Namun…

(…Kamu mengubah alurnya.)

Memikirkan jika Grid menghilangkan rasa iri, sumber salah satu dari tujuh dosa…?

Tujuh evil saint kagum pada pencapaian konyol Grid, yang mengubah Hexetia. Raja Pahlawan ini tampak sangat kecil, dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Namun mereka sekarang menyadari, jika dia lebih besar daripada orang lain.

(Enam dosa berikutnya yang akan dilakukan oleh para dewa tertunda. Dan untuk sementara waktu, umat manusia akan berjalan di jalan yang damai.)

Tentu saja, perdamaian yang dibahas di sini hanyalah menghindari hukuman.

(Perang antara manusia yang melakukan lebih banyak dosa daripada yang dilakukan para dewa setiap hari, akan berlanjut seumur hidup… Ya, itu bukan masalah bagi kami untuk campur tangan.)

Pembicaraan itu berakhir. Ketika suara itu memudar, Grid bertanya,

"Siapa kamu?"

(Aku…)

Dikatakan sebagai dosa terbesar.

)Aku adalah Seventh evil, 'Corrupt'.

Setelah jawaban terakhir ini, kegelapan meledak. Kesadaran Grid menjadi jauh, karena dia tidak bisa melihat apa pun di depannya.

"… Grid!"

Begitu dia membuka matanya lagi, Grid menemukan, jika dia didukung oleh Damian dan para tetua Gereja Rebecca. Ini adalah saat ketika roh Grid yang telah mengalir dengan jalan quest, kembali ke kenyataan.

“Ah…”

Grid memperhatikan, jika dia memegang bentuk sempurna dari First Holy Sword.

"Kutukan itu dilepaskan!"

“Oh, kamu benar-benar hebat! Raja Grid selalu membantu gereja! Aku tidak bisa tidak menghargai kepercayaan yang selalu kamu tunjukkan kepada Dewi Rebecca! Ha ha ha! ”

Para tetua bergetar dan membuat keributan. Bahkan, jika mereka tidak menyaksikannya melakukannya, mereka percaya, jika Grid telah membersihkan First Holy Sword. Itu adalah kepercayaan tak terbatas.

Yah, itu alami.

Mereka semua sudah di ambang mendewakan Grid.

"… Ini bukan masalah besar."

Grid merasa terbebani, ketika tetua menatapnya. Dia menyerahkan pedang kepada Damian, yang masih terlihat cemas.

"Pedang ini tidak akan terkikis oleh kutukan lagi di masa depan. Simbol Rebecca akan bertahan selamanya."

"Itu …"

Damian memegang pedang dan membuka mulutnya, hanya untuk berhenti. Dia membuka dan menutup mulutnya beberapa kali.

"Apakah kamu menikmati petualangan itu?"

Damian telah menyaksikan pesan dunia seperti orang lain. Bahkan, ada hal lain yang ingin ia katakan. Dia ingin berterima kasih kepada Grid. Tapi, dia juga meminta maaf atas penderitaan yang diterima Grid, setiap kali dia terlibat dengan Gereja Rebecca.

Namun Damian menekan kata-katanya, karena dia tidak melihat kegelapan di wajah Grid.

Sebaliknya, ada senyum di wajah Grid, ketika matanya menatap ke tempat yang jauh. Dia tidak tampak lelah sama sekali. Tidak sopan mengatakan kata-kata ini, ketika Grid siap untuk menjelajahi dunia baru.

Grid menjawab,

"Ya, Aku bersenang-senang."

Setelah melihat dewa dan mengubah dunia, dia merasa seperti pahlawan dalam mitos. Grid dipenuhi dengan rasa prestasi yang besar sebagai protagonis dunia.

[Quest telah selesai!]

[Dalam perjalanan menyelesaikan quest Cleanse the Holy Sword, event Pagma baru telah dibuka dan ilmu pedang baru telah diperoleh. Anda telah mendapatkan berkah dewi sebagai kompensasi.]

[Anda telah mendengar suara hangat Dewi Rebecca.]

(Diberkatilah dirimu.)

"…"

Sekarang, Grid mendapat dua berkah dari sang dewi. Sebelum meningkatkan Pagma's Swordsmanship dan blacksmithing, dia dipenuhi dengan perasaan aneh merinding.

"Dosa apa milik Dewi Rebecca?"

Dewi Rebecca adalah dewa tertinggi. Dia tahu semua yang terjadi di dunia. Namun, dia masih lebih menyukai daripada tidak waspada terhadap Grid, yang mengganggu tujuh evil saint dan menghalangi rasa iri Hexetia.

Itu adalah sikap menyangkal, jika dia bahkan terlibat dengan tujuh evil saint. Namun, tujuh evil saint itu mewaspadai sang dewi, dan Braham menyebut sang dewi jahat.

‘Hrmm.'

Lawan yang tidak dikenal, benar-benar menakutkan. Kekhawatiran Grid terhadap sang dewi meningkat. Itu tidak berarti, dia menolak berkatnya. Itu adalah berkat yang ia menangkan setelah bekerja keras. Dan, dia siap untuk menggunakannya secara menyeluruh.

“Ah, sebelum itu,"

Grid bertanya pada Damian di jalan keluar dari gudang,

"Apakah kamu merasa seperti sparing?"

“Hah?"

Damian panik pada pertanyaan itu dan menjawab setelah memikirkannya,

"Aku tidak bisa merusakmu, bahkan jika aku memukulmu. Dan jika Kamu memukulku, aku bisa mati dalam satu serangan. Oleh karena itu, Aku merasakan banyak tekanan untuk mencoba untuk tidak terkena sebanyak mungkin, saat memukulmu. Tapi, penghalang dari God Hands itu sulit…"

"…Aku mengerti."

Grid menderita, karena pedang baru yang ia buat di Asgard.

God Hands adalah kartu truf yang dibuat untuk melengkapi kekurangannya. Karena itu, dia bertanya-tanya, apakah tidak apa-apa untuk mengikat pavranium dalam bentuk pedang saat ini.

"Ada kemungkinan tertentu untuk memanggil God Hands saat menyerang. Tapi, itu tidak akan bertahan selamanya."

Bilah Melawan Dewa mungkin memiliki keunggulan dalam kekuatan serangan fisik. Tapi, itu tidak mempengaruhi magic power dan damage area yang luas jauh di bawah Enlightenment Sword.

‘Contempt For the Weak, tidak bekerja pada transenden. '

Untuk player biasa, itu bisa menyebabkan kematian dengan satu serangan. Tapi, dia bisa melakukannya melalui metode lain. Kegunaan Contempt For the Weak tidak signifikan.

"Aku harus bereksperimen, dan menentukan apa itu kilat dan awan keemasan."

Dia membutuhkan konfirmasi. Merasa ditentukan, Grid meraih bahu Damian dan tertawa.

"Sudah berapa lama sejak kita sparing?"

“…Hah?"

Mengingat, jika terakhir kali ketika Grid membuat Enlightenment Sword, wajah paus berubah putih.

"Yamete kudasai!"

“Bagaimana jika kamu tidak mau? Hmm, maka Aku akan bertanya pada Isabel."

"…Aku akan sparing denganmu."

Berapa banyak pria di dunia ini yang memungkinkan wanita yang mereka cintai, untuk menjadi karung tinju?

Damian yang menangis menerima pertandingan itu.

Tahap konfrontasi adalah taman yang indah yang dibanggakan Vatikan. Setelah mendengar desas-desus, para player dari Gereja Rebecca datang. Para player tahu skill Pope Damian, yang menjadi jauh lebih kuat sejak Kompetisi Nasional ke-3. Dan, tidak bisa dengan mudah menebak siapa pemenang spar.

Pertumbuhan Damian mungkin kurang berkembang daripada Grid, tapi Damian sudah menjadi salah satu yang terbaik di dunia.




< Prev  I  Index  I  Next >

Posting Komentar untuk "OG_896"

Follow Us