Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Untuk memperbesar atau memperkecil font, gunakan 'zoom in' dan 'zoom out'.
Terima kasih. Selamat membaca... :)
Traktir Ngopi gan...!

OG_1177

gambar

Overgeared

OG_1177

Bab 1177

“Aku tahu jika segala sesuatu di dunia lahir dalam kehendakku. Semua hal hanya ada untukku.”

Itu adalah kata-kata yang didengar Garam, begitu dia dilahirkan.

“Alasan aku menciptakanmu adalah agar kamu membantuku. Sehingga, kamu bisa hidup untukku, seperti halnya semua hal.”

Kata-kata Hanul jelas dicetak pada ingatan Garam.

Garam tidak pernah melupakannya, bahkan jika cuaca cerah atau berawan. Atau, apakah dia membuka matanya atau menutupnya. Dalam puluhan ribu perubahan musim, Garam mengingat kata-kata ini dan menyembahnya. Baru kemudian dia percaya, jika keberadaannya bermakna. Lalu, suatu hari…

“Sepertinya salah.”

Garam melihat seorang saudara yang bertentangan dengan kata-kata Hanul.

“Bahkan burung-burung kecil dan rusa yang tidak berdaya tahu, jika hidup mereka sangat berharga. Kami bekerja keras setiap hari untuk bertahan hidup dari burung besar dan binatang buas.”

Adalah Pagma, orang yang tidak bisa dimengerti, yang membuat benda-benda kasar dan memberikannya sebagai hadiah kepada saudara-saudaranya. Orang berleher kaku ini, berani berbicara dengan Hanul dengan cara seperti itu.

“Hanul, kamu mengatakan, jika semua hal dilahirkan sesuai dengan kehendakmu, dan semua hal ada untukmu. Tapi jika itu masalahnya, mengapa anak-anak kecil itu merawat tubuh mereka sendiri? Aku pikir, Hanul salah informasi. Aku pikir, semua yang ada bukan untuk Hanul. Tapi, untuk diri mereka sendiri.”

Kamu!”

“Hanul, jika pesta indah ini untuk Hanul… daripada berbicara tentang bagaimana yangbans lebih baik daripada binatang buas dan manusia. Mengapa tidak merawat semua orang dengan setara? Maka, tidak akan semua hal secara alami menghormati dan mencintai Hanul, hidup untuk Hanul?”

“Pagma! Diam!”

Garam merasakan kemarahan besar terhadap Pagma. Dia membangun permusuhan abadi terhadap Pagma. Mengapa dia sangat ingin menolak kata-kata Pagma? Mengapa dia begitu membenci Pagma?

Garam menyadarinya, saat dia menghadapi Grid.

“…Aku tahu dia benar.”

‘Aku adalah aku.’

Dia adalah makhluk dengan kemauannya sendiri. Dia ingin berpikir untuk dirinya sendiri, memilih untuk dirinya sendiri, dan hidup untuk dirinya sendiri… bukan oleh paksaan seseorang.

Namun, dia tidak berani mengungkapkan ini. Tidak seperti Pagma yang pergi untuk memperbaiki apa yang salah, dan Grid di depannya, yang kembali untuk memperbaiki apa yang salah.

Dia hanya menjadi terobsesi untuk menjadi dewa, dan mengabaikan keinginannya sendiri.

Dewa.

Dia merasa, jika dia menjadi dewa, dia akan bisa menghilangkan ketakutannya, dan menjadi sempurna.

“Orang-orang ini …! Apa yang hebat tentang dirimu?!”

Beraninya mereka menentang takdir, ketika mereka bahkan bukan dewa?! Yangbans tidak akan mengubah cara mereka melakukan banyak hal!

Garam maju ke depan melalui Storm of the Fire God. Dia memotong Grid dengan pedang yang ditutupi dengan racun mematikan dari black tortoise, memaksa Grid ke ambang kematian. Kemudian, Garam memasuki dunia yang belum pernah dikenalnya.

Dia menggabungkan semua keterampilan, pengalaman, dan pembelajaran yang telah ia kumpulkan sejak kelahirannya, dalam satu gerakan.

Ini adalah pandangan sekilas tentang seorang dewa pembunuh. Itu adalah pukulan yang Chiyou ajarkan pada Yangbans, karena keinginan untuk kepunahannya sendiri. Dia dengan bersemangat mendiskusikannya.

“…!”

Wajah Grid putih. Dalam dunia yang terpisah 0,1 detik, dia merasakan ancaman kuat dari pedang gelap Garam, yang benar-benar tidak dapat dihindari.

Dia tahu, jika pertahanan Valhalla yang rusak, efek Indomitable yang masih tersisa, dan kekuatan immunity, akan menjadi tidak berarti.

Segera, setelah dia ditikam oleh pedang Garam yang tiba-tiba terbang ke arahnya.

[Kematian akan datang.]

Indera transenden memperingatkannya. Itu adalah bentuk akhir dari kehendak dewa, yang memiliki kekuatan untuk membuat konsep statistik, dan aturan sistem menjadi tidak berarti.

‘Request to Stand with Me!’

Grid tidak punya waktu. Dia mengingat kembali kehidupan dan masa depan jutaan orang yang sekarang dipanggulnya, dan secara naluriah berpikir tentang seorang knight. Keahlian mutlak yang tidak akan membahayakan orang itu, jika mereka meminjamkannya. Knight terhebat di benua itu, yang memiliki ‘Keen Insight’, yang bahkan diwaspadai oleh para dewa.

Seorang legenda. Itu adalah Mercedes.

[Kekuatan Duke of Virtue meminta pertolongan kepada knight-mu, ‘Mercedes.’]

[Mercedes degan senang hati menerima permintaanmu.]

[Keen Insight Mercedes ditempatkan pada matamu.]

Lanskap yang dilihat Grid dapat berubah. Dia menemukan jalan yang tidak bisa ia lihat sebelumnya, dan menggeser langkahnya ke samping, sambil menurunkan tubuh bagian atasnya.

Pada saat yang sama, dia mengayunkan Enlightenment Sword. Itu adalah langkah yang mengintegrasikan serangan dan pertahanan.

Gerakan Gara, yang dapat dianggap sebagai ‘sempurna’, runtuh dari pukulan Grid yang berisi kekuatan Mercedes. Pedang Garam yang seharusnya menembus jantung Grid, hancur dan terkoyak dari cengkeraman Garam.

“Kuek…?”

Mata Garam bergetar. Bukan rasa sakit yang datang dari lengan kanannya yang compang-camping, yang mengejutkannya. Mata mendalam Grid, membawa kebingungan padanya.

“Apakah ini sulit dipercaya?”

Semuanya digali. Nasib dan hidupnya dianalisis secara menyeluruh. Seorang manusia biasa. Dewa ditelanjangi oleh mata manusia.

“Itu tidak mungkin!”

Semakin kuat red phoenix menjadi, semakin sulit untuk mengendalikan Red Phoenix Breath, dan tiba-tiba meledak.

Sebuah lubang diciptakan di paru-paru Garam dan darahnya mulai menguap. Rasa sakit melampaui imajinasi. Tapi, Garam tidak menunjukkan tanda-tanda itu. Dia menggunakan Black Tortoise Breath untuk menahan Red Phoenix Breath. Dan, White Tiger Breath digunakan untuk memblokir lubang di paru-parunya.

Sementara itu, Grid secara tidak langsung mengintip keadaan Garam. Itulah kekuatan Keen Insight.

[Efek ‘Forgotten God’s Curse’ akan menyebarkan konsentrasi dan tindakan target.]

[Semua efek pemulihan dilarang dan semua kecepatan reaksi berkurang 58%.]

[Semua skill-mu yang saat ini aktif, kecuali Linked Kill Flower Pinnacle, pasti akan mengenai target. Dan, akan menghasilkan crit hit dan menyerang titik lemah.]

Grid tidak bergerak secara acak, begitu jendela notifikasi pertama kali muncul. Keen Insight memberi Grid informasi lengkap tentang statistik, skill, dan kondisi target. Dan, perilaku yang direkomendasikan berdasarkan pada mereka.

Istilahnya adalah ‘otomatis’. Itu mirip dengan ketika blacksmith menggunakan produksi otomatis ketika membuat item. Semua gerakannya diurus.

Semua tarian Grid menghantam Garam berurutan, yang telah dilemahkan oleh campur tangan red phoenix. Garam tidak berani menolak. Itu bukan hanya karena Keen Insight.

[Keen Insight telah menemukan kekuatanmu yang terkubur.]

[Efek ‘Ecstasy of Desire’ telah dibangunkan di the Lightning Sword Born from Enlightenment and Strong Desires.]

[Attack power-mu akan meningkat tiga kali selama 20 detik dan tingkat evasion akan 99%. Namun, defense-mu menjadi 0.]

Itu adalah pasif bersyarat, yang memiliki probabilitas rendah untuk diaktifkan, ketika melawan musuh dengan level yang lebih tinggi dari dirinya sendiri, yang memungkinkan dia untuk memasuki kondisi ‘tanpa pamrih’, jika HP-nya turun di bawah titik tertentu.

Itu telah ditekan, karena bahaya. Sekarang, itu diaktifkan oleh Keen Insight, kekuatan serangan Grid jauh melampaui kekuatan serangan Garam.

Garam tidak bisa menghindari serangan Grid, dan indikator HP-nya terus turun, turun ke bawah dalam sekejap. Entah bagaimana dia mencoba melawan, etapi serangan baliknya yang kejam, tidak pernah mengenai Grid.

Sisa-sisa sihir Braham diukir di langit seperti galaksi, karena tarian Grid tidak pernah berhenti.

Semua orang dari Kerajaan Cho menyaksikan adegan itu, dan untuk sementara kehilangan akal sehatnya.

“…Cantik.”

Hera yang merawat pasien di istana, mendengar ledakan tiba-tiba. Dan, dia bergumam, ketika dia menatap langit.

“Pembunuh dewa …”

Para cendekiawan dan akademisi yang bergegas menghampiri panggilan raja untuk menghidupkan kembali red phoenix, tidak bisa menahan ludah.

“Duke of Virtue Pangea!”

Para pejabat yang berterima kasih kepada Grid, sejak dia menyelamatkan keluarga Han Seokbong dan orang-orang Pangea. Dan, mereka yang diam-diam membantunya.

Semua orang tertegun.

Akhirnya…

“Tolong… tolong beri kekuatan pada Grid.”

Raja berdoa dengan sungguh-sungguh. Dia ingin bergegas bersama para prajuritnya untuk membantu Grid. Tapi, dia berkewajiban untuk menjaga burung red phoenix yang bangkit kembali. Dia harus berdiri diam, dalam persiapan untuk serangan dari Kerajaan Hwan.

Sama seperti Grid yang mengikat kaki Garam, peran raja Cho juga penting. Raja Cho terpaksa berdoa untuk Grid, tanpa meninggalkan tempatnya.

Kemudian, dia tiba-tiba diliputi keraguan.

“Kepada siapa aku berdoa?”

Apakah itu berarti berdoa kepada para dewa yang menipu manusia? Bisakah red phoenix menanggapi doa, ketika itu belum dibangkitkan? Itu terjadi, ketika raja Cho dipenuhi dengan meningkatnya kebingungan…

Salah satu pria muda yang bertarung di langit yang jauh terbang menuju istana, dan jatuh.

“Duke of Virtue P-Pangea!”

“Raja Grid!”

Orang-orang dari Kerajaan Cho tahu, jika Garam adalah dewa. Karena manusia tidak dapat menangani dewa, semua orang di Kerajaan Cho tahu, jika keberadaan yang baru saja jatuh ke tanah, secara alami adalah Grid.

Mereka mengira keberadaan yang mengejarnya dari langit adalah Garam. Namun, kenyataannya berbeda. Sosok berdarah yang terungkap oleh asap yang menyebar adalah Garam, bukan Grid.

“Linked Kill Flower Pinnacle.”

Identitas orang yang turun saat dikelilingi oleh kelopak biru-hitam, adalah Grid.

Bertentangan dengan harapan semua orang, Grid membuat Garam kewalahan.

Itu hanya sesaat…

“Ah…!”

Raja Cho meletakkan kedua tangannya dan mulai berdoa lagi. Dia tidak berdoa kepada Lima Lansia dan yangbans yang telah menipu manusia, atau red phoenix yang belum dibangkitkan. Subjek dari doa baru itu adalah Grid. Dia melihat sekilas kelahiran dewa baru melalui penampilan Grid, yang menyebabkan Garam jatuh.

Di samping itu…

‘Kuk …! Sial!’

Wajah Grid dengan cepat mengeras, saat dia bergegas menuju Garam di tanah.

[Durasi dari Ecstasy of Desire berakhir.]

[Durasi Request to Stand with Me berakhir.]

[Efek Keen Insight telah dilepas.]

Itu karena, dia mendengar serangkaian kabar buruk. Begitu efek otomatis yang berasal dari Keen Insight berhenti, Grid perlahan melambat, saat dia turun. Ini adalah peluang besar bagi Garam.

“Kamu!”

Garam telah mengalami penghinaan sepihak dari Grid, selama dua menit. Dia tidak dapat menemukan celah di Grid. Sekarang, dia dengan cepat menangkap perubahan di Grid dan mulai melawan balik.

Dia mempertahankan efek Black Tortoise Breath pada napasnya, White Tiger Breath menekan lukanya, sambil membuka Blue Dragon Breath. Dia menerobos kelopak dan terbang menuju Grid, menusuk pedangnya.

“Kuock!”

Pertama, perbedaan statistik adalah alasan yang menentukan, mengapa Grid tidak bisa menang atas Garam. Bahkan ,jika Grid memiliki statistik lebih tinggi dari levelnya, itu tidak bisa dibandingkan dengan statistik dari seorang NPC bernama, yang mencapai ranah half-god.

Tentu saja, itu mungkin untuk mempersempit kesenjangan dengan semua jenis skill buff, Duke of Fire, dan Fenrir Power. Namun, ini adalah cerita yang hanya mungkin, ketika buff dipertahankan.

Kesenjangan di saat cooldown buff adalah kelemahan fatal bagi Grid.

Grid gagal mengenai Garam dengan Linked Kill Flower Pinnacle. Dan itu memungkinkan serangan balik. Itu menyebabkan dia jatuh ke tanah.

Garam segera mengikutinya ke bawah, menginjak-injak leher Grid.

“Mereka yang bodoh dan lemah, selalu mendiskusikan harapan. Kamu sepertinya berpikir, jika membangkitkan red phoenix akan menyelesaikan situasi saat ini. Tapi, itu adalah kesalahan besar. ”

“…?”

Tubuh Grid berkedut. Garam perlahan mengangkat kakinya, saat Grid berjuang seperti cacing untuk mengangkat kepalanya dari tanah. Grid akhirnya bisa mengangkat kepalanya dan secara refleks mengalihkan pandangannya ke arah tertentu. Lalu, dia melihatnya…

Ada dua pria yang mengambang di atas istana. Mereka mengenakan dopo biru dan berdiri dengan tangan terlipat, saat mereka menggigit pipa merokok di mulut mereka. Mereka tampak persis seperti Garam.

“Yangbans…!”

Juga jelas, jika mereka telah lulus ujian Chiyou dan berada di tujuh besar. Seperti Garam, mereka sedang dalam proses menjadi dewa.

“Ini tidak mungkin…!”

Tidak ada harapan. Garam hanyalah salah satu masalah. Grid kehilangan harapan dan bayangan gelap melintasi wajahnya.

Kemudian terdengar suara yang akrab.

“Jika kamu bodoh dan lemah dan bahkan tidak merasakan harapan. Maka kamu hanya sampah, sama seperti orang-orang ini.”

Tombak cahaya besar jatuh dari langit dan menusuk tubuh kedua pria yang berdiri dengan tangan bersilang.

“…!?”

Wajah Garam dipenuhi dengan keheranan. Dia lebih terkejut, daripada ketika dia dikuasai Grid.

Tombak itu menusuk mereka, dan yangbans jatuh saat berdarah. Seorang pria berambut perak yang tampan muncul, bersama dengan panjang gelombang sihir. Red phoenix yang sedang dibangkitkan, orang-orang dari Kerajaan Cho, dan yangbans berjuang untuk menyembuhkan luka mereka…

Meskipun jelas tahu, jika mereka semua fokus pada dirinya sendiri, kecantikan berambut perak itu hanya menonton Grid.

“Cacing jahat memutar.”

“Braham!”

Braham tidak berbicara lama. Dia menatap kedua orang yang berjuang untuk menyembuhkan dan mengulurkan tangan, untuk menggunakan racun. Itu sihir yang meracuni target. Itu adalah sihir yang tidak bisa digunakan melawan half-god.

Namun, racun Braham sekarang mengandung racun hydra.

“Batuk!”

Kedua Yangbans jatuh, berdarah dan dengan busa keluar dari mulut mereka. Garam, semua orang dari Kerajaan Cho, dan bahkan Grid, memandang Braham dengan ekspresi tidak percaya.




< Prev  I  Index  I  Next >

Posting Komentar untuk "OG_1177"

Follow Us