Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

***Dukung kami: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

LMS_V09E09P01 Penanaman Benih

gambar


9. Penanaman Benih (1)



Berkat efek patung "Warm Lovers", Weed memiliki lebih banyak resistensi dingin. Meskipun dia masih menderita sisa-sisa flu yang sebelumnya, kondisinya tak akan memburuk.
Setelah itu, perburuan menjadi jauh lebih mudah. Bersama dengan Alveron dan Seoyoon, mereka menghabiskan hampir 5 hari di Benua Versailles, secara terus menerus bertarung melawan para Ice Troll.
"Tak ada habisnya untuk membunuh mereka."
Para Ice Troll memiliki kemampuan regenerasi yang menakutkan. Jika bagian tubuh terpotong, bagian itu akan tumbuh lagi hanya dalam waktu yang singkat. Ketika HP mereka jatuh benar-benar rendah, mereka hanya membutuhkan beberapa menit untuk meregenerasinya.
Dengan 1-2 orang yang menghadapinya, hal itu tampak seperti akan melawan pasukan yang tak terkalahkan. Hal bagusnya adalah di sana ada tebing dan para Ice Troll tak bisa turun dari sana.
"Sekarang kita tahu kenapa questnya memiliki tingkat kesulitan yang tinggi."
Ketika dia berperang melawan Immortal Legion, dia menggunakan informasi yang ia miliki untuk melawan mereka. Tapi para Ice Troll adalah tingkat yang berbeda, dan dengan demikian, mereka lebih sulit untuk dihadapi.
Weed harus mengubah strateginya.
"Terlalu sulit untuk melawan para Troll, jika kita berpisah. Para Wyvern terbanglah yang tinggi ke langit dan cengkram para Ice Troll! Dan dari sana, jatuhkan mereka ke sini."
Para Wyvern membawa para Ice Troll turun dari tebing satu persatu.
Aku akan bisa mendapatkan banyak darah Ice Troll, yang mana digunakan untuk membuat ramuan yang memulihkan HP!
Memecah dan menaklukan!
Dengan insting milik Weed, dia bisa membentuk sebuah strategi hebat.
"Dengar, kamu harus membawa mereka ke area terpencil, jadi kita bisa menaklukan mereka!"
Karena sejak masa kanak-kanak, Weed telah menguasai seni kerja keras. Karena jatuh dan kerja sama mereka, moral para monster menurun secara signifikan.
Para Ice Troll tak seperti monster lain, jadi saat mereka tak berkumpul bersama-sama, memburu mereka jauh lebih mudah. Mereka tertangkap dan terbunuh sebelum mereka memiliki kesempatan untuk menggunakan kemampuan regenerasi mereka.
"Moonlight Sculpting Blade!"
Weed mengangkat pedangnya.
Para Ice Troll dikalahkan oleh pedang yang indah tersebut. Sekarang situasi pertempuran telah terbalik.
Tak ada gunanya melakukan pertarungan yang adil. Dia membunuh mereka semua, sebelum mereka bisa meregenerasi HP mereka.
"Kuoooo!"
Bahkan saat mereka hendak mati, para Ice Troll melawan dan mengayunkan kapak mereka menargetkan kaki aggota party.
Mengabaikan serangan yang datang, dia berteriak.
"Closed Eyes!"
Dia menutup matanya, saat serang Ice Troll datang.
Jika kamu tak mencoba untuk memprediksi kejadian dari pertempuran, memenangkan pertempuran akan mustahil. Itulah cara bertarung Weed.
Menjebak monster dengan cepat dan tegas.
"Ahh! Mati. Aku bunuh kau!"
Dengan mata tertutup, dia mengayunkan pedang yang ia pegang. Itu tampak seperti sebuah tindakan arogan, yang bahkan tak akan dilakukan pemula. Hal itu setara dengan tindakan yang paling tercela dalam pertempuran.
Kapanpun Seoyoon menyerang, pedangnya meninggalkan sebuah bayangan berwarna hitam. Serangan seorang Berserker untuk membunuh Ice Troll.
Profesi yang menjadi semakin kuat, saat seseorang membunuh dan melihat darah!
Sedangkan mereka melemah dalam pertempuran yang singkat, semakin lama pertempuran berlangsung, semakin kuat mereka jadinya. Selama pertempuran, meskipun singkat, dia bisa melupakan tentang rasa sakitnya.
Meskipun ketegangan pada wajah Seoyoon menunjukkan jika pertempuran itu sulit, dia tak pernah sekalipun menatap Weed.
҅Tidak, tidak, jangan lihat....҆
Dia tak mau Weed melihat.
Jika Weed melihat pertarungannya, Weed akan mulai tertawa. Karena itulah, dia mati-matian memalingkan kepalanya.
Dengan bertarung sambil matanya tertutup, Weed berpaling ke arah di mana Seoyoon bertarung.
Alveron dalam diam, menyembuhkan para Wyvern dan Bingryong kapanpun HP mereka menurun.
Berburu di Valley of Death selama lebih dari 50 hari! Akhirnya, jumlah para Troll menurun. Tak peduli bagaimana mereka berusaha untuk melarikan diri dari cengkraman para Wyvern, upaya mereka sia-sia.
Weed mendongak ke langit biru cerah secara tak sabaran.
"Aku tak bisa percaya, mereka semua menghilang!"
Seolah-olah mencari anak ayam di dalam peternakan ayam, sulit untuk menemukan para Ice Troll, bahkan setekah mengucek-ngucek mata. Meskipun hal itu karena dia dengan sungguh-sungguh memburu mereka, dia dipenuhi dengan penyesalan.
"Sekarang tampaknya aku tak akan bisa mendapatkan darah Ice Troll. Aku yakin bisa mendapatkan uang darinya."
Tapi, ketika dia tiba-tiba menemukan sekelompok besar Ice Troll, dia menjadi senang. Seperti seorang petani yang melihat gandum tumbuh subur di lahannya, meskipun itu memungkinkan untuk menghancurkan hingga kematian untuk sebutir gandum itu.
Untuk setiap botol yang penuh dengan darah Ice Troll, Weed mendapatkan sekitar 5.300 gold.
Ramuan pemulihan yang cepat. Ramuan itu meningkatkan pemulihan HP dan Vitality, dan ramuan itu diproduksi dalam jumlah banyak dan ditempatkan di dalam tasnya.
Karena terbatasnya pasokan ramuan, ramuan itu senilai dengan sebuah tangan dan kaki. Selama perburuan, sangat jarang orang-orang menggunakan ramuan semacam itu, tapi ramuan itu bisa sangat berguna selama penyerbuan guild.
"Ha ha ha."
Weed tertawa pada pemandangan darah tersebut! Dia tertawa penuh kegembiraan, sampai-sampai perutnya mulai terasa sakit.
"......."
Alveron dan Seoyoon tak menunjukkan reaksi, saat mereka menatap Weed. Setelah melihatnya selama sehari atau dua hari, mereka telah terbiasa dengan hal itu. Meskipun perilaku Weed sangat aneh, dia terlatih dalam mendisiplinkan dirinya sendiri. Dan segera, Weed kembali ke sikapnya yang biasanya.
"Apa kamu mau pergi berburu lagi, Alveron?"
"Ya."
"Gunakan holy magic milikmu. Mulai dari sekarang, kita akan memerlukannya untuk pertempuran yang akan datang."
"Oke."
Alveron memberi blessing pada Bingryong dan para Wyvern.
Pertama-tama, Weed memerintahkan Bingryong dan para Wyvern, sehingga mereka akan menyerang para Lamia. Sampai sekarang, strategi tersebut hanya digunakan untuk menyerang para Ice Troll untuk mengekstrak darah mereka. Tapi mulai dari sekarang, rencananya telah diubah untuk menguasai Valley of Death.
Level Weed saat ini adalah 312.
Dari saat Bingryong dan para Wyvern diberi kehidupan, level skill mereka telah meningkat secara signifikan. Sekarang, mereka tak kesulitan untuk mengalahkan para Lamia.
Level Weed sudah naik di atas 300 sudah lama sekali, tapi karena dia menghidupkan banyak patung, dia terus-menerus kehilangan level. Meskipun dia berburu mati-matian bersama Pale dan anggota partynya yang lain, dia hanya bisa meningkatkan levelnya sedikit di atas 300. Levelnya paling banyak didapatkan melalui pertempuran yang dilakukan di Valley of Death.
Mata Weed berkilauan.
҅Akhirnya waktunya secara agresif menaklukan Valley of Death!҆
Para Wyvern dan Bingryong bertarung dengan sangat baik. Dibandingkan dengan menghadapi para Ice Troll, para Lamia memiliki defense yang relatif lemah.
"Kami adalah para Lamia yang elegan."
"Cobalah untuk tak jatuh karena pesona kami."
"Venom of Eucla!"
"Tembak mereka dengan penyengat beracun!"



< Prev  I  Index  I  Next >