LMS_V32E02P01 Wet Land

2. Wet Land (1)
Angin bertiup ke segala arah. Sungai berguncang dan terjadi
banjir. Air meluap dan membuat tanah menjadi lebih basah.
Shwaaaaah!
Hujan jatuh dari awan.
"Sekarang aku telah memanggil mereka, jadi aku hanya
perlu menunggu dan melihat apa yang berubah."
Weed menunggu bersama Yellowy saat hujan turun. Di Royal
Road, adalah sangat menyegarkan dan menyenangkan untuk berkeliling di tengah
hujan lebat. Hal itu umum, untuk melihat party yang sedang berburu bergerak
basah kuyup karena hujan.
Bar dan restoran ramai pada hari-hari hujan, tapi masih ada
pemula yang sedang berburu di sekitar gerbang. Hujan jatuh pada orang-orang
yang sedang berbisnis di pasar, atau bercakap-cakap di sekitar air mancur, membuat
aura romantis pada kota.
-Sangat menarik, menarik.
-Haruskah kita berhenti dan kembali?
-Tidak, Mari kita terus bermain di sini. Di sini juga ada
makanan lezat.
Berbagai spesies tanaman dan rumput tumbuh dan menyebar
sampai ke rawa, di mana para Fairy bermain. Pohon-pohon menyerap banyak air
melalui akar mereka yang menjulang ke atas. Naungan banyak pohon menyebabkan
bayangan yang panjang.
Para spirit bermain pada lahan kering, sedangkan makhluk air
berenang dengan tenang. Padang rumput membentang dan bunga yang tak diketahui
namanya, bermekaran. Daun pada pohon-pohon yang subur dan tua, berubah merah
dan jatuh ke tanah. Dan butiran salju mulai jatuh dari langit.
"Musim dingin telah tiba di sini."
Pada saat salju selesai berjatuhan, tunas-tunas mulai tumbuh
dari tanah. Sekali lagi, matahari yang panas bersinar, daun-daun berjatuhan dan
tertutup salju. Matahari, hujan, salju, dan daun berubah menjadi berantakan!
Hal-hal aneh seperti ini sering terjadi di sekitar para
Fairy.
Waktu yang lama diperlukan, untuk membentuk rawa secara
alami. Tapi periode ini berkurang, karena sihir milik para Fairy. Setidaknya
ada 200 pergantian musim. Dengan cepat itu menjadi mustahil, untuk memahami
berapa lama tanaman-tanaman di rawa hidup.
"Ummooooo."
Sebuah rawa yang cukup dalam, untuk mencapai pinggang Weed
dan Yellowy. Kemudian, mereka berdiri di atas bebatuan. Pemandangan bunga-bunga
yang bermekaran di rawa sangat indah.
"Kekuatan alam ditampilkan, sehingga ini tampaknya
sebuah pekerjaan yang cukup baik."
Tanah luas telah berubah menjadi rawa, tapi itu tak begitu
buruk, setelah melihat hewan dan tumbuhan yang hidup di sana. Banyak bentuk
kehidupan kecil yang tak ia ketahui
namanya, duduk pada dedaunan dan berenang di air. Saluran air kecil yang
mengalir melalui rawa, berisi ikan yang melompat-lompat di dalamnya.
Burung-burung berkicau keras di langit yang cerah, di atas
rawa. Burung-burung di sekitarnya berdatangan, saat rawa terbentuk. Tanah di
sekitar rawa bergetar. Bebatuan yang dipindahkan oleh Dirtman dengan cepat membentuk
lapisan batu pasir. Lapisan batu pasir itu menyebar ke segala arah, dan
benar-benar mengubah medan di tempat ini.
Perbukitan membentuk batas-batas rawa. Weed menandai tempat
di mana dia akan menanam anggur nanti. Daerah pegunungan batu pasir di sekitar
sungai dan rawa tak berhenti di situ. Air mengalir dari pegunungan batu pasir
dan bunga, serta rumput tumbuh. Air jatuh dari tempat yang tinggi dan
menciptakan genangan air.
"Ini telah menjadi sebidang tanah yang benar-benar tak
berguna."
Weed berpikir itu sia-sia, meskipun tanah itu bukan milik
Kerajaan Arpen. Batu pasir memberikan sebuah pandangan yang seperti seni, tapi
masalahnya adalah jika dia tak akan bisa memungut pajak dari tempat itu.
Perubahan yang disebabkan oleh para Fairy berlanjut. Hewan-hewan
seperti buaya, serangga air, dan burung berkeliaran. Kupu-kupu berwarna kuning
yang cantik, terbang di sekitar bunga-bunga yang bermekaran di rawa. Angin
bertiup melalui dedaunan dan burung-burung dan binatang berteriak. Musik alam
mengalir di seluruh tanah ini.
[Harap tetapkan nama patung baru]
"Patung ini.... Land filled with Despair, Lamentation,
and Regret/Tanah yang dipenuhi dengan Keputusasaan,Ratapan, dan
Penyesalan."
[Apakah ‘Land filled with Despair, Lamentation, and Regret’
benar?]
Nama ini tampak terlalu blak-blakan.
'Sedikit... sesuatu
yang sederhana dan tak begitu puitis, sepertinya bagus.'
Dia memutuskan untuk mengubah nama patung alam tersebut.
"Tidak. Aku sudah berkomitmen, jadi tak ada pilihan
lain. Namanya adalah Wet Land/daratan basah."
[Apakah ‘Wet Land’ benar?]
"Benar."
*Ding!*
Nature's Magnum Opus!
[Wet Land telah selesai.
Sebuah karya di mana Sculptor membutuhkan satu abad, untuk
membentuk patung alam!
Sebuah rawa yang penuh dengan kehidupan. Sebuah wilayah
berpasir telah diukir.
Sang Sculptor tahu bagaimana menggunakan kekuatan alam,
untuk menanam pohon yang sulit dan tidak biasa dari para Fairy dan Elf. Jumlah
spesies hewan dan tumbuhan yang hidup di sini adalah pada skala benua.
Ini adalah pemberian berharga yang Sculptor telah kembalikan
pada alam.
Nilai Artistik: 81.423
Efek Khusus:
-Wet Land telah melahirkan spesies-spesies baru dari tanaman
dan hewan.
-Mereka yang mengunjungi tempat ini akan mendapatkan
peningkatan HP dan Mana mereka sebesar 50%, selama satu minggu.
-Semua statistik meningkat sebesar 19 poin.
-Resistensi terhadap penyakit menular dan racun secara
permanen meningkat sebesar 1%.
-Tingkat pertumbuhan hewan di daerah sekitarnya telah
dipercepat.
-Semua alam di daerah sekitarnya akan dimurnikan.
-Saat ini jumlah Nature Magnum Opus yang telah dibuat: 1
Penguasaan skill Sculpting meningkat
Penguasaan skill Handicraft meningkat
>Fame meningkat sebesar 4.093
>Statistik Art meningkat sebesar 19 poin
>Wisdom meningkat sebesar 7 poin
>Intelligence meningkat sebesar 9 poin
>Courage meningkat sebesar 3 poin
>Nature Affinity meningkat sebesar 49 poin
-Semua Statistik akan mendapatkan tambahan 3 poin, karena
telah membuat sebuah patung Magnum Opus.
-Elf dan Fairy akan menjadi lebih ramah.]
Dia bisa merasakan suka cita menjadi seorang Sculptor,
setiap kali Magnum Opus diciptakan. Weed telah menumpuk banyak statistik. Tapi
1-2 poin yang ia dapatkan untuk setiap patung, membuat perbedaan dalam
pertempuran.
"Sebuah patung yang dipersembahkan kepada alam ."
Walaupun demikian, Weed merasa menyesal tentang hilangnya
uang.
* * *