Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Untuk memperbesar atau memperkecil font, gunakan 'zoom in' dan 'zoom out'.
Terima kasih. Selamat membaca... :)
Support Us: Traktir Ngopi gan...!

LMS_V54E02P04

gambar


2. Serangan Dragon (4)


Para Dwarf langsung mulai menempa panah baja, yang bisa menembus monster.
Weed berdiri di atas dinding Benteng Vargo dalam menangkis para monster.
Bertarung di depan tampak layak dengan dukungan dari player. Tapi dia tak ingin menyebabkan korban tanpa alasan yang jelas.
‘Ini harus menjadi pertempuran tanpa korban, jika memungkinkan.  Ini adalah kerugian, ketika ada seseorang yang tewas.’
Bagaimanapun juga, dia harus mengurangi kerugian sebanyak mungkin, untuk mengumpulkan lebih banyak pajak untuk Kekaisaran Arpen.
Weed meneriakkan pengumuman.
" Yang terluka berkumpul di sini!  Kalian akan dirawat dengan perban, jadi datanglah kemari! "
Dia memerintahkan undead untuk bertarung. Dan memberikan waktu istirahat. bagi yang terluka.
Dia memiliki pengalaman dalam memimpin pasukan kecil tentara Kerajaan Rosenheim dan berperang melawan orc, dark elf, dan Immortal Legion di masa lalu.
"Perban?  Apakah dia bercanda?  Mantra pemulihan lebih baik!. ”
"Ssst.  Weed-nim hanya tahu cara mengirim beberapa mantra kutukan.  Dia tak tahu cara menggunakan mantra pemulihan. "
"Dia bagus dalam pekerjaan intensif apa pun.  Tapi, itu hanyalah perban. "
Mereka yang terluka selama pertempuran disembuhkan oleh para Priests.  Ada cukup pasukan dari Order of Freya, Lugh, dan Min-ne yang hadir untuk mendukung Kekaisaran Arpen.
***

Para Avian itu memimpikan kebebasan. Mereka yang lahir di Kota Langit Lavias menjelajahi setiap sudut Benua Utara.
- Arms: Ini Elang17. Divisi tanah, merespons.
- Chirping bird: Ini divisi tanah. Berikan laporan.
- Arms: Gerombolan monster terlihat.  Jumlah diperkirakan lebih dari 500. Diklasifikasikan sebagai bahaya tingkat 2.
Para Avian mengamati pergerakan monster-monster di Benua Utara. Meskipun mungkin sulit untuk menemukan mereka di gunung atau hutan. Mereka selalu terlihat seperti pasukan pengintaian, begitu mereka keluar ke dataran.
- Arms: Posisi saat ini adalah sekitar satu jam penerbangan ke timur, dari Desa Persimmon Flower.  Celah Gunung Pirinae terlihat... Tiga sektor Nalrun Plains.  Aku bisa melihat sebuah desa kecil, ke arah mana monster itu bergerak maju.
- Chirping bird: Lokasi itu... Mari kita lihat.  Itu adalah Desa Sapia Pioneer.
- Arms: Tampaknya mereka berada dalam bahaya besar.
- Recon: Kita tak memiliki pasukan untuk dikirim, karena monster di daerah lain.  Kamu mungkin perlu mengalihkan perhatian monster ke arah lain, selama lebih dari satu jam.  Arms, Ini adalah misi yang berbahaya.  Bisakah kamu melakukannya?
- Arms: Aku seorang mantan pilot Angkatan Laut AS.  Gunakan waktumu.  Aku akan menunggu bala bantuan.
Elang yang gemuk turun ke tanah.
*Shwoooosh!*
Seekor monster memperhatikan elang dan melemparkan kapaknya. Tapi elang itu dengan ringan menggerakkan sayapnya dan menghindarinya.
“Coba kejar dan tangkap aku.  Dasar preman bodoh! ”
"Krrragh!"
Monster-monster itu marah dan mulai mengejar elang.
***

Para Avian telah mengembangkan rasa bangga, karena menjadi warga Kekaisaran Arpen sejak awal.  Setiap kali perang pecah, mereka selalu mengambil alih langit dan mereka mempercayai Weed.
- Pallawu: Saudaraku. Mari kita rayakan. Weed-nim akan membuatkan kita hot spring kali ini.
- Dotin: hot spring/pemanas?
- Pallawu: Lavias menjadi dingin, sekarang karena garis lintang. Terutama ketika angin dingin tiba, itu bukan lelucon. Saat aku turun ke Morata, aku mengatakan kepadanya, jika kita benar-benar membutuhkan hot spring.
- Kin: Jadi?
- Pallawu: Weed-nim berjanji akan membangunkannya untuk kita.  Aku pikir, dia hanya mengatakan janji palsu pada saat itu ... Tapi, dia ingat itu dan benar-benar membuatnya untuk kita kali ini.
- Synth: Luar biasa.  Aku seorang pemula yang baru saja keluar dari telur. Dan aku tak punya banyak uang, sehingga aku tak bisa pergi jauh... Aku pasti akan sering mengunjunginya di masa depan.
- Pallawu: Tak perlu membayar untuk menggunakan hot spring.  Ini adalah fasilitas yang dibuat untuk para Avian, agar kita tak kedinginan.
- Benjamin: K-ugh.  Aku bersumpah kesetiaanku!  Selamanya setia!  Seperti yang diharapkan dari Weed-nim.
Tentu saja, Weed telah lama melupakan janji seperti itu.  Jika dia membangunnya sendiri, dia akan mengumpulkan biaya masuk. Dan bahkan akan mencabut bulu mereka, jika mereka tak punya cukup uang!
Seoyoon ingat janji itu dan menepatinya, ketika dia memulai investasi besar-besaran di Kekaisaran Arpen.
Di Lavias, sebuah Landmark yang dinamakan Wind Nest sedang dibangun diwaktu yang bersamaan.
Di bawah langit biru di atas Benteng Vargo, Bingryong sedang terbang dengan sayapnya terbentang lebar.  Kulitnya yang dingin memantulkan sinar matahari dan menampilkan gelombang warna yang indah.
"Bingryong telah tiba!"
"Bala bantuan!"
Elf dan Barbarian yang melindungi dinding Benteng Vargo dan para pemburu di dekatnya bersorak.
* Booom! *
Dampak besar pendaratannya mengguncang, sampai ke dinding benteng yang cukup jauh.
"Tsk.  Makhluk yang meniru wujud dari Kaybern-nim yang hebat ... Bunuh dia! ”
Prajurit Drakonik yang memimpin monster memberi perintah.  Kemudian, monster yang menyerang Benteng Vargo mengubah target dan menyerang Bingryong.
"Winter’s Root. "
Bingryong mengaktifkan mantra sihir.
Monster di dekatnya perlahan-lahan membeku, dimulai dari kaki mereka.
"Glacial Blade. "
Bingryong mengayunkan kaki depannya. Bilah es sepanjang 20 meter terbang melintasi udara, menyerang banyak monster sekaligus.
"Kugh!"
"Ini sangat kuat."
Ketika Bingryong pertama kali lahir, dia memiliki kekuatan dan stamina yang sangat rendah. Sehingga, dia hampir tak bisa bergerak, dan sihirnya tak signifikan.
Itu adalah cacat bawaan, dari saat pemberian kehidupan. Sangat mengecewakan, jika Weed belum mampu menjiwai dalam membuat makhluk berukuran besar, pada saat itu.
Tapi, setelah pertumbuhan yang stabil, dia mulai menunjukkan tingkat tempur yang cocok untuk mewakili patung hidup, berkat atribut es dan sihirnya.
"Menyebar dan serang!"
Monster berkumpul kembali di sekitar Bingryong.  Setidaknya ada beberapa ratus, tapi mereka berjuang dengan perubahan suhu, saat mereka semakin dekat ke Bingryong.
Angin dingin yang hanya bisa dirasakan di pegunungan musim dingin, menyebabkan suhu turun dan kaki mereka membeku di tanah.
"Cold Fog. "
Bingryong mengaktifkan mantra sihir lain dan kabut tebal muncul di antara para monster. Mantra sihir es yang menghalangi penglihatan dan menurunkan suhu.
"Blizzard. "




< Prev  I  Index  I  Next >

Follow Us