Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Untuk memperbesar atau memperkecil font, gunakan 'zoom in' dan 'zoom out'.
Terima kasih. Selamat membaca... :)
Support Us: Traktir Ngopi gan...!

LMS_V54E03P01 Semua Tenaga untuk Bekerja

gambar


3. Semua Tenaga untuk Bekerja (1)



Wilayah Benua Utara menghadapi bahaya besar, karena invasi monster.
-Krook!
-Groak-Groak!
Para monster bebas berkeliaran di tanah lapang, sementara player yang bepergian, kehilangan nyawa mereka.
Para player yang menuju ke lokasi perburuan, juga harus berhati-hati.
"Mengapa mereka begitu banyak?"
"Mereka semua berkerumun.  Jangan sampai menarik perhatian mereka, atau keadaan kita akan menjadi merepotkan.”
"Ssst.  Aku bisa melihat monster berwarna hijau di sana.”
"Dengan penampilannya, bukankah itu Warek?  Dia tak seharusnya muncul di area ini."
"Itu adalah monster tipe reptil di atas level 400."
"Dia melihat kita sekarang."
“Itu Warek.  Kita semua mati.  Kita semua…"
Benua Utara telah menjadi belasan kali lebih berbahaya, karena perubahan habitat dan rentang aktivitas para monster!
Player Benua Tengah berbagi ketakutan yang sama akan kematian, ketika keamanan nasional menjadi tak stabil.
Ketika Royal Road pertama kali dimulai, setiap Kerajaan memiliki pasukan-nya sendiri, dan tentara yang ditempatkan di kota-kota dan benteng-benteng.
Para Knight, prajurit, dan tentara bayaran ini adalah NPC.
Tentara secara otomatis melindungi wilayah, terhadap invasi monster dan menghilangkan bandit. Sehingga, memberikan keamanan.
Haven, Kalamore, Gradian, Sarang, Dale, Aidern, Tullen, Harpan, Lasalle, Bremen, Sur, dan Subain.
Tentara yang mereka perintahkan berkurang dari waktu ke waktu, dalam perang antara guild bergengsi.
Ketika Guild Hermes menyatukan Benua Tengah, jumlah mereka sudah di bawah setengah. Dan pasukan elit yang berjuang sampai akhir, menghilang sama sekali di Garnav Plans.
Benua Tengah yang luas dari berbagai kota dan benteng, tak memiliki jejak tentara.
“Mencari teman dalam perjalanan ke Desa Singleton.  Keamanannya tak stabil, jadi aku mencari seseorang untuk bepergian bersama denganku.”
"Kamu belum dengar?  Desa itu sudah lama hilang.”
"Apa maksudmu hilang?"
“Desa itu dikuasai monster kemarin.  Monster mengambil alih desa, dan mereka sekarang tinggal di rumah-rumah warga.”
"Oh sayang…"
Banyak player di alun-alun kota, dekat air mancur, berada dalam keadaan kebingungan.
"Weed seharusnya tak hanya fokus melindungi Benua Utara.  Tempat ini juga tanahnya.”
"Ya. Jika Weed datang untuk kita, kita akan aman juga.”
Banyak dari mereka yang menunjukkan perasaan kecewa terhadap Weed.  Jika kota atau desa terdekat akan ditaklukkan oleh monster, bahaya akan merayap lebih dekat ke gerbang, yang akan menambah ketakutan mereka.
"Mungkin begitu. Namun, kita tak dapat memintanya untuk melindungi seluruh Benua Tengah, karena baru beberapa hari sejak kita semua menjadi bagian dari Kekaisaran Arpen."
"Weed telah memusnahkan monster setiap hari... Siapa yang bisa menyalahkannya?"
“Sepertinya, monster itu tiba-tiba bertambah berlipat sepuluh kali lipat. Pergantian peristiwa yang salah, dan kita akan mati dikelilingi oleh monster. Itu terlihat sangat berbahaya di luar gerbang.”
Para player diguncang oleh ketakutan di dalam kota-kota di Benua Tengah.
Kota-kota besar dan pusat perdagangan dengan aktivitas player level tinggi yang sering, dan wilayah lain dengan guild tempur lebih baik dalam krisis ini.
Meski begitu, kota-kota di daerah dengan jumlah player yang sedikit, khawatir tanahnya akan diambil alih oleh invasi monster nantinya.
***

Weed mengumpulkan kawan-kawannya dan eksekutif Geng Bubur Rumput untuk konferensi penanggulangan bencana.
Kali ini, berbagai player level tinggi dan berbagai Kelas bergabung dengan Kekaisaran Arpen.
"Aku akan menghadiahkan mereka dengan gelar yang memadai, dan memberikan sebuah tanggung jawab."
Diberikan gelar yang tinggi, tanpa perlu membayar!
Bahkan player paling populer di Royal Road menatap Weed dengan kagum.
"Wow... Ini benar-benar Weed-nim."
"Untuk melihatnya dari dekat seperti ini, itu membuatku merinding."
Mereka masing-masing memiliki kontribusi dan reputasi mereka sendiri. Tapi, kehormatan dan pencapaian Weed, jauh lebih besar daripada gabungan mereka semua.
Weed meneguk Teh Bubur Rumput dan berbicara.
“Aku percaya, gerombolan besar monster di wilayah utara bisa diurus.  Aku tak bisa mengatakan hal yang sama, untuk kelompok monster yang lebih kecil berkeliaran, yang menyebabkan kerusakan substansial di seluruh benua. "
Dia mengecualikan bagian tentang dirinya, yang memiliki kemampuan memanggil Undead.
Dia dapat secara massal membantai monster yang mendekat ke dinding benteng siang dan malam, menikmati kesempatan sepenuhnya untuk naik level.
Di antara para player, sebagian besar dari mereka senang atas kesempatan untuk membantai monster.
Bahkan monster yang tinggal jauh di dalam dungeon dan sulit untuk diburu, mengerumuni dinding dan menjadi mangsa pembantaian.
Bahan sihir, bahan produksi, equipment, dan munculnya quest terkait pertempuran baru, berasal dari pertempuran ini.
Di Benteng Varden, pertempuran tingkat bos terjadi setiap hari, menyebabkan player level tinggi berkemah di sana.
Weed sedikit mengernyit.
“Player level tinggi dapat berani menghadapi situasi ini, tapi ada lebih banyak monster di seluruh benua.  Dunia menjadi terlalu kejam bagi pemula.”
"Astaga... Bagaimana bisa Weed-nim memperhatikan pemula, bahkan pada saat seperti ini?"
Saintess Lemon dari Geng Bubur Rumput!
Mata wanita itu yang berkilauan berwarna merah sepenuhnya menutupi dirinya.
"Dia orang yang luar biasa."
Prestasi yang telah dia capai sampai sekarang tak terhitung, dan bahkan tindakan dan sikapnya ramah terhadap yang lemah.
Saat ini, dia masih berada di akhir masa remajanya, saat-saat di mana dia masih mudah dipengaruhi oleh dunia, dan dia telah menemukan Weed!
"Apakah aku akan bertemu seseorang seperti dia lagi?"
Lemon sangat ingin menjalin hubungan dengan Weed.  Tapi, dia menyerah karena kompetitornya adalah Seoyoon.
Surka mendecakkan lidahnya, ketika dia mengamati tatapan iri Lemon.
"Ini akan memakan waktu sekitar 3 bulan, sampai dia menemukan sisi sejati Weed-nim..."
Teman terdekat Weed memahaminya.
Weed bukan orang jahat.  Namun, ada skema tak menyenangkan, di balik kata-katanya yang khusus dan baik!
Mapan adalah orang yang paling memahami penipuan dan konspirasi dibalik semua perkataan Weed.
‘Para pemula harus tumbuh dengan baik.  Ada banyak player level tinggi di benua ini, tapi struktur Kekaisaran Arpen dibangun di atas para pemula .. dan juga, kamu tak bisa meremehkan pengeluaran mereka.  Para pemula adalah masa depan.’
Weed menyeringai dengan murah hati, seperti sedang merawat ayam Half-Seasoned Half-Fried miliknya.
“Para pemula kebanyakan adalah warga kekaisaranku.  Tentu saja aku harus merawat mereka.”
"Wow…"
"Kami benar-benar memilih pria yang tepat."
"Jika Weed-nim tak ada di sini untuk kita, Royal Road akan berubah menjadi tempat yang keras."
Dengan keserakahan berbahaya, dia meyakinkan hati para player yang hadir di konferensi.
Weed melihat ke peta benua yang ditandai dengan medan dan kota, dan terus berbicara.
“Banyak panen dari kita akan menurun, karena hujan yang terkontaminasi. Bukankah begitu, Miretas-nim?"
Farmer terbaik di benua itu, Miretas juga hadir di konferensi.
Dia naik ke salah satu tokoh paling berpengaruh di Kekaisaran Arpen karena kehormatan, keterampilan, dan prestasinya.
"Kami akan terus mengamati lebih lanjut, tentang berapa banyak tanaman yang akan mati. Tapi, mengingat aktivitas monster, kita harus menahan setengah produksi dari jumlah total."
"Jika jumlah panen menurun, harga akan meningkat."
"Itu mungkin."
“Secara keseluruhan, itu akan menyebabkan kemunduran dalam industri pariwisata.  Bahayanya bukan satu-satunya masalah kita. Karena pemandangan akan terpengaruh, jika rumput dan pohon layu.  Kota-kota di Benua Tengah rentan terhadap kehancuran... dan pajak juga..."
Weed tak tahan dengan kesedihan ini. Dia bisa menahan rasa sakit fisik, tapi penurunan pendapatan, sungguh itu mengerikan.
"Kita, player utara akan membela diri kita sendiri. Jadi bagaimana dengan Weed-nim, apakah kamu akan turun ke Benua Tengah?"
Surka membuat saran mendadak.



< Prev  I  Index  I  Next >

Follow Us