Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Untuk memperbesar atau memperkecil font, gunakan 'zoom in' dan 'zoom out'.
Terima kasih. Selamat membaca... :)
Support Us: Traktir Ngopi gan...!

SCG_053

gambar

SCG_053


Bab 53. Forest of Denial (3)


Tim ekspedisi dengan lancar naik ke atas bukit.
Samuel memimpin kelompok itu dengan tergesa-gesa, mengatakan jika mereka harus melewati bukit sebelum malam tiba. Namun, dia tiba-tiba terhenti. Seol Jihu segera bersiaga, bertanya-tanya apakah mereka diserang lagi. Tapi, dia segera menyadari jika mereka telah tiba di puncak bukit.
Berdiri di depan kelompok, Samuel menunjuk ke sisi lain.
"Forest of Denial."
Seol Jihu juga tiba di puncak, dan dengan bingung melemparkan pandangannya ke bawah.
Hutan lebat di bawahnya membual hiruk-pikuk warna-warni hijau, saat membentang di daerah besar yang sejauh mata memandang. Itu begitu besar, sehingga lautan hijau tampak membentang untuk selama-lamanya. Jauh melampaui cakrawala.
"Kita akan ke sana?"
Sesuatu pasti membedakan Forest of Denial dari setiap hutan lain, yang telah mereka lalui sampai sekarang. Mungkinkah ini karena fakta, jika tak ada manusia yang menginjakkan kaki di sana selama berabad-abad?
Hutan yang tak mengizinkan siapa pun untuk menginjakkan kaki di dalam, selama bertahun-tahun. Sehingga, hutan itu memiliki tekanan yang tak terlukiskan, dan membuat para penonton merasa sedikit gugup.
Ian menyusul, napasnya kacau total. Dia menyeka keringat dan mencoba mengatur napasnya.
“Rupanya, selama kita melewati hutan ini, kita bisa pergi ke mana pun kita mau. Itu termasuk wilayah Federacy dan Parasitee. "
"Sekarang setelah kamu menyebutkannya, aku mendengar jika konflik antara keduanya semakin meningkat akhir-akhir ini."
Seol Jihu menimpali dengan tangan sembari menganggukkan kepalanya, sebelum dia merasakan tatapan yang terfokus padanya, dan mengedipkan matanya dengan bingung. Mata Ian masih terbuka lebih lebar, sementara Samuel menatapnya dengan wajah yang mengatakan, 'Apa sebenarnya identitas asli orang ini?'. Bahkan Dylan juga menampilkan jenis reaksi yang serupa.
Yah, dia hanya menggumamkan apa yang ia dengar dari Kim Hannah. Itu saja.
Sedikit keheningan yang canggung kemudian, Ian mulai tertawa terbahak-bahak.
"Yah, aku tahu! Kamu terus mengejutkanku, teman muda. Kamu benar! Belum lama berselang, Federacy mengumumkan jika mereka akan bersekutu dengan Cave Fairy. Tanpa ragu, mereka sekarang memiliki satu sekutu lagi dengan banyak kekuatan. Dengan lima Raider yang menggabungkan sumber daya mereka. bahkan, Ratu Parasitee tak akan bisa mengabaikan masalah ini, sama sekali. ”
'Federacy? Parasite?’
Meskipun dia bingung, pertanyaan masih muncul di kepalanya. Seberapa kuat ras Parasite yang harus dilawan oleh lima ras yang berbeda, untuk menggabungkan kekuatan mereka? Berkat 'mimpinya', dia kurang lebih sadar akan kebenaran itu. Tapi, itu adalah memori yang kabur sekarang, dan dia tak bisa terlalu yakin akan hal itu.
"Serius, bung. Aku belum pernah melihat seorang pria menyembunyikan level-nya untuk menjadi porter sebelumnya. Namun, Aku sudah sering melihat yang sebaliknya. "
Seolah-olah Samuel menjadi semakin yakin, jika pikirannya benar sekarang. Seol Jihu merasa terlalu sulit untuk memperbaiki kesalah-pahamannya. dan hanya mengeluarkan desahan panjang sebagai balasan.
Tak lama kemudian, ekspedisi menuruni bukit.
“Namun, bukankah itu mengejutkan? Mereka mungkin memiliki nenek moyang yang sama. Tapi, untuk dua ras Sky Fairy dan Cave Fairy yang menjadi sekutu? ”
“Tapi, itu hanya menunjukkan betapa putus asa mereka. Dan bukan hanya Fairy. Mereka hanya berhasil bertahan sampai sekarang, karena spesies 'itu' memulai kegiatan Federacy ini. Kalau tidak, mereka sudah hancur total. "
"Apa pun masalahnya. Pada akhirnya, itu tak menjadi berita buruk bagi manusia, bukan?"
"Jika kamu berpikir untuk mengadu domba kedua belah pihak, maka aku harus memberi-tahumu, jika kamu terlalu pragmatis. Cepat atau lambat, waktu bagi manusia untuk membuat keputusan penting itu, akan tiba. "
Seol Jihu memperhatikan Dylan dan Ian yang mengobrol satu sama lain, dan dia beralih ke sebelah Alex.
"Alex? Apakah Aku melakukan kesalahan tadi? "
"Mm? Tidak, kamu tidak. Lagipula, ini bukan rahasia. "
"Lalu mengapa?"
“Ah… itu. Informasi tentang perjalanan ras lain adalah sesuatu yang hanya dibagikan di antara Petinggi. Yah, Kamu mungkin mendengar kabar angin, jika Kamu Level 4. Maksudku, itu adalah sesuatu yang tak berarti, bagi orang level rendah untuk mengetahuinya, kan? "
Seol Jihu menunjukkan ekspresi yang sepertinya bertanya "Kenapa?". Jadi, Alex buru-buru melanjutkan.
 “Pikirkan ini sebentar. Seorang pemula yang baru dikeluarkan dari Zona Netral berkeliling mengatakan, ini adalah apa yang terjadi dengan politik di Paradise. Situasi saat ini dengan perang adalah seperti ini… dan bahkan dia menyampaikan informasi yang akurat. Lalu, bagaimana perasaanmu? "
"Dia pamer?"
“Beri aku waktu. Tidak, ini akan lebih seperti takjub. Juga, mereka akan penasaran siapa pendukungnya."
Alex melirik pemuda itu dengan tatapan penuh makna, sebelum dia dengan ringan mengetuk pundak Seol Jihu dengan bercanda.
"Itu sebabnya, kamu harus mulai mengatakan yang sebenarnya, kamu tahu? Berapa level-mu sebenarnya? Mengapa kamu memutuskan untuk berpartisipasi dalam ekspedisi ini? Mengapa kamu tak menunjukkan kepada kami Stats Window-mu? "
Seol Jihu menoleh ke atas dan menatap langit di atas. Matahari secara bertahap tenggelam lebih rendah ke ufuk barat, dan cahaya matahari terbenam yang sekarat mewarnai dunia oranye.
"Sebenarnya, aku Level 10."
"Seperti yang aku pikirkan. Aku tahu itu. Jadi, apa Tittle kelas-mu? "
"God of Spear."
"Keuh. Dewa, kan? Aku tak lagi takut pada Ratu Parasite sekarang. "
Tawa parau yang riuh bergema di sekitar bukit.
***

Ekspedisi ini menghentikan Raid mereka, sesaat setelah Napal Hill berakhir. Dengan kata lain, tepat di depan Forest of Denial. Sebelum mereka menjejakkan kaki di dalam, Ian meminta waktu untuk menyelidiki hutan terlebih dahulu.
Sekarang setelah Raid mereka berhenti, kelompok itu bersiap untuk bermalam di sini. Sementara Ian berkeliling di sekitar hutan ditemani oleh Dylan dan Chohong, Seol Jihu berkeliling untuk melakukan tugas-tugas kecil. Seperti menyiapkan tenda dan menyiapkan kantong tidur.
Tentu saja, itu bukan seolah-olah anggota ekspedisi lain tak bekerja dengan mudah. Misalnya, Samuel berjalan di sekeliling luar perkemahan, dan sibuk menanam sesuatu yang tampak seperti batu hitam di tanah.
Seol Jihu telah selesai dengan pekerjaannya saat itu. jadi, dia berdiri di sana dan mengamati, mendorong Samuel untuk tertawa kecil. Dia memberi isyarat kepada pemuda untuk mendekat.
“Ini adalah batu Mana. Kamu bisa menganggapnya sebagai batu yang memiliki sifat mengaburkan Mana.”
Seol Jihu menerima batu hitam halus yang diserahkan Samuel dan bermain-main dengannya.
“Ini adalah salah satu item yang harus dimiliki, ketika Kamu berencana untuk berkemah di luar ruangan. Jika kamu membiarkannya tergeletak di sana-sini, maka ini dapat mencegah monster yang membenci Mana, mendekati perkemahan. Karena memancarkan aura aneh, monster seharusnya tak mencium mana di hidung mereka, kecuali mereka benar-benar putus asa. ”
"Itu pasti mahal."
"Tentu saja. Yah, itu masih lebih murah daripada hidupmu, meskipun…"
Akhir dari kalimat Samuel kabur saat dia menatap Forest of Denial.
“Tapi, jika aku memikirkan semua ekspedisi yang gagal setengah jalan sampai sekarang. Maka aku pikir, itu sedikit pemborosan menggunakan benda ini, sungguh. Ahh, rahasiakan apa yang aku katakan tadi, oke?”
"Tapi aku mengerti dari mana asalmu. Biaya ekspedisi ini pasti sangat besar, aku rasa. "
"Bukan hanya biayanya saja, Kamu tahu? Jangan lupa waktu yang diinvestasikan, serta semua upaya yang dilakukan. Kamu menghitung semua itu, maka total biaya ekspedisi ini akan sangat besar. "
"…."
“Tak semua ekspedisi terbukti berhasil, Kamu tahu. Berkali-kali, Aku kembali tanpa menunjukkan apa pun, untuk semua pengalaman yang mendekati kematian kami. Dan aku kehilangan hitungan, berapa kali aku harus menyerah menjelang akhir, karena kami tak cukup kuat. "
Seol Jihu kemudian menyadari jika Samuel benar-benar cemas saat ini. Mereka mungkin telah tiba di tempat tujuan dengan baik. Tapi terserah Ian, jika mereka ingin melanjutkan. Jika Ian mengatakan itu sulit, maka mereka harus kembali ke Haramark besok.
“Kamu harus ingat ini, jika kamu ingin membentuk ekspedisi sendiri suatu hari nanti. Kamu harus melakukannya, hanya ketika Kamu memiliki finansial yang kuat. Ekspedisi bukanlah sesuatu yang Kamu pertaruhkan, dengan segala yang Kamu miliki. "
Samuel berbicara dengan nada pahit, dan kembali ke pekerjaan mengatur batu mana.
‘Rencanakan ekspedisi, hanya jika Kamu memiliki dana untuk bertahan dari kemungkinan kegagalan.’
Seol Jihu mengukir kata-kata itu dalam hatinya.
***

Ian dan teman-temannya kembali saat waktu makan malam akan segera berakhir. Samuel berhenti makan dan berlari menuju Mage tua itu, dan mereka mengobrol untuk waktu yang sangat lama.
Warna kulit Ian tak begitu baik, dan bahkan Samuel membentuk ekspresi serius. Jadi, Seol Jihu berasumsi jika ekspedisi akan berakhir di sini.
Jika ada satu keuntungan saat menjadi porter, maka itu adalah dia tak perlu berperan sebagai penjaga malam. Dia diberitahu jika tak praktis untuk mempercayakan keamanan pada Level 1, dengan pekerjaan paling penting, yaitu menjaga kamp. ​​Apalagi, ketika mereka berkemah di dekat zona bahaya tingkat tinggi, seperti Forest of Denial.
Dia memang ikut menjadi penjaga malam saat perjalanan ke Haramark. Tapi, Seol Jihu masih senang jika dia tak perlu melakukannya lagi. Dia memasuki tendanya dan naik ke dalam kantong tidur.
Malam semakin dalam, tapi tidur tak datang mengunjunginya. Dia merasa sulit untuk menutup matanya, karena ada banyak hal yang memenuhi kepalanya. Dia menutup matanya dan berusaha memaksakan dirinya untuk tidur. Tapi kemudian, seseorang tiba-tiba memasuki tendanya sambil menggumamkan banyak keluhan.
"Siapa disana?"
"Ini aku."
Itu Chohong. Dia melemparkan bantal dan selimut di lantai, dan menjatuhkan diri tepat di sebelahnya.
“Orang tua sialan itu! Dan dia berbicara dengan suara serius, ketika mencoba untuk merasakan… Aku harus mematahkan pergelangan tangannya di sana dan kemudian..."
"Bagaimana dengan kantong tidurmu?"
“Aku tak menggunakannya. Aku tak bisa tidur, jika merasa pengap dan sejenisnya. "
Ketika Chohong berbaring di sebelahnya, Seol Jihu tak bisa menahan perasaan aneh ini. Tapi, dia memutuskan untuk tak memedulikan kehadiran wanita ini. Seringnya 'tidur bersama' dengan lawan jenis adalah salah satu hal yang harus ia alami di Paradise.
 Keheningan berlanjut selama beberapa waktu, sebelum Chohong tiba-tiba berbaring miring dan menghadap Seol Jihu. Matanya sedikit berkilau di kegelapan.
"Sepertinya, kita mungkin akan melanjutkan."
Kata-kata itu membuatnya sadar langsung.
"Tebakan kakek tua itu pada uang. Forest of Denial bukan tentang kutukan, tapi sihir. "
"Sungguh? Tapi, Aku pikir suasana saat itu cukup serius. "
"Benar. Dia mengatakan jika mantra kuno yang sangat kuat, dilemparkan ke sini. ”
"Mantra kuno?"
"Itu adalah jenis sihir yang hanya sedikit yang bisa menggunakannya. Bahkan, pada masa Kekaisaran kuno. Sekarang, itu semua hilang, setelah Parasite menelan mereka. "
Meskipun dalam hati dia terkejut dengan ruang lingkup pengetahuan Chohong, dia tetap melanjutkan dengan pertanyaannya.
"Jadi, apa yang dikatakan Tuan Ian?"
“Tak banyak, sungguh. Hanya saja, sihir ini akan mengganggu proses pemikiran manusia, dan akhirnya mencemari pikiran atau sesuatu mereka… Uh…"
‘Argh, brengsek.’
 Chohong bergumam dan dengan kasar menggaruk kepalanya.
“Bagaimanapun juga, inti dari cerita ini adalah, kita dapat menggunakan tindakan pencegahan yang telah disiapkan kakek tua itu. Tapi, dia juga mengatakan jika akan sulit untuk menghentikan efeknya di tingkat fisik. Kita harus menekan emosi kita sebanyak mungkin di dalam hutan. ”
Chohong bergumam pelan, sebelum tertawa terkekeh-kekeh.
"Kamu seharusnya melihat wajah Hugo saat itu. Nah, pikirkan sebentar. Dengan kepribadiannya itu, Kamu pikir, mungkinkah baginya untuk mengendalikan dirinya sendiri? "
"Ini tak juga seperti kamu berbeda."
"Ingin mati?"
Suaranya tiba-tiba berubah dingin. Seol Jihu memutuskan untuk segera mengganti topik pembicaraan.
"Bagaimanapun juga, penanggulangan terhadap sihir itu sendiri tak sempurna. Itu yang ingin kamu katakan?"
"Apa yang bisa kita lakukan? Sudah cukup mengesankan untuk melawan sihir manipulasi pikiran, untuk memulai dengan… Ngomong-ngomong, bukankah kamu akan tidur? "
Mungkin wanita ini bosan menjawabnya, Chohong mulai mengalihkan topik sekali lagi.
"Aku punya banyak pikiran dan tak bisa tidur."
"Dan mengapa kamu memiliki banyak hal di pikiranmu, bocah Level 1?"
"Mengapa keluarga kerajaan mengeluarkan perintah untuk memeriksa hutan berbahaya ini, misalnya."
Itu adalah pertanyaan yang sederhana, namun logis untuk diajukan. Raid ini dibentuk untuk menjarah makam. Tapi tetap saja, dalih adalah misi ekspedisi yang dikeluarkan oleh keluarga kerajaan.
"Kamu khawatir tentang beberapa hal aneh. Orang-orang itu selalu bertindak seperti itu. Mata mereka merah padam dan sejenisnya, dengan tak sabar menunggu, dan berusaha merebut kembali tanah mereka sesegera mungkin. ”
Chohong berbicara dengan nada suara yang kasar dan tak terlalu memikirkannya. Tapi untuk Seol Jihu, dia tak bisa mengabaikan masalah ini. Dia tak bisa memastikan, tapi pasti ada alasan yang lebih dalam.
Alasan untuk mengeluarkan misi untuk mengintai Forest of Denial.
"Aku juga harus segera tidur."
Chohong dengan penuh semangat menguap dan meregangkan anggota tubuhnya, sebelum mengulurkan pahanya yang agak sehat dan meletakkannya di atas dada Seol Jihu.
"Heh..."
Chohong mulai terkikik.
"Aku tak mau. Wanita ini secara pribadi datang ke tendamu untuk melindungimu, dan bahkan dengan ramah menjelaskan hal-hal kepadamu. Jadi, tidakkah kamu harus mentolerir hal kecil ini, bukan?”
Seol Jihu memiringkan kepalanya sedikit.
"Tapi, aku pikir kamu datang ke sini karena Tuan Ian?"
Dia kemudian merasakan kaki yang bertengger di dadanya bergetar tanpa terasa.
"Apakah aku salah?"
"Zzzz…"
"Kamu tak begitu pandai berpura-pura tidur, kamu tahu."
"…"
Seol Jihu terkikik dengan keras.
"Oke, aku mengerti. Tetap jaga diriku bahkan di masa depan. "
Itu mendorong gerutuan ‘Keuk’ untuk keluar darinya, dan kemudian…
"Bajingan! Tidak bisakah kamu membiarkannya pergi?! ”
Chohong menerkamnya dengan wajah memerah.
Malam itu.
Seol Jihu bisa tertidur cukup cepat, dari kelelahan gulat sengit dengan Chohong di tenda.
***

Matahari pagi terbit.
Setelah sarapan, ekspedisi dengan cepat membereskan perkemahan, dan akhirnya berdiri siap di depan Forest of Denial. Karena mereka memutuskan untuk melanjutkan, tak perlu menunggu lagi.
"Ingat itu baik-baik. Ramuanku bukanlah obat penyembuh semuanya. Dan hanya ada sedikit mantra yang dapat memurnikan, pada kondisi pikiranmu yang rusak. "
Sebelum mereka memasuki hutan, Seol Jihu minum dari botol kecil yang dibagikan oleh Ian. Ini adalah salah satu penanggulangan yang dipersiapkan Mage tua itu. yah, dia memang seorang Alkemis, dan dia juga terkenal karena ramuan-ramuannya.
“Emosi sangat menular. Momen seseorang mengungkapkan emosi seseorang, akan berfungsi sebagai dalih yang sempurna, untuk mengaktifkan efek. Dan apakah orang-orang di sekitarmu suka atau tidak, mereka juga akan terpengaruh. "
Rasa ramuannya tak begitu baik. Rasanya seperti balok-balok es memenuhi dirinya, dari ujung jari kakinya sampai ke otak, begitu dia meminumnya. Apakah ini yang akan dirasakan seseorang, setelah menstabilkan pikiran dan tubuh seseorang secara paksa?
Kepalanya terasa agak mati rasa, tapi orang yang bergerak di sekitarnya tak terpengaruh, sepertinya.
"Aku tak berharap, Kamu menjadi benar-benar tanpa emosi atau memikirkan apa-apa sepanjang waktu. Tapi, apa pun yang terjadi di sana, Kamu harus mempertahankan pikiran yang tenang."
Bersamaan dengan peringatan Ian, ekspedisi memasuki hutan sambil mempertahankan formasi sebelumnya.
Meskipun matahari bersinar di atas kepala, bagian dalam hutan itu gelap dan redup. Pohon-pohon yang cukup tinggi untuk menghalangi langit melakukan hal itu, menghalangi sinar matahari, dan mereka memberikan naungan tebal di seluruh tanaman hijau, yang membentang dari bukit di belakang mereka.
Seol Jihu hanya fokus pada Raid. Begitu memasuki hutan, udara panas dan pengap bersentuhan dengan kulitnya. Sensasi tanah berlumpur di bawah kakinya, membuatnya gelisah karena suatu alasan. Ketika rerumputan tinggi dan belukar lebat terus-menerus melewatinya.
Namun, karena dia tak tahu kapan efek hutan akan menyerangnya, dia melakukan yang terbaik untuk menjernihkan pikirannya. Yang lain pasti berpikiran sama, karena tak ada di antara mereka yang mau mengatakan apa-apa, dan terus mengikuti arahan Samuel.
Satu-satunya suara yang mereka dengar adalah suara burung-burung, teriakan binatang buas dari kejauhan, dan air yang mengalir tak terlihat.
Tiba-tiba, langkah Samuel terhenti. Anehnya, dia tak melihat ke bawah, tapi ke langit. Lebih khusus lagi, di salah satu pohon subur yang ditemukan di dalam hutan…
Dylan berbicara lebih dulu.
"Samuel? Apa itu?"
"Ini mayat."
"Apa?"
"Ada mayat yang tergantung di pohon."
Seperti yang ia katakan, ada sesuatu yang menyerupai kantong plastik besar, yang tergantung di pohon. Dan itu adalah mayat yang kehilangan bagian bawah tubuhnya. Lengannya nyaris tak tersampir di cabang pohon. Tubuh bagian bawah tak dapat ditemukan di dekatnya. Dan tiga, empat tali keluar dari tubuh itu. Ternyata, itu adalah isi perutnya.
“Aku harus menyelidiki ini. Siapa pun yang tak bisa menanganinya, berpalinglah. "
Samuel memanjat dan dengan hati-hati mengambil mayat itu. Itu di tengah-tengah pembusukan. Sehingga, bau busuk itu sangat kuat.
“Sepertinya tubuh bagian bawahnya terkoyak oleh kekuatan kasar. Tak ada artinya, menjarah tubuh pada tingkat ini… Mm? ”
Samuel mengamati wajah yang menghitam dan membengkak selama beberapa saat, sebelum ekspresinya kusut tak sedap dipandang.
"Dylan! Bukankah ini Kahn?! "
"Kahn? Maksudmu apa?"
Dylan berhenti mengamati sekeliling dan buru-buru berlari ke sana. Dan dia meludahkan erangan, setelah mengkonfirmasi dengan matanya sendiri.
"Ya ampun. Itu Kahn. "
"Tapi, mengapa Kahn ada di sini?"
Samuel memiringkan kepalanya ke sana-sini. Tapi kemudian, alisnya melengkung dengan tiba-tiba. Melihat ini, Dylan mengatakan ‘Ah, sial’ di dalam hati. Hanya ada satu alasan mengapa Kahn ada di sini.
‘Biarkan Aku jujur ​​di sini. Aku pergi untuk berbicara dengan tim Kahn terlebih dahulu, sebelum memanggilmu. Namun mereka menolak. Namun, mereka pasti akan merahasiakannya.’
"Bajingan ini !!"
Samuel menendang setengah mayat, dan dengan marah meraung.
"Dasar brengsek! Kamu mencoba mengambil harta itu, seperti ini ?! ”
"Wow. Woah, teman. Tenanglah. Dia sudah mati. "
“Bagaimana aku bisa tenang dalam situasi ini ?! Bajingan ini, dia…"
Itu dulu.
"Samuel, tenang !!"
Panggilan Ian menyebabkan Samuel tersentak. Dylan cepat-cepat mundur beberapa langkah dan menyiapkan panahnya.
Beberapa saat kemudian, Samuel mengangkat kepalanya dengan cepat, dan mengamati sekelilingnya. Sebelum matanya yang terbakar mendarat tepat pada Seol Jihu.
"Dylan! Pukul dia dengan keras! Tak apa-apa untuk menjatuhkannya! "
Pow!!
Samuel terbang, setelah ditinju oleh tangan sebesar vas bunga. Namun, dia juga seorang Archer yang ulung, dan dengan demikian dia tak kehilangan kesadarannya.
"Euk!"
Meskipun ekspresinya kesakitan…
"Tenang. Apakah kamu ingin mati? "
“Tolong, lakukan apa yang kamu bisa untuk menstabilkan pikiranmu. Aku mengerti jika Kamu marah, tapi Kahn sudah mati. "
Dylan dan Ian bergantian menenangkan Samuel.
Samuel perlahan mengusap pipinya yang sakit, sebelum menghisap banyak udara. Dia mengulanginya enam kali lagi, sebelum menganggukkan kepalanya.
"Apakah kamu baik-baik saja sekarang?"
"Ya. Aku baik-baik saja sekarang. Aku menunjukkan kepadamu sesuatu yang tak keren, bukan? "
Samuel meraih tangan Dylan, dan menarik dirinya dengan erangan. Matanya melihat Seol tampak agak rumit, karena suatu alasan.
"Untungnya, kita tak harus menggunakan mantra sihir. Jadi, apa yang ingin kamu sangkal tadi? ”
Tanya Ian. Samuel ragu-ragu sebentar, sebelum menjawab dengan suara kecil.
"Aku pikir, aku menyangkal orientasi seksualku."
"A-apa itu tadi?"
"Aku tak yakin. Ini adalah pertama kalinya Aku juga, jadi… Ketika aku melihat teman itu di sana, Aku… tiba-tiba ada keinginan untuk… ”
Samuel tak bisa menyelesaikan apa yang ingin ia katakan. Seol Jihu menelan ludahnya dan diam-diam mundur beberapa langkah. Sementara itu, Ian dengan ringan menepuk pundak Samuel.
"Baiklah. Itu bukan sesuatu yang buruk. Jika kamu sudah cukup tenang, mari kembali ke apa yang seharusnya kita lakukan, oke? "
"Mm."
Samuel mendapatkan kembali sikap tenangnya, dan berjalan dengan tenang di sekitarnya. Dia menatap tanah selama satu, dua menit, sebelum mengeluarkan erangan panjang.
“Ada sepuluh pasang langkah kaki yang masuk lebih dalam. Tim Kahn terdiri dari delapan orang, jadi dua lainnya harus menjadi milik para porter. Lalu…"
Samuel mendecakkan lidahnya.
“Sepuluh pasang kaki masuk, tapi hanya satu pasang yang keluar. Itu pasti milik Kahn, dan dia ada di sini bersama kita, mati. "
"Kita tak bisa mengabaikan ini… Tim yang berisi High Ranker dimusnahkan?"
Gumaman lembut Dylan membawa serta perasaan tak menyenangkan ini di Seol Jihu. Tapi, dia menyimpannya untuk dirinya sendiri.
"Bisakah kamu mencari tahu, apa yang membunuh mereka?"
“Itu yang aku tak yakin tentangnya. Penguraiannya terlalu parah, dan aku belum pernah melihat bekas gigitan ini sebelumnya. "
"Tak apa-apa jika kita melambat. Jadi, mari kita tingkatkan kewaspadaan kita, sebagai gantinya."
"Tentu saja. Tapi, jangan terlalu khawatir. Kekuatan ekspedisi kita adalah dua kali dari tim Kahn."
Samuel berbicara ketika dia mengalihkan pandangannya ke anggota ekspedisi, sebelum dia memimpin lagi. Dylan kembali ke tempatnya di belakang dan ekspedisi berlanjut.
Samuel sekarang berjalan jauh lebih hati-hati daripada sebelumnya. Ekspresi Chohong dan Hugo, dan bahkan Alex, semuanya kaku dan beku. Masing-masing dari mereka dikejutkan oleh kematian Kahn, yang merupakan Royal Knight Level 5.
Sepuluh menit berlalu.
Ekspedisi yang bergerak maju dengan kecepatan siput, berhenti sekali lagi. Samuel menatap tanah untuk waktu yang sangat lama, sebelum dia mulai mengunyah bibir bawahnya.
"Dylan, maaf soal ini, tapi tolong datang ke sini lagi."
"Tak perlu meminta maaf. Bisakah kamu menunjukkan jejaknya padaku? ”
"Yah, ini…"
Seol Jihu memperhatikan Dylan berlutut dan perlahan mengangkat kepalanya, untuk melihat ke atas kepalanya.
Langit bisa dilihat di antara celah hutan yang rimbun dan rimbun.
Langit sudah bersih dan cerah, ketika mereka hendak memasuki hutan. Tapi sekarang, awan tebal telah bergulir, dan diwarnai dengan warna abu-abu yang menyedihkan.



< Prev  I  Index  I  Next >

Follow Us