Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Untuk memperbesar atau memperkecil font, gunakan 'zoom in' dan 'zoom out'.
Terima kasih. Selamat membaca... :)
Traktir Ngopi gan...!

SCG_163

gambar

SCG_163


163. Keributan (2)


Dwarf, Vampire, Orc, Goblin, Fairy, Dragon, Manusia, Element Spirit…
Jumlah ras yang pernah hidup berdampingan di bawah pemerintahan Kekaisaran di Paradise, tiba-tiba mengalami penurunan tajam setelah munculnya Parasite.
Beberapa ras punah, yang lain menyerah, dan beberapa bahkan menyerah secara sukarela.
Akhirnya, hanya beberapa ras yang tersisa, dan melawan Ratu Parasite dalam penaklukannya atas Paradise.
Tapi hasilnya adalah deretan kekalahan yang menyedihkan.
Parasite telah memperbanyak koloni mereka sampai batasnya, dan menyapu seluruh Paradise.
Pertarungan yang penuh tangis dan putus asa berlanjut hari demi hari. Tapi, tak peduli seberapa keras mereka berjuang, masa depan tak berubah.
Ratu Parasite melahap Dewa Kepala yang mengabaikan bintang berarti jika dia telah melakukan hal yang sama dengan Seven Virtues di bawah spanduk Head of God. Tentu, tak ada jalan bagi manusia yang tak lagi memiliki dukungan dewa, untuk bertarung melawan makhluk abadi.
Ttapi pada saat itu, sebuah perubahan besar terjadi, yang membalikkan situasi tanpa harapan.
Seven Deadly Dins yang tak diseleksi, mengambil inisiatif untuk membuat kontrak dengan manusia.
Dan dengan memanggil manusia dari Bumi, mereka dapat dengan cepat memulihkan kekuatan mereka.
Selain itu, penampilan Fallen Angel yang merupakan ras alien seperti Parasite, berhasil mengumpulkan ras yang tersisa.
Mereka bersatu di bawah satu alasan, dan melalui saling melengkapi kelemahan satu sama lain. Dan setelah menerima pengetahuan alien, mereka menciptakan senjata yang tangguh.
Kedua perubahan ini menciptakan gelombang tektonik yang bahkan Ratu Parasite tak bisa abaikan. Dan akhirnya, mereka dapat menghentikan pasukan Parasite yang sebelumnya tak terhentikan.
Tapi Ratu Parasite juga tak tinggal diam. Ketika situasi berada di tepi jungkir berbalik, Ratu Parasite membuat keputusan.
Kartu yang dimainkan oleh Ratu Parasite memuntahkan Seven Virtues kembali. Untuk lebih tepatnya, dia memilih tujuh spesies paling unik di antara bawahannya, dan memberi mereka kekuatan dewa.
“Dengan kata lain, dia melahirkan tujuh kekuatan baru, yang bisa menahan serangan dari ras manusia dan Federacy.”
Kazuki yang menjelaskan kelahiran Seven Army, mengeluarkan batuk kecil. Seol Jihu dapat dilihat dengan ekspresi kaget, karena dia tiba-tiba menerima informasi di luar imajinasinya yang paling liar.
“Lalu ketujuh spesies itu menjadi dewa-dewa baru?”
“Sulit untuk mengatakan jika mereka adalah dewa yang sempurna. Karena, mereka hanya diberikan kekuatan dewa. Jumlah yang dapat mereka cerna, tergantung pada kemampuan spesies. ”
“Tetap saja, jika itu adalah kekuatan dewa… aku merasa mereka akan sangat kuat.”
“Jelas!”
Kazuki mendengus.
“Di antara Seven Army… mungkin hanya tiga?”
Dia memiringkan kepalanya.
“Tidak, jika empat pasukan menyerang, maka umat manusia perlu khawatir tentang kehancurannya.”
Seol Jihu berhenti bernapas. Dia akhirnya mengerti, mengapa semua orang menunjukkan reaksi seperti itu sebelumnya.
“Aku punya firasat buruk.”
Itu suara Cinzia. Kedua pria itu berhenti berbicara dan kembali fokus pada pertemuan.
“Ini tak seperti bagaimana biasanya Parasite bertindak…”
Cinzia jarang terhenti ketika berbicara. Sikap santainya yang biasa lenyap. Seolah-olah hilang, ekspresi serius muncul di wajahnya.
Karena ini adalah pertama kalinya Seol Jihu melihat kepala organisasi Sicilia Selatan membuat ekspresi seperti itu, dia mulai merasakan gentingnya situasi.
“Kamu benar.”
Teresa setuju dengan ekspresi serius.
Parasite memindahkan sejumlah besar pasukan dengan cara yang sangat mencolok. Sehingga, itu akan terasa aneh bagi mereka, untuk tidak memperhatikan. Berkat itu, mereka diberi waktu untuk bersiap. Meskipun begitu, perasaan tak tenang tak kunjung hilang.
Lagi pula, Parasite selalu berperilaku melampaui logika manusia.
Jelas ada niat tersembunyi di balik perubahan mendadak ini.
Bukan karena Pincess Knight yang telah bertarung melawan Parasite selama puluhan tahun tak mengetahui fakta ini.
“Tapi…”
Teresa melanjutkan dengan wajah tak berdaya.
“…Pada akhirnya, hanya ada satu hal yang harus kita lakukan.”
Pertemuan berakhir dengan suasana yang berat.
Setelah pertemuan berakhir, Teresa meminta Seol Jihu untuk tinggal sebentar. Karena, dia juga punya urusan dengannya, dia rela menerimanya.
Seol Jihu yang dipandu ke ruang penerima tamu, dapat mendengar sejumlah hal yang tak dapat ia dengar, karena kedatangannya yang terlambat.
Ini adalah hal-hal mulai dari saat pertemuan, hingga keputusan Sicilia mengendalikan gerbang kastil. Hingga, apakah dia mengenal seseorang yang akan membantu mereka.
Dia memohon kepadanya untuk membawa siapa pun, apakah itu perorangan atau kelompok. Dan mengatakan kepadanya, jika dia tak akan lupa untuk memberi hadiah besar kepada mereka, setelah perang usai.
Seol Jihu merasakan benjolan di tenggorokannya, melihat wanita itu dengan putus asa memohon dengan tangannya yang digenggam. Seolah-olah, dia sedang menggenggam sedotan.
Ketika dia mengatakan kepadanya, jika Seo Yuhui akan memimpin tim pendukung dari Kuil utama Luxuria, mata lelah Teresa menyala dengan sinar.
“Benarkah?”
“Dia bukan seseorang yang akan berbohong.”
“Itu hebat! Kami khawatir, karena kami tidak memiliki cukup priest…”
Setelah salah satu bebannya terangkat, Teresa menyapu dadanya dan mendesah lega. Melihat bahunya yang terkulai, membuatnya tampak sangat lelah.
Dalam hatinya, dia ingin menyarankannya untuk beristirahat, meskipun itu hanya sebentar. Tapi melihat mendekat dengan langkah kaki yang gemetar, seolah-olah dia akan runtuh setiap saat, Seol Jihu tetap diam.
Teresa yang berhenti di depan hidungnya, dengan lembut meraih sisi lengannya dan menundukkan kepalanya.
Menabrak.
Saat dahinya menyentuh dada pria itu, bibirnya yang seperti ceri dengan lembut berpisah.
“Haaahhhh…”
Desahan panjang keluar dari mulutnya, seolah-olah dia melepaskan semua kekhawatirannya.
Sedikit gemetar bahunya yang kecil, masuk ke matanya.
Teresa juga manusia. Dia pasti tak bisa tidur selama beberapa hari, memikirkan datang dengan tindakan pencegahan.
Wajar baginya untuk merasa waspada.
“Bersemang…”
Seol Jihu ragu-ragu sambil mengatakan ‘Bersemangatlah’ dalam upaya untuk menghiburnya.
Bagaimana rasanya menjadi Teresa, untuk hidup di dunia seperti itu, sejak dia masih muda? Setelah pikiran itu menyapu pikirannya, dia tak memiliki keberanian untuk berbicara lagi.
Karena dia merasa jika kata-katanya hanya akan terdengar jauh. Seolah-olah, dia sedang melihat api di seberang sungai.
Jadi, saat dia menurunkan tangannya yang terangkat.
“Kepalaku… belai kepalaku.”
Sesuai bisikan diamnya, dia meletakkan tangannya di atas kepala Teresa.
Ketika dia perlahan-lahan menyisir rambutnya yang keemasan, dia mengeluarkan erangan senang.
“Punggungku juga.”
Melihat wanita itu menggosok pipi ke arahnya, tampak seperti anak kecil yang merengek meminta perhatian. Menyebabkan Seol Jihu tertawa dan menepuk punggungnya.
Tapi, dia tahu ini hanya kenyamanan sementara.
‘Bagaimana bisa Aku…’
Apa yang membuat Teresa merasa lebih baik?
“Ah.”
Seol Jihu tiba-tiba ingat untuk apa dia datang padanya.
“Putri.”
“Haah…”
“Putri?”
“Terasa enak sekali… Ya?”
Teresa yang telah membuat ekspresi Bahagia, terkejut dan memiringkan kepalanya.
“Apakah kamu tak kehilangan semua equipment-mu, saat kamu ditahan di lab penelitian?”
“Ah… ya. Sudah.”
Ssp.
Teresa menyeka air liur dari mulutnya dengan punggung tangannya, tampak menyesal.
Itu karena equipmentnya yang berharga, yang bisa meningkatkan statistik kemampuannya, terkubur ketika laboratorium penelitian yang dibom.
Tentu saja, mengingat identitasnya, dia hanya bisa mengambil sebanyak yang ia butuhkan dari gudang senjata. Tapi, sulit untuk menemukan equipment sebagus yang ia gunakan sebelumnya. Bahkan, sebagai seorang putri kerajaan.
“Aku juga banyak berpikir. Jadi…”
Seol Jihu tersenyum, ketika dia mengulurkan pedang perak di tangan kirinya dan Heater Shield yang diukir dengan pola geometris di tangan kanannya.
Kedua equipment itu memancarkan sinar, membuatnya tampak luar biasa bahkan pada pandangan pertama.
Teresa membuat ekspresi bingung.
“Itu adalah pedang dan perisai dari Kekaisaran. Mereka berusia beberapa ratus tahun.”
“Hah? Kekaisaran?”
“Makam di Forest of Denial. Kamu ingat, kan?”
Teresa tersentak, setelah mendengar penjelasannya.
“Kamu memberiku barang-barang berharga ini?”
“Ya.”
Seol Jihu mengangguk. Dia menekankan, jika dia tak membiarkannya meminjam mereka, tapi sepenuhnya memberikan itu kepadanya.
Ketika dia menyerahkan itu tanpa ragu-ragu, Teresa bingung ketika dia menerimanya.
“Aku awalnya akan menggunakannya untuk diplomasi… tapi mempertimbangkan situasinya…”
“Diplomasi?”
“Ya. Ian memberiku tugas. Dia menyuruhku terlibat dalam diplomasi denganmu, menggunakan dua barang ini.”
“Ah ah.”
Mata Teresa bersinar, seperti karnivora yang telah menemukan kesempatan untuk menyerang.
“Baiklah kalau begitu. Tak ada alasan untuk tak terlibat dalam diplomasi. Sebagai perwakilan Paradise dan perwakilan Bumi… ”
Dan dia berkata.
“Mari kita menikah.”
“….”
“Mengapa? Diplomasi pada dasarnya menciptakan hubungan melalui ekonomi, budaya, dan politik. Aku tak tahu jika Kamu sadar, tapi pernikahan politik adalah taktik diplomatik di Paradise.”
Seol Jihu tersenyum pahit, tapi dia tak merasa sedih.
Teresa yang tampak seperti akan putus dengan satu sentuhan, mendapatkan kembali vitalitasnya dan akhirnya tampak bersemangat.
Dia semua terhibur.
Melihat Seol Jihu menyeringai, Teresa menjadi malu dan bertanya kepadanya.
“Apakah aku benar-benar boleh memiliki ini?”
“Melihatmu menggunakannya adalah yang terbaik.”
“Aku merasa menyesal menerima ini secara gratis. Mereka berasal dari Kekaisaran, belum lagi jika barang-barang itu hanya diberikan kepada Saintess… Apakah Kamu memiliki sesuatu yang Kamu inginkan secara kebetulan? Sesuatu yang benar-benar ingin Kamu miliki, misalnya. ”
Tak ada yang terlintas dalam pikirannya, bahkan setelah mendengar itu. Dia tak memberikannya padanya, dengan niat menerima apapun sebagai balasannya.
‘Tidak.’
Setelah berpikir dengan hati-hati, mimpi yang ia miliki di Huge Rock Mountain tiba-tiba terlintas di benaknya.
Sementara yang lainnya buram, pemandangan di mana tubuh Teresa yang dipenggal, terbaring dalam genangan darah masih jelas.
Suasana hatinya tiba-tiba berubah masam, dan dia merasa menggigil di punggungnya.
Dia sekarang memiliki sesuatu yang ia inginkan. Seol Jihu dengan jujur ​​mengungkapkan pikirannya.
“Jangan mati. Berjanjilah padaku.”
“…?”
“Aku harap, aku bisa melihatmu lagi setelah perang.”
“Apa …. A-alasanmu memberiku semua ini, adalah karena kamu tak ingin aku mati?”
Teresa terkejut, tapi Seol Jihu mengangguk dengan wajah serius.
“Jika equipment ini dapat membantumu dengan cara apa pun, maka tak ada lagi yang Aku inginkan.”
“Astaga…”
Teresa dengan erat memeluk pedang dan perisai.
‘Dia menyukai mereka bukan?’
Seol Jihu yang telah memberikan senyum puas, tiba-tiba terkejut. Dia merasakan tatapan panas membakar ke wajahnya.
‘Apa yang ada di dunia…’
Mata melebar dan kulit memerah.
Wajahnya tampak seperti kehilangan dirinya dalam ekstasi.
Masalahnya di sini adalah jika dua mata Teresa tak menatap pada equipment. Tapi sebaliknya, itu menatap Seol Jihu dengan penuh perhatian.
Melihat dengan seksama, apakah merah muda itu yang dapat Seol Jihu lihat di matanya? Tidak. Seluruh tubuh wanita itu menyemburkan hati merah muda.
Saat kebingungan hati merah muda membuat penglihatannya kacau, Seol Jihu menggelengkan kepalanya.
Dan ketika dia melihat ke depan lagi, dia bisa melihat Teresa perlahan mendekat dengan ekspresi bingung di wajahnya.
“Putri?”
“….”
“Kenapa kamu datang ke arahku?”
“….”
Tak ada balasan. Hanya saja, senyum genit secara bertahap menyebar di bibirnya.
“Seorang penggoda?”
“Aku akan pergi kalau begitu. Aku punya banyak pekerjaan…”
Feromon yang merangsang dagingnya sangat menggoda, sehingga Kelinci Salju secara naluriah memalingkan tubuhnya.
Itu adalah kesalahan umum yang dilakukan oleh herbivora.
Karnivora itu dengan garang menerkam punggungnya, begitu mangsanya memalingkan pandangannya.
Seol Jihu menjerit, saat dia jatuh.
“Aku menangkapmu.”
Teresa dengan erat memegangi Seol Jihu yang menggapai-gapai anggota tubuhnya.
“P-Putri?”
“Sialan, diamlah sebentar, kan?”
“Apa yang sedang kamu lakukan?”
“Kamulah yang pergi mengucapkan semua kata-kata romantis itu, dan kamu mau Aku untuk tetap diam?”
Merasakan napasnya menggelitik telinganya, Seol Jihu memutar lehernya dari jangkauannya.
“Tidaaaaaak!”
“Ini satu!”
Sesaat kemudian.
“Eeuuup!”
Erangan tercekat terdengar dari ruang rapat dan keluar ke lorong.
Dua kali, tiga kali, empat kali… Jeritan yang tak ada yang tahu artinya, tanpa henti terdengar.
***

‘Dua puluh empat kali…’
Seol Jihu dengan tanpa kehidupan, kembali ke Carpe Diem dan mengadakan pertemuan tim.
Ada sebuah insiden, di mana Hugo memandangi cupang gelap di seluruh wajah, leher, dan kerahnya. Dan dengan curiga dia bertanya, apakah dia pergi ke rumah pelacuran. Tapi, Seol Jihu menepisnya dan menyampaikan apa yang ia dengar dari pertemuan itu.
Ketika dia selesai berbicara, Jang Maldong bertanya.
“Bagaimana rencanamu untuk bersiap?”
“Pertama-tama, kita harus memutuskan siapa yang akan berpartisipasi dan mengirimkan daftar. Sampai hari ini atau besok.”
Di sana jujur ​​tak banyak untuk memutuskan. Karena draf darurat diumumkan, Seol Jihu, Chohong, Hugo, dan Marcel Ghionea yang merupakan Level 4 atau lebih, diwajibkan untuk berpartisipasi.
Mereka yang di bawah Level 3 diizinkan untuk memutuskan, apakah akan berpartisipasi atau tidak.
“Orabeo-nim. Aku juga!”
“Tidak.”
Seol Jihu terus terang menolak, saat Yi Seol-Ah mengangkat tangannya.
Keberaniannya patut dipuji, tapi Parasite bukan sesuatu yang hanya bisa dilawan oleh Level 1 atau 2.
“Tapi!”
“Tak ada tapi. Jangan bicara omong kosong.”
“Aku akan menembak dari belakang. Dan aku akan lari jika berbahaya.”
“Apa yang kamu rencanakan, jika Parasite terbang memutuskan untuk mengejarmu? Dan jika kamu memutuskan untuk pergi, Sungjin juga akan menginginkannya. Apakah kalian berdua memiliki keinginan mati?”
Melihat wajah tegas Seol Jihu, Yi Seol-Ah perlahan menurunkan tangannya.
Dia merasa menyesal, melihat dia dengan sedih menggantung kepalanya. Tapi, itu tak bisa membantu. Dia merasa, jika dia akan terus-menerus memohon padanya, jika dia tak menolaknya dengan keras.
“Dan…”
Seol Jihu berhenti sebelum berkedip dengan cepat.
Dia melihat Jang Maldong, Chohong, dan Hugo menatapnya.
“Wow…”
Chohong mendengus.
“Ya ampun… Apakah dia bahkan punya hati nurani…?”
Jang Maldong berdeham.
“Dan?”
“Karena Putri memintanya, aku akan mencoba mencari sekutu.”
“Apakah ada yang ada dalam pikiranmu?”
“Aku harus berfikir.”
Hugo tiba-tiba menyela.
“Seorang priest. Kita juga harus mencari seorang Priest. ”
“Oh! Sama sekali tak buruk.”
Chohong setuju. Melihat Seol Jihu memiringkan kepalanya dengan bingung, Hugo menjelaskan.
“Pikirkan itu. Ini perang dalam skala ratusan ribu. Memiliki seorang Priest yang memprioritaskan tim kita, sama sekali tidak buruk.”
‘Dia benar!’
Proses pemikiran alami seseorang seperti itu.
Ketika dua orang berada dalam bahaya pada saat yang sama, seseorang secara alami akan mencoba menyelamatkan seseorang yang mereka kenal lebih dulu.
Seol Jihu juga berpikir, jika dia mungkin akan melakukan hal yang sama, sehingga dia mengerti.
Sejujurnya, dia tak nyaman dengan pikiran menerima perawatan khusus melalui suap. Tapi, perang bukanlah lelucon.
Setelah mendengar jika hal seperti itu biasa terjadi selama perang, dia setuju untuk melakukannya.
“Aku pikir, aku tahu apa yang kamu maksud. Aku akan mencoba berbicara dengannya. ”
“Uhuh. Lakukan yang terbaik, Pemimpin. ”
Hugo mengangkat ibu jarinya dan tersenyum.
Anehnya, Maria belum lari dan masih di kuil.
‘Bagaimana Aku meyakinkan budak uang ini?’
Seol Jihu mempersiapkan dirinya untuk dimarahi, tapi…
“Oppa! Kamu datang!”
Dia meragukan mata dan telinganya, melihat gadis pirang ramah menyambutnya dengan manis.
“Kenapa kamu hanya datang sekarang… Apakah kamu tahu sudah berapa lama aku menunggu? Kamu hampir membuatku sedih, berpikir jika kamu menemukan Priest lain...”
Tidak. Dia tak hanya bersikap manis. Maria yang menempel di sisinya seperti jangkrik, dan tampak seperti orang asing.
Seol Jihu mampu menghilangkan keraguannya, hanya setelah melihat kamarnya yang telah berevolusi dari tempat sampah menjadi saluran pembuangan.
Maria duduk di tempat tidur, mengisap rokok dengan hati-hati sebelum membuka mulutnya.
“Kamu di sini karena perang, bukan?”
‘Dia tahu?’
Kemudian lagi, sebagai Priest Level 4 yang berspesialisasi dalam penyembuhan, dia pasti telah menerima beberapa penawaran di sana-sini.
Seol Jihu memutuskan untuk langsung ke intinya.
“Kamu benar. Pertama, ambil ini.”
Buk!
Tas uang besar diletakkan di atas meja.
Itu bukan ‘Ching! tapi ‘Buk!’ itu terdengar.
Melihat tas yang sepertinya berada di ambang meledak, kilatan melintas di mata Maria. Tapi Maria segera menegang wajahnya.
“Oppa! Kamu pikir apa yang sedang kamu lakukan?”
Seolah dia mengharapkan reaksinya, Seol Jihu meletakkan tangannya di dalam mantelnya lagi. Maria menggigit bibir bawahnya.
Ada batasan untuk bersabar. Sudah jelas, jika suatu hari dia akan bangkrut suatu hari, jika dia jatuh cinta pada serangan kantong uang lagi.
Uang adalah satu-satunya kelemahan Maria.
Tapi itu adalah uang yang tak bisa ia terima, untuk menjalankan rencana besar yang ada dalam pikirannya.
“Oppa!”
Jadi dia berdiri sambil berteriak.
“Bukan itu maksudku! Kamu pikir aku ini siapa?”
“Hah? Ini uang…”
“Uang? Baik. Aku suka uang. Aku suka tapi… Haah. Apakah kamu benar-benar tak tahu, mengapa aku suka ini?”
Maria menatapnya dengan wajah marah. Tak tahu apa yang terjadi, Seol Jihu bingung.
“Oppa, aku mungkin penipu dengan uang, tapi aku wanita yang pantas yang memiliki moral.”
“Hah?”
“Ini cerita yang berbeda jika itu sebuah ekspedisi atau eksplorasi. Tapi ini adalah perang. Ini adalah kewajiban yang harus kita pertahankan… Apakah Kamu berencana menjadikanku bajingan yang tak tahu malu?”
“Permisi? Nona Maria?”
“Aku benar-benar kecewa. Apa yang kamu lihat sebagai…”
Air mata mulai mengalir di matanya yang besar. Seol Jihu membuka mulutnya.
“Maafkan aku. Aku tak tahu apa yang dipikirkan Nona Maria… Lalu bisakah kamu menerima ini sebagai tanda penghargaan?”
Dia bertindak, seolah-olah dia tak tahu apa yang harus dilakukan, sebelum mendorong kantong uang ke arahnya. Leher Maria bergetar sebelum melemparkan kepalanya ke arah lain.
“Ambil kembali. Berapa banyak lagi yang kamu rencanakan untuk membuatku malu?”
“….”
“Aku sangat kecewa. Bukannya kita pernah bertemu satu atau dua kali. Kita sudah bersama sejak Zona Netral… Tapi aku rasa, hanya aku yang berpikiran seperti itu …”
Maria berbicara dengan suara sedih, ketika dia menutup matanya dengan erat. Aliran air mata yang jernih mengalir.
Keheningan yang canggung memenuhi ruangan itu.
‘Satu dua tiga empat…’
Maria diam-diam menghitung sampai sepuluh sebelum membuka matanya. Mengkonfirmasi jika Seol Jihu tampak meminta maaf, dia dalam hati tersenyum puas.
Sudah cukup mendorong. Sekarang saatnya menarik.
“Tak apa-apa. Terkadang perkenalan aku dengan anggota baru.”
“Perkenalan?”
“Aku mendengar timmu merekrut Archer of Steel. Aku harus tahu wajahnya, jika aku akan memeriksa timmu.”
Artinya, dia telah menerima tawaran Carpe Diem.
“Nona Maria!”
Kulit Seol Jihu menjadi lebih cerah. Maria menyilangkan tangannya.
“Aku berencana mengunjungi gedungmu hari ini atau besok.”
“Terima kasih! Aku, aku benar-benar…”
“Cukup. Setelah membuatku merasa tertekan… Apakah itu hobimu untuk membagikan obat, setelah memberikan racun?”
“Aku benar-benar tak tahu… jika Nona Maria adalah orang seperti ini. Kamu luar biasa! Benar-benar luar biasa!”
“Bagaimanapun juga, sebagai imbalan memprioritaskan tim, kamu harus membuatku aman, oke?”
“Tentu saja!”
Maria bertindak seperti sedang menyeka air matanya dengan tangannya. Tapi, itu benar-benar karena dia perlu menyembunyikan bibirnya yang mengancam akan meringkuk.
Hanya ada satu alasan mengapa Maria melakukan semua ini.
Setelah Banquet, evaluasi otaknya tentang Seol Jihu sangat meningkat. Maria yang materialistis pada tulang-tulangnya, telah dengan hati-hati menghitung pemuda di depan matanya, sebelum mencapai kesimpulan.
‘Produk ini… tidak. Pria ini...’
Dia terampil, kaya, dan murah hati.
Di atas segalanya, fakta jika dia akan selalu membayar lebih dari yang diterimanya menarik hati Maria.
Dengan kata lain, itu adalah produk dengan keuntungan 100% dijamin.
Ya. Ini adalah investasi untuk masa depan.
Bukan Maria Yeriel di ruangan itu. Itu adalah Ratu Stok, Maria Buffett.
Dalam situasi di mana pasar saham asing bergetar, menyebabkan pasar domestik menjadi tidak stabil…
Maria dengan tegas memilih untuk berinvestasi dalam produk yang disebut Seol Jihu. Terlepas dari bagaimana dia terus berbicara tentang betapa kecewa dan sedihnya dia…
“Tiba-tiba dia tak akan mundur dari kata-katanya, kan?”
Merasa bersemangat hanya memikirkan tentang seberapa besar dia akan untung ketika pasar stabil, bibir Maria meringkuk.
Tentu saja, masih belum terlihat apakah akan mencapai level tertinggi sepanjang masa, atau bangkrut karena penangguhan perdagangan atau penghapusan daftar barang.



< Prev  I  Index  I  Next >

Follow Us