Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

SCG_321

gambar

SCG_321

Bab 321. Perang yang Terjadi Serentak (2)

Benteng Tigol.

Itu adalah benteng yang kuat, yang dibangun di tempat yang menguntungkan di Pegunungan Hiral, dengan pegunungan lain di keempat sisinya. Didirikan di medan yang berat beberapa ratus meter di atas permukaan laut. Itu benar-benar sebuah benteng yang diberkati, dengan penghalang pertahanan alami.

Penempatan geografisnya tidak hanya menjadikannya basis yang dapat diandalkan, untuk mempertahankan jalan yang mengarah ke pusat Federation. Tapi, juga berfungsi sebagai lokasi strategis untuk melindungi perbatasan antara Federation dan manusia.

Menyadari pentingnya lokasi ini sejak awal, ketua Fallen Angel, Gabriel, mengintegrasikan pengetahuannya dari dunia lain, dengan keahlian tangan para dwarf yang luar biasa dan para Spirit dari Sky Fairy, untuk membangun dinding benteng melalui darah dan keringat.

Seperti yang disebut sebagai benteng terakhir Federation, kebanyakan orang merasakan perasaan yang sama, ketika pertama kali berdiri di depan benteng.

Siapa pun yang masuk melalui pintu masuknya yang megah, yang berdiri seperti gerbang yang tidak dapat ditembus di bagian bawah tebing. Dan perlahan-lahan, dia yang berjalan ke atas, akan dapat melihat patung-patung raksasa, yang memegang tombak yang tajam dan pedang yang diukir di sisi tebing.

Ketika mereka tiba di ujung, mereka akan dihadapkan dengan benteng yang membentang sepanjang medan sejauh mata memandang. Seperti, jalan raya yang tanpa akhir.

Dan begitu sampai di sana, sebagian besar orang akan ketakutan, ketika melihat pemandangan megah dari benteng tegak yang menjulang di atas mereka di dataran tinggi dengan awan yang mengalir… seperti halnya lukisan.

Jika seseorang benar-benar mencoba melihat ke atas dari bawah benteng. Orang itu akan kelelahan, hanya dengan mengikuti tebing dengan mata mereka. Dia akan merasakan secara langsung apa yang sebenarnya dimaksud dengan ‘tidak dapat ditembus’.

Namun, hal yang tak terelakkan untuk hal-hal menakjubkan untuk menjadi akrab, dan hal-hal baru untuk menjadi usang. Begitulah tatanan alami dunia.

Gunung-gunung yang mengelilingi Benteng Tigol, dulunya membanggakan warna hijau gelap yang penuh vitalitas. Tapi sekarang, semuanya diwarnai merah tua dengan latar belakang abu-abu.

Itu membuat mereka tampak tidak menyenangkan.

Noda merah gelap yang bertahan pada mereka selama bertahun-tahun, adalah bukti seberapa lama perang kekerasan telah terjadi di lokasi ini.

Itu sama untuk Benteng Tigol sendiri.

Ada begitu banyak bekas luka perang di benteng itu sehingga memalukan untuk itu pernah disebut ‘Makam dari Pasukan Kematian’.

Bukan hanya karena perang yang panjang.

Bagaimanapun, itu adalah benteng yang telah jatuh sekali. Federation berhasil berhasil merebutnya kembali pada akhirnya. Tapi, tidak mungkin Parasite dengan patuh mundur, setelah kehilangan mereka.

Parasite memberlakukan semua jenis kekejaman brutal dan jahat di benteng. Itu menyebabkannya kehilangan warna yang sebelumnya menakutkan. Dan dengan itu, prestise pusat benteng yang telah lama dipadamkan, seperti pohon mati yang layu.

Tentu saja, Federation telah memulihkan benteng sampai batas tertentu, setelah merebutnya kembali. Tapi, perbaikannya hanya bersifat dangkal.

Tidak peduli seberapa mengesankan penampilan luarnya. Selama World Tree tetap mati, fakta jika benteng itu hanyalah cangkang kosong dari diri sebelumnya, adalah sesuatu yang diketahui oleh Federation dan Parasite.

Mungkin karena inilah, suasana negatif mengalir di dalam benteng.

Tidak diketahui apakah kecemasan di dalam benteng memiliki efek atau tidak. Tapi bahkan langit di atasnya, dihancurkan dengan awan gelap. Berkat itu, cuacanya tidak bisa lagi menyedihkan.

Para Sky Fairy mengarahkan busur berlekuk mereka ke depan. Masing-masing dengan mata lebar dipenuhi rasa takut, yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Cave Fairy yang dikutuk oleh Spirit Elemental, semua mata mereka ditutupi dengan kain. Tapi tidak perlu dikatakan jika mereka juga, tegang dengan kecemasan. Itu terbukti, dari seberapa erat mereka mencengkeram senjata mereka.

Bukan itu saja. Para Dwarf yang bekerja keras, yang membuat Thunder. Bahkan, gemetaran pada saat ini, sementara, para Beastmen mengangkat cakar mereka dan taring mereka terbuka.

Semua pasukan Federation, termasuk pasukan elitnya, dikumpulkan di benteng dalam upaya untuk mempertahankannya. Ini tidak diragukan lagi untuk tontonan besar.

Namun, ada teror yang mustahil, untuk disembunyikan tergantung di atmosfer.

Mereka tidak punya pilihan, selain takut. Ada pemandangan yang benar-benar luar biasa yang terbentang di depan mereka, di balik punggung bukit.

Itu adalah pemandangan yang menakutkan, yang dengan mudah mengerdilkan kehadiran megah Benteng Tigol.

Mayat bangkai, spesies reproduksi, spesies induk, Five Army… dan sosok Ratu Parasite bersantai di singgasananya, yang memerintah atas seluruh langit.

Layar yang berkedip-kedip dengan sinyal-sinyal statis, membuatnya jelas jika itu hanya proyeksi dari dirinya. Tapi, hanya kemunculan penampilan pemimpin musuh, membuat Federation mengalami tekanan luar biasa.

“…..”

Gabriel, ketua Fallen Angel, menatap Ratu Parasite yang dengan angkuh menatap benteng dari langit, dan mendesah pelan.

Semangat mereka telah mencapai titik terendah. Dengan proyeksi Ratu Parasite yang dikurung di Corrupted Throne miliknya, muncul di hadapan mereka… tidak ada lagi kebutuhan untuk berbicara tentang keadaan mereka.

Di satu sisi, mereka bisa merasakan kehendak kuat yang ditransmisikan dari musuh… kehendak Ratu Parasite untuk menjatuhkan Benteng Tigol lagi.

Dia tahu jika dia harus mendorong sekutunya, tapi tidak ada kata-kata yang keluar. Mereka dihadapkan dengan perang, di mana kekalahan sama tak terhindarkan seperti api. Jadi dia tidak tahu, bagaimana cara meningkatkan moral mereka.

Gabriel terdiam beberapa saat sebelum sedikit mengangkat kepalanya, dan bertanya.

“Apakah kita tahu sesuatu, tentang gerakan manusia?”

Pertanyaannya akhirnya memecah keheningan yang panjang, tapi tidak ada jawaban.

Gabriel menghela nafas panjang.

“Aku tahu komunikasi kita terputus, karena gangguan sinyal. Aku bertanya, tentang kontak terakhir kita.”

“Tentang itu…”

Seorang Fallen Angel yang berdiri di dekatnya membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu dengan susah payah, tapi menggumamkan kata-katanya.

“Apa itu?”

Gabriel tersenyum lelah.

“Apakah mereka mengatakan mereka tidak akan membantu kita, karena itu bukan masalah mereka?”

“Kami telah menerima berita, jika draf panggilan telah dilakukan di lima kerajaan, tapi…”

Fallen Angel mengikuti kata-katanya.

Dia tidak perlu mendengar lebih jauh untuk menyimpulkan, jika komunikasi lebih lanjut telah terputus sejak Parasite tiba.

“Draf panggilan, ya.”

Tanggapan Gabriel sambil mengetukkan kuku.

Itu karena dia tahu ada perbedaan yang sangat, sangat besar… antara berita tentang rancangan draf panggilan yang dibuat dan berita bala bantuan yang dikirim.

Tentu saja, ada kemungkinan jika keluarga kerajaan benar-benar mengirim pasukan mereka, tapi…

“Mereka tidak akan cukup.”

Mereka akan sangat membantu melawan Undead Army. Tapi, bantuan nyata yang dibutuhkan Federation adalah dari earthling. Tapi, apakah para penghuni bumi yang secara praktis tanpa perintah apa pun, akan dengan patuh mengindahkan draf panggilan…

Terus terang, Gabriel skeptis.

Lebih jauh, masalahnya adalah bahkan jika earthling datang, peluang kemenangan mereka masih belum diketahui. Ratu Parasite tampak sangat kuat untuk menaklukkan benteng mereka. Karena sepertinya, dia praktis membawa seluruh kekuatannya.

Satu-satunya hiburan adalah jika Twisted Kindness yang dikenal tidak tertandingi dalam pertempuran satu-lawan-satu, tidak terlihat di mana pun. Tapi, ini sama sekali tidak menghiburnya.

Tidak peduli bagaimana dia melihat situasi, tidak ada harapan. Hanya ada keputus-asaan.

Gabriel bergumam pada dirinya sendiri, saat berada dalam kesulitan yang mendalam.

“Alangkah baiknya, jika para Executor datang…”

“Akan lebih baik, jika kamu tidak menaruh harapan pada mereka.”

Gabriel mendengar suara serak, yang dicampur dengan geraman pada saat itu.

Itu adalah Beastman yang kokoh dan berotot, dengan surai mengalir dari garis-garis di wajahnya.

“Ketika rumah kami diambil alih, para bajingan itu hanya memandang kami. Seolah-olah, mereka sedang melihat api yang berkobar dari seberang sungai. Bajingan-bajingan itu tidak melakukan apa-apa, ketika sang Executor yang datang untuk membantu kami dengan sejumlah kecil orang, disergap dan dibunuh. Apa yang kamu harapkan dari para bajingan tak tahu malu ini?”

“Yah. Aku tahu bagaimana perasaanmu tentang manusia, sebagai Raja yang memerintah seluruh ras. Tapi …”

Gabriel menghela nafas. Ini sudah ketiga kalinya, dia menghela nafas.

“Tidak peduli apa ceritamu dengan mereka, kita tidak bisa tidak berharap mereka akan menjawab panggilan kita. Kita berada dalam situasi, di mana setiap bantuan tambahan sangat penting.”

“Konyol. Kamu selalu menekankan rasionalitas sebelumnya.”

“Tetap saja. Siapa yang tahu?”

Gabriel memandangi pohon yang layu itu, sebelum tertawa samar.

“World Tree yang ada di sana, yang dalam keadaan yang menyedihkan… mungkin tiba-tiba hidup kembali.”

“Lucu. Apakah kamu akhirnya menjadi gila sekarang, karena musuh tepat di depan kita?”

Beastman mendengus.

“Tidakkah kamu percaya, jika kamu harus melakukan yang terbaik dalam apa yang kamu bisa. Alih-alih berpegang teguh pada tugas-tugas yang mustahil?”

“Itu karena seorang manusia yang pergi dan menyelesaikan salah satu dari tugas-tugas mustahil itu, mengatakan dia secara pribadi keluar.”

Gabriel balas tanpa menunjukkan perubahan ekspresi.

Sebagai tanggapan, Beastman tiba-tiba menutup mulutnya.

“…Seol Jihu, kan?”

Pahlawan yang membunuh First Army Commander, pelopor terkenal yang ditakuti Ratu Parasite, yang menakuti seluruh Paradise.

Berat yang dibawa namanya, tentu tidak ringan.

“Memang. Aku telah mendengar sedikit, tentang bagaimana dia adalah seorang pria dengan kemampuan hebat itu, yang cukup untuk membuat telingaku berdengung…”

“Ya. Federation akan menerima anugerah besar, jika dia benar-benar berhasil menghidupkan kembali World Tree. Bagaimana? Tidakkah kamu mau menaruh dendam dengan manusia, dan berpikir untuk menjadi sekutu dengan mereka?”

“Hah. Mari kita bicarakan ini, setelah kita melihat hasilnya.”

Raja Beastman  mendengus pada optimis ‘bagaimana jika’.

“Kebangkitan World Tree… hehe. Jika dia benar-benar berhasil mencapai itu, maka aku bersedia mengubah pikiranku, tentang manusia yang menemani orang itu.”

Dia tidak sepenuhnya menolak saran itu. Itu karena, dia tahu betapa sulitnya tugas itu, yang pada titik itu di mana Federation telah menyerah.

Itu sebabnya, jika Seol Jihu benar-benar berhasil…

Pada saat itu.

Tepat ketika kata-kata mereka mulai menidurkan, proyeksi Ratu Parasite melambaikan tangannya dengan lebar.

Dan setelah itu, beberapa ratus Nest bisa terlihat duduk di tanah yang terorganisir. Dan, mereka mulai menggembungkan tubuh mereka.

Alis Gabriel secara halus mengkerut.

Nest secara bersamaan mengirim akarnya ke tanah. Itu adalah tanda, yang menandakan serangan Parasite.

Roach sudah memulai.

Dan tentu saja.

“…Mereka datang.”

Undead Army akhirnya mulai mengambil tindakan, seperti yang dikatakan Beastman.

Titik-titik kecil di kejauhan berangsur-angsur menjadi lebih besar, sementara lereng sekitarnya mulai dipenuhi dengan sosok hitam.

Gemuruh yang mengerikan memenuhi udara di sekitarnya ketika mereka mendekat, dari waktu ke waktu.

Mereka bisa merasakan rambut mereka terangkat, ketika tanah di bawah mereka mulai bergetar. Bahkan, ketika mereka berdiri di benteng.

“… Sialan. Inikah rasanya? Maaf, oke?”

Gabriel menggumamkan sesuatu yang tidak bisa dimengerti, sebelum menggertakkan giginya.

Meskipun mereka berada dalam dilemma, karena harus mempertahankan markas mereka, meskipun harus cepat-cepat keluar dan menyingkirkan Nest. Mereka tidak bisa hanya duduk di sana dan tidak melakukan apa-apa.

Setelah nyaris berhasil menghilangkan sensasi yang menindas, Gabriel berteriak sambil melihat gelombang gelap, yang menyapu semua gunung di pandangan mereka, seperti tsunami.

“Semua unit!”

Ketika dia berteriak di bagian atas suaranya, Sky Fairy mengangkat busur mereka bersamaan.

Di bawah panah, ada batu yang melepaskan percikan listrik. Petir yang menempel pada itu gemetar ke kiri dan ke kanan, saat mereka memancarkan cahaya biru.

“Tembak!”

Dengan kata itu, angin kencang menyapu seluruh area. Ledakan sonik diikuti oleh jeritan yang menusuk, sebelum guntur yang memekakkan telinga mengguncang seluruh dunia.

***

 

Sementara itu.

Seol Jihu yang telah melemparkan dirinya ke dalam lubang asap, mengerutkan wajahnya pada rasa sakit yang tajam di dagunya.

“Ow ow ow ow…”

Saat dia hendak bangun sambil mengelus dagunya, dia tiba-tiba merasakan dampak kuat lainnya di punggungnya.

Ketika dia berteriak kesakitan dan melihat ke belakang, dia bisa melihat Phi Sora yang memperlakukannya sebagai bantal, dengan mata tertutup rapat.

Ketika membuka matanya, Phi Sora menyadari situasinya dan dengan cepat melepaskannya.

“Aku-aku minta maaf.”

“Tidak, tidak apa-apa. Lebih penting lagi…”

Melihat sekeliling, Seol Jihu menemukan anggota yang memasuki lubang di babak kedua. Sepertinya, mereka telah masuk, begitu tim pertama melewatinya.

Ini berarti, jika semua orang telah mendarat di tempat yang sama.

Seol Jihu yang merintih, ketika dia mendorong dirinya sendiri dari tanah, tiba-tiba jatuh linglung.

Langit merah.

Tidak. Seluruh dunia diwarnai dengan warna merah darah.

Sulit untuk mengatakan, jika sekelilingnya terlihat bagus, bahkan dengan kata-kata kosong. Tanaman yang dulu pernah menciptakan pemandangan indah, semuanya layu dan bengkok.

Itu adalah sensasi yang berbeda dari pemandangan yang dilihatnya di Distrik Delphinion. Jika apa yang ia lihat saat itu adalah dunia yang sudah mati. maka, tempat ini tampak seperti dunia yang sekarat. Itu seperti pasien yang terengah-engah, yang berada di ambang kematian.

Bagaimanapun, hal-hal seperti itu tidak penting, karena mereka berhasil menyeberang ke tempat ini. Yang penting sekarang adalah, apakah mereka tiba di Alam Spirit atau tidak.

Jawaban mereka diberikan kepada mereka tak lama setelah itu.

“Apa itu?”

Seol Jihu yang dengan bingung melihat sekeliling, mengarahkan pandangannya ke arah yang ditunjuk Kazuki. Kemudian, dia menjadi benar-benar terdiam.

Sebuah pemandangan mengerikan, sedang dibuka ke arah itu.

Sosok aneh berjumlah ratusan, atau bahkan ribuan, bisa dilihat.

Mereka adalah makhluk yang belum pernah dilihat manusia sebelumnya. Tapi, melihat bagaimana mereka diwarnai dengan warna gelap salah satu dari lima warna. Jelas, jika mereka adalah Spirit pada pandangan pertama.

Namun, sebagian besar spirit ini sekarat.

Sementara tampak lebih sedikit jumlahnya, hal-hal seperti kabut biru terang, membantai para Spirit dengan perbedaan kekuatan yang luar biasa.

Sebagian besar Spirit sedang padam, tanpa bisa melarikan diri. Dan bahkan, mereka yang mati-matian dikelilingi oleh kabut ini, segera berserakan menjadi abu.

Karena mereka tidak bisa melawan, jumlah Spirit yang awalnya berjumlah ribuan, dengan cepat turun.

“Tenangkan dirimu!”

Seol Jihu kembali sadar, ketika sebuah suara keras terdengar di telinganya.

Dia bangkit dan fokus, saat melihat Baek Haeju memegang tombak hijau muda di depannya.

Situasinya jelas.

Keberuntungan di tengah semua kemalangan adalah, jika Alam Spirit belum sepenuhnya jatuh. Para Spirit masih bertarung.

Tentu saja, itu benar untuk mengatakan, jika itu adalah pembantaian sepihak. Tapi yang penting adalah jika Alam Spirit belum dihancurkan.

Fakta itu saja sudah cukup bagi mereka untuk bertindak.

Mereka tidak membayangkan, jika mereka akan menyaksikan pemandangan seperti itu begitu mereka tiba. Tapi itu hanya berarti, jika situasinya sangat mendesak.

Jika demikian, maka hanya ada satu hal yang harus dilakukan.

Seol Jihu mengayunkan tangannya dengan kasar, dan memotong tali yang melingkari pergelangan tangannya.

Dia berdiri di tanah dan dengan erat meraih Spear of Purity, sebelum menunjuk pada makhluk biru yang mirip kabut, yang dengan kejam membantai para Spirit.

Lalu…

“Semua unit.”

Di Benteng Tigol dan Alam Spirit…

“Bersiap untuk bertempur.”

Pertempuran yang menentukan nasib masa depan Paradise, dimulai secara bersamaan di dua lokasi.




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "SCG_321"

Pemberitahuan Update via Email