Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Untuk memperbesar atau memperkecil font, gunakan 'zoom in' dan 'zoom out'.
Terima kasih. Selamat membaca... :)
Traktir Ngopi gan...!

SCG_356

gambar

SCG_356

Bab 356. Pahlawan di Paradise, Tapi di Bumi (1)

Kim Hannah menajamkan pikirannya, saat Jang Maldong menatapnya dengan dingin. Senyum di wajahnya menghilang, dan dia langsung menjadi tanpa ekspresi. Dia berdiri tegak dan menggertakkan giginya, saat dia menatap Jang Maldong yang marah.

Sama seperti Jang Maldong akan mengambil diamnya sebagai penegasan, Kim Hannah berbicara.

“Itu … kesalah-pahaman.”

“Sebuah kesalah-pahaman?”

“Ya. Aku tahu apa yang ingin kamu katakan, tapi kamu salah.”

Kim Hannah berkata dengan tegas dan terus terang.

Jang Maldong mencibir.

“Aku tidak berpikir, kamu sangat tidak kompeten, Nona Kim Hannah.”

“Aku menghargai pujianmu, tapi…”

“Tentu saja, Seol Jihu adalah orang yang menghabiskan uangnya dengan sembarangan. Tapi, apakah begitu sulit untuk memberinya nasihat? Jika harusnya dia membawa pulang sedikit demi sedikit, karena keluarganya mungkin curiga? ”

“Itu…”

“Baik. Biarkan kita mengira kamu tidak tahu, Jihu akan bertindak tanpa berpikir panjang. Benar, kamu mungkin merasa dituduh tidak adil. Tapi, aku ingin tahu. Kejadian ini memperburuk hubungan Jihu yang sudah buruk dengan keluarganya. Jadi, apa alasanmu memaksanya untuk mengunjungi mereka dengan wine?”

“Aku akui jika caraku mendekati masalah itu salah. Tapi…”

“Ya, itu salah. Itu sangat salah. Tapi, bukan itu yang aku tanyakan.”

Jang Maldong berkata dengan suara mendidih. Ada alasan dia sangat menekan wanita itu.

Langkah paling penting dalam menyelesaikan masalah adalah, cara penanganan pada awalnya.

Di satu sisi, masalah dengan hubungan Seol Jihu dengan keluarganya bisa diselesaikan dengan lancar. Bahkan jika itu tidak mudah, setidaknya bisa meningkat ke kondisi yang jauh lebih baik daripada saat ini.

Tapi karena Seol Jihu mengambil langkah pertama yang salah, hubungan keluarganya memburuk, ke kondisi yang hampir tidak dapat diubah.

Meneliti mengapa itu menjadi sangat buruk, penyebabnya dapat ditemukan dalam intervensi Kim Hannah. Tentu saja, dia mungkin tidak bersalah.

Tapi, Jang Maldong harus curiga, setidaknya karena dia tahu betapa teliti wanita itu biasanya.

Jika mungkin, Kim Hannah telah menyebabkan situasi menjadi lebih buruk dengan beberapa tujuan…

“Pada saat itu, aku pikir itu yang terbaik.”

Kim Hannah berbicara pada saat itu.

“Apakah kamu ingat insiden Laboratorium di Wilayah Delphinion?”

Jang Maldong mengangkat alisnya, ketika tiba-tiba disebutkan tentang peristiwa masa lalu. Dia tentu tahu tentang kejadian itu, tapi tidak bisa mengerti mengapa dia menceritakannya.

“Sebenarnya, bukan hanya insiden itu. Ekspedisi Forest of Denial, operasi Umpan Lembah Arden, misi Penyusupan Laboratorium Delphinion… Jihu terus-menerus menempatkan dirinya dalam situasi bahaya ekstrim, yang bahkan tidak akan dipikirkan oleh earthling level rendah lainnya. Tanpa memberi tahuku, pengundang-nya.”

Suara Kim Hannah tenang dan terkumpul, saat dia menceritakan masa lalu. dan, dia melanjutkan dengan suara tegas.

“Itu mungkin kebetulan pertama atau kedua kalinya. Tapi ketika hal yang sama terjadi untuk ketiga kalinya, itu tidak lagi menjadi kebetulan. Sementara beradaptasi dengan lingkungan yang asing dengan cepat, Jihu jatuh ke Paradise lebih cepat daripada orang lain. Dari jauh, saat itu.”

“Jadi kamu mengatakan, kamu melakukan apa yang kamu lakukan, karena kamu takut dia akan kecanduan Paradise?”

“Karena apa yang aku takutkan menjadi kenyataan.”

Kim Hannah mendecak bibirnya dan menjawab.

“Aku berulang kali mengatakan kepadanya jika Paradise bukan tempatnya. Tapi, dia tidak mendengarkan. Bahkan, setiap kali dia kembali ke Bumi, dia tampak seperti ingin kembali ke Paradise secepat mungkin.”

Kim Hannah menghela nafas.

“Itu rumit. Jihu bertindak dengan ceroboh dan meningkatkan keparahan masalahnya. Tapi kemudian, dia menghindari masalah itu dan mencoba untuk kembali ke Paradise… Aku menilai, jika hubungannya dengan keluarganya akan menjadi tidak dapat diperbaiki jika itu dibiarkan. Jadi, aku membuatnya mengunjungi mereka menggunakan ulang tahun pernikahan sebagai alasan. Karena pada saat itu, keluarganya adalah satu-satunya tempat di Bumi, di mana dia mungkin menemukan kedamaian.”

Jang Maldong melototkan matanya dengan tajam, tapi masih mendengarkan dengan diam-diam.

“Kamu mungkin berpikir itu terlalu terburu-buru, Tuan Jang. Tapi Jihu tidak menunjukkan gejala penarikan, yang sering dialami pecandu. Dia bahkan tidak menyebutkan apa pun tentang perjudian, setelah mengalami semua yang ia alami di Paradise. Sepertinya, dia tidak pernah menjadi pecandu judi sejak awal…”

Kim Hannah mengatakan, jika tingkat di mana Seol Jihu kecanduan Paradise adalah di luar imajinasi siapa pun.

“Jihu enggan pergi, begitu dia memasuki Paradise. Aku memang berpikir, jika akan lebih baik kalau dia meluangkan waktu untuk lebih dekat dengan keluarganya. Tapi, itu bertentangan dengan dia, yang sangat membutuhkan tempat istirahat di Bumi. Pada akhirnya, aku memutuskan jika lebih baik baginya untuk bertemu keluarganya, daripada menjadi semakin jauh.”

“….”

“Tentu saja, aku akui jika aku terlalu terburu-buru. Itu kesalahanku.”

“Aku mengerti apa yang kamu katakan.”

Jang Maldong mengangkat dagunya dan menatap Kim Hannah.

“Tapi apakah aku salah dalam berpikir, jika kamu mencoba untuk mengemas apa yang terjadi dalam kebaikanmu?”

“Tuan Jang.”

“Bahkan, seekor monyet bisa jatuh dari pohon. Tapi, Nona Foxy melakukan kesalahan? Aku merasa, itu terlalu sulit untuk dipercaya.”

“Aku juga manusia. Aku tidak mengatakan apa yang aku lakukan itu benar, tapi aku tidak bisa sempurna sepanjang waktu. Kalau tidak, aku masih akan memegang posisiku di Sinyoung, daripada berada di tempat ini sekarang.”

Kim Hannah tersenyum tipis.

“Menengok ke belakang, aku selalu membuat kesalahan, ketika berurusan dengan Jihu.”

Dia berdeham dan melanjutkan.

“Jika aku dapat mengungkapkan pikiran jujurku… kamu benar. Aku mencoba mengendalikan Jihu.”

“Mengendalikan?”

“Jangan berpikir terlalu buruk tentang itu. Jihu dari masa lalu memiliki banyak masalah, baik di Paradise maupun di Bumi.”

Kim Hannah melanjutkan.

“Aku tahu, jika Jihu saat ini telah mencapai hal-hal besar, yang membuatnya sebanding dengan legenda Paradise. Tapi jika kamu mengesampingkan mereka, dan hanya memandangnya sebagai orang lain. Jihu adalah tipe pria yang membutuhkan pengawas yang teliti. Aku yakin kamu mengerti, apa yang aku maksud sebagai gurunya.”

Kemudian, Kim Hannah tersenyum pahit.

“Tapi… Jihu tidak bisa dikendalikan.”

“….”

“Aku merasakannya, pada hari pertama kami datang ke Eva. Jihu itu tidak bisa dikendalikan. Kesalahanku adalah, terlambat menyadari hal ini.”

Kim Hannah menghela nafas panjang. Jang Maldong tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya membuat Kim Hannah terikat ke tempat yang sama, dengan tatapan diam.

“…Aku yakin kamu tahu.”

Jang Maldong angkat bicara, setelah beberapa saat hening.

“Tapi aku tidak bisa melihatmu, Nona Kim Hannah, dengan cara yang baik.”

“Ya, aku merasa, kamu tidak menyukaiku.”

“Aku yakin, kamu tahu kenapa. Ketika kamu bersekutu dengan Triad dan bertindak tanpa mengatakan sepatah kata pun kepada Jihu, aku tidak mengatakan apa-apa. Karena aku tahu, itu untuk kebaikannya sendiri… Tapi, aku selalu merasa tidak nyaman tentang itu.”

“Aku mengerti. Ada juga anggota lain yang membenciku. Aku melakukannya, aku sepenuhnya menyadari konsekuensinya.”

“Ya. Aku tahu apa yang telah kamu lakukan untuk Jihu sejauh ini. Jadi, aku akan mengabaikan masalah ini dengan keluarganya, sebagai sesuatu yang kamu nilai untuk kepentingan terbaiknya. Tapi ketahuilah, jika ini akan menjadi yang terakhir kalinya.”

Jang Maldong menekankan, jika tidak akan ada waktu berikutnya.

Jika ini adalah intinya dan dia tidak akan duduk diam, jika wanita itu mencoba mengganggu lagi.

Kim Hannah bukan orang bodoh, dan dia dengan cepat memahami niatnya.

“Jika kamu ingin membuktikan jika kamu tidak bersalah. Kamu harus menunjukkan kepadaku, melalui tindakanmu. Terutama, ketika menyangkut masalah keluarga Jihu.”

“Kamu tidak perlu khawatir tentang itu. Jihu sudah memberi-tahuku terakhir kali, jika dia akan mengurusnya sendiri. Aku juga setuju dengannya.”

“Aku harap, kamu bertanggung jawab atas kata-kata itu.”

Itu saja.

Jang Maldong mengalihkan pandangannya dari Kim Hannah, begitu dia memberikan penegasan, jika dia melepaskan tangannya dari masalah keluarga Seol Jihu.

Dia berbalik dan terus berjalan.

Dia memiliki perasaan campur aduk, sampai dia tiba di gedung Valhalla.

Seol Jihu adalah satu-satunya yang ada di pikirannya.

Saat itu…

Jang Maldong melihat seseorang, ketika dia masuk ke dalam sambil masih tenggelam dalam pikirannya.

Phi Sora sedang duduk di area lounge, makan serbat.

Sebuah ide pasti muncul di kepala Jang Maldong pada saat itu, ketika dia tiba-tiba mengangkat suaranya.

“Sora!”

“A-Ada apa!?”

Ketika dia tiba-tiba berteriak, Phi Sora yang bersenandung dengan gembira, melemparkan sendok di tangannya dengan terkejut.

Dia berbalik ke samping, mengerutkan alisnya, dan mengeluarkan napas.

“Kakek?”

“Kemari sebentar.”

“Kenapa kamu berteriak!? Kamu membuatku takut, akan omong kosong yang hidup!”

“Sejak kapan kamu begitu mudah takut? Bagaimanapun, ke sini! Aku perlu memberi-tahumu sesuatu.”

‘Ugh, aku dalam suasana hati yang baik… Pekerjaan menyebalkan apa yang akan ia perintahkan saat ini…’

Phi Sora menggerutu, tapi masih berdiri dengan patuh dan mengikuti Jang Maldong.

“Jadi, apa itu?”

“Bantu aku.”

“Bantu? Kamu? Dari aku?”

“Dengarkan.”

Jang Maldong menjelaskan dengan lambat, dan Phi Sora tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

“A-Apa?”

“Apa kamu pikir, kamu bisa melakukannya?”

“Yah, bukannya aku tidak bisa… tapi, mengapa aku?”

Phi Sora hendak memprotes, ketika dia melihat tatapan Jang Maldong yang panas dan menutup mulutnya.

“… Argh, sial! Tapi, aku sedang bertengkar dengan bajingan itu!”

Phi Sora menggaruk kepalanya dan merengut.

***

 

Seol Jihu bangun dari tempat tidur, agak keesokan paginya.

Dia tidak bisa tidur sepanjang malam.

Apa yang Jang Maldong katakan padanya, terus melekat di benaknya.

Dia memiliki pikiran yang tidak matang seperti ‘tapi kami memenangkan perang’ atau ‘Aku bekerja lebih keras daripada orang lain’. Tapi, Seol Jihu akhirnya menyingkirkan pikiran ini.

Jang Maldong telah mengajarinya tanpa pamrih sampai sekarang. dan apa yang ia katakan, juga tidak benar-benar salah.

Bagaimanapun juga, satu hari telah berlalu, dan dia harus kembali ke Bumi pada akhir hari itu.

“…Sial!”

Sambil mendesah, Seol Jihu menaiki tangga, ketika dia tiba-tiba melihat seorang wanita cantik berambut merah turun.

Secara kebetulan, mata mereka bertemu.

“Uh…”

Mata wanita itu melebar.

Senyum tipis menyebar di wajah Seol Jihu. Hanya menatap Phi Sora, sedikit menghiburnya. Dia merasa agak sedih, dan sekarang dia memiliki orang yang tepat untuk dikerjai.

Tentu saja, Phi Sora bereaksi dengan cara yang sangat berbeda. Dia segera mengerutkan alisnya dan merengut. Dan ketika dia berusaha untuk bersikap acuh tak acuh dan berjalan melewatinya, Seol Jihu menempel padanya.

“Nona Phi Sora…”

“Enyahlah.”

“Eii, Nyonya Phi, kenapa kamu begitu marah…?”

“Aku sudah bilang padamu, untuk menghentikannya.”

Phi Sora balas menatap dengan nada tajam. Namun, Seol Jihu tidak mundur.

Squis, squis.

Dia terampil memijat bahu Phi Sora dan menjilatinya.

“Berhenti! Di mana kamu menyentuh? Jauhkan tanganmu dariku!”

“Eii, untuk apa kamu merajuk? Sangat pelit.”

“Apa itu tadi?”

“Nah, nah, kamu sudah sarapan? Kamu belum, kan? Ayo pergi.”

Dia meraih tangan Phi Sora, dan menariknya menaiki tangga.

Phi Sora pergi bersamanya, berpura-pura menyerah. Seol Jihu datang kepadanya, tepat ketika dia bertanya-tanya, bagaimana dia harus memulai percakapan dengannya.

Mereka tiba di lantai sepuluh.

Karena sudah waktunya sarapan, beberapa orang sudah duduk bersama, mengobrol dengan ribut.

Seol Jihu membawa Phi Sora ke tempat duduk, lalu langsung pergi ke dapur.

Tak lama kemudian, dia berjalan keluar dengan makanan.

Semangkuk ramen diletakkan di atas meja.

Seol Jihu kemudian menempatkan sepiring kecil kimchi dan semangkuk nasi putih, menyelesaikan Ramen Spesial Seol Jihu.

Phi Sora terkejut.

“Oh benar, kamu maju ke Level 6, kan?”

“…Ya.”

“Selamat. Apa nama kelasmu? Aku tahu yang dulu adalah Royal Guard…”

“Itu Duke.”

“Ya… Itu nama yang keren. Ah, mie akan menjadi lembek. Cepat makan.”

Dengan senyum konyol, Seol Jihu mendorong semangkuk ramen ke arahnya.

Phi Sora terlihat sangat tidak nyaman, tapi tubuhnya jujur.

Gulp.

Dengan suara menelan air liur, dia menyerah pada godaan dan mengambil sumpit.

“Sial, apakah kamu menambahkan obat ke ramen atau sesuatu? Kenapa ini sangat enak?”

Dia menggerutu, ketika dia mengambil air terjun ramen dengan sumpitnya.

Slurp, slurp.

Seol Jihu tersenyum berseri-seri, ketika dia melihat Phi Sora makan dengan suara yang enak.

Mendapati tatapan ini tidak nyaman, Phi Sora mendongak dan menatap Seol Jihu.

“Aku akan mengatakan ini sebelumnya.”

Dia berbicara dengan acuh tak acuh, dengan pipinya yang diisi dengan ramen.

“Jangan berpikir, hanya dengan ini, yang diperlukan untuk menenangkan amarahku.”

“Apakah itu berarti, kamu tidak mau makan ramenku mulai sekarang?”

“Agh, sial, bukan itu maksudku. Aku bilang, kamu harus menunjukkan ketulusan, setelah membuat marah seseorang.”

Phi Sora mengoreksi Seol Jihu, seolah prospek tidak pernah makan ramennya lagi, membuatnya takut.

Seol Jihu memiringkan kepalanya.

“Ketulusan?”

“Ya, ketulusan. Sebagai contoh…”

Phi Sora melirik sekilas.

“Kamu dan aku pernah bertemu di Bumi sebelumnya, kan?”

“Ya, di tempat perut babi.”

“Bagus. Lalu, pergi piknik kecil bersamaku.”

“…Apa?”

“Lagipula, kamu akan pergi ke Bumi kan? Kamu harus ikut denganku dalam perjalanan, saat kamu berada di sana. Mari kita lihat, ke mana aku ingin pergi…”

Phi Sora mengingat percakapannya dengan Jang Maldong tadi malam, sambil berpura-pura berpikir.

‘Ada tempat di mana kamu harus membawa Jihu.’

‘Itu…’

“Aku selalu ingin pergi ke Hawaii.”

Phi Sora mengangkat bahu.

“Seharusnya, musim panas di Bumi sekarang. Kenapa kita tidak pergi ke pantai bersama? Ada tempat bernama Waikiki yang terkenal dengan resor pantainya.”

Senyum di wajah Seol Jihu menghilang, begitu Phi Sora mengatakan ini.

Ekspresinya menegang ketakutan, seperti dia baru saja mendengar omong kosong.

‘Aku rasa memang benar, dia benci kembali ke Bumi.’

Phi Sora tercengang dalam hati.

“… Hawaii? Tiba-tiba…?”

Segera, seperti yang Seol Jihu katakan sambil tersenyum…

“Apa-apa? Kalian berbicara tentang perjalanan ke pantai? Aku ingin pergi!”

“Aku juga! Kemana kalian pergi?”

Hugo dan Chohong muncul entah dari mana, dan bergabung dalam percakapan.

“Kami sudah memutuskan tempat. Hawaii. Kakek yang memutuskan, sebenarnya.”

“Hah? Orang tua itu melakukannya? Benarkah? Maka, ini akan menjadi pertama kalinya aku melihatnya di Bumi.”

Sebelum ada yang memperhatikan, semakin banyak orang mulai berkumpul di sekitar Seol Jihu.

Seol Jihu menatap dengan linglung, saat mereka mengobrol dengan gembira.

“Seol, Seol, kamu juga ikut, kan? Kita akan bertemu di Bumi untuk pertama kalinya?”

Tanya Hugo dengan senyum berseri-seri.

Seol Jihu tidak menjawab.

“Seol?”

“….”

“Seol? Seol! Apa yang salah? Apakah kamu sakit?”

Hugo mendorongnya dengan sikunya.

“Ah.”

Seol Jihu akhirnya tersentak dari linglung, dan menjawab.

“Aku tidak tahu…”

“Eii, jangan lewat. Ini adalah aktivitas ikatan kelompok! Kamu harus berada di sana, sebagai perwakilan Valhalla!”

“Aktivitas ikatan kelompok, ya. Aku hanya tidak tahu, apakah kita perlu bertemu di Bumi. Kita bahkan tidak bisa berbicara bahasa yang sama di sana.”

“Siapa peduli? Itu dipikirkan, setelah kamu bertemu. Aku pernah bertemu Dylan dan Chohong sebelumnya, dan itulah yang terjadi.”

“Itu ide yang bagus, pergi berlibur bersama. Bagaimanapun, semua orang akan kembali ke Bumi. Peluang seperti ini tidak sering muncul.”

Kim Hannah ikut juga.

“Aha! Nona Kim benar-benar tahu apa yang ia bicarakan!”

“Hawaii memiliki rumah sakit khusus untuk penduduk bumi, jadi aku bisa melakukan persiapan segera. Aku punya seorang kenalan di sana. Tentu saja, itu hanya jika perwakilan memberiku izin…”

Semua orang menoleh ke Seol Jihu, atas kata-kata Kim Hannah.

Seol Jehu menyederhanakan.

“Aku tidak mengerti.”

“Tidak mengerti apa?”

“Maksudku, kalian selalu pergi berlibur, setelah sesuatu yang besar terjadi. Apa kalian benar-benar perlu?”

“Yah, bukannya kita harus…”

Chohong mengangkat bahu.

“…Tapi apa yang tidak bisa didapat? Bukankah itu hanya bagian dari bersenang-senang?”

“Bersenang-senang?”

“Ya. Apa yang lebih baik daripada bersenang-senang untuk melupakan kenangan buruk?”

‘Kenangan buruk?’

Seol Jihu mengerutkan kening. Pandangannya, seperti meminta penjelasan.

“Pikirkan tentang itu. Kita baru saja mengalami perang besar. Berapa kali kita hampir mati? Bisakah kamu melupakan semua itu?”

“….”

Jawabannya adalah tidak.

Perang bukanlah hal yang biasa. Dan dengan dampaknya, Seol Jihu tidak akan pernah bisa melupakannya. Mungkin, sampai dia menghembuskan nafas terakhirnya.

“Tapi, kita menang.”

“Kesampingkan kemenangan… Sudahlah. Yang penting adalah jika Paradise meninggalkan kita dengan kenangan yang tak terlupakan, baik atau buruk.”

Chohong melanjutkan.

“Jadi, kita perlu membuatnya kabur, sebelum benar-benar mengakar di kepala kita. Dengan ingatan Bumi, tentu saja. Menggantinya dengan ingatan Paradise lainnya, tidak akan bagus.”

“….”

“Dan sebenarnya, kamu mungkin membutuhkan ini lebih dari orang lain. Tentu saja, kamu tidak perlu melakukan perjalanan. Orang-orang memiliki cara berbeda dalam mempersiapkan kematian di Paradise… Jadi, apakah ada sesuatu yang kamu lakukan secara khusus?”

Seol Jihu menutup mulutnya. Dia tiba-tiba ingat bagaimana Phi Sora bekerja paruh waktu, untuk melihat kembali kehidupannya di Bumi.

Tapi, bagaimana dengan dirinya?

“Jika tidak, ikut saja dengan kami di perjalanan pantai ini. Ini akan menyenangkan untuk bertemu satu sama lain di Bumi, untuk sekali. Kita bisa saling mengutuk semau kita, karena kita tidak akan bisa saling mengerti. Haha.”

“Benar, benar! Ini lebih menyenangkan dari yang kamu pikirkan! Jadi? kamu pergi, kan, Seol?”

Hugo ikut campur dengan tidak bijaksana.

Seol Jihu menjilat bibirnya, sampai menghela nafas frustrasi yang dalam.

Dia mengerti apa yang mereka katakan, tapi dia tidak bisa berempati dengan itu sama sekali. Bahkan, keraguan muncul dalam dirinya.

“…Kalian tidak harus terlalu menyukai kehidupan di Paradise, ya...”

Gumaman pelan mengalir keluar.

Chohong mengerutkan alisnya, dan senyum di wajah Hugo yang bersemangat menghilang.

“Hei, bukan itu yang kami maksud.”

“Ya, ya, aku mengerti maksudmu. Ya, perjalanan ke pantai kedengarannya menyenangkan. Orang yang ingin pergi memang akan senang. Mempersiapkan skenario terburuk juga bagus. Aku mengakui itu.”

Seol Jihu mengambil jalan memutar untuk mengatakan, mereka seharusnya tidak memaksa seseorang untuk pergi, jika mereka tidak ingin pergi.

“Kedengarannya bagus? Kalau begitu mari kita pergi dengan itu. Oh benar, aku belum memberi tahu kalian tentang buah dan divinity, kan?”

Seol Jihu mengangguk dan mengganti topik pembicaraan dengan suara cerah.

“Dengarkan. Sulit mengatakan apa pun tentang divinity, tapi buahnya luar biasa. Efek hal ini adalah…:

Namun, dia harus berhenti, karena semua orang menatapnya lekat-lekat. Beberapa terlihat bingung, dan beberapa melirik curiga.

Ini tidak mengherankan, mengingat sikap aneh Seol Jihu yang sangat jelas.

Bahkan Hugo yang bodoh menyadari, jika Seol Jihu sedang berusaha mengubah topik pembicaraan.

“Uh… Seol.”

Hugo dengan hati-hati berbicara setelah hening sejenak.

“Apa kamu benci kembali ke Bumi?”

“…Tidak, aku tidak membencinya.”

“Kalau begitu, apakah kamu tidak ingin melihat kami?”

“Hugo.”

“Aku hany… kita menghabiskan waktu yang lama bersama di Paradise… jadi, aku ingin bertemu denganmu di Bumi juga…”

Hugo bergumam dengan sedih.

Seol Jihu menutup matanya rapat-rapat.

***

 

Pada akhirnya, diputuskan jika Seol Jihu akan kembali ke Bumi.

Meskipun dia tidak memberikan jawaban yang pasti, tentang apakah dia akan melakukan perjalanan. Sepertinya, hampir semua orang setuju.

Kim Hannah kembali ke Bumi, mengatakan dia akan membuat persiapan.

Pada saat matahari terbenam di bawah cakrawala, bangunan Valhalla menjadi gaduh.

Seol Jihu dan yang lainnya meninggalkan Gedung, setelah menyelesaikan beberapa hal di Paradise.

Dalam perjalanan ke kuil.

Semua orang sibuk mengobrol tentang perjalanan yang akan datang, tapi hanya Seol Jihu yang diam.

Sebenarnya, semua orang tahu.

Seol Jihu yang telah berlarian setelah perang menarik keisengan ke kiri dan ke kanan, sekarang serius dan tenang. Dia bahkan terlihat sedikit marah.

Meskipun pandangan diam-diam sedikit mengganggunya, Seol Jihu tidak menunjukkannya. Dia mengakui perlunya kembali ke Bumi. Tapi, didorong ke dalamnya…

‘Tidak.’

Seol Jihu tersenyum pahit, ketika apa yang dikatakan Jang Maldong terus muncul di benaknya.

Dia tidak bisa menyangkalnya. Karena kemarahan misterius dan kecemasan yang ia rasakan sekarang, adalah emosi yang sama yang ia rasakan, ketika dia tidak punya uang dan tidak bisa berjudi. Kecuali dia dipaksa seperti sekarang, dia mungkin tidak akan berpikir untuk kembali ke Bumi.

Dia mengakui ini…

Seol Jihu berjalan sambil menekan ketidak-senangannya. Dan sebelum menyadarinya, dia telah tiba di kuil.

“Jika kamu akan langsung ke Hawaii di Area 4, atur koordinatmu sesuai. Sedangkan sisanya, kirimi kami surat, oke?”

Phi Sora melambaikan tangannya di depan gerbang.

“Ou! Sampai jumpa di Hawaii!”

Hugo berteriak bersemangat.

Seol Jihu tidak banyak bicara. Dia menghela nafas untuk yang kesekian kalinya, dan berjalan menaiki tangga.

Meskipun dia mendengar seseorang memanggil namanya, dia tidak menoleh ke belakang dan masuk ke portal berwarna laut yang goyah.

Itu adalah perjalanan keempatnya ke Bumi.




< Prev  I  Index  I  Next >

Posting Komentar untuk "SCG_356"

Follow Us