Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Untuk memperbesar atau memperkecil font, gunakan 'zoom in' dan 'zoom out'.
Terima kasih. Selamat membaca... :)
Traktir Ngopi gan...!

SCG_364

gambar

SCG_364

Bab 364. Level 7, dan (1)

Dia kembali ke Paradise.

Dia merasa segar, ketika dia berjalan keluar dari kuil.

Di masa lalu, dia akan menikmati perasaan pembebasan, kapan pun ia kembali. Tapi kali ini, yah… dia senang, tapi ada sesuatu yang berbeda.

Alih-alih merasa lega, hatinya berkibar dengan antisipasi, sama seperti pertama kali ia datang ke paradise.

Berjemur karena tidak terbiasa, Seol Jihu menuruni tangga.

Bangunan Valhalla kurang lebih kosong.

Liburan telah berakhir, tapi sebagian besar anggota masih cuti untuk liburan pribadi.

Tapi, itu tidak seperti tidak ada orang di sana. Perjalanan mereka berakhir beberapa hari yang lalu. Jadi tentu saja, ada seseorang yang datang lebih awal dari Seol Jihu.

“Kamu lebih awal.”

“Aku tiba pagi ini.”

Kazuki menjawab dengan suara monoton.

“Aku akan datang lebih awal… tapi, aku harus menjaga adikku.”

“Adikmu… Ah.”

Seol Jihu ingat misi invasi Laboratorium Delphinion.

Kazuki pasti merujuk pada earthling yang ia selamatkan, dengan memenggal kepalanya.

“Apakah dia baik-baik saja?”

“Seperti yang aku katakan, dia…”

Suara Kazuki menipis, dan dia menghela nafas.

“…Dia tiba-tiba mengalami kejang. Tapi dia masih hidup, dan jauh lebih baik dari sebelumnya.”

“Aku senang dia lebih baik. Kamu tahu, tidak apa-apa, jika kamu ingin tinggal di Bumi sedikit lebih lama.”

Seol Jihu berkomentar cemas, tapi Kazuki menggelengkan kepalanya.

“Dia memiliki dokter dan perawat yang merawatnya sepanjang waktu. Kehadiranku di sana, tidak akan membantunya.”

“…”

“Jadi, aku harus melakukan apa yang aku bisa, untuk membantu adik perempuanku.”

Kazuki menyatakan dengan tegas dan mengalihkan pandangannya ke Seol Jihu.

“Aku memikirkannya, dalam perjalanan ke Paradise. Aku senang, aku bergabung dengan Valhalla. “

“…?”

“Itu semua berkatmu, jika aku bisa mengumpulkan poin kontribusi yang cukup untuk mendapatkan level. Ada perbedaan besar antara Level 5 dan Level 6. Sekarang aku level 6, mengumpulkan poin kontribusi akan jauh lebih mudah. ​​”

Saat itulah Seol Jihu menyadari, apa yang diburu Kazuki.

“Apakah kamu bertujuan untuk kebangkitannya?”

“Ya. Entah itu, atau obat yang bisa menyembuhkan pikirannya…. Bagaimanapun, terima kasih. Aku akan memberi-tahumu ini setelah perang. Tapi, aku tidak pernah mendapat kesempatan.”

“Terima kasih atas bantuannya juga. Aku tidak bisa mengalahkan Raging Temperance tanpa dirimu, Tuan Kazuki.”

“Aku hanya beruntung. Aku tidak pernah membayangkan, jika Army Commander Parasite bisa sebodoh itu. Aku sebenarnya sedikit menyesal. “

“Menyesal?”

Kazuki tersenyum lembut pada reaksi Seol Jihu.

“Jika kita mengirim Fourth Army Commander kembali hidup… dia bisa menjadi Mutaguchi Renya untuk Parasite. Aku terus memikirkan hal itu.”

Seol Jihu tertawa terbahak-bahak.

Itu benar. Mempertimbangkan semua hal yang dilakukan Raging Temperance di Alam Spirit, Federation dan umat manusia pasti bisa mendapat manfaat dari kebodohannya.

“Tidak mungkin. Bahkan jika kita mengirimnya kembali, aku ragu Ratu Parasite akan membiarkannya hidup.”

“Kamu benar.”

“Tapi itu benar, jika dia melakukan hal bagus untuk kita. Aku harus membayar upeti kepadanya nanti.”

“Itu bukan ide yang buruk. Mengapa kamu tidak menyiapkan medali dan mengirimkannya ke Parasite, sebagai penghormatan kepada salah satu komandan terhebat sepanjang masa?”

“Ide bagus. Aku ingin tahu, bagaimana reaksi Ratu Parasite.”

Kedua pria itu tertawa terbahak-bahak bersamaan.

“Itu benar, Tuan Kazuki.”

Tiba-tiba, Seol Jihu berhenti, seolah baru saja mengingat sesuatu.

“Apakah kamu punya waktu untuk berbicara? Agak penting.”

“Sekarang juga?”

“Tidak, nanti. Aku harus bersiap-siap.”

“Haruskah aku pergi ke kantormu?”

“Ya. Aku akan menemuimu di sana dalam 10 menit, setelah aku mampir ke gudang.”

Mata Kazuki cerah pada kata ‘gudang’.

***

 

Waktu berlalu dengan cepat, dan 10 hari berlalu dalam sekejap.

Selama periode itu, anggota Valhalla mulai kembali dari Bumi satu demi satu. Dan setelah dua minggu di masa Paradise, semua anggota telah tiba.

Dengan semua orang berkumpul, hal pertama yang Seol Jihu lakukan adalah, mengadakan pertemuan.

Tujuan pertemuan itu adalah untuk membangun sistem internal kolektif, yang telah lama tertunda karena perang.

“Kita tidak bisa menunda lagi. Kita bukan lagi tim Carpe Diem. Mulai hari ini, Valhalla akan dilahirkan kembali sebagai organisasi yang sempurna.”

Seol Jihu mengumumkan di akhir pertemuan.

Itu adalah deklarasi reformasi, sebuah tampilan dari tekad kuat untuk memulai pendekatan yang efektif dan sistematis untuk menangani masalah-masalah, alih-alih keadaan kekacauan yang sulit dikendalikan yang sekarang ada.

Seol Jihu memulai mereformasi Valhalla pada hari itu, seolah-olah itu untuk membuktikan keseriusannya.

Hal pertama yang ia lakukan adalah merekrut Hoshino Urara, sebagai anggota baru Valhalla. Dia telah melakukan pekerjaan yang cukup baik di Alam Spirit.

Tentu saja, rekrutmen bukanlah proses sepihak. Namun….

“Aku menerima!”

Hoshino Urara langsung menerimanya, tanpa memikirkannya.

“Aku suka bersenang-senang. Seperti, BENAR-BENAR menyukainya!”

Hoshino Urara tersenyum nakal pada mata Seol Jihu yang bingung.

“Uang? Ketenaran? Aku tidak peduli dengan mereka… menyenangkan. Itu adalah hal yang paling penting. Aku akan melakukan apa saja, selama aku bisa bersenang-senang. Apa kamu mengerti!?”

Dia menjerit, menekankan ‘kesenangan’ berulang kali.

“Daan… itu menyenangkan. Ekspedisi anal-sesuatu dan perang, maksudku. Terutama, saat aku melarikan diri dari cengkeraman Twisted Kindness setipis rambut… Uuuu!”

Hoshino Urara bergidik, seolah-olah dia mengalami orgasme.

“Jadi, aku terima. Tempat ini sepertinya menyenangkan, dan kamu terlihat seperti seseorang yang tahu bagaimana bersenang-senang. Jadi jika aku bersamamu, aku bisa bersenang-senang lebih banyak, kan?”

Matanya tersenyum ketika dia mengungkapkan, jika dia berencana untuk tinggal, bahkan jika dia tidak mengundangnya.

Seol Jihu tersenyum paksa.

Dia jadi khawatir.

Statistik Windows

1. Informasi Umum

Nama

Hoshino Urara

Tanggal dipanggil

20 Sept 2013

Nilai Tanda

Red

Jenis kelamin/ Usia

Perempuan / 25

Tinggi / Berat

160.2cm / 46.4kg

Kondisi Saat Ini

Sehat

Kelas

Lv. 7 (Sicario)

Kebangsaan

Jepang (Area 5)

Afiliasi

N / A

Alias

Mad, Six Mad, Runner-up Graduate

 

2. Ciri-ciri

a. Temperament:

 

-Maniak (Orang gila)

-Derang (Gejala gila diekspresikan secara lahiriah. Bertindak dengan cara yang tidak normal dan kasar)

-Melawan (Tidak bisa rela untuk mengendalikan impuls)

b. Aptitude:

 

-Balance (Kemampuan bawaan untuk tetap tegak tanpa condong ke satu sisi)

-Audacity (Memperoleh tanpa kompromi)

-Tangan Cekatan (Pandai membuat atau menangani sesuatu dengan tangan)

-Fleksibilitas (Bengkok dengan mudah seperti moluska)

 

3. Kondisi Fisik

Strength

Intermediate - High

Durability

Intermediate - Intermediate

Agility

High - High

Stamina

High - Intermediate

Mana

Intermediate - High

Luck

Low - Low

Poin Kemampuan yang Tersisa: 2

 

5. Tingkat Kognisi

Madwoman (Seorang wanita gila)

Entusiastic/ Terpesona

Chaos (Banyak hal yang campur aduk dan tidak mungkin terurai)

 

Informasi Hoshino Urara yang dia periksa dengan Nine Eyes benar-benar tidak bisa dipercaya.

Seol Jihu belum pernah melihat jendela status yang begitu sederhana. Tapi, dia lah yang membawanya keluar dari penjara. Akan lebih baik bagi semua orang, jika Valhalla menanganinya daripada membiarkannya pergi.

Archer Level 7 jarang ada, terutama karena Star of Pride sekarang hilang. Selain Hoshino Urara, Agnes adalah satu-satunya. Agnes dulunya level 6. Tapi dia naik level setelah perang, seperti Hoshino Urara.

“Tolong tetap bekerja dengan baik.”

“Jangan khawatir! Yang harus kamu lakukan sebagai atasanku adalah, memberiku kesenangan dan hiburan! Aku akan mengikutimu berkeliling seperti melompat, melangkah, dan melompat… Dan aku akan bersenang-senang di dunia! Sesederhana itu!”

Hoshino Urara terkekeh dan tos dengan Seol Jihu.

Setelah selesai berbicara dengan Hoshino Urara, Seol Jihu segera pindah ke agenda berikutnya.

Seperti dibahas sebelumnya, Jang Maldong menjadi penasihat dan pelatih resmi Valhalla, yang berbasis di Gedung Haramark. Kim Hannah menjadi pemimpin tim informasi, sesuai keinginannya.

Seol Jihu juga memutuskan untuk memilih pemimpin tim, untuk mengelola dua tim yang baru dibentuk.

Anggota dengan pengalaman memimpin tim, termasuk Kazuki dan Oh Rahee, ditunjuk sebagai pemimpin tim yang mungkin. Seol Jihu meluangkan waktu untuk mewawancarai mereka satu per satu.

Tentu saja, dia tidak hanya fokus pada urusan internal. Sekarang, setelah beberapa waktu berlalu sejak akhir perang, dia melakukan upaya untuk memperkuat hubungan dengan pasukan luar.

Sehingga….

***

 

“Perwakilan kita sangat sibuk hari ini.”

Chohong bergumam dengan suara sedih, tubuhnya tenggelam ke sofa, di dalam ruang lantai satu.

Matanya tertuju pada Seol Jihu yang baru saja kembali dari Eva, sekarang berdebat dengan Kim Hannah.

“Perwakilan. Kamu harus mempertimbangkan kembali agenda ini…. Dua terlalu banyak.”

“Terlalu banyak? Aku pikir, itu terlalu sedikit.”

“Aku mengerti Sicilia dan Guild Mage. Mereka membantu kita dengan sekuat tenaga selama Ekspedisi Alam Spirit dan selama pertahanan Benteng Tigol. Tapi sisanya…”

“Jangan konyol. Bagaimana aku bisa melakukan diskriminasi, ketika mereka semua melakukan apa yang mereka bisa, di posisi masing-masing? Jika kita memberi dua di sini dan satu di sana, apa yang akan mereka pikirkan tentang kita? Ingat, orang-orang ini tahu, dengan siapa aku berinteraksi.”

“Tapi, mempertimbangkan nilai dari batu peningkatan… dan uang yang bisa kita hasilkan dengan menjualnya…”

“Tidak. Pikirkan semua yang telah mereka lakukan untuk membantu kita. Kirim masing-masing dua ke Triad, Guild Assassins, Keluarga Kerajaan Eva, dan Keluarga Kerajaan Haramark. Dan jangan lupa, untuk mengirim buah World Tree bersama mereka. “

“…Aku mengerti.”

Akhirnya, Kim Hannah mengibarkan bendera putih, terhadap ketegaran Seol Jihu. Dia menundukkan kepalanya sedikit, dan pergi.

Oh Rahee yang telah mengawasi mereka selama ini, tampak terkejut.

“Nah, itu mengejutkan. Siapa yang tahu, jika rubah bisa mundur?”

“Hmph. Seharusnya memang begitu.”

Chohong mencibir.

“Dia pikir, dia siapa? Dia hanya seorang administrator, bukan perwakilan. Aku tidak menyukainya sejak awal… merangkak ke sini seperti kucing pencuri dan melakukan apa pun yang ia inginkan. Aku tahu dia memiliki niat baik. Tapi, mengapa dia melakukan semuanya dengan caranya sendiri?”

Chohong mengkritik. Dia masih menyimpan dendam terhadap Kim Hannah, karena bertindak di belakang Seol Jihu.

“Yah, seorang perwakilan perlu tahu, kapan harus berpegang pada senjatanya.”

Phi Sora mengangkat bahu.

“Katakan apa yang kamu inginkan, tapi dia perwakilan yang cukup bagus. Meskipun kadang-kadang, dia bisa sedikit berubah-ubah. Yaitu, selama dia di Paradise dan tidak dekat dengan Unni Lust.”

Dia menambahkan dua syarat.

Kata-katanya sulit dibantah, dan Chohong dengan ragu menyetujui.

“Bagaimanapun….”

Phi Sora berbicara lagi.

“…Bagus dia bekerja keras. Tapi, tidakkah kamu merasa sedikit gugup?”

“Tentang apa?”

“Ingat, dia seperti itu sebelum Ekspedisi Alam Spirit. Fakta jika dia bertingkah seperti itu lagi, membuatku berpikir, jika sesuatu yang besar akan terjadi…”

“Aku rasa, itu bukan perang.”

Suara Eun Yuri terdengar.

“Mungkin ada hubungannya dengan Federation. Dia menghubungi mereka melalui Eva.”

“Apakah kamu yakin?”

“Ya, dia mengundangku ke kantornya minggu lalu. Dia berterima kasih kepadaku, karena memanggil Master dan memberiku sepotong buah World Tree. Saat itulah, dia memberi-tahuku tentang Eva.”

“Aha. Aku kira itu kabar baik… Hmm? Tunggu sebentar. Buah dari World Tree?”

“Ya. Aku mendengar, jika sebagian besar dari kalian mendapatkannya, ketika membagikan batu peningkatan…. kamu tidak memakannya?”

Eun Yuri menjawab dengan tenang dan melihat sekeliling.

Oh Rahee dan Chohong mengangguk.

Phi Sora mengerutkan alisnya.

“Maksudku, aku mendapatkan batu peningkatan… tapi, tidak buahnya…”

Bergumam, Phi Sora memalingkan matanya dan berhenti.

“Panjang umur.”

Seol Jihu melihat ke arah mereka. Lebih khusus, dia menatapnya.

“Nona Phi Sora!”

Seol Jihu mengangkat tangannya.

“Bisakah kita bicara sebentar?”

“Euk!”

Phi Sora mengerang.

Dia tampaknya bertekad, untuk memberinya buah dari World Tree.

Setengah dari Phi Sora ingin pergi, tapi setengah lainnya tidak.

“Tolong datang ke kantorku.”

Terlepas dari kesedihannya, Seol Jihu memanggilnya. Dan Phi Sora menyeret kakinya di belakangnya, seperti seekor sapi yang secara paksa dibawa ke rumah jagal.

“Sudahkah kamu memikirkan, apa yang aku katakan di Hawaii?”

Seol Jihu bertanya begitu Phi Sora duduk.

“Maaf?”

“Berhentilah berpura-pura tidak tahu. Kamu harus tahu, jika aku memiliki taktik yang memiliki hak cipta. Ingat apa yang aku katakan di Ala Moana?”

Phi Sora menghela nafas bukannya jawaban.

“…Apakah aku harus melakukannya?”

“Aku tidak akan memaksamu. Tapi aku pikir, kamu orang yang tepat untuk pekerjaan itu.”

“Bagaimana dengan Nona Chung Chohong dan Tuan Hugo?”

“Chohong dan Hugo sama-sama mengakui, mereka tidak cocok untuk pekerjaan itu. Mereka tidak memiliki pengalaman memimpin tim.”

“Bagaimana dengan Tuan Kazuki dan Rahee?”

“Tuan Kazuki telah memutuskan untuk mengambil tim kedua. Nona Oh Rahee akan berada di Tim 2 untuk saat ini. Tapi jika jumlah anggota bertambah di masa depan, dia akan ditugaskan di Tim 3.”

Seol Jihu menjawab dengan lancar, dan Phi Sora tidak bisa lagi menemukan kata-kata untuk membantahnya.

“Nona Phi Sora.”

Seol Jihu menggenggam tangannya, dan sedikit mencondongkan tubuh ke depan.

“Saat ini ada 16 anggota resmi Valhalla. 18, Termasuk Flone dan Little Chicken. Jika kita menghitung para tamu, angkanya naik menjadi 22.”

“…ya.”

“Jumlah itu tidak sedikit, tapi juga tidak besar. Di satu sisi, ini bisa menjadi waktu terbaik untuk membentuk tim baru, dan memperkuat dasar-dasar kita.”

“Aku tahu. Aku tahu apa yang ingin kamu katakan, tapi…”

Phi Sora melambaikan tangannya.

“Tapi… sayang, kamu tahu, kenapa aku tidak ingin menjadi pemimpin tim.”

“Aku pikir, itu disayangkan.”

“Apakah kamu mengasihaniku?”

“Itu tidak sayang. Aku meminta bantuanmu.”

Seol Jihu menatapnya dengan mata yang tak tergoyahkan.

“Haaaa.”

Phi Sora menghela nafas lagi.

“Oke, katakanlah aku mengambil posisi. Bukankah itu membuatmu takut? Bagaimana jika aku salah memimpin tim, dan membunuh semua orang? Lalu, apa yang akan kamu lakukan?”

“Apa yang terjadi saat itu, adalah kecelakaan.”

“Kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahanku.”

“Phi Sora yang aku tahu, bukan tipe orang yang mengulangi kesalahan yang sama lagi.”

“…Yah, aku merasa terhormat, kamu merasa seperti itu.”

Phi Sora tersenyum pahit.

“Tapi kenapa, sayang? Mengapa kamu sangat mengagumiku?”

“Kamu membuatku berpikir seperti itu.”

Seol Jihu melanjutkan dengan lambat.

“Sejujurnya, aku tidak terlalu menyukaimu di awal. Tapi, kamu sudah tahu itu, kan?”

“Baiklah. Begitu juga aku.”

“Tapi, menghabiskan waktu bersamamu, mengubah pikiranku.”

Menengok ke belakang, itu adalah Phi Sora yang selalu memimpin, setiap kali sesuatu yang besar terjadi. Seperti selama Perang Lembah Arden, atau ketika mereka bertempur dengan Aliansi Eva.

Dia memang mengeluh dari waktu ke waktu. Tapi, dia selalu mengambil inisiatif dalam pertempuran, dan tidak pernah melanggar perintah Seol Jihu.

Lebih jauh lagi, dia tetap setia selama pertarungan mereka melawan Undying Diligence, dan sepanjang ekspedisi dan perang baru-baru ini.

Alhasil, Phi Sora menjadi salah satu rekannya yang paling tepercaya.

“Ada sesuatu yang aku sadari selama perang.”

Seol Jihu berbicara.

“Orang-orang di sekitarku, sama pentingnya denganku. Saat ini, aku membutuhkan seseorang yang dapat berfungsi sebagai tangan dan kakiku, yang dapat membantu dan membimbingku dengan cara apa pun yang memungkinkan. Aku membutuhkan seseorang yang mampu dan dapat diandalkan.”

“….”

“Misalnya, seseorang yang pernah menjadi kartu as guild, dan memiliki pengalaman memimpin sekelompok orang.”

“…”

“Tapi, itu bukan satu-satunya alasan. Secara pribadi, aku…”

Seol Jihu menelan ludahnya.

“…Aku ingin salah satu anggota pendiri Valhalla, bertanggung jawab atas Tim 1.”

Phi Sora menunduk.

Dia melipat tangannya, menyilangkan kaki, dan menghela napas untuk ketiga kalinya hari ini.

Jika Seol Jihu bermain-main seperti biasa, dia akan menolaknya dalam sekejap mata. Tapi dia sangat serius. Dan jujur ​​saja, rasanya enak saat dia mengenali kemampuannya.

“…Beri aku waktu untuk berpikir.”

“Lagi?”

“Ini akan menjadi yang terakhir kalinya. Dan itu tidak akan lama.”

“Selama aku bisa mendapatkan jawaban segera, apa saja.”

Sambil tersenyum, Seol Jihu mengambil pisau dan mengiris lapisan tipis buah World Tree di atas mejanya.

Phi Sora melirik buah itu, dan mengepalkan giginya.

“Kamu tidak akan menggunakannya sebagai umpan, kan?”

“Tentu saja tidak.”

Seol Jihu meraih ke bawah mejanya.

“Buah itu milikmu, dan memang begitu. Umpannya adalah ini.”

Tak.

Dia menempatkan sepasang sepatu di atas meja.

Cahaya biru redup terpancar dari sepatu, yang dirancang dengan hati-hati.

“Pneuma’s Sky Boots. Aku mendapat ini dari toko VIP di zona netral.”

Mata Phi Sora membelalak.

“Setelah kamu memasukkan mana, kamu bisa menggunakannya untuk berjalan di udara. Ada durasi waktu 30 menit dan cooldown 24 jam. Tapi…. dengan ini, bahkan seorang warrior pun bisa bertarung di udara.”

“Kamu… Kamu memberikan itu padaku?”

“Aku akan memberikannya pada Tuan Kazuki atau Seol-Ah… tapi jika kamu mengambil posisi pemimpin tim, aku akan memberikannya kepadamu, sebagai hadiah.”

Seol Jihu mengedip padanya.

Phi Sora meneliti sepatu itu, sebelum memalingkan wajahnya kembali ke wajah Seol Jihu yang tersenyum. Sekali lagi, dia mengerang.

“Auuu… Kamu pengganggu!”

Dia membungkus kepalanya dengan rasa sakit.

Seol Jihu menunggu dengan sabar, menggosok kedua telapak tangannya.

Beberapa saat kemudian….

“…”

Phi Sora membuka matanya diam-diam.

Alisnya miring ke atas, membuatnya tampak sedikit marah. Tapi, wajahnya tidak menunjukkan tanda-tanda keraguan lebih lanjut.

“Aku ingin kamu tahu, jika aku tidak melakukannya untuk sepatu.”

“Aku tahu.”

“Kamu meminta padaku tiga kali. Pertama di Paradise, kedua di Hawaii, dan ketiga, sekarang. Kamu telah gigih meskipun… yah, merengek… jadi sekarang, aku ingin membalas ketulusanmu.”

“Yah, bukankah kamu lancang!”

“Diam. Bagaimanapun…”

Phi Sora berdeham.

“Tentu, aku akan melakukannya. Aku memulai semuanya dari awal. Tapi jika kamu akan menyebutku pemimpin tim, aku ingin kamu melakukannya dengan benar. “

“Maksudmu apa?”

“Kamu pikir, aku bodoh? Kamu bilang, kamu ingin salah satu anggota pendiri menjadi pemimpin tim. Aku tahu, kamu hanya bersiap untuk yang terburuk. Dan aku berjanji, untuk memainkan peran sebagai anjing pemburu, bila perlu. Tapi kamu harus mendukungku. Sejujurnya, aku tidak bisa berurusan dengan Nona Kim Hannah dan Tuan Kazuki secara bersamaan.”

Sudut bibir Seol Jihu terangkat.

“Katakan apa yang kamu inginkan.”

“Jadi, kamu memilih pemimpin tim. Tapi, kamu belum memilih anggota tim, kan?”

“Belum.”

“Baik.”

Phi Sora meluruskan tubuhnya dan melirik Seol Jihu.

“Jangan pedulikan timmu. Tapi tidakkah kamu berpikir, jika Tim 1 harus lebih kuat dari Tim 2 atau 3?”

Seol Jihu juga tidak bodoh. Dia segera mengerti apa yang diinginkannya.

“Aku akan memastikan Tim 1 mendapat prioritas daripada tim lain, ketika datang untuk memilih anggota tim.”




< Prev  I  Index  I  Next >

Posting Komentar untuk "SCG_364"

Follow Us