Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Untuk memperbesar atau memperkecil font, gunakan 'zoom in' dan 'zoom out'.
Terima kasih. Selamat membaca... :)
Traktir Ngopi gan...!

OG_1004

gambar

Overgeared_1004

Bab 1004

Ibellin dan anggota Overgeared tidak membunuh satu musuh pun. Mereka merasa sulit untuk mencegah angkatan udara yang menyerang dari ketinggian tinggi, dan mereka juga gagal menembus pertahanan griffon dan armor berat wyvern.

Ya, mereka tidak melindungi Bairan. Mereka telah diinjak-injak dengan serius, tapi mereka tidak melarikan diri.

Sebaliknya, mereka bertahan sampai akhir dan melindungi warga. Mereka telah mengambil anak panah dan mantra yang mengalir dari langit atas nama warga, kehilangan nyawa mereka, dan dibangkitkan saat mengumpulkan informasi tentang musuh.

Semua informasi ini telah diteruskan ke Lauel.

Berkat ini, Lauel bisa menentukan kekuatan angkatan udara. Namun yang ia kirim sebagai penguat hanya Grid.

Anggota Overgeared di Bairan sangat marah. Bahkan jika Grid kuat, bagaimana dia bisa menangani 5.000 anggota angkatan udara dan Sky King Rigal? Mengapa Grid dikirim sendirian tanpa archer, mage, dan tanker terbaik untuk melindunginya?

Mereka merasa jika Lauel gagal memahami keseriusan situasi. Selain itu, itu tidak baik jika mereka menempatkan beban besar di Grid untuk sepanjang waktu. Pada akhirnya, mereka menyadari itu semua karena ketidak-mampuan mereka dan merasa malu. J

ika mereka kuat di tempat pertama, Bairan tidak akan dikuasai, dan Grid tidak akan terbebani …

Anggota Overgeared tahu, mereka harus mencela diri mereka sendiri, bukan Lauel. Akibatnya, mereka tidak bisa melakukan kontak mata dengan Grid. Sementara itu…

"…!"

Grid menghancurkan angkatan udara dengan satu serangan. Dia juga memukuli Rigal sampai yang berdarah-darah. Grid mungkin jatuh ke tanah dan gagal menyembunyikan ekspresinya yang menyakitkan, tapi dia membela rekan-rekan dan warga-nya. Dia menyatakan kepada Rigal, jika dia akan melindungi mereka semua.

"…"

Kemudian, Piaro dan Mercedes tiba dan menghancurkan semua pasukan musuh.

"Maafkan aku,"

Anggota Overgeared mendekati Grid dan membungkuk. Mereka masih tidak bisa bertemu mata Grid.

"Aku menyesal tidak pernah membantu."

Kata-kata mereka penuh dengan kepahitan.

Mereka bergetar, ketika Grid melirik mereka.

"Apa yang kamu katakan? Lebih banyak orang yang akan mati, tanpa kalian. "

"…"

"Akan lebih sulit, jika Kamu tidak memberi tahuku informasi tentang angkatan udara."

"…"

“Kamu melakukannya dengan cukup baik. Terima kasih."

Itu bukan kepura-puraan. Grid tersentuh dan berterima kasih kepada rekan-rekannya, yang telah berjuang dan mati. Dia lega melihat jika orang-orang itu relatif baik. Kepada rekan-rekannya yang masih tidak bisa mengangkat kepala, Grid menambahkan beberapa kata,

"Jika menjengkelkan naik bus sekarang, Kamu dapat membayarku kembali nanti, dengan pesawat."

"Bagaimana kita bisa melakukan itu?"

"Aku yakin itu mungkin."

Grid sekarang yakin. Kesenjangan itu menutup. Kata-kata Ketua Lim Cheolho pasti akan menjadi kenyataan, dan kesenjangan antara kelas tersembunyi dan kelas normal akan menyempit.

Transenden…

Semakin normal suatu kelas, semakin banyak prestasi yang bisa mereka raih. Semakin banyak level yang mereka naikkan, semakin kuat pula mereka.

"Pasti."

25 anggota Overgeared yang berjuang untuk mempertahankan Bairan. Mereka digolongkan sebagai jajaran kekuatan menengah ke atas di Overgeared Guild. Lalu, bagaimana dengan di antara dua miliar pengguna? Mereka adalah ranker yang akan merasa jauh melebihi orang biasa.

Meskipun demikian, mereka diperlakukan seperti anak-anak oleh satu unit kekaisaran. Itu bukan keseimbangan yang bagus.

Jika para player tidak dapat melakukan apa pun melawan musuh yang semakin kuat seperti kekaisaran, great demon, dan yangban di masa depan, hasrat para player untuk terus bermain secara bertahap akan berkurang dan permainan akan hancur.

Grup S.A tidak mungkin tidak menyadari hal ini. Ketua Lim Cheolho telah memperkirakan situasi dan mengatur sistem transendensi.

"Orang-orang yang berurusan dengan lawan yang kuat dan frustrasi, akan menjadi lebih cepat transenden."

Player transenden pertama pasti akan datang dari Overgeared Guild. Grid tidak meragukannya dan memberi tahu pikiran rekan-rekannya. Anggota Overgeared tertegun sejenak sebelum bertanya pada Grid,

"Apa menurutmu itu tidak adil?"

"Apa?"

“Kamu bekerja keras untuk menjadi legenda, dan memperlebar jarak dengan player biasa. Jika celah itu menyempit, bukankah itu tidak adil dan membuat frustrasi? "

"Siapa yang tahu?"

Grid menatap langit. Banyak bintang menghiasi langit malam, tapi hanya ada satu bulan.

[Armor Naga Emas

* Ketika diserang oleh target yang sama dalam 3 detik, damage berkurang 5%. Ini bisa naik hingga 30%.]

[Giant Greatbow

* Setiap kali tali busur ditarik, kekuatan ras giant bisa dirasakan.

Busur memiliki opsi khusus, karena bahan yang membentuk item.]

Grid menaruh minat besar pada barang-barang dan berencana untuk tinggal di bengkel untuk sementara waktu. Dia ingin membongkar Armor Naga Emas dan Giant Greatbow dan membuat item baru dengan karakteristik mereka.

Mercedes memberikan laporan yang agak mengecewakan,

"Kami telah berhasil menangkap 957 Griffon dan 26 Wyvern, tapi tidak akan mudah menjinakkan mereka."

Loyalitas mereka kepada mantan tuan mereka, terlalu kuat. Bahkan, kuda bernama tidak mudah mengubah tuannya, apalagi griffon dan wyvern. Anggota Overgeared dipenuhi dengan penyesalan.

"Tidak masalah. Tinggalkan mereka dengan Nyangmong."

Grid adalah satu-satunya yang tersenyum.

***

 

Spear Saint Rahel adalah keturunan Dehakel, seorang punggawa yang berjasa saat berdirinya kekaisaran dan seorang tombak legendaris. Di antara Seven Duke, garis keturunan dan bakat bawaannya sangat bagus. Dan, tidak ada yang bisa memperlakukannya dengan santai.

Hanya satu orang yang berbeda.

Rigal, teman masa kecilnya, memperlakukannya dengan nyaman dan mudah. Mungkin, dia adalah keberadaan khusus. Itu sebabnya, kejutan itu lebih besar.

"Rigal meninggal?"

Rachel tidak percaya berita yang diterimanya. Rigal berhasil menggantikan posisi duke, karena kakak laki-lakinya yang lebih berbakat, berumur pendek.

Rachel tahu lebih baik daripada orang lain, berapa banyak upaya yang dilakukan Rigal. Untuk menjadi seorang pria yang layak menjadi salah satu dari Seven Dukes, dia telah berlatih keras siang dan malam. Dan, menjaga orang-orangnya, sambil merasa kasihan dengan saudaranya yang sudah meninggal.

Rigal telah dihargai untuk usahanya. Namun, dia telah meninggal. Selain itu, itu terjadi dalam perang melawan kerajaan kecil dengan sejarah kurang dari 10 tahun.

"Ini bukan lelucon lucu di pagi hari."

Dia merasa mual. Kepalanya pusing. Rachel yang terlihat sangat muda dan cantik meskipun usianya sudah 40 tahun, menyapu rambutnya yang panjang dengan gugup. Rambut pirang bergelombangnya bersinar di bawah sinar matahari, sementara ekspresi ajudannya gelap.

Rachel tidak sanggup menahan keheningan yang tidak nyaman itu dan bertanya lagi,

"…Apakah itu benar?"

"Ya, sayangnya…"

Ajudan sekali lagi mengungkapkan kenyataan.

"Angkatan udara?"

"Mereka dimusnahkan."

"…"

Wajah Rachel berkerut, dengan cara yang mengerikan. Orang pertama yang ia pikirkan adalah putra satu-satunya Rigal. Anak kecil itu baru berusia 9 tahun tahun ini. Anak yang kehilangan ibunya pada usia dini, sekarang benar-benar sendirian.

Akankah anak kecil itu dapat menjaga kekuatan udara, yang merupakan dasar dari Keluarga Gelder, dari tangan orang-orang rakus yang menginginkannya? Itu tidak mungkin. Salah satu dari tujuh keluarga yang mewakili kekaisaran, hancur total.

"Pria yang menyedihkan. Aku bilang cepat menikah dan melahirkan anak sesegera mungkin. "

Rachel tahu Rigal muda telah menunda pernikahannya, karena dia menyukainya. Namun, hukum nasional melarang pernikahan antara distrik, dan Rachel terpaksa mengabaikan hati Rigal. Dia ingat, bagaimana Rigal muda selalu menatapnya dengan tatapan terbakar.

“Maukah kamu keluar?”

Ajudan dengan hati-hati bertanya.

Twilight Spearmen. Pasukan elit yang dibesarkan oleh Rachel, siap berperang kapan saja. Namun, Rachel menggelengkan kepalanya. Dia adalah duke kekaisaran, dan dia tidak bisa terpengaruh oleh emosi.

"Ada sesuatu yang harus aku lakukan pertama kali."

Rachel mengenakan jubah dan meninggalkan barak. Begitu dia muncul, 30 knight berpisah untuk membuat jalan. Seorang knight melaporkan,

"Menurut laporan dari pengintai, dia kembali tadi malam."

“Kita tidak boleh lupa siapa lawannya. Dia tidak dipaksa untuk bersikap sopan. Jadi, jangan tersinggung dengan kata-kata atau tindakannya. "

"Ya!"

Spearsman terbaik di benua itu, Kirinus.

Butuh beberapa tahun untuk menemukannya. Dia datang langsung ke tempat yang jauh ini, untuk bertemu dengannya. Rachel ingin tahu, apakah dia lebih baik daripada dirinya. Apakah dia bukan legenda, karena dia lebih rendah daripada dirinya?

Rachel harus mencari tahu jawabannya.

***

 

Di dalam kabin, Kirinus tertarik pada perkembangan pemuda yang telah ia ajar selama hampir setahun.

"Kamu telah meningkat dengan Control Sword."

Mendorong ke depan, berputar-putar, atau menusuk.

Gerakan yang menjadi dasar dan esensi tombak, terkandung dalam delapan pedang yang melayang di udara. Mereka terbang ke depan dan memotong udara. Ini adalah saat ketika Control Sword yang cukup monoton berevolusi.

Setelah menyelesaikan beberapa quest tersembunyi, skill telah berkembang, dan Kraugel senang.

Di sisi lain, Kirinus kecewa.

"Kamu masih belum menembus esensi."

"Esensi?"

"Yang melawan musuh adalah kamu, bukan pedang."

"…"

Kraugel segera mengerti. Kirinus menasehati, jika tidak perlu pedang lain-lain. Kraugel diingatkan tentang sifat pedang.

Memotong target… Untuk memotong, dia harus cepat dan akurat.

Kraugel meningkatkan jumlah pedang saat dibutuhkan. Tapi pada kenyataannya, hanya satu pedang yang perlu dikaitkan dengan Control Sword. Satu pedang terbang dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dari sebelumnya, dan memotong batu. Itu pada kecepatan yang tidak bisa dihindari manusia.

[Control Sword Lv. 2

Anda dapat mengontrol pedang dengan kemauanmu. Kekuatan serangan Control Sword sebanding dengan kekuatan serangan senjata.

Jumlah pedang yang tersedia untuk dikendalikan: Hingga 10.

Pedang Saat Ini: True White Fang.]

Saat dia mendapatkan keterampilan setelah menjadi Sword Saint, Kraugel memikirkan God Hands milik Grid. Sama seperti bagaimana Grid menangani God Hands, Kraugel berharap jika dia bisa lebih aktif dalam pertempuran dengan mengoperasikan lebih banyak pedang. Itu sebabnya, dia selalu mengeluarkan banyak pedang pada saat bersamaan.

Namun, dia salah.

Itu tidak penting untuk menangani banyak pedang. Sebaliknya, itu lebih penting dan kuat untuk menggunakan satu pedang. Dalam deskripsi skill, itu tidak menyatakan, jika kecepatan serangan akan meningkat, tergantung pada jumlah pedang.

Sebaliknya, itu sebanding dengan konsentrasi Kraugel.

“Ah.”

Kraugel yang tercerahkan, melihat kembali pertempurannya dengan Grid. Pertempuran itu lebih menguntungkan, sebelum dia menggunakan Control Sword. Dia telah mencoba menghindari God Hands dan hanya dengan memegang satu pedang sepenuhnya.

Saat itulah Grid mengancam Kraugel.

‘Control Sword bukan skill untuk membantu dalam pertempuran.’

Akan jauh lebih kuat untuk memahami dan menerapkannya sebagai skill serangan umum.

Kraugel menyadari, jika dia telah berkembang lebih jauh. Dia merasa, jika itu adalah sesuatu yang tidak bisa ia dapatkan, jika dia berjalan di jalan yang telah diletakkan Muller. Karena itu, Kraugel berpikir itu ide yang baik untuk datang ke Kirinus. Lawan yang bisa ia pelajari, dan bertukar perasaan dan pikiran. Kraugel menyadari pentingnya seorang guru, ketika dia memikirkan Khan dan Grid.

Kemudian itu terjadi, ketika dia berkonsentrasi.

"Kirinus, keluar!"

Sekelompok orang muncul dan berteriak.

"…?"

Kraugel menoleh, dan kagum ketika melihat Rachel. Kraugel yang memiliki lebih banyak informasi daripada player lain, tidak bisa mengabaikan Sevent Dukes kekaisaran. Tanpa diduga, Rachel juga mengenal Kraugel. Sword Saint juga seorang selebriti di kekaisaran.

"Kenapa kamu ada di sini?"

Rachel bertanya.

"Ini adalah tanda, jika Aku tidak boleh menutup mata terhadap krisis teman,"

Kraugel memberikan jawaban dengan makna yang tidak diketahui. Sword Saint menekan knight Rachel.




< Prev  I  Index  I  Next >

Posting Komentar untuk "OG_1004"

Follow Us