Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Untuk memperbesar atau memperkecil font, gunakan 'zoom in' dan 'zoom out'.
Terima kasih. Selamat membaca... :)
Traktir Ngopi gan...!

SCG_376

gambar

SCG_376

Bab 376. Sentiment Du Fer (2)

‘Ini sudah berakhir.’

Pasangan itu berpikir, ketika mereka menatap lereng.

Jelas apa yang akan terjadi selanjutnya.

Dia akan jatuh, dihancurkan, dan diinjak-injak sampai mati.

Lalu, apa? Apa yang akan terjadi pada Seol Jihu, setelah dia bangkit kembali di titik awal?

Tepat ketika pikiran mereka mencapai titik ini, pasangan berangkat ke arah yang berlawanan. Seol Jihu Hitam menuju ke puncak, sementara Baek Haeju berlari menuju titik awal di bagian bawah lereng.

Namun.

‘…’

Wajah Seol Jihu tetap tenang sepanjang. Dengan mata setengah tertutup, secara mengejutkan, dia tampak tenang. Karena, sebuah bom yang akan meledak.

Itu karena dia terbiasa dengan ini.

Itu tidak sakit. Dia masih merasakan sakit, tapi rasa sakit itu begitu akrab. Sehingga, dia tidak merasa perlu menggeliat.

Kematian tidak membuatnya takut. Dia sudah mati berkali-kali, dan tidak ada alasan yang satu ini akan berbeda.

Kepalanya kosong, tanpa pemikiran apa pun. Seolah-olah, semuanya telah diambil.

Meskipun demikian, Seol Jihu tahu… tidak, dia merasakan; jika batu itu baru saja mengenai pelipisnya, jika telapak tangannya telah tergelincir, dan jika dia sedang dalam proses jatuh.

Benar, kali ini tidak ada bedanya. Dia akan mati seperti yang telah ia lakukan, ribuan kali sebelumnya. Tapi bahkan jika dia pasti mati, ada sesuatu yang ingin ia lakukan.

Ayo pergi. Ayo pergi.

Mari kita ambil satu langkah lagi.

Mari maju lebih jauh meskipun hanya dengan satu langkah.

Dari tubuhnya yang tidak memiliki segalanya, hanya kemauannya yang tersisa, berteriak keras.

Dia tidak melihat. Dia tidak berpikir. Sekarang, dia bahkan tidak mengerti. Dan saat dia membiarkan dirinya pergi ke kesadaran terakhir yang tersisa di tubuhnya, Seol Jihu lupa tentang dirinya sendiri.

Dia jatuh kesurupan.

Maka, keinginan untuk mendaki membuat Seol Jihu bergerak maju.

Itu tidak sulit. Bagaimanapun, dia telah mengulangi ini ratusan ribu atau bahkan jutaan kali.

Melampaui tingkat insting dan kebiasaan, dia dibimbing oleh gerakan yang ditanamkan ke dalam tubuhnya, melalui pengulangan seperti mesin.

“…!”

Seol Jihu Hitam yang bergegas menaiki lereng seperti badai, membelalakkan matanya.

Kepala Seol Jihu yang dimiringkan ke belakang, mencondongkan tubuh ke depan lagi. Kakinya yang setengah terangkat menginjak lereng lagi. Lututnya yang tak berdaya berhenti. Kaki dan pinggangnya bergetar, dan kakinya yang terhuyung perlahan mulai melurus.

Seol Jihu Hitam secara tidak sadar berhenti bergegas maju. Dia menatapnya lekat-lekat.

Dia berpikir jika ini akan menjadi akhir. Tapi, Seol Jihu berhenti di pertengahan runtuh dan bangkit kembali, seperti mainan roly-poly.

Dia telah berhasil berdiri kembali pada saat terakhir, dari saat terakhir.

Seol Jihu jelas kehilangan akal sehat. Tubuhnya kehilangan keseimbangan, dan bergetar seperti buluh.

Meski begitu, lengannya berderit seperti mesin yang rusak.

“Jangan bilang padaku…”

Seol Jihu Hitam menghela nafas panjang.

Karena fokusnya yang tinggi, dia bisa melihat setiap gerakan yang dibuat Seol Jihu. Tapi, tidak butuh waktu lama, untuk situasinya berubah.

Tiga detik? Empat detik?

“Pasti.”

Perfect Harmony - keadaan kehendak dan tindakan seseorang menjadi utuh, tanpa perbedaan sedikit pun.

“Jangan berpikir!”

Seol Jihu Hitam meledak.

“Itu dia! Terima keadaan itu, dan biarkan tubuhmu melakukan apa yang diinginkan!”

Dia tahu, jika Seol Jihu tidak bisa mendengarnya, karena gendang telinganya yang hancur.

Dia hanya tidak bisa menahannya.

Kemudian, seolah merespons, tubuh bagian atas Seol Jihu mencondongkan tubuh ke depan, dan lengannya terentang.

Dalam sekejap itu, Seol Jihu Hitam bisa melihat dengan sangat jelas.

Kwang!

Percikan api berkobar dari bom… setidaknya, itulah yang tampak bagi Seol Jihu Hitam.

Ada satu hal yang bisa ia yakini. Dan Seol Jihu berdiri teguh, mengangkat batu itu.

Melampaui hanya berdiri, dia mengangkat kakinya.

“Benar, sekali lagi…!”

Akhirnya, ketika batu-batu besar lainnya turun dari persimpangan, Seol Jihu mendorong batu itu di tangannya, dan mengambil langkah ke depan.

Seol Jihu Hitam mengepalkan tangannya.

Pada waktu bersamaan…

Kwang, kwang, kwang, kwang, kwang!!

…Bom itu akhirnya meledak.

Itu adalah kembang api yang intens dan berseri-seri, bahkan di mata Seol Jihu Hitam.

***

 

Seol Jihu mengangkat telunjuk dan jari tengahnya, saat dia bangkit kembali di titik awal. Namun, dia berhenti, sebelum dia menusuk matanya seperti mesin.

‘…Hah?’

Pesan muncul, sebelum dia menyadarinya. Bukan hanya satu, tapi beberapa.

[Temperament, ‘Competitive’, berevolusi menjadi ‘Super Human’.]

[Temperament, ‘Tenacity’, dihapuskan.]

[Skill, ‘Hearth and Soul is One’, diciptakan.]

[Skill Class, ‘Perfect Harmony’, dibuat.]

[Addition Skill, ‘Intuition (High)’, berevolusi menjadi ‘Intuition (Hight)’.]

[Silakan periksa Jendela Status-mu.]

Seol Jihu berkedip cepat.

Lengannya perlahan jatuh.

Statistik Windows

 

2. Ciri-ciri

a. Temperament:

-Self-Order (Menekan emosi, keserakahan, dan gerak hati dengan keinginan rasional)

-Competitive (Keinginan untuk menang)

-Super Human (Luar biasa dalam menahan rasa sakit dan kesulitan bila dibandingkan dengan manusia pada umumnya)

b. Aptitude:

-Effort (Berusaha dengan tubuh dan pikiran untuk mencapai tujuan)

-Hearth and Soul is One (Tidak goyah dan tak tergoyahkan ketika berkonsentrasi pada satu hal)

-Average (Normal dalam segala hal. Tidak memiliki bakat tertentu)

 

4. Skill

a. Basic Skill (2)

b. Skill Class (6)

Perfect Harmony

Extreme

c. Skill Lain (3)

Intuition

Highest

 

Mata Seol Jihu bersemangat, saat dia menatap jendela status-nya.

‘Aku…’

Sejujurnya, dia tidak yakin apa yang ia lakukan, beberapa saat yang lalu.

Dia hanya bisa samar-samar mengingat satu hal. Berpikir berulang-ulang - Naik.

“…Ah, sial.”

Dia merasa seperti merasakan sesuatu. Bahkan sekarang, sensasi dari ketika ia mengulurkan lengannya, tampak melekat di sekujur tubuhnya. Dia hanya tidak tahu, harus menyebut apa sensasi ini.

Seol Jihu menjatuhkan diri ke tanah dan duduk bersila. Merasakan kebutuhan untuk mengingat dan menganalisis sensasi yang baru saja ia rasakan. Dia dengan tenang merenungkan keadaan sebelumnya.

Berapa lama waktu berlalu?

Seol Jihu membuka matanya pada saat tubuhnya yang panas, menjadi dingin.

“Ini membuatku gila.”

Saat dia memiringkan kepalanya, dia tiba-tiba melihat seseorang.

Seol Jihu Hitam sedang bersandar di batu, menatapnya.

Ketika mata mereka bertemu, Seol Jihu Hitam menyeringai.

“Kapan kamu muntah darah?”

“…Hah?”

“Kamu tahu, itu terjadi. Seorang seniman bela diri bersila bermeditasi pada wawasan yang baru saja ia dapatkan, menyemburkan darah berbau busuk, dan kemudian menjadi tercerahkan.”

Seol Jihu tertawa pelan. Dia tidak merasa apa yang baru saja terjadi, layak disebut pencerahan.

“Temperamen dan bakatku berubah.”

“Ini tentang… Apa? Bakatmu juga berubah?”

Mata Seol Jihu Hitam membelalak.

“Bakatmu? Ini bukan rata-rata lagi?”

“Tidak, bakatku masih sama. Aku mendapat sesuatu yang disebut Hearth and Soul is One.”

“Ah…”

Ketika Seol Jihu menggelengkan kepalanya, Seol Jihu Hitam tampak sedikit menyesal.

“Aku kira, bakatku berubah, ketika aku mendapatkan Perfect Harmony. Tapi, Hearth and Soul is One juga tidak buruk. Ini memiliki penerapan yang luas, termasuk pertempuran, pelatihan, dan hubungan seksual.”

“Oh, itu bagus untuk… Hah? Dalam apa?”

“Hubungan. Aku berbicara tentang seksual, kamu tolol.”

“Apa hubungan Hati dan Jiwa dengan hasrat seksual?”

“Kamu akan tahu, begitu kamu mencoba. Gadis-gadis juga akan menyukainya.”

Seol Jihu terkejut.

Seol Jihu Hitam bertanya lagi, menyeringai.

“Ngomong-ngomong, dan?”

“Intuition naik peringkat hingga Highest.”

Chak!

Seol Jihu Hitam bertepuk tangan. Dia bergumam, “Bagus.”

Dia kemudian memberi isyarat dengan dagunya, menyuruh Seol Jihu untuk melanjutkan.

“Aku mendapat Skill Class yang disebut Perfect Harmony…”

Seol Jihu mendecak bibirnya.

“Tapi, aku tidak tahu. Aku tidak yakin keadaanku saat ini. Apakah kamu tahu apa ini?”

“Bukankah sudah jelas? Itu yang kamu sebut sebuah ranah.”

“…?”

“Ranah tempat kemauan dan tindakanmu menjadi satu, tanpa perbedaan sedikit pun. Sepertinya, itu adalah tahap sebelum mencapai keseimbangan pikiran, teknik, dan tubuh. Harmoni Trinitas… Yah, kau mungkin tidak akan mengerti, jika aku menjelaskannya seperti ini. Jadi, anggap saja itu sesuatu yang sedikit lebih baik daripada One with Spear.”

“Ranah juga memiliki peringkat?”

“Kenapa tidak? Dengan ranah Perfect Harmony-ku, aku mengalahkan Sung Shihyun, yang membual tentang ranah One with Nature-nya.”

Seol Jihu menggaruk kepalanya.

Dia pikir, dia akhirnya akan memahami apa sebenarnya ranah itu. Tapi, mereka lebih kabur daripada yang ia pikirkan.

“Awalnya, memang seperti itu. Untuk seseorang yang hidup sebagai orang biasa selama lebih dari dua puluh tahun, masuk akal jika itu akan tampak aneh. Kamu perlahan akan terbiasa dengan itu.”

Seol Jihu Hitam mengambil punggungnya dari batu, dan mendekati Seol Jihu. Dia berhenti tepat di depannya, dan kemudian berbicara dengan ekspresi lembut.

“Dan juga…”

Saat itu.

Seol Jihu yang dengan penasaran menunggu kata-kata Seol Jihu Hitam berikut, melebarkan matanya dengan tajam dan langsung berbalik.

Jari tengah dan telunjuk menyapu melewati matanya, dengan jarak sehelai rambut.

“….”

Ketika Seol Jihu melirik ke samping, dia melihat Seol Jihu yang menyeringai.

“Kecepatan reaksimu benar-benar telah meningkat. Dibandingkan dengan tiga tahun yang lalu.”

“…?”

“Dulu, kamu hanya meringis dan tidak bisa mengelak.”

Seol Jihu akhirnya sadar. Meskipun dia belum melihat gerakan Seol Jihu Hitam, dia merasakannya secara insting dan bergerak sesuai dengannya.

Tampaknya, itu adalah hasil dari Intuition dan Perfect Harmony, yang bekerja secara serempak.

Karena itu, dia merasa seperti sekarang memiliki pemahaman yang lebih baik, tentang ranah barunya.

“Jika kamu ingin belajar dari pengalaman…”

Seol Jihu Hitam merentangkan tangannya.

Spear of Purity menarik busur di udara dan terbang ke tangannya. Yang kemudian, dia serahkan kepada Seol Jihu.

“Sword qi yang diperkuat mungkin agak sulit. Jadi, coba gunakan sword qi.”

“Sword qi?”

“Pergi ke puncak pertama, dan cobalah memindahkan mana-mu.”

Seol Jihu Hitam mengangkat tombaknya.

Woong, Woong!

Dan untuk beberapa alasan, Spear of Purity juga berdengung.

Meraih Spear of Purity, Seol Jihu berlari ke puncak pertama. Setelah mengkonfirmasi pesan tentang pembatasan penggunaan mana yang diangkat, dia mengumpulkan napas dan memindahkan energi internalnya.

Pada saat itu…

“Ah.”

Akhirnya… Dia akhirnya merasakan perubahan.

Aliran mana telah sedikit berubah.

Di masa lalu, dia harus berpikir tentang menggunakan skill, sebelum membimbing energinya dan mewujudkannya. Tapi sekarang, mana yang bergerak dengan lancar sesuai dengan keinginannya.

Meskipun perbedaannya kecil, baginya, rasanya sangat berbeda.

Seolah-olah, dia menjadi satu dengan energinya, sangat banyak. Sehingga, dia berpikir mana-nya, entah bagaimana membaca pikirannya.

Sepertinya, dia berada di ranah yang sama sekali baru.

“Apakah kamu akhirnya mengerti, mengapa aku mengatakan sword qi dari High Ranker lainnya, hanya tiruan?”

Suara Seol Jihu Hitam terdengar dari belakang.

Seol Jihu mengangguk tanpa disadari. Dia benar-benar mengerti, apa yang dimaksud Seol Jihu Hitam dengan itu.

Seol Jihu mempererat cengkeramannya pada Spear of Purity. Dia tidak lagi harus melalui proses menghubungkan sirkuit internal-nya, dan dengan hati-hati mengirimkan energinya melalui itu.

Karena, dia menyatu dengan mana. Dan itu sama dengan Spear of Purity.

Dalam sekejap, energi yang membawa kehendaknya, merebut Spear of Purity.

Wooooong!

Saat dia merasakan rasa persatuan dengan keseluruhan tombak, Spear of Purity mengeluarkan dering perak, dan dengan tajam menembakkan energi yang dibawanya.

Tidak hanya kecepatan materialisasi yang tidak ada bandingannya sebelumnya, kekuatan tebasan dan daya rusaknya tampaknya telah berlipat ganda.

Tapi, itu baru permulaan. Sword qi terus tumbuh lebih besar, menembaki di atas kepalanya sebelum kembali. Itu memendek dan memanjang sesuka hati, seperti tongkat Sun Wukong.

Bukan itu saja. Ketika Seol Jihu mengayunkan tombak dengan gerakan lebar, sword qi keluar dari bilah tombak dan terbang jauh ke kejauhan. Itu bisa ditembakkan dalam bentuk tombak atau bulan sabit.

“Jadi, ini dia!”

Seol Jihu ingat saat Baek Haeju menyerang Seol Jihu Hitam, dengan membentuk jaring dari sword qi-nya.

Dia terkesan, ketika dia melihat dia menghancurkan batu-batu besar, dengan menembakkan puluhan sword qi secara bersamaan. Tapi sekarang dia pikir, dia bisa melakukan hal yang sama dengan sedikit latihan.

Dan firasat ini segera menjadi kenyataan.

Ding!

[Skill Class, ‘Sword qi (Intermediate)’, berevolusi menjadi ‘Seni Rahasia: Sword qi Wave (Extreme)’.]

Alarm yang menyenangkan, terdengar.

Seol Jihu tidak bisa berkata apa-apa.

Dia langsung belajar Seni Rahasia, yang tidak bisa dipelajari bahkan dengan poin kontribusi dan dianggap sebagai skill Level 7 peringkat tertinggi. Artinya, belajar skill yang berada di bawah Level 7, juga tidak akan terlalu sulit.

Seperti biasa, kepahitan kesulitan, dan manisnya kesuksesan sebanding.

Buah dari pekerjaannya terlalu manis. Lebih dari cukup untuk memuaskan dahaga yang membakar tenggorokannya.

“Bagaimana itu?”

Seol Jihu Hitam bertanya, sementara Seol Jihu dengan penuh semangat mengirim sword qi satu demi satu.

“Bukankah ujian kedua, tampak seperti permainan anak-anak sekarang?”

Seol Jihu berbalik dengan tergesa-gesa, dan mengangguk dengan senyum ceria.

Yang ia lakukan hanyalah memasuki ranah, tapi dunia tampak berbeda di matanya.

“Huuuuu.”

Seol Jihu Hitam tiba-tiba menghela nafas panjang. Dia berjongkok, dan kemudian tersenyum pahit.

“Aigoo, sudah lama sejak hatiku berdebar kencang. Kamu berhasil tepat, ketika aku hampir menyerah… Apa pun, ada baiknya kamu berhasil. Intuition peringkat Highist dan Perfect Harmony sudah cukup. Yang tersisa untuk dilakukan adalah melompat.”

Jang Maldong menyebut Intuisi sebagai batu loncatan. Karena dia telah memperkuat batu loncatannya, dan memasang pegas kuat di bawahnya yang disebut Perfect Harmony. Yang perlu ia lakukan sekarang adalah, menggunakannya untuk melayang ke langit.

“Aku ingin segera memulai, tapi… kenapa kita tidak menyingkirkan itu dulu? Ini akan menjadi perubahan tempo yang menyenangkan.”

Beralih ke tempat Seol Jihu Hitam menunjuk, mata Seol Jihu membelalak. Dia melihat tiga atau empat tas belanja, dengan kotak bento tumpah. Dia bahkan melihat termos.

“Apa mereka?”

“Aku tidak tahu. Haeju membawanya. Aku bahkan secara khusus mengatakan kepadanya, jika dia tidak perlu…”

Seol Jihu melihat sekeliling dengan refleks. Namun, Baek Haeju tidak terlihat.

“Aku tidak melihatnya…”

“Dia pergi atau dia bersembunyi di suatu tempat menonton. Pokoknya, mari kita makan.”

Seol Jihu Hitam mengambil kotak bento dan membukanya. Seol Jihu juga bergabung.

“Oooh…”

Seol Jihu berseru, setiap kali dia membuka kotak bento. Nasi putih, lobak namul, pancake sayuran, siput rawa… juga ada sup kedelai. Mereka semua adalah makanan favorit Seol Jihu.

Meskipun dia tidak tahu, mengapa dia memperlakukannya dengan sangat baik. Dalam hati, dia mengucapkan terima kasih yang tulus.

Segera, kedua pria itu mulai makan sambil duduk berhadapan.

Menempatkan siput rawa ke dalam sup kedelai sebagai hiasan, dan kemudian mengambil sesendok. Rasa indah meledak di mulut Seol Jihu. Saat dia merasakan tekstur kenyal dari siput rawa dan kehangatan sup kedelai, senyum muncul di wajahnya.

Itu sangat lezat, sehingga dia ingin berbaring dan hanya makan roti.

“Bagus, bukan?”

Seol Jihu Hitam terkikik, melihat Seol Jihu dengan pipi menggembung.

“Mereka mengatakan kelaparan adalah saus terbaik. tapi, itu benar-benar tidak dapat mengalahkan keadaan. Makan sepuas hatimu. Bahkan jika kamu makan makanan yang sama lain kali, akan sulit untuk merasakan rasa yang sama.”

Seol Jihu segera mengerti, apa yang ia maksud.

Meskipun makanannya enak, tidak sampai menjatuhkan segalanya dan bermalas-malasan. Alasan mengapa makanan itu terasa begitu enak adalah, karena dia mabuk dengan rasa puas.

Dia ingin mencicipi rasa ini lagi.

“Baiklah, setelah kita selesai dengan ini, mari kita mulai dengan Kekuatan Dorongan Seribu Ton.”

Seol Jihu Hitam berbicara, saat dia mencampur nasi putih, minyak wijen, dan lobak namul.

“Kekuatan Dorongan Seribu Ton? Bukankah itu teknik seni bela diri, di mana kau menggunakan kekuatan jari, untuk memindahkan seribu ton?”

“Bagus, jadi kamu tahu. Sederhananya, itu hanya skill yang menggunakan sedikit kekuatan, untuk menggunakan kekuatan besar.”

Seol Jihu mengerutkan kening, sambil mengisi mulutnya dengan nasi. Kedengarannya, seperti skill yang luar biasa. Tapi, dia tidak bisa tidak memikirkan batu besar itu.

“Seharusnya, kamu mengajarkan itu kepadaku sebelumnya…”

“Kamu pikir, aku tidak mau?”

Seol Jihu Hitam mendengus. Dia menjilat sendok dengan minyak wijen, dan kemudian bertanya.

“72 kali 24 dibagi 12. Berikan aku jawabannya.”

“Seratus empat puluh empat.”

Seol Jihu langsung menjawab, meskipun dia tidak yakin untuk apa.

Seol Jihu Hitam yang bertanya apatis, tersentak dan mengerutkan alisnya.

“Oh ya, aku bagus dalam matematika mental saat itu. Baiklah, kemudian coba 81.922.757 kali 22.233.847, kemudian bagi dengan 421.242.”

“….”

“Coba jawab itu.”

“Aku bukan kalkulator, kamu tahu.”

“Kamu tidak bisa, kan?”

Seol Jihu Hitam mendengus lagi.

“Mungkin sulit untuk melakukannya secara mental. Tapi, jika kamu memiliki pena dan selembar kertas, apakah kamu dapat menghitung jawabannya?”

“Aku rasa begitu… Butuh beberapa saat.”

“Itu dia.”

Seol Jihu Hitam mengunyah lobak dari namul bibimbap.

“Kamu baru sekarang belajar bagaimana membelah dan berkembang biak. Bagaimana aku bisa mengajar seseorang, yang hanya tahu cara menambah dan mengurangi?”

“Aku agak mengerti apa yang kamu katakan…”

“Bagus, karena aku memburamkannya untukmu. Perfect Harmony ada di level pasca-sarjana. Kamu tahu, sesuatu yang akan kamu pelajari saat medapatkan PhD.”

Seol Jihu mengangguk. Kemudian, dia mengambil pancake sayuran dengan tangannya dan mengunyahnya.

Itu sangat, sangat lezat.

***

 

Di samping itu.

“Tapi, mengapa kita mulai dengan Kekuatan Dorongan Seribu Ton?”

“Karena, itu skill yang paling penting. Kamu sudah mempelajari Flower Substitution. Meski begitu, sepertinya kamu tidak tahu bagaimana menggunakannya dengan benar. Karena, kamu mengambilnya dalam kebingungan, saat melawan naga sialan itu.”

“Ya.”

“Kamu bisa menggabungkan kemampuan itu dengan Kekuatan Dorongan Seribu Ton. Jika kamu bisa membawa keduanya ke peringkat tinggi, mereka akan berevolusi menjadi Grand Cosmic Shift. Itulah skill yang aku gunakan di puncak kedua.”

“Ups!”

“Jika tidak ada yang lain, kamu perlu belajar Grand Cosmic Shift. Kamu membutuhkannya, jika kamu akan melawan Ratu Parasite.”

Seperti yang diharapkan Seol Jihu Hitam, Baek Haeju memperhatikan kedua Seol Jihu berbicara, dari kejauhan.

“Meraih langit dan bumi, dan memindahkan mereka dalam gerakan besar… Ah.”

Yang satu putih.

“Ya. Kamu ingat, bagaimana dia membalik langit dan bumi di Benteng Tigol, kan? Jika kamu memiliki skill ini, kamu akan dapat berdiri diam, dan hasilnya mungkin berbeda.”

Satu berwarna hitam.

Cara kedua Seol Jihu duduk berhadap-hadapan, menggigit pancake sayuran…

“…Sangat lucu.”

Rasanya, seperti melihat kelinci kembar, dengan riang mengunyah rumput.




< Prev  I  Index  I  Next >

Posting Komentar untuk "SCG_376"

Follow Us