Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Untuk memperbesar atau memperkecil font, gunakan 'zoom in' dan 'zoom out'.
Terima kasih. Selamat membaca... :)
Traktir Ngopi gan...!

SCG_384

gambar

The Second Coming of Gluttony

SCG_384

Bab 384. Bayangan Pohon Raksasa (3)

“Poin mencurigakan?”

Sudut mata Seol Jihu sedikit melengkung.

Pada saat itu, Kim Hannah merasakan ketidak-harmonisan, yang tak terlukiskan dan sengit. Itu seperti mencoba berjalan melintasi penyeberangan, tapi lampu hijau bersinar setelah mengambil langkah pertama.

Setelah ragu-ragu sejenak…

“Ya. Kamu lihat…”

Dia memilih untuk berhenti tanpa bergegas.

Karena rasanya, itu seperti lampu akan memerah pada saat itu juga.

“Aku percaya, organisasi eksternal ikut campur dalam masalah ini.”

Dia dengan cepat menjatuhkan pandangannya ke papan klip, dan melaporkan masalah lain.

“Organisasi eksternal mengganggu…? Apakah mereka menghalangi kita, mengumpulkan persembahan?”

Seol Jihu tersenyum lembut dan bertanya, sambil meletakkan dagu di tangannya.

Kim Hannah menghela nafas yang selama ini dipegangnya.

“Tidak, justru sebaliknya.”

“Sebaliknya?”

“Cabang utama Kuil Luxuria yang terletak di Scheherazade, menyumbangkan persembahan kepada kami. Uskup bahkan mendatangi Eva secara pribadi, dan merawat Nona Seo Yuhui.”

“Uskup…?”

Seol Jihu mengangkat alisnya.

Kim Hannah membalik halaman pada dokumen, dan melanjutkan.

“Roberto Servillo. Dia orang Italia dari Area 2. Dia adalah Uskup Level 6 yang melayani Luxuria.”

Seol Jihu berkedip beberapa kali, dan kemudian memutar matanya.

“Jadi, mereka tidak hanya menyumbangkan persembahan. Tapi, seorang Priest Level 6 juga datang untuk merawat Yuhui Noona…”

Dia kemudian melirik Kim Hannah.

“Itu terdengar seperti sesuatu yang harus kita syukuri. Apa alasan kamu menyebutnya mencurigakan? “

“Itu mudah.”

Kim Hannah melanjutkan.

“Roberto Servillo dan Nona Seo Yuhui tidak bersahabat.”

“Ini pertama kalinya, aku mendengar ini.”

“Itu alami. Roberto Servillo tahu bagaimana bersikap di mata publik. Jadi, hubungannya yang tidak bersahabat dengan Nona Seo Yuhui tidak diketahui oleh banyak orang. “

“Itu artinya, dia menyembunyikannya. Jadi, bagaimana kamu tahu tentang itu?”

“Mm, ini penjelasan panjang… tapi, Kuil Luxuria pernah menikmati era kemakmuran, bersama dengan Kuil Gula. Saat itulah, Sung Shihyun dan Nona Seo Yuhui aktif sebagai Executor.”

Seol Jihu mengangguk, memberi isyarat padanya untuk terus berjalan.

“Tapi, hubungan baik mereka tidak berlangsung lama. Setelah Ekspedisi Penyerbuan Kekaisaran, kedua Executor berpisah, karena alasan yang tidak diketahui. Dan, Sung Shihyun kemudian bergabung dengan Sinyoung. Nona Seo Yuhui berhenti dari posisinya sebagai Executor, dan pensiun dari Paradise pada waktu yang sama. Lalu, Sung Shihyun hilang tidak lama setelahnya.”

“Siapa yang mengira dia membelot ke Parasite?”

Seol Jihu mendengus.

“Pokoknya?”

“Kuil Luxuria secara alami ditempatkan pada posisi yang sulit. Dengan para Executor yang bertindak sebagai pilar dukungan mereka pergi. Sikap dominan masa lalu mereka, kembali menggigit mereka.”

Mengingat kejadian yang ia alami di Haramark, Seol Jihu mendecak bibirnya.

Kelompok misterius itu sangat ingin menyerangnya, ketika dia tidak melakukan apa pun pada mereka. Jadi, dia bisa menebak betapa bersemangatnya mereka dalam menyerang Kuil Luxuria, yang pasti telah memamerkan kekuatan politiknya.

“Pengaruh Kuil Luxuria berkurang dari hari ke hari. Tetap saja, dengan betapa jarangnya Priest penyembuhan, ada permintaan konstan untuk anggota mereka. sehingga, mereka dapat mempertahankan tingkat pengaruh tertentu.

Tapi, mereka pasti ingin mendapatkan kembali pengaruh masa lalu mereka, yang berada di atas Guild Mage, atau mungkin mereka merasa terancam oleh tekanan dari lingkungan mereka- terlepas, setelah Nona Seo Yuhui pensiun, uskup yang merupakan wakil dari Kuil Luxuria, membuat keputusan tertentu.”

“Keputusan?”

“Dia bergandengan tangan dengan Sinyoung.”

Kim Hannah berkata dengan tegas.

“Aha.”

Seru Seol Jihu.

“Sekarang setelah kamu menyebutkannya, kamu dulu bersama Sinyoung.”

“Aku mendengar cerita menarik, saat mengikuti anggota dewan. Aku memperhatikan saat itu.”

Sebagai mantan manajer terkenal dari Sinyoung, tidak mengherankan jika Kim Hannah akan tahu tentang masalah internal seperti itu.

“Sinyoung, ya… aku pikir, aku tidak akan mendengar nama mereka di sini.”

Seol Jihu mengetuk meja dengan jarinya.

“Sinyoung, Yun Seohui tidak memiliki hubungan yang baik dengan Nona Baek Haeju dan Nona Seo Yuhui. Ini adalah rahasia umum.”

“Jadi maksudmu, Yuhui Noona dan Yun Seohui tidak berhubungan baik. Dan karena Roberto Servillo bergandengan tangan dengan Sinyoung, Yuhui Noona tidak melihatnya dengan baik?”

“Aku tidak bisa memastikan itu. Mengingat kepribadian Nona Seo Yuhui yang lembut, ada kemungkinan dia tidak terlalu peduli. Tapi, kita tidak bisa mengesampingkan segala kemungkinan. Mungkin, ada sesuatu yang hanya ia ketahui.”

Kim Hannah melanjutkan.

“Sejujurnya, aku pikir Roberto Servillo tidak membuat keputusan yang salah. Kuil Luxuria membutuhkan organisasi mitra baru, dan Nona Seo Yuhui telah pensiun pada saat itu.”

Dengan kata lain, Seo Yuhui tidak dalam posisi untuk mengkritik keputusan uskup.

“Alasan aku menilai jika hubungan uskup dengan Nona Seo Yuhui buruk adalah, karena Nona Seo Yuhui waspada terhadapnya.”

“…?”

“Dia dianggap telah pensiun dari Paradise selamanya, tapi dia kembali. Earthling yang merupakan legenda Paradise dan Star of Paradise. Seperti yang kamu tahu, pengaruh Nona Seo Yuhui di antara para Priest Luxuria tidak terhalang dan tidak tertandingi.”

Seol Jihu setuju dengan mudah. Dia bisa tahu, hanya dengan bagaimana dia memimpin anggota cabang utama Kuil Luxuria, selama Perang Lembah.

“Bahkan sekarang, ada banyak Priest yang mengharapkan kembalinya Nona Seo Yuhui. Luxuria juga menegaskan, jika dia masih rasul. Mengingat semua ini, menurutmu apa yang dipikirkan orang yang percaya, dia melindungi Kuil Luxuria selama ini?”

“Jadi, kamu mengatakan ini adalah masalah keinginan untuk kekuatan politik.”

Seol Jihu terkekeh.

“Tapi sepertinya, Yuhui Noona tidak terlalu peduli dengan kekuatan politik atau pengaruhnya.”

“Orang-orang yang berada di puncak bidang mereka, biasanya tidak peduli. Runner-up lah yang gelisah untuk maju.”

Seol Jihu mengusap dagunya perlahan.

Dia memahami latar belakang cerita, sampai batas tertentu.

Uskup yang tidak ingin kepulangan Seo Yuhui lebih dari siapa pun, datang untuk membantunya secara pribadi. Itu memang aneh.

“Dan ada hal lain yang harus kukatakan padamu.”

Kim Hannah berbicara.

“Kami bertemu sekali dengan uskup saat kami menjaga Nona Seo Yuhui. Roberto Servillo, uskup, bertanya tentang keberadaan Perwakilan.”

“Tentang keberadaanku?”

“Ya. Dia meminta untuk melihatmu, mengatakan jika dia memiliki sesuatu untuk dikatakan. Ketika aku mengatakan kepadanya jika kamu pergi untuk urusan penting, dia bertanya apakah itu karena Nona Seo Yuhui dan kapan kamu akan kembali.”

“Jadi, apa yang kamu katakan padanya?”

“Aku bilang, aku akan memanggilmu untuk mencari tahu, dan tidak mengatakan apa-apa lagi. Aku piki,r akan lebih baik membiarkannya menjalankan imajinasinya yang liar.”

Seol Jihu tersenyum mendengar jawaban Kim Hannah.

“Kerja bagus.”

“Benarkah?”

“Yap, itu respon yang sempurna. Aku akan memberimu cap yang bagus, jika aku bisa.”

Kim Hannah tersenyum pahit, melihat kebahagiaan berlebihan Seol Jihu.

“Apa yang harus kita lakukan mulai sekarang?”

“Mudah. Terus seperti biasa.”

“Maksudmu apa?”

“Pergi berkeliling rumah lelang membeli persembahan, dan kemudian memanggil Yuhui Noona melalui Nona Baek Haeju. Ah, sebenarnya, kau tidak perlu khawatir pergi ke rumah lelang. Aku berencana untuk pergi secara pribadi.”

Seol Jihu bangkit dari tempat duduknya, dan menggeliat.

“Apakah laporan lain ada yang mendesak?”

“Tidak, tidak ada apa-apa selain masalah Nona Seo Yuhui.”

“Kalau begitu, aku akan mendengarkan sisanya nanti. Aku ingin fokus pada ini, untuk saat ini.”

Seol Jihu akhirnya menyalakan mesinnya.

Kim Hannah menarik napas dengan halus.

“Dimengerti.”

“Baiklah, kamu bisa pergi sekarang. Aku perlu waktu, untuk memikirkan hal ini sendirian.”

Kim Hannah meletakkan kembali clipboard di bawah ketiaknya.

Namun, dia tidak pergi.

Daripada berbalik, dia berjalan ke depan dan berdiri di depan meja Seol Jihu.

“Hei.”

Sekarang setelah urusan resmi selesai, dia meletakkan clipboard di atas meja dan menyipitkan matanya.

“Bukankah kamu terlalu tak tahu malu?”

“…Mungkin?”

Seol Jihu mengedipkan matanya.

“Maaf, tapi kita belum berada di panggung, untuk mengungkapkan apa pun.”

“Tetap saja, bukankah seharusnya kamu setidaknya memberiku satu atau dua petunjuk?”

Kim Hannah telah bekerja keras selama delapan bulan ketika Seol Jihu pergi. Jadi bisa dimengerti, jika dia akan merasa kecewa.

Bukan sebagai bawahan, tapi sebagai manusia.

“Aku rasa, aku sedikit keras pada ratu Valhalla.”

“Ratu, pantatku. Ada apa lagi, Ibu Jinah? Apakah kamu tidak tahu, pasangan sejati berbagi, bahkan fetish paling rahasia mereka di tempat tidur? Ratu apa? Kamu memperlakukanku, seperti seorang istri kantor.”

“Aku tidak seburuk itu.”

Pasangan itu saling bercanda sambil terkikik.

“Ngomong-ngomong, jika kamu menyesal, izinkan aku mengikutimu ke rumah lelang. Aku tidak akan menghalangimu.”

“Kamu tidak benar-benar harus, tapi aku rasa kamu bisa, jika kamu bebas… Ah, biarkan aku meminta bantuanmu juga.”

“Bantuan?”

“Ya. Ajari aku bagaimana harus berakting.”

Itu adalah bantuan yang tampaknya acak.

Dia mengatakan akan pergi ke rumah lelang. Tapi sekarang, dia memintanya untuk mengajarinya, bagaimana harus berakting.

Kim Hannah tidak tahu apa yang Seol Jihu rencanakan, tapi dia mengangguk.

“Jika itu yang kamu inginkan.”

***

 

Seol Jihu langsung bekerja.

Mulai dari Eva, dia melewati semua rumah lelang di setiap kota.

Kim Hannah tinggal di sisi Seol Jihu dan mengamati situasi dengan hati-hati.

Sebenarnya, tidak ada yang perlu diperhatikan tentang hal itu. Dia melakukan hal yang sama, yang ia lakukan saat dia pergi.

Satu-satunya perbedaan adalah jika dia menunjukkan tanda-tanda terlalu terobsesi, untuk mendapatkan persembahan. Dia terlihat seperti itu, setidaknya dari luar.

Dia membeli segala persembahan yang membuat jalan menuju pelelangan, tidak peduli seberapa besar atau kecil divine power yang terkandung di dalamnya. Dan, dia bahkan mengunjungi para Priest level tinggi, dan memohon kepada mereka untuk menjual kepadanya, persembahan yang mereka miliki.

Dia tidak ragu untuk membelinya di atas harga pasar.

Ini hanya melemparkan uang ke dalam api di mata Kim Hannah. Tapi seperti yang dijanjikan, dia hanya mengikutinya diam-diam, dan tidak menghalangi dengan cara apa pun.

Itu karena rumor mulai beredar. Desas-desus jika perwakilan Valhalla telah kembali setelah lama pergi, dan jika dia membeli persembahan tanpa memperhatikan harganya.

Dia yakin Seol Jihu punya alasan untuk semua ini. Ini bukan dugaan, tapi hampir pasti, ketika dia kembali normal ketika dia kembali ke gedung Valhalla. Dan, itu jauh dari mata publik.

Dan persis seperti itu, ketika dia menghabiskan hari-harinya dengan mengumpulkan persembahan, tamu tak terduga mengunjungi Valhalla.

***

 

Sementara Seol Jihu memutar-mutar es batu di dalam minumannya, bertanya-tanya kapan Nona Baek Haeju akan kembali, pintu terbuka dan beberapa orang bergegas masuk.

“Perwakilan Seoooool!”

Dia mendongak, bertanya-tanya dari siapa suara ceria itu berasal. Para tamu itu tidak lain adalah trio gadis mage, yang termasuk kepala cabang Guild Mage Eva.

“Kemana saja kamu? Kamu baru saja kembali!”

Seorang gadis berambut coklat muda, bergegas masuk.

“Aku ingin melihatmu!”

Odelette Delphine membanting tangannya ke meja.

Seol Jihu berkedip.

“…Sudah lama.”

“Ya! Benar!”

Odelette Delphine memiliki nada yang sangat tinggi, untuk beberapa alasan.

“Aku ingin meminta bantuan dua hal.”

“Bantuan?”

“Ya!”

Odelette Delphine memukul-mukul dadanya.

“Biarkan aku datang!”

Seol Jihu meludahkan air es yang ia minum.

‘Datang? Ke mana?’

“Aku ingin ikut juga!”

“A-Apa yang kamu bicarakan?”

“Kamu tahu, ke sana!”

“Dia tidak mungkin berbicara tentang itu di sana, bukan?” Seol Jihu menyeka bibirnya, dan menatap Odelette Delphine dengan heran.

“Hehe.”

Di sisi lain, Charlotte Aria tersenyum seperti orang bodoh. Mungkin dia senang, karena akhirnya bisa melihat Seol Jihu.

“….”

Untuk beberapa alasan, Eun Yuri menatap ke kejauhan, mengutak-atik tongkat sihir yang orang akan lihat di pertandingan bisbol.

Sekarang dia memikirkannya, dia mendengar jika gadis-gadis ini mulai mengadakan pertemuan rutin untuk membahas sihir.

Baru sekarang, Seol Jihu menyadari apa yang dimaksud Odelette Delphine.

“Kenapa kamu menanyakan itu padaku…”

“Aaaaah! Biarkan aku datang! Toloooong?”

Odelette Delphine jatuh ke lantai, dan mulai berguling-guling.

“Tolong… Tolong…!”

Dia mulai melempar amarah, dengan tangan terangkat ke udara.

Charlotte pasti menganggap ini lucu, ketika dia dengan cepat bergabung dengannya.

“Biarkan dia…! Biarkan dia…!”

Gulung… ke kiri. Gulung… ke kanan.

Dengan dua orang melakukan ini, dengan cepat keluar dari tangan.

Seol Jihu melirik Eun Yuri, berharap dia akan melakukan sesuatu tentang hal itu. Tapi, dia malah terdiam.

“Go, go.”

Eun Yuri menyemangati mereka, melambaikan tongkat panjang dengan irama gulungan mereka.

Dengan wajah tanpa ekspresi.

Seol Jihu menutup matanya.

Di samping Odelette Delphine dan Eun Yuri, dia ingat kalau Charlotte Aria menjadi ratu terhormat yang mampu memimpin suatu bangsa, tapi…

‘Dia tidak tumbuh sama sekali…’

“…Yang Mulia.”

Begitu Seol Jihu melihat ke bawah dengan mata guru yang kecewa, Charlotte Aria dengan cepat menjadi tenang.

“Jika Tuan Sorg Kühne melihat ini, dia akan sangat kecewa.”

Tampaknya ini berhasil, karena Charlotte Aria terhuyung mundur.

“Tidak… i-itu sudah lama sejak aku terakhir kali melihatmu… jadi, aku ingin dimanjakan… aku masih menjaga diriku bermartabat, ketika itu penting…”

“….”

“Dan aku tidak berencana memberitahunya pada awalnya… tapi Delphine memperhatikan, jika Yuri dan aku tumbuh sangat cepat secara tidak normal…”

“….”

“Aku bertanya kepada Guru dan dia hanya mengatakan kalau dia akan memikirkannya… jadi kami pikir, dia akan segera mengambil keputusan, jika perwakilan Valhalla memintanya… jadi…”

Charlotte Aria mengusap ibu jarinya, dengan kepala menunduk.

Seol Jihu menggelengkan kepalanya.

“Tentu, silakan.”

“Benarkah?”

“Sungguh?”

Dua anak, bukan, Charlotte Aria dan Odelette Delphine mengangkat kepala.

Seol Jihu dengan senang hati akan mengatakan ‘ya’, jika mereka datang untuk menanyakannya secara normal.

Tidak hanya dia dalam hubungan kerja sama dengan Odelette Delphine, tapi dia juga tahu bakatnya.

Jika dia bisa menjadi lebih kuat dan memainkan peran yang lebih besar dalam pertempuran di masa depan, Seol Jihu hanya akan menyambutnya.

“Kamu tahu bagaimana membawanya ke Dunia Mimpi kan?”

“Un!”

“Pergi dan tanyakan pada Lady Roselle, apakah dia bisa menerima Nona Odelette Delphine juga. Dia bahkan mungkin mendengarkan percakapan ini. Ketahuilah, jika aku tidak dapat melakukan apapun, jika dia mengatakan tidak.”

“Yaaay!”

“Whoo!”

Kedua anak itu mengangkat tangan dengan gembira.

Mereka berlari keluar, mengobrol dan bertepuk tangan dengan gembira, seolah-olah Roselle sudah memberi mereka jawaban.

Baru setelah itu, Seol Jihu berhenti untuk bernapas.

Dia kemudian melirik Eun Yuri, yang bersembunyi di balik tongkat sihir dan tertawa.

“Apakah Lady Roselle tidak mau menerima Nona Odelette Delphine sebagai murid?”

Eun Yuri menggelengkan kepalanya.

“Tidak, tidak sama sekali. Dia sangat memikirkannya.”

“Benarkah?”

“Ya. Tentang bakat kami, Guru berkata jika milikku adalah Paradise, jika Yang Mulia Aria berharga, dan milik Delphine istimewa.”

Sekarang dia menyebutkannya, bakat mereka agak berbeda.

Jenius, Ajaib, dan Brilian.

Memiliki tiga murid yang bersaing satu sama lain, terdengar menyenangkan. Sepertinya, akan ada efek sinergis positif juga.

“Hanya saja… waktunya sedikit tidak tepat.”

Eun Yuri melanjutkan.

“Dia harus memilih pengganti. Jadi dengan lebih banyak murid, ada lebih banyak yang perlu dikhawatirkan. Dia secara mengejutkan, berhati lembut.”

Seol Jihu berpikir lagi.

Sebenarnya, Eun Yuri adalah kandidat yang paling mungkin untuk mewarisi Eternal Light of Wisdom milik Roselle. Tapi dengan keputusan sebelumnya, dia sekarang memiliki pesaing lain yang perlu dikhawatirkan.

“Tidak apa-apa.”

Menyadari apa yang dipikirkan Seol Jihu, Eun Yuri mengeluarkan tongkat sihir di belakangnya.

“Aku akan memberimu semacam sinyal, jika aku tidak ingin lebih banyak pesaing. Tanpa melambaikan ini. Aku senang memilikinya.”

“Benarkah?”

“Ya. Kamu tahu, kami bertiga bertengkar sepanjang waktu, ketika kami bertemu, karena jalan yang kami kejar, sama sekali berbeda.”

Eun Yuri adalah seorang Witcher, Charlotte Aria adalah seorang Sorcerer, dan Odellete Delphine adalah seorang Magician.

“Aku selalu benci mendengarnya terus, tentang betapa sihir adalah sesuatu yang mengikuti hukum, yang telah terbentuk sebelumnya. Sekarang kami memiliki persyaratan yang sama, aku dapat menggunakan kesempatan ini untuk menginjak flat-nya. Jika Guru memilihku, Magician yang bau itu, akan tahu tempatnya lebih baik.”

Eun Yuri lalu mendengus dan mencibir,

“Hmph, sihir yang menetapkan batas pada dirinya sendiri, bukanlah sihir.”

Seol Jihu terkejut setelah mendengar pikiran jujurnya. Karena, apa yang ia harapkan akan terdengar adalah, “Kami akan bersaing dengan itikad baik dan melakukan yang terbaik!”

“Kamu harus percaya diri.”

“Seorang Mage tanpa kepercayaan diri, hanyalah mayat. Tapi…”

Eun Yuri mendecak bibirnya.

“Aku tidak begitu yakin sekarang. Baru-baru ini, semua yang aku dapatkan dari Guru adalah omelan dan omelan lagi.”

“Dia memarahimu?”

“Ya. Dia mengatakan jika seseorang yang mengejar batas Path of Mana tidak boleh berkeliling untuk mencicipi semuanya, dan hanya harus menggali satu sumur ke dasar…”

Seol Jihu menjadi penasaran mendengar ini, dan mengaktifkan Basic Skill-nya.

‘Ek.’

Dia hampir berteriak kaget setelah melihat jendela status Eun Yuri.

Sejak dia memasuki Paradise, dia belum pernah melihat jendela status yang panjang dan rumit ini.

‘Bagaimana dia memiliki begitu banyak kemampuan …? Apa itu bakat ESP? Dan apa persepsi ekstrasensor?’

Bukan hanya kemampuannya. Kecakapannya juga bertambah panjang.

“Jangan terlalu khawatir tentang itu.”

Kata Eun Yuri dengan tenang.

“Aku tidak akan membiarkan Eternal Light of Wisdom diambil dariku. Sering dimarahi, hanyalah bukti ketertarikannya, bukan?”

“Yah, aku rasa ada pepatah, lepaskan tongkatnya, manjakan anak itu.”

“Tepat.”

“Baik. Jika aku harus berinvestasi dalam sesuatu, aku pasti akan memilih koin kaca perak.”

“Koin kaca perak…?”

Eun Yuri memelototi Seol Jihu.

“…Itu adalah lelucon.”

“Kuhum, ngomong-ngomong, sepertinya kamu sibuk akhir-akhir ini. Maaf mengganggumu. Aku akan pergi sekarang.”

“Baik.”

“Ah, omong-omong…”

Eun Yuri berhenti di tengah-tengah berbalik, dan menatap Seol Jihu dengan diam-diam.

“Apakah ada yang mengganggumu baru-baru ini?”

Mata Seol Jihu melebar, sebelum dia tersenyum dengan lembut.

“Haha, kalau begitu, bisakah aku meminta bantuanmu?”

“Tentu saja.”

“Tidak ada yang sulit. Bisakah kamu memberi tahu Odelette Delphine, jika aku akan segera menghubungi Tuan Philip Muller, tentang sesuatu?”

“Itu saja?”

“Ya. Tapi…”

Seol Jihu menurunkan suaranya dan berbisik lagi.

Eun Yuri memiringkan kepalanya, tapi tetap setuju.

“Hanya itu yang harus aku lakukan?”

“Ya.”

“Dimengerti.”

Eun Yuri membungkuk, dan kemudian meninggalkan kantor.

“…Aku pikir itu lucu. Koin kaca perak.”

Seol Jihu terkikik pada dirinya sendiri.

Bagaimanapun, dia bersyukur jika Eun Yuri baik-baik saja. Tapi, dia tidak bisa puas.

Waktu tidak terbatas.

Delapan bulan.

Itu sudah cukup bagi Parasite untuk pulih dari kekalahan mereka di Benteng Tigol, sampai tingkat tertentu.

‘Sebelum mereka bangkit kembali…’

Dia harus berhasil.

Yang terakhir dari tiga tujuan yang ia bersumpah untuk capai, ketika dia meninggalkan Haramark dan pindah ke Eva.

***

 

Itu sekitar waktu makan malam pada hari berikutnya, Baek Haeju memasuki Paradise.

Seol Jihu memintanya untuk memanggil Seo Yuhui, begitu dia melihatnya. Dan Baek Haeju kembali pada hari yang sama, dengan balasan.

“Aku menghubungi Nona Seo Yuhui. Dia bilang, dia akan memasuki Paradise besok.”

Momen yang telah ditunggu Seol Jihu akhirnya ada di sini.

Hari ketika dia akan bersatu kembali dengan Seo Yuhui.

Dan hari untuk mengangkat tirai ke rencana akhir.




< Prev  I  Index  I  Next >

Posting Komentar untuk "SCG_384"

Follow Us