Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Untuk memperbesar atau memperkecil font, gunakan 'zoom in' dan 'zoom out'.
Terima kasih. Selamat membaca... :)
Traktir Ngopi gan...!

SCG_412

gambar

The Second Coming of Gluttony

SCG_412

Bab 412. Pertanda (3)

 

Trrrr…

Mengikuti suara tetesan air, harum kopi tercium.

Vlad Halep menuangkan air ke dalam cangkir besar, sebelum dengan setengah hati memutarnya dengan sendok, dan memegang sebatang mentega panjang.

Dia memotong itu dengan sabitnya, menjatuhkannya ke dalam cangkir, dan kemudian menyerahkannya kepada Seol Jihu.

Seol Jihu dengan hati-hati memegang cangkir panas di tangannya.

“Minum. Ini akan sedikit menghangatkan tubuhmu.”

Vlad Halep berkata dengan kaku, sebelum duduk di kursi di seberang Seol Jihu, dan meneguk secangkir kopi yang ia buat untuk dirinya sendiri.

Seol Jihu menatap mentega kuning yang meleleh di kopinya, dengan tampilan yang agak terkejut.

Setelah menyesap, matanya membelalak.

Rasa pahit kopinya dan kelembutan menteganya bercampur, dan itu mengalir mulus ke tenggorokannya.

“…Ini enak.”

Ekspresinya yang kaku, sedikit mengendur.

“Aku belum pernah minum kopi dengan mentega sebelumnya.”

“Begitulah cara orang biasanya minum kopi di kampung halamanku.”

Vlad Halep menjawab, setelah mengambil cangkir kopi dari bibirnya.

“Itu cara terbaik untuk menghangatkan diri saat dingin.”

Dia kemudian menyesap kopinya lagi.

Seol Jihu semakin cemas, tapi dia menunggu dengan sabar. Dia tahu, Vlad Halep sedang berpikir tentang bagaimana mengangkat topik itu.

Di mata Seol Jihu, Vlad Halep pada dasarnya adalah orang yang dingin, yang tidak terlalu peduli dengan masalah orang lain.

Seseorang seperti dia telah meminta untuk berbicara, jadi Seol Jihu pikir ada alasannya.

“Dengan banyak pilihan…”

Tepat saat Seol Jihu berpikir demikian, Vlad Halep berbicara.

“…Apakah kamu ingat apa yang aku katakan sebelumnya? Di penginapan Odor.”

“Penginapan Odor… Maksudmu, alasanmu dan adikmu memasuki Paradise?”

“Tidak bukan itu. Itu yang dikatakan Oana, bukan aku.”

Vlad Halep menggelengkan kepalanya.

Seol Jihu mencari-cari di ingatannya. Dia kemudian teringat beberapa baris yang dikatakan Vlad Halep saat itu.

‘…Harap lindungi kami.’

‘Aku bertanya, apakah kamu bisa melindungiku dan adik perempuanku dengan kekuatanmu. Tanpa meminta apapun.’

‘Tidak. Kami bukan penjahat.’

‘Aku tahu kedengarannya aneh, tapi kami tidak tahu siapa mereka sebenarnya. Kami bahkan tidak tahu apa yang mereka inginkan dari kami.’

‘Yang kami tahu adalah ada orang di dunia ini yang tidak menyukai kami dan mereka membuat hal-hal tidak nyaman bagi kami.’

Seol Jihu melakukan lambaian ganda.

Dia berencana untuk berbicara dengan Halep bersaudara dengan benar setelah Perang Benteng Tigol berakhir. Tapi karena ujian dan banyak hal lain, dia telah melupakannya sepenuhnya.

“Sejujurnya, aku tidak tahu, apakah ini sesuatu yang harus aku beritahukan padamu.”

Vlad Halep memulai.

“Aku tidak punya bukti atau cara untuk memastikan. Tapi… memang benar jika hidupku dan Oana berubah dari memasuki Valhalla. Dan, ada hal-hal yang aku sadari karenanya.”

Seol Jihu menganggukkan kepalanya, seolah memiliki bukti tidak masalah.

“Adik perempuanku dan aku memasuki Paradise dengan red mark.”

“Ya, Oana menyebut kalian jatuh miskin karena semangat nafsu, dan diperkenalkan ke Paradise oleh seorang kenalan.”

“Kenalan…”

Vlad Halep mendengus.

“Itu tidak sepenuhnya salah, aku rasa. Seorang kreditur masih merupakan kenalan.”

Sepertinya, bukan masalah jika Inviter Halep bersaudara menganggap mereka menyedihkan, dan memberi mereka kesempatan.

“Dia punya motif tersembunyi, pria terkutuk itu.”

‘Motif tersembunyi?’

“Kami tahu, jika orang dengan red mark diperlakukan seperti budak di Paradise. Dapat dimengerti, jika mereka berfungsi sebagai perisai daging atau umpan. Tapi, itu tidak berarti menjadi pelampiasan hasrat-nya.”

“…Sesama jenis?”

“aku sedang berbicara tentang Oana.”

Vlad Halep berbicara dengan tenang, tapi ekspresinya berubah menjadi galak. Seolah-olah dia mengingat masa lalu.

“Aku baru tahu nanti, tapi Oana sudah lama mendapat tawaran dari pria itu. Misalnya, menghapus sejumlah hutang, setiap kali dia membiarkan pria itu menuruti keinginannya.”

Mata Seol Jihu menyipit. Memikat seorang debitur untuk menjual tubuhnya, bukanlah hal yang tidak biasa. Tapi tidak diragukan lagi, itu adalah hal yang tidak menyenangkan untuk diingat dan didengar.

“Dia pasti mencari kesempatan, sejak dia membuatnya masuk Paradise.”

“Maksudmu…”

“Aku membunuhnya, sebelum dia bisa melakukan apa pun.”

Vlad Halep dengan lesu menggerakkan jarinya di atas cangkir kopi.

“Aku telah memberi Oana kristal komunikasi untuk digunakan di antara kami berdua. Dia dengan cerdik memberi-tahuku lokasi mereka, sambil berpura-pura berbicara dengannya dengan santai. Jadi, aku lari ke sana dan mencabik-cabiknya di tempat.”

“Kerja bagus.”

“…Bagus.”

Suara Vlad Halep yang perlahan naik turun dalam sekejap.

“Aku tidak berpikir, aku melakukan pekerjaan dengan baik. Tidak sampai setahun yang lalu.”

Mata Seol Jihu membelalak saat pengakuannya.

“Oana menyesali itu dari waktu ke waktu, mengatakan hal-hal seperti, ‘mungkin akan lebih baik bagi keluargaku, jika aku menerimanya’…”

Tak!

Vlad Halep membanting cangkir kopi sambil mendesah.

“Karena…”

Dia lalu berkata.

“Saat itulah semuanya dimulai.”

“Maksudmu apa?”

“Saat itulah mereka mulai mengejar kami.”

Vlad Halep melanjutkan.

“Mereka bahkan tidak berhenti untuk memikirkan, mengapa kami membunuh Inviter mereka. ‘Mereka membunuh rekan kami, jadi kami harus balas dendam’. Itulah yang tampaknya mereka pikirkan.”

“Tidak ada tempat yang aman bagi kami. Kapanpun kami pergi keluar, kami akan melihat sekelompok orang mulai membuntuti kami. Dan itu sama, saat di dalam kota. Karena kami begitu sering diserang di penginapan, rumor mulai menyebar… dan pemilik penginapan mulai mengejar kami, mengatakan kami menghalangi bisnis mereka.”

“Kami mulai putus asa. Kami ingin melawan… tapi tidak ada akhir bagi mereka. Oana hampir meninggal dalam tiga kesempatan berbeda. Setiap hari seperti neraka.”

“Semuanya menjadi sangat buruk, sehingga kami berpartisipasi dalam Banquet, meski mengetahui risikonya.”

Seol Jihu mengangkat matanya, sambil diam-diam mendengarkan ceritanya.

Berbicara tentang Banquet, dia ingat bagaimana, di akhir Tahap 1, Vlad Halep berjalan dengan susah payah menaiki tangga yang berlumuran darah.

“Kami pikir, kami mungkin bisa melarikan diri dari mereka selama Banquet. Bahkan, mungkin menemukan solusi untuk masalah kami… aku tidak menyangka, beberapa orang di ruang-ku akan memperlihatkan taring mereka, sementara aku gelisah karena dipisahkan dari saudari perempuanku.”

“Mereka tidak menyerah, ya.”

“Ya. Kegigihan mereka membingungkan, mengingat membunuh satu anggota yang tidak penting untuk memulai semuanya.”

Vlad Halep mendengus.

“Masalahnya, hal ini tidak hanya terjadi di Paradise.”

Seol Jihu mengerutkan barisnya.

“Mereka juga dengan kejam mengejar kami di Bumi. Mereka tidak hanya mengincar kami, tapi juga keluarga kami… Sebagai catatan, orang tua kami meninggal dunia, karena kecelakaan mobil. Polisi mengatakan itu kecelakaan yang tidak menguntungkan. Tapi, Oana dan aku tidak setuju.”

Seol Jihu tersentak tanpa sadar.

“…Sung Shihyun, kan? Mungkin, aku seharusnya tidak mengatakan ini padamu. Tapi aku bisa mengerti, mengapa dia membelot.”

Vlad Halep melanjutkan dengan nafas yang agak kasar.

“Aku dengar, penindasan yang ia hadapi tidaklah kecil… Aku tidak bisa menahan simpati untuk pria itu. Tidak ada tempat untuk Oana dan diriku di Paradise dan Bumi. Aku kira, itu sama baginya.”

‘Tidak ada tempat…’

Seol Jihu mengulangi frasa di kepalanya, karena itu sangat beresonansi dengannya. Lalu, dia menggelengkan kepalanya.

Dia akhirnya mengerti, mengapa dia tidak bisa mendengar kabar dari Halep bersaudara untuk sementara waktu, setelah kembali ke Bumi.

“Sayang sekali, orang tuamu meninggal…”

“Aku hampir meledak, saat itu terjadi. Oana juga ditembak dan dalam bahaya sekarat… aku sudah di ambang gila, dan aku hampir buta karena marah.”

“….”

“Dengan situasi seperti itu, aku bahkan berpikir untuk beralih ke Parasite.”

“Kamu mempertimbangkan untuk membelot?”

“Ya. Itu juga bukan hanya sesaat. Aku mempertimbangkannya dengan serius. Aku berbicara dengan Oana sekali juga. Kami tidak memiliki apa pun yang tersisa di Bumi, dan karena sepertinya kami akan mati, aku menyarankan untuk beralih ke Parasite, dan menjadi salah satunya.”

Karena berhasil menjadi Parasite, berarti mereka tidak perlu lagi khawatir tentang kematian.

Karena dia akan bisa menyelamatkan adik perempuannya.

Karena dia akan bisa membunuh musuhnya.

“Jika bukan karena Oana…”

“Dia pasti menghentikanmu.”

“Ya. Dia memohon kepadaku untuk tidak melakukannya, mengatakan jika suatu hari akan tiba, ketika segalanya akan menjadi lebih baik. Dia mengatakan kepadaku untuk tidak menyerah, mengatakan jika membelot sama dengan kalah.”

“Tidak kalah?”

Seol Jihu memiringkan kepalanya.

“Jadi, aku memberi-tahunya, jika aku akan mencoba menahannya lebih lama… tapi, aku tidak terlalu berharap…”

Vlad Halep terdiam, dan kemudian melirik Seol Jihu.

“Secara kebetulan, pengejaran itu mereda tidak lama kemudian. Lebih tepatnya, saat itulah kamu mulai membuat nama untuk dirimu sendiri.”

Seol Jihu berkedip, saat namanya tiba-tiba disebut.

“Ini tidak seperti menghilang sepenuhnya, tapi berkurang secara signifikan, dibandingkan dengan masa lalu. Dan…”

Vlad Halep berhenti dan menunggu sebentar sebelum melanjutkan.

“Serangan terhadap kami berhenti total, setelah perang Benteng Tigol. Tiba-tiba…”

Lalu, dia menyeringai.

“Ini ironis, bukan? Memilih untuk memasuki Valhalla adalah keputusan yang sepele. Tapi, itu benar-benar mengabulkan satu hal yang sudah lama kami inginkan. Tapi, kamu tahu…”

Vlad Halep berhenti, menegang ekspresinya, dan menatap lurus ke arah Seol Jihu.

“Begitu aku mendapatkan kembali kedamaian, aku tidak bisa tidak memikirkan betapa anehnya itu. Tampaknya itu tidak begitu pada saat itu, tapi semakin banyak waktu, aku harus mengingat kembali berbagai hal… semakin aku pikir, hal itu aneh.”

“Maksudmu apa?”

“Percaya atau tidak, aku memiliki indra yang tajam, sejak aku masih kecil. Dengan cara yang berbeda dibandingkan dengan saudari perempuanku. Aku kira, kamu bisa mengatakan, aku bereaksi secara sensitif terhadap niat membunuh.”

Seol Jihu menelan pikiran,

‘Bukankah itu karena kamu dilahirkan dengan takdir Star of Slayer di Paradise?’

“Inilah hal yang aneh. Orang-orang ini membunuh orang tuaku dengan menyamar sebagai kecelakaan. Mereka hampir membunuh Oana beberapa kali. Tapi, aku tidak pernah merasa niat membunuh ditujukan kepadaku.”

Seolah-olah, mereka mencoba membuat Vlad Halep menyendiri, tanpa membunuhnya.

“Dan saat kamu muncul, serangan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, tiba-tiba berhenti.”

Seolah-olah, musuh besar dan misterius yang mencoba untuk menguasai dirinya, berhenti dan mengalihkan perhatiannya ke Seol Jihu.

“Melihat ke belakang, aku tidak bisa mengerti, tapi berpikir jika mereka mencoba mendorongku ke sudut…. Dan begitu aku mulai berpikir seperti itu… aku mulai mengerti, mengapa Oana menyuruhku untuk tidak kalah.”

“Kamu memiliki saudara perempuan yang bijak.”

Seol Jihu juga menjadi penasaran.

Bagaimana jika adik perempuannya ada di Paradise?

Apa yang akan dikatakan Seol Jinhee?

“Bagaimanapun...”

Vlad Halep berpikir sejenak, sebelum berdehem.

“Apa yang ingin aku katakan adalah ini. Jangan terpengaruh.”

“Jangan terpengaruh.”

“Ketika hal-hal seperti ini terjadi, wajar untuk merasa emosional.”

“Baik.”

“Jika aku menyerah pada perasaanku saat itu… aku mungkin telah menjadi Parasite dan berdiri melawanmu sebagai musuh. Jika itu terjadi, aku tidak akan bisa menikmati kebahagiaan yang aku miliki sekarang.”

Vlad Halep membuat wajah canggung, seakan malu mengucapkan kata ‘kebahagiaan’.

Sekarang, Seol Jihu telah tenang secara signifikan. Apa yang disarankan Vlad Halep memainkan peran besar.

Berpikir tentang itu, dia dan Vlad Halep memiliki beberapa kesamaan…

Terlibat dalam banyak insiden dan kecelakaan, menjadi sasaran musuh misterius, dan sebagainya.

Dalam hal ini, Vlad Halep adalah seniornya.

Bukan itu saja. Seol Jihu merasakan keanehan yang sama pada cerita Vlad Halep. Dan, itu adalah sesuatu yang ia rasakan sebelumnya juga, ketika dia membaca catatan yang ditulis Ian, tentang Earthling terkenal yang menemui akhir yang tidak menguntungkan.

Begitu dia berpikir sejauh ini, kepalanya menjadi jernih.

“Terima kasih.”

Seol Jihu membungkuk dengan sopan.

Hatinya telah hangus hitam, karena amarah dalam perjalanan ke gedung. Tapi berkat Vlad Halep, alasannya kembali, kepalanya menjadi dingin.

Vlad Halep menatap Seol Jihu mengungkapkan rasa terima kasihnya, sebelum membuang muka dan menyesap kopinya.

“Baiklah… beri tahu aku, jika ada yang bisa aku bantu. Sulit untuk menyangkal, jika Oana dan aku mendapat manfaat dari perlindungan Valhalla.”

Baru kemudian, senyum tipis muncul di wajah Seol Jihu.

Vlad Halep bisa dengan mudah mengatakan jika dia ingin membayar kembali Valhalla atas bantuannya. Tapi, dia mengatakannya dengan cara yang aneh dan berputar-putar. Sepertinya, memang begitulah dirinya, pada dasarnya.

Seol Jihu berpikir sejenak, sebelum bertanya.

“Ngomong-ngomong, bagaimana hidupmu di sini?”

“Aku sudah bilang. Aku hap… Ini bagus.”

“Apa yang Oana pikirkan?”

“Dia bilang, dia senang berada di dekat banyak kakak perempuan berdada besar.”

“Hah?”

“Jangan lihat aku seperti itu. Aku mengatakan persis apa yang ia katakan.”

“Baiklah. Bagaimanapun…”

Kata Seol Jihu sambil tertawa hambar.

“Aku sudah lama ingin meminta, tapi bagaimana kalau kamu dan Oana berhenti menjadi tamu, dan menjadi anggota resmi?”

Vlad Halep mengangkat alisnya.

“…Sejujurnya.”

Dia menatap Seol Jihu, saat sudut mulutnya melengkung.

“Aku bertanya-tanya kapan kamu akan bertanya.”

“Bagus.”

Seol Jihu mengangkat cangkir kopinya pada jawaban menyegarkan Vlad Halep.

“Aku berharap, dapat bekerja sama denganmu.”

“Tentu, selama janji kita dipenuhi.”

Vlad Halep mengulurkan cangkir kopinya.

Dentang.

Setelah bersulang ringan, Seol Jihu membawa cangkir ke mulutnya, memiringkannya sedikit.

Kopi itu sangat panas dan beraroma.

***

 

Seol Jihu dan Vlad Halep langsung menanda-tangani kontrak.

Vlad Halep menyeret adik perempuannya yang setengah tertidur dari tempat tidur. Dan, mereka berdua menjadi anggota resmi Valhalla.

Kemudian, Seol Jihu memanggil Eun Yuri saat pagi tiba.

Ada sesuatu yang ia sadari, setelah berbicara dengan Vlad Halep.

Benar, meskipun Paradise mungkin dunia di mana tinjunya lebih kuat dari hukum, dia masih penyebab dari tindakannya.

Agar tidak dimanipulasi oleh orang lain, dia harus mengedepankan alasan di atas emosinya.

Maka, Seol Jihu memanggil Eun Yuri, yang merupakan salah satu orang paling rasional yang ia kenal.

“Apakah kamu memanggil?”

Eun Yuri terhuyung-huyung, setelah mengetuk pintu kantor.

Rambutnya basah, mungkin baru saja keluar dari kamar mandi.

Menilai dari matanya yang merah dan kelelahan parah yang terlihat di seluruh wajahnya, dia pasti sudah tidur semalaman lagi.

“Apa kamu baik baik saja? Kamu terlihat lelah.”

“Aku baik-baik saja. Hanya saja Guru terus memberiku PR yang sulit… aku sedang mempelajari sihir konstruksi. Tapi, dia ingin aku menentukan tingkat kekacauan, setelah perluasan dan kompresi menggunakan jumlah keadaan mikro, yang secara langsung sesuai dengan keadaan makro. Lalu, gabungkan meningkatkan, kecenderungan, dan keadaan entropi dengan teori probabilitas dan menjelaskannya padanya … Sungguh sialan...”

Seol Jihu meragukan telinganya, sementara Eun Yuri melakukan lambaian ganda.

“Ah, lupakan apa yang baru saja aku katakan.”

“Aku merasa, kamu semakin seperti Lady Roselle.”

“Dua lainnya akan hancur ketika mereka mengetahui, jika aku mendapat PR terpisah, dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Aku yakin mereka akan mengunyahku di belakang punggungku.”

‘Itu yang dia ingin aku lupakan?’

Seol Jihu menatap Eun Yuri dengan sisa rasa yang buruk.

Eun Yuri menyibakkan rambut basahnya, dan mengulurkan lengannya.

“Ngomong-ngomong, kenapa kamu memanggilku?”

“Kamu kelihatan lelah… Bagaimana kalau memecahkan misteri untuk menyegarkan diri?”

“Sebuah misteri?”

Mata mengantuk Eun Yuri berbinar. Kemudian, dia menatap Seol Jihu dengan curiga.

“Aku tidak keberatan… tapi, apakah hadiahnya berupa piring perak dan gelas? Jika ya, aku akan pergi.”

“Tidak.”

Seol Jihu tersenyum pahit.

“Aku sebenarnya ingin nasihat Nona Eun Yuri, sehubungan dengan apa yang terjadi baru-baru ini.”

Eun Yuri memperbaiki postur tubuhnya, menyadari jika Seol Jihu tidak bercanda. Matanya yang lemah menajam dalam sekejap, saat dia menganggukkan kepalanya.

“Ayo lihat…”

Eun Yuri adalah seorang jenius. Tentu saja, dia hanya seorang jenius dalam hal bakat sihirnya. Dia bukan ahli taktik yang menyaingi Zhuge Liang atau detektif yang menyaingi Sherlock Holmes.

Namun, Seol Jihu tahu dia memiliki mata yang luar biasa tajam.

Meskipun dia tidak mendapatkan jawaban yang benar di Tutorial Special, dia masih memberikan jalan ke depan yang tidak terpikirkan oleh Seol Jihu.

Seol Jihu tidak mengharapkan Eun Yuri menyelesaikan semua masalahnya. Tapi, dia berada pada tahap, di mana dia harus mencengkeram setiap sedotan.

Maka, Seol Jihu memutuskan untuk mencari nasihat dari lingkungannya, meminjam bantuan dari seorang mahasiswi yang mengambil jurusan tari modern.

“Di mana aku mulai…”

Seol Jihu merenung, sebelum memulai dengan insiden fitnah ketika dia berada di Haramark, dan diakhiri dengan adik perempuannya yang baru-baru ini ditembak di Bumi.

Dia tidak meninggalkan satu detail pun.

Terlepas dari berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menceritakan keseluruhan cerita, Eun Yuri tidak kehilangan fokus sampai akhir.

“Ini…”

Dia berbicara, segera setelah ceritanya berakhir.

“Ini bukan misteri, ini Neapolitan.”

“Neapolitan?”

“Ya. Pernahkah kamu mendengar cerita tentang bola biliar merah?”

“Sepertinya begitu… di internet…”

“Itu adalah cerita tanpa jawaban yang benar, sehingga imajinasi siapa pun bisa menjadi jawabannya, selama itu terdengar masuk akal.”

Eun Yuri menjulurkan lidahnya dan melihat ke atas. Menilai dari cara dia memutar matanya ke kiri dan ke kanan, dia sepertinya sedang berpikir keras.

Meskipun Seol Jihu tidak mengerti, mengapa Eun Yuri menjilat bibir dengan lidahnya begitu cepat… dia tetap diam dan menunggu dengan sabar.

“Mm, sekilas kedengarannya rumit, tapi…”

Eun Yuri bergumam pada dirinya sendiri.

“Oppa.”

Sebelum dia menatap Seol Jihu dan bertanya.

“Seberapa besar kamu mempercayai Gula-nim?”

Itu adalah pertanyaan yang agak tidak terduga.

“Maksudmu apa?”

“Aku hanya bertanya. Apakah kamu mempercayai Gula-nim?”

“Ya, aku percaya.”

“Lalu, apakah Gula-nim mempercayaimu? Apakah kalian menganggap diri kalian sebagai sekutu yang pasti?”

“Mungkin.”

Seol Jihu mengangguk.

“Memang, karena Gula-nim akan melawan Ratu Parasite, dan sepertinya juga sangat mengagumi Oppa… Aku yakin ada alasan, dia mengatakan apa yang ia lakukan. Kamu benar-benar bisa menganggapnya sebagai petunjuk.”

Eun Yuri mengangguk dengan kuat.

Dia kemudian mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya, mengarahkannya ke Seol Jihu.




< Prev  I  Index  I  Next >

Posting Komentar untuk "SCG_412"

Follow Us