Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

ARK_V08E02P03

gambar


2. Pemenang Akhir? (3)

Raiden dan para prajurit berlari. Tapi, itu tidak membantu. Alan mengumpulkan para knight untuk memblokir Raiden, dan berlari ke Ark. Karena HP Ark habis, ekspresinya menunjukkan, jika dia merasa cukup percaya diri untuk berurusan dengan Ark.

"Huhuhu, kamu bajingan bodoh!"

'Sekarang!'

Mata Ark berkedip. Ark tidak terburu-buru. Peluang ini hanya bisa diraih satu kali. Pertarungan 1-vs-1 dengan Alan di depan jendela, adalah segalanya untuk saat ini!

"Mari kita selesaikan ini sampai akhir!"

Ark bergegas ke Alan.

Alan tersentak dan mengayunkan pedangnya. Tapi, Ark menghindarinya dan menyerang. Dan dia mencengkeram pinggang erat-erat, dengan kedua tangan. Itu langkah gulat yang ia pelajari dari pusat kebugaran Kepolisian Nasional!

Ark mengangkat Alan menggunakan kekuatan pinggangnya, dan berlari menuju jendela. Saat itulah Alan memperhatikan rencana Ark.

"Apa? Apa yang kamu lakukan… apakah kamu berniat untuk mati bersama?"

"Jangan main-main. Satu-satunya yang akan mati adalah kamu!"

Alan menjerit dan meraih bingkai jendela.

"Lariette-nim, apa yang kamu lakukan? Dia sekarat. Sihirmu…!”

Ark tersentak dan menoleh. Dia akhirnya memperhatikan, jika Lariette berdiri dengan gelisah di dekat Alan.

Ark menatapnya dan sedikit menggelengkan kepalanya. Kemudian, Lariette yang sedang mengucapkan mantra meringis. Dan apakah sengaja atau tidak, dia membatalkan mantra itu.

Pada saat itu, Ark diselamatkan.

'Lariette-nim…!'

"Dasar bajingan… Saint Knight! "

Para knight berbalik, ketika mereka menanggapi suara Alan, dan mengayunkannya dengan kedua tangan. Dengan kekuatan penghancur mereka, satu pukulan dari tongkat sihir akan membunuh Ark. Namun, Ark menatap kosong pada Lariette, sebelum dia tiba-tiba berteriak dan melepaskan semburan cahaya.

“Hahaha, aku tidak takut lagi! Panggil Demon, panggil Deimos!”

-Clack clack clack!

Deimos dengan keras menghentikan serangan dari gada, dengan perisainya. Deimos bangkit kembali dari benturan ke punggung Ark. Itu memaksa Alan melepaskan tangannya dari ambang jendela, karena terkejut.

Saat ini Ark dan Alan, serta Deimos jatuh keluar jendela.

"Huk…!"

Hall of Glory berada di lantai atas kastil. Tingginya 30 meter dari tanah. Ketika terlempar dari tempat seperti itu, Alan segera mulai panik. Salah satu ketakutan terbesar seorang warrior adalah jatuh saat mengenakan armor baja. Namun, Ark juga akan menderita dalam situasi ini.

“Lepaskan pemanggilan, Deimos! Snake, pedang!"

Ark mengirim Deimos kembali dan mengambil pedang. Sekarang, saatnya menyelesaikan ini!

"Storm Blade!"

Pedang itu hancur di depan hidung Alan, dan menyebabkan badai. Alan tersedot ke reruntuhan dan HP-nya menurun dengan cepat. Tapi, itu bukan akhirnya. Sebelum efek Blade Storm menghilang, Alan dipaksa terbalik.

Mengenai damage yang jatuh, defense tidak ada artinya. Berkat serangan dari Blade Storm, dia jatuh lebih cepat. Berkat HP-nya sebagai warrior, Alan seperti kecoak dan terhindar dari kematian instan. Tapi, HP-nya hanya tersisa 5%.

Di sisi lain, Ark mampu mengurangi damage jatuh sebesar 80%. Berkat Blade Storm dan damage akibat jatuh, Alan terjatuh di kaki Ark, dan hanya perlu 150 damage lebih, untuk membuatnya mati.

“Kamu, kamu bajingan…!”

Alan tergagap dan memelototi Ark. Namun, dia tertegun, karena menerima damage jatuh saat mengenakan armor baja. Satu-satunya perlawanan yang bisa dilakukan Alan adalah menatap Ark.

Ark mengangkat tubuhnya dan perlahan mendekati Alan.

‘Alan, jika kamu ingin pamer, maka kamu harus memilih saingan yang lebih tidak penting.'

“Ark, tentu saja… Aku tidak akan pergi diam-diam… ”

"Kalau begitu, aku akan membalasmu dua, tidak tiga kali. Sama seperti Andel.”

“Kamu pasti akan menyesal hari ini… Batuk!"

Jepret!

Jepret!

Alan menjerit, ketika sebuah pedang didorong melalui lehernya. Dengan sekejap, darahnya mengalir keluar. Alan terus menatapnya, ketika tubuhnya mengejang.

Setelah sekian lama, pertarungan akhirnya berakhir.

Itu adalah perjalanan panjang untuk membalas dendam. Tapi, dia tidak tertarik setelah itu, akhirnya berakhir. Ark menunggu sampai dia melihat denyut nadi Alan berhenti, dan kemudian ambruk.

Namun, pengepungan masih belum berakhir.

Ark memulihkan HP-nya menggunakan makanan dan kembali ke Hall of Glory.

Seperti yang diharapkan, setelah Alan meninggal, semua Divine Copy knight itu juga dibatalkan. Selain itu, menggunakan Divine Copy mengkonsumsi 300 MP. Mereka menggunakannya 4 kali berturut-turut, sehingga mereka kehabisan mana.

Tanpa MP mana pun, Saint Knight itu sama saja dengan seorang prajurit normal. Raiden menggunakan kesempatan untuk melepaskan ofensifnya. Para knight serta sisa-sisa Dawn Blade, tanpa daya jatuh ke Aliansi Hermes.

'Lariette-nim…'

Ark menatap tubuhnya dengan mata pahit. Tapi kematiannya tak terhindarkan, agar Aliansi Hermes menang. Fakta jika dia ragu-ragu untuk membantu Alan di menit-menit terakhir, itu sangat berarti bagi Ark.

'Ketika situasinya stabil, maka aku akan bertemu dengannya lagi.'

“Sial…. kamu akan segera melihat!"

Sementara Ark berpikir, anggota terakhir Dawn Blade runtuh.

Tidak ada orang yang bisa mencegah Raiden, dari duduk di atas takhta lagi!

"Akhirnya…!"

Raiden menatap takhta dengan mata merah. Dia telah menunggu saat ini, untuk waktu yang lama. Dan sisa waktu hanya 20 menit. Bahkan jika Alan meninggal, kastil itu tetap menjadi milik Dawn Blade, karena beberapa anggota guild tidak ikut serta dalam pengepungan, dan masih hidup.

Namun, Raiden hanya harus duduk di atas takhta selama 20 menit, dan itu akan menjadi wilayahnya. Raiden perlahan mendekati tahta dan hendak duduk, ketika dia melihat Ark berdiri di ambang pintu.

"Kamu hidup?"

Lalu, ada senyum curiga di wajah Raiden.

"Bagus. Tidak perlu duduk, sebelum melakukan ini.”

[Raiden telah menggunakan skill 'Trick'.

Aliansi dengan Hermes telah dihancurkan menggunakan Trick!]




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "ARK_V08E02P03"