Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

***Dukung kami: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

BAE_020

gambar


BAE_020

Chapter 19: Proklamasi

 

[TL: Mulai sekarang, kembali ke First Point of View.]


#Point of View: Arthur Lewind

 

Akademi Xyrus, sebuah Akademi yang dipuji sebagai Sacred Place paling mulia bagi setiap calon mage, yang memiliki hak istimewa yang cukup dengan latar belakang dan bakat untuk masuk di sana. Ada beberapa akademi lagi yang tersebar di seluruh Kerajaan Sapin. Tapi tidak perlu dikatakan, tingkat antara sekolah-sekolah ‘kelas dua’ itu dan Xyrus, tidak dapat disamakan.

Seperti itulah Akademi Xyrus.

Mereka yang memenuhi syarat untuk lulus dari akademi ini, dijamin memiliki masa depan dan kehidupan yang makmur.

Ada desas-desus jika lulusan terbaik bahkan bisa menjadi honor guardian, instruktur sekolah, atau pemimpin militer untuk Keluarga Kerajaan. Atau, untuk menjadi bawahan dari Raja seluruh ras manusia di benua ini.

Tentu saja, beberapa dari mereka juga memilih untuk menempuh rute yang lebih sederhana dan dapat fokus pada penelitian, dengan bergabung dengan salah satu guild mage. Namun, itu adalah pernyataan yang meremehkan untuk mengatakan jika siswa Akademi Xyrus dipuji sebagai ‘elit sejati’, bahkan di antara bangsawan.

Sekarang, inilah aku, berdiri di depan Direktur Akademi.

Biasanya, anak berusia delapan tahun, entah siapapun mereka, pasti akan senang berada di hadapan seseorang yang begitu terkenal. Tapi, aku hanya menggaruk kepalaku dengan kesal, pada tamu yang tak terduga ini.

Dia adalah wanita yang sangat tinggi, tingginya sekitar 1,7 meter. Itu jauh di atas rata-rata wanita di sini. Dia berdiri dengan sangat tegak, bangsawan?

Dia mengenakan jubah sederhana namun elegan, yang berwarna biru tua. Itu juga dihiasi dengan benang emas. Dia memakai topi mage, aksesori yang terlihat seperti topi mage berukuran besar ini, bisa memperkuat tingkat penyerapan mana di sekitarnya, walau seringkali disertai dengan fungsi lain.

Diikat di sisi jubahnya adalah tongkat yang berwarna putih kristal, dengan permata neon yang melekat. Bahkan, mataku yang bodoh bisa mengatakan jika tongkat ini sangat berharga.

Anehnya, wajahnya memiliki fitur yang sangat lembut, yang mengingatkanku pada seorang nenek yang ramah daripada sosok yang sangat penting. Tapi, aura yang ada di sekitarnya, membuatnya tampak seperti Elf.

Keriputnya tak bisa menutupi wajah menarik yang ia miliki. Kaki gagak terukir di ujung luar mata cokelatnya, benar-benar memperkuat daya tarik senyumnya, ketika dia memperkenalkan dirinya.

“Senang akhirnya bisa bertemu denganmu, Arthur,” katanya, dengan tangan terulur padaku.

‘Apa yang harus kulakukan dalam situasi ini? Apa aku harus menerima tangannya lalu bersalaman, atau dia mengharapkanku untuk mencium tangannya atau sesuatu?’

Aku lalu memilih rute yang aman, dengan menerima dan bersalaman.

“Err… Senang bertemu denganmu juga Direktur.”

Direktur tampak sedikit terkejut, dengan perkenalanku.

“Arthur! Kamu tidak sopan! Aku sangat menyesal, karena tindakan putraku Direktur Goodsky. Dia baru saja kembali ke rumah, dan tidak tahu tentang adat istiadat formal.”

Ibuku mendorong kepalaku ke bawah, dengan tangannya sambil membungkuk. Aku hampir berlutut.

Rupanya, ketika bertemu seseorang dengan kedudukan tinggi, merupakan kebiasaan untuk menjabat tangan sambil membungkuk.

Bodoh sekali.

“Kukuku, tidak apa-apa. Aku tidak tersinggung sama sekali. Dan tolong, Arthur, panggil aku Cynthia.”

Dia hanya tertawa dengan tangannya, yang bebas menutupi mulutnya.

“Aku minta maaf telah mengganggumu pada waktu selarut ini. Tapi sayangnya, satu-satunya waktu luang yang bisa aku miliki adalah malam ini. Aku harap, kamu tidak keberatan,” katanya, menatap orang tuaku.

“Tidak tidak tidak… kami bersyukur, Kamu bersedia meluangkan waktu hanya untuk mengunjungi putra kami.”

Ayahku yang berbicara kali ini.

Dengan jumlah pujian itu, aku mulai bertanya-tanya, apakah nenek ini dapat dibandingkan dengan Kakek Virion.

Direktur Cynthia mengangguk pada ini.

“Benar, jarang sekali aku melakukan perjalanan ke rumah, untuk mengunjungi seorang calon siswa. Bahkan dengan seratus mayat, aku tidak akan dapat menyesuaikan waktu, hoho.”

“Namun, Vincent adalah teman baik dan mitra bisnis yang sangat andal. Jadi, aku tidak bisa menolak, ketika dia dengan bersemangat mendatangiku, untuk menceritakan tentang keajaiban yang tinggal di rumahnya.

Aku harus mengatakan, jika rasa ingin tahuku telah mengambil alih tubuhku. Apa kalian keberatan menuntunku ke ruangan terbuka, agar aku bisa melihat demonstrasinya?”

Dia melanjutkan, tatapannya tertuju padaku, dengan cara hebat.

“Setidaknya, bisakah aku makan mal… Aduh!”

Ibuku memukul pantatku, sebelum aku bisa menyelesaikan kalimatku.

“Tentu saja! Silakan ikuti kami Direktur Cynthia.”

Ibu membawaku, dan memimpin Direktur Cynthia, sementara yang lain mengikuti di belakangnya.

Makan malamku…

Sylvie yang bersembunyi di bawah meja makan dari manusia yang tidak dikenal itu, berlari di belakangku. Dan, itu menyebabkan Direktur Cynthia mengangkat alis.

“Ya ampun … Mana Beast yang cantik. Ya. Ah. Apa ini Mana Beast yang melakukan kontrak denganmu, Arthur?”

Dia bertanya padaku, dengan penuh rasa ingin tahu sambil berlutut, untuk melihat Sylvie lebih dekat lagi.

“Ya, dia menetas beberapa bulan yang lalu. Namanya adalah Sylvie.”

Aku hanya meresponsnya biasa, dengan tangan ibuku yang masih memegang bagian belakang bajuku, agar aku tidak melarikan diri.

“Harus aku katakan, memang hal biasa bagi bangsawan untuk membeli Mana Beast untuk dikontrak. Tapi, aku belum pernah melihat Mana Beast seperti milikmu.”

Mengangkat bahu, aku hanya menjawab,

“Aku juga tidak yakin apa itu. Ibunya seperti serigala bersisik. Dia sudah sangat terluka, ketika aku tersandung ke dalam sarangnya. Dia melindungi telurnya saat itu.”

Dia menggapai untuk membelai Sylvie, tapi Sylvie berlari pergi dan naik ke atas kepalaku.

“Maaf, dia selalu malu dengan orang asing.”

“Aku mengerti. Cukup tentangnya. Ayo kita lihat, apakah yang dibesar-besarkan Vincent itu benar atau tidak. Dia tidak memberi-tahuku banyak, kecuali tentang kamu yang seorang Augmenter,  walau mengatakan itu saja sudah sebuah kejutan.”

Dia menggelengkan kepalanya saat itu.

Kami tiba di halaman belakang, dan semua orang duduk beberapa meter jauhnya di sebelah sisi. Sylvie berjuang untuk melepaskan diri dari genggaman adik perempuanku, orang yang aku percayakan Sylvie pada dirinya.

“Kamu tidak akan menggunakan tongkatmu?”

Aku mulai melakukan peregangan.

“Tidak adil bagiku untuk menggunakan senjata, saat kamu sendiri juga tidak, kan?”

Direktur mengedipkan matanya padaku.

‘AKu kira. dia benar.’

Aku menginjakkan kaki kanan ke tanah, dan aku seakan mengakar ke atas tanah. Tanganku masih dengan malas berdiam di sakuku, aku lalu menendang batu ke arah Direktur Cynthia.

Dinding angin yang muncul seketika di depannya, menghalangi batu yang baru saja aku tendang.

*Whistle*

‘Oh. Casting instan.’

Aku kira, dia tidak menjadi Direktur begitu saja.

Aku lihat wajahnya kaget, dengan serangan mendadak yang aku lemparkan padanya. Dia tidak mengharapkan serangan elemental dari seorang anak. Bahkan, jika dia tahu aku seorang Augmenter.

Aku penasaran, siapa yang lebih baik mengendalikan angin.

Aku membuat hembusan angin di bawah kakiku, dan membuatnya mendorong diriku mendekatinya.

“D-dual Elemental…”

Sebelum dia bahkan memiliki kesempatan untuk menyelesaikan kalimatnya, aku melompat tiga meter ke udara dengan bantuan skill atribut wind-ku. Dan, aku memfokuskan angin puyuh yang kental ke tangan kananku, yang mulai memancarkan warna perak yang samar.

*FWISH*

Tabrakan dinding angin dan kepalan angin puyuh menciptakan aliran angin ribut, yang memaksa penonton untuk menutupi wajah mereka.

Tabrakan itu mengejutkan Cydie, karena dia juga mengambil beberapa langkah untuk menenangkan diri.

Sebelum aku mendapat kesempatan untuk menyeimbangkan diri, aku melihat empat batang seukuran pohon kecil terbentuk di sekelilingnya, dan Direktur mengarahkannya kepadaku.

Aku mengumpulkan elemental wind di sekitar tubuhku juga, membuat bentuk topan kecil di sekitarku, dan berputar ke arah berlawanan dari Direktur Goodsky. Dengan menggunakan gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh topanku.

Aku mulai berputar bersamanya, dan menggunakan tanganku untuk membuat bilah angin.

Bentrokan antara empat batang dan topanku menciptakan kawah kecil. Tapi sebaliknya, itu  tidak membahayakanku, dan itu hanya membuatku sedikit pusing.

*PANG*

Seketika aku terlempar ke belakang, telingaku berdering dan pandanganku menjadi tidak stabil.

Pengguna Sound! Dia seorang yang menyimpang!

Aku menenangkan diri, melirik lawanku, dan dia menatapku dengan wajah terpesona, yang membuatnya tampak seperti turis yang norak di negara asing. Lengan kanannya masih terangkat dari serangan terakhirku.

Aku duduk kembali, *mengutuk*.

Aku tau aku tidak bisa menang

“Itu sudah cukup untuk demonstrasi bukan, Direktur?”

Aku menggosok pelipisku.

“Y-ya… Itu cukup.”

Suaranya tidak terdengar seperti suara pemenang. Tapi, itu seperti seseorang yang dipukuli habis-habisan.

Dia mendapatkan kembali ketenangannya, dan mulai berjalan ke arahku, ketika aku mendengar suara ayahku.

“A-Arthur… Kamu tahu, bagaimana menggunakan skill atribut Earth dan Wind juga?”

[Wind = Air]

“Apa maksudmu, ‘juga'…”

Penampilan Direktur Cynthia berubah menjadi tatapan bingung, saat itu.

Ibuku kemudian melanjutkan untuk ayahku yang bingung.

“D-dia, anakku, kami pikir dia adalah Elemental Fire. Dia juga menyimpang yang bisa menggunakan Thunder!”

Aku mulai bisa mendengar napas Direktur Cynthia menjadi pendek, saat dia masih mencoba menerima apa yang dikatakan ibuku kepadanya.

“T-tentu saja kamu bercanda… kamu tidak bisa mengatakan, jika dia mampu mengendalikan tiga elemental…”

“Empat sebenarnya. Aku bisa mengendalikan keempatnya.”

Aku menyelanya. Bagaimanapun juga, semua orang akan mencari tahu nanti. Ini jelas bukan sesuatu yang bisa aku sembunyikan. Yah, lagipula, aku juga tidak berniat menyembunyikannya.

“Earth dan Wind adalah elemental terlemahku. Aku jauh lebih mahir dalam mengendalikan Fire dan Water. Aku juga kebetulan menyimpang di kedua elemental itu, meskipun aku baru mulai berlatih untuk itu.”

Aku bangun sekarang, pulih dari serangan sebelumnya. Aku tidak mengharapkan dia sebagai seorang pengguna Sound. Jadi, aku tidak repot-repot meningkatkan pelindung di sekitar telingaku tadi.

Tidak ada yang menanggapi kembali apa yang aku katakan, satu-satunya yang aku dengar adalah suara klise dari jangkrik berkicau.

Aku harap, ini terakhir kalinya mereka terkejut seperti ini.

Sosok bangsawan yang mengendalikan sekolah paling terkemuka di benua ini, jatuh terduduk dengan cara yang kurang elegan. Dan, dia hanya menggumamkan sesuatu pada dirinya sendiri.

Akhirnya, dia menatapku, dia lalu berkata,

“Arthur, kamu bermaksud memberi-tahuku, jika kamu adalah Quadra Elemental, yang mampu mengendalikan dua elemental yang lebih tinggi?”

Aku juga penjinak dragon, tapi itu saja.

Aku penasaran bagaimana reaksi mereka, jika aku memberi-tahu tentang ini juga.

“Benar. Ini mungkin merupakan sebuah kejutan besar bagi semua orang. Karena, ini adalah pertama kalinya, aku mengungkapkan fakta ini, tapi ya…”

Aku menggaruk kepalaku.

“Tolong tunjukkan.”

Mata Direktur Cynthia melebar, dan nenek yang pernah bersahabat itu sekarang tampak seperti pembunuh veteran, ketika dia mengangkat tangannya.

Mana di sekitarnya juga mulai berfluktuasi.

Tiba-tiba, angin sepoi-sepoi menyedotku ke arahnya, saat tangannya yang lain sedang mempersiapkan bola yang terlihat.

Wanita ini…

Aku akan menggunakan air di telapak tangan kananku, dan bola api kental di telapak tangan kiriku. Karena dia sangat ingin melihatnya…

Aku hanya harus menunjukkan padanya.

Aku menggabungkan dua elemental yang berlawanan. Dan, awan uap besar muncul.

Itu benar-benar menutupi kami berdua dari pandangan orang lain.

Dalam beberapa saat, semua orang di luar awan tidak tahu apa yang sedang terjadi. Mereka hanya bisa mendengar suara peperangan yang terdengar sampai semburan angin yang kencang.

Itu benar-benar menghanyutkan awan itu.

Walau aku dalam kondisi yang jauh lebih buruk daripada dirinya. Tapi, aku berhasil melukainya sedikit, bahkan membuatnya mengeluarkan darah.

“Wah! Harus aku katakan jika aku benar-benar yakin saat ini! Arthur Leywin.”

Dia menepuk pundakku, tapi rasanya lebih seperti pundakku tersedot ke telapak tangannya.

Luka langka yang berhasil aku lukiskan padanya sudah menghilang dan begitu juga milikku. Itu membuat para penonton tercengang, dengan apa yang baru saja terjadi.

“Maaf Bu, maaf Ayah. karena menyembunyikan ini dari kalian.”

Aku menjadi sedikit khawatir, jika orang tuaku akan marah, karena aku memiliki begitu banyak rahasia dari mereka. Tapi untungnya, ayahku menerimanya dengan cukup baik.

“BAHAHAHA. Putraku adalah Quadra Elemental yang pertama!”

Dia mengangkatku dari ketiakku, dan mengayun-ayunkan tubuhku seperti yang dilakukannya, ketika aku masih bayi.

‘Ooh, kenangan traumatis kembali muncul.’

“Tolong Art, tidak ada lagi rahasia.”

Ibuku hanya tersenyum masam, kekhawatiran masih terukir di wajahnya.

Aku tidak bisa menjanjikan itu padanya. Tapi, aku ingin percaya itu untuk perlindungannya, bukan keuntunganku.

“Lupakan Quadra Elemental, di benua ini. Bahkan tidak ada Tri Elementals. Tapi kamu, Art…”

Direktur tidak menyelesaikan kalimatnya, dan hanya menggelengkan kepalanya lagi.

“Apa Kakak kuat?”

Adikku bertanya, saat dia masih memegangi Sylvie.

Menepuk kepalanya, Direktur mengangguk,

“Kakakmu sangat kuat.”

“Heehee!”

Dia memiliki ekspresi bangga di wajahnya. Seolah-olah, dia yang dipuji.

Wajah Vincent masih berisi gambaran ketidak-percayaan. Karena, dia masih memproses semuanya. Lilia juga seperti itu. Dia melihat ke arahku dengan campuran keheranan, dan sedikit ketakutan di wajahnya.

Aku tidak bisa menyalahkannya.

Ayah menurunkanku, dan aku menoleh ke Direktur Cynthia, memberinya tatapan tegas.

Tatapan yang tidak cocok dengan anak berusia delapan tahun.

“Direktur Goodsky. Sebenarnya ada alasan, aku tidak menyembunyikan kemampuanku hari ini.”

Mengalami keseriusan dalam suaraku, dia mengangguk mengerti.

“Aku punya firasat, jika kamu seperti itu, Arthur. Kamu nampak terlalu tajam untuk anak kecil.”

Setuju dengannya, aku menjawab,

“Hanya ada beberapa manfaat yang bisa aku dapatkan dari menghadiri sekolahmu. Salah satunya adalah belajar bagaimana memanfaatkan elemen Thunder dan Ice-ku. Tapi, itu adalah sesuatu yang bisa aku pelajari sendiri pada waktunya.

Tidak. Alasan utamaku akan menghadiri akademimu adalah untuk perlindungan. Saat ini, aku tidak cukup kuat untuk melindungi semua orang. Namun, kamu memegang posisi kekuasaan dan pengaruh yang dapat memberikan keamanan bagi keluargaku dan diriku.

Setidaknya, sampai aku mendapatkan kekuatan untuk melindungi mereka sendiri”

“Arthur! Kamu bersikap kasar kepada Direktur Cynthia! Bagaimana kamu bisa…”

“Kukuku! Tidak, tidak apa-apa, Alice. Aku sepenuhnya setuju dengan Arthur.”

Direktur menyela ibu yang memarahiku.

“Aku tidak berencana memamerkan kemampuanku untuk mendapatkan perhatian semua orang. Tapi, aku juga tidak bisa bersembunyi, dan meringkuk di depan siapa pun yang tidak menghormatiku atau keluargaku.

Aku juga berusaha untuk menjadi seseorang dengan kekuatan besar.

Untuk itu, aku membutuhkan perlindunganmu dari orang-orang yang akan membahayakanku, sampai aku mencapai apa yang aku tuju. Jika kamu bisa menyediakan itu untukku, aku lebih dari bersedia untuk menghadiri akademi dan menjadikanmu sebagai orang yang berharga bagiku.”

Aku menyelesaikannya, mendapatkan tangisan Sylvie dari saudara perempuanku.

“Ha ha ha! Aku tidak pernah berpikir, jika selama bertahun-tahun menjadi Direktur dan juga sebagai Inti mana Perak, seseorang akan dengan berani mengusulkan kesepakatan sepihak seperti itu kepadaku. Ada sangat banyak bangsawan yang meminta tempat di akademiku untuk anak-anak mereka. Tapi, kamu berbicara, seolah-olah itu akan menjadi kehormatan bagiku untuk kamu hadir.

Kukuku aku terima! Aku menerima proposalmu 100%!”

Dia terus tertawa saat itu.

“Aku minta maaf karena terdengar sangat sombong. Tapi, masalah ini sangat penting bagiku. Jadi, aku tidak ingin menyembunyikan apa pun darimu.”

Aku menggaruk pipiku saat mengatakan itu.

Orang tuaku hanya menggelengkan kepala karena kalah, seolah berkata, ‘apa yang akan kita lakukan dengan anak kita’.

Sambil memberinya senyum tulus, aku melanjutkan,

“Tentu saja, masalah ini tidak akan secara resmi dimulai, sampai aku memilih untuk mendaftar di akademimu.”

“Oh? Apa kamu tidak berencana untuk mendaftar ke Akademiku dalam waktu dekat?”

Kali ini, Direktur dan setiap orang dewasa terlihat bingung di wajah mereka.

“Aku tidak berencana memasuki Akademi Xyrus, sampai aku cukup umur. Tidak. Aku telah memutuskan untuk memasuki akademimu pada ulang tahun ke-12 ku. Usia yang sangat rata-rata bagi seseorang untuk memasuki Akademi-mu. Aku pikir itu tidak masalah?”

Aku hanya memiringkan kepala.

“Baik! Lalu, dalam lebih dari tiga tahun itu. Arthur, apa kamu punya rencana apa yang harus dilakukan sampai saat itu?”

Aku pikir Direktur Goodsky tidak akan begitu saja menerima penahanan pendidikanku, selama lebih dari tiga tahun.

Aku berbalik untuk menghadapi orang tuaku kali ini. Karena, itu terserah mereka untuk mengizinkanku atau tidak.

Aku menatap langit malam, dan bintang-bintang bersinar terang. Ini tidak seperti dunia lamaku, cahaya terang itu benar-benar membuat malam hari menjadi indah. Memalingkan pandanganku kembali ke tempat keluargaku, aku menjawab.

“Aku ingin menjadi seorang petualang.”




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "BAE_020"