Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Untuk memperbesar atau memperkecil font, gunakan 'zoom in' dan 'zoom out'.
Terima kasih. Selamat membaca... :)
Support Us: Traktir Ngopi gan...!

SCG_454

gambar

The Second Coming of Gluttony

SCG_454

Bab 454. The Second Coming of Gluttony (4)

 

Sung Shihyun terlempar ke udara dengan kekuatan ledakan.

Tubuhnya melengkung, bergoyang seperti sepotong kain compang-camping di udara.

Matanya tidak fokus, kosong.

Hanya langit yang memenuhi visinya. Awan kelabu melayang perlahan di depan matanya, seperti panorama.

‘Aku…’

Mulutnya perlahan menutup. Matanya yang menatap ke langit, juga kehilangan vitalitasnya.

Mungkin karena dia hampir mati, segala sesuatu yang terjadi padanya, sejak dia pertama kali memasuki paradise mulai melintas di benaknya.

Sung Shihyun diam-diam menutup matanya.

Sung Shihyun yang pertama diundang untuk menerima Gold Stamp, dan yang berikutnya dari barisan elit dari Area 1, setelah Baek Haeju dan Seo Yuhui.

Pada Maret 2013, dia dinobatkan sebagai lulusan terbaik di Zona Netral, dan bergabung dengan barisan ‘Irregular’, dengan berhasil menyelesaikan misi mustahil sendirian, sambil mengalahkan orang lain dengan telak.

Bahkan setelah lulus dari Zona Netral, tak ada yang menghalangi jalan Sung Shihyun.

Putri Luxuria yang menjadi Executor dalam waktu tersingkat dalam sejarah Paradise, menemani Sung Shihyun dan membantunya tumbuh. Tentu saja, bakatnya sendiri juga luar biasa.

Saat dia mulai mendapatkan poin kontribusi dan mencapai kesuksesan yang lebih besar, dia semakin menyukai Paradise.

Dia masih ingat menukar beberapa hadiah yang ia peroleh pada ekspedisi pertamanya dengan uang, dan membeli beberapa mangkuk bubur abalon, yang harganya lebih dari 20.000 won semangkuk… dalam perjalanan pulang.

‘Shihyun, darimana kamu mendapatkan uang untuk membayar semua ini…?’

‘Aw, ayolah, Bu! Kamu harus mencoba hal seperti ini sesekali. Dan jangan khawatir! Aku menghasilkan banyak sekarang.’

‘Aku tahu, kamu mendapat pekerjaan. Tapi tetap saja, ini…’

‘Sudah aku bilang, ini bukan apa-apa. Kamu tidak tahu, seberapa sukses diriku.’

Dan dia adalah sukses di paradise.

Sung Shihyun memiliki bakat untuk semua yang berguna di Paradise. Dan dia dengan cepat berkembang menjadi salah satu Earthling terkuat di Paradise, dengan bantuan rekan-rekannya dan dikombinasikan dengan usahanya sendiri.

Wajar jika dia jatuh cinta dengan Paradise.

Di Paradise, dia diberi kesempatan tak terbatas untuk mengubah hidupnya, yang dianggap gagal di Bumi. Dia sangat menyukai, jika dia bisa mendapatkan imbalan yang sepadan dengan usahanya.

Tapi seperti yang sering terjadi pada mereka yang sangat mengungguli teman sebaya-nya, dia juga menjadi sasaran kecemburuan.

Mereka yang iri pada Sung Shihyun, terlalu takut untuk menghadapinya secara langsung. Jadi sebagai gantinya, mereka mulai merencanakan untuk melawannya secara rahasia.

Ketika pertama kali mengalami kebencian mereka. Dia merasa, seolah-olah bagian belakang kepalanya dipukul dengan batu.

Itu dimulai, ketika dia melakukan ekspedisi ke sebuah reruntuhan di dekat perbatasan Parasite.

Diketahui secara luas, jika ada reruntuhan kuno di daerah itu. Tapi, kebanyakan Earthling tidak berani mendekatinya. Karena, ada benteng Parasite di dekatnya.

Jadi, Sung Shihyun menghancurkan benteng terlebih dahulu, sebelum menuju ke reruntuhan.

Saat itulah, dia bertemu dengan tim ekspedisi yang mencoba menginjakkan kaki di dalam reruntuhan.

Mereka memperebutkan hak untuk mengeksplorasi. Dan dalam prosesnya, penghinaan dan pukulan dilakukan.

Untuk Sung Shihyun yang telah menghancurkan benteng Parasite, hanya untuk mendapatkan hadiahnya hampir diambil darinya… fakta jika dia mengusir tim ekspedisi tanpa menyakiti mereka secara serius, sudah merupakan tindakan kebajikan.

Tapi ketika dia kembali dari ekspedisi, dia menemukan jika dia telah menjadi; bajingan yang mengklaim kepemilikan reruntuhan dengan paksa.

Desas-desus menyebar dengan cepat, dan tidak ada yang mendengarkan protesnya. Bahkan, tidak ada artikel ditulis yang menjelaskan posisinya.

Tapi, tidak apa-apa. Sung Shihyun tidak membutuhkan semua orang untuk menyukainya. Dia baik-baik saja, selama dia mendapatkan apa yang pantas ia dapatkan.

Baek Haeju memberi-tahunya, jika hal ini terjadi sepanjang waktu. Dia seharusnya tidak terlalu memperhatikannya. Seo Yuhui mengatakan kepadanya, dia harus menanggungnya.

Jadi, dia melakukannya. Dia memilih untuk menganggapnya, sebagai harga ketenaran.

Tapi, para pembenci misterinya tidak hanya gigih, tapi juga jahat.

Semua yang ia katakan dan lakukan, yang tidak akan menjadi masalah jika itu datang dari orang lain selain Sung Shihyun… menjadi dibesar-besarkan dalam rumor, yang beredar di sekitar Paradise.

Suatu hari, dia memutuskan untuk mengunjungi salah satu organisasi yang menulis artikel yang salah tentang dirinya. Organisasi tersebut meminta maaf dan berjanji untuk melakukan penyelidikan yang lebih menyeluruh, sebelum menerbitkan artikel… sampai dia kembali ke rumah.

Tapi keesokan harinya, Sung Shihyun telah menjadi preman yang mengancam organisasi tersebut dengan kekerasan.

Begitu Sung Shihyun menjadi sibuk, dengan apa yang orang lain pikirkan tentang dirinya. Dia tanpa sadar mulai membatasi apa yang harus atau tidak boleh dia lakukan. Dan, kesabarannya dengan cepat mulai habis.

Saat itulah, dia mengetahui tentang jenis rumor yang beredar tentang Baek Haeju yang memberikan kontribusi signifikan untuk Paradise, dan Seo Yuhui yang mengorbankan dirinya lebih dari siapa pun untuk Paradise.

Sung Shihyun tidak ingin menjadi seperti keduanya.

Tidak peduli seberapa keras ia memikirkannya, dia tidak tahu apa yang telah ia lakukan salah. Tapi, karena semua orang tampaknya sangat membencinya… dia memutuskan untuk memberi mereka alasan untuk itu.

Akhirnya, Sung Shihyun mencabut pedangnya, meskipun Seo Yuhui berusaha menghentikannya.

Target pertamanya adalah organisasi informan, yang memuat artikel yang tidak akurat tentang dirinya. Dia memukuli mereka, dan begitu dia mendapatkan nama untuk siapa yang memerintahkan mereka untuk menulis artikel seperti itu… dia melanjutkan untuk menghancurkan mereka juga.

Itu adalah awal dari perang habis-habisan.

Semakin gigih lawannya, semakin ulet Sung Shihyun.

Dia menemukan tim ekspedisi yang pertama kali menjebaknya, dan membunuh mereka, setelah penyiksaan yang kejam.

Dia menangkap orang-orang yang datang untuk membunuhnya, menyiksa mereka, dan secara brutal membunuh semua tim dan organisasi, yang terkait dengan para pembunuh ini… untuk dilihat semua orang.

Dalam proses balas dendam, Sung Shihyun berubah. Dia juga mendapatkan berbagai julukan.

Kecewa dengan kekejamannya, rekan-rekan meninggalkannya satu demi satu. Tapi, Sung Shihyun tidak peduli tentang itu.

Bukannya tidak ada yang menginginkannya.

Bahkan setelah menjadi anggota Sinyoung, sikap Sung Shihyun tetap sama. Tidak, kenyataannya, itu lebih buruk.

Sung Shihyun tidak perlu takut, dengan organisasi yang kuat mendukungnya.

Dia tidak kurang kejam pada rekan-rekannya. Jika dia tidak menyukai cara mereka memandangnya, atau jika dia mendengar mereka berbicara di belakang punggungnya, dia marah.

Baru setelah dia melihat mereka berlutut di hadapannya dan memohon agar hidup mereka, dia merasa lebih baik.

Tidak butuh waktu lama, bagi semua orang untuk menjadi takut pada Sung Shihyun.

Pelecehan dan kritik yang tak adil selama bertahun-tahun yang ditujukan padanya, dengan cepat mulai berkurang.

Hal ini membuat Sung Shihyun yakin, jika semua yang dia lakukan adalah benar.

Tapi, itu sebelum dia mendengar, jika ibunya telah meninggal.

Dia meninggal dalam kecelakaan mobil.

Itu adalah penyebab yang umum. Tapi, cara terjadinya itu tidak umum sama sekali.

Sebuah mobil melaju ke trotoar dan menabrak ibunya, dalam perjalanan pulang kerja. Sopirnya, orang asing, menghilang segera setelah kecelakaan itu. Segala sesuatu tentang kejadian ini berbau paradise.

Sung Shihyun kembali ke Bumi, begitu mendengar beritanya.

Dia berdiri berjam-jam di depan potret tersenyum ibunya.

Meski begitu, amarahnya ditujukan kepada mereka, yang bertanggung jawab. Dia tidak berniat membelot.

Tapi semuanya berubah, ketika Yun Seohui dan yang lainnya dari Sinyoung tiba di pemakaman.

‘Sepertinya ada kesalahan di pihak kami. Maaf kami tidak bisa melindunginya.’

‘Tapi, kamu seharusnya lebih memperhatikan. Dia kamu ibu, setelah itu semua.’

‘Kamu harus mengerti. Kami melakukan yang terbaik, tapi kamu tahu lebih baik daripada siapa pun, jika kamu memiliki musuh di mana-mana. Setidaknya, ada 10 organisasi yang aku ketahui.’

‘Kamu bodoh. Kenapa kamu tidak lebih berhati-hati?’

Sung Shihyun memperhatikan Yun Seohui membungkuk ke potret ibunya, sebelum melangkah keluar dari rumah duka. Tapi, segera berhenti ketika dia mendengar suara-suara datang dari luar.

‘Apakah kamu melihat wajahnya? Pemandangan yang luar biasa.’

‘Aku merasa kasihan pada almarhum. Tapi pada saat yang sama, aku merasa sedikit lega juga. Dia sangat menyebalkan.]

‘Bagus? Mungkin ini akan membuatnya turun, satu atau dua tingkat. Aku tidak tahu siapa itu. Tapi aku berterima kasih kepada mereka. Benar, ada sesuatu yang aku dengar, sebelum datang ke sini.’

‘Oh itu? Ya, aku juga pernah mendengarnya. Tapi, itu rumor yang belum dikonfirmasi.’

‘Tapi memang benar, jika Direktur Park telah menyimpan dendam terhadap Sung Shihyun, sejak bajingan itu memukulinya.’

‘Ya, tapi…’

‘Jadi, Direktur Park berbicara dengan tim penjaga yang bertanggung jawab atas ibu Sung Shihyun, dan…’

Ketika Sung Shihyun mendengar itu, dia merasakan sesuatu di dalam dirinya.

Haruskah dia membunuh Direktur Park?

Haruskah dia melakukan hal yang sama kepada keluarganya?

Mungkin, dia harus menghancurkan Sinyoung.

Pikiran yang tak terhitung jumlahnya, melintas di benak Sung Shihyun. Tapi pada akhirnya, dia menggelengkan kepalanya.

Direktur Park bukanlah pelakunya yang sebenarnya. Dan, mengingat betapa cermatnya ia, dia pasti sudah menghapus semua bukti.

…Tidak, sebenarnya, dia tidak peduli dengan bukti.

Dia muak dengan semua ini.

Sung Shihyun mengosongkan kepalanya dari segalanya.

Dia memutuskan untuk melakukan apa yang selalu ia lakukan.

Lawan walau melewati garis.

Sekarang, gilirannya untuk melakukan hal yang sama.

Setelah pemakaman, Sung Shihyun kembali ke Paradise. Dia diam-diam melintasi perbatasan ke wilayah musuh.

Dia menghadapi Ratu Parasite.

‘Kekuasaan.’

Dan dia berbicara.

‘Aku ingin kekuasaan.’

‘Kekuatan untuk menghancurkan semua Earthling.’

Ratu Parasite menerima permintaannya.

Melihat potensi Sung Shihyun, Ratu Parasite menawarinya dua keistimewaan. Yang pertama adalah Ratu Parasite secara pribadi akan mengubahnya menjadi parasite. Yang kedua adalah jika dia akan membuat vessel untuk ia gunakan.

Bahkan jika butuh beberapa waktu, akan ada lowongan muncul di posisi Army Commander.

Untungnya bagi Sung Shihyun, ketika dia berhasil menyelesaikan kedua prosedur tersebut, Undying Diligence meninggal.

Setelah menyerap divinity Diligence ke dalam tubuhnya, Sung Shihyun memasuki sarang yang disiapkan khusus untuknya oleh Ratu Parasite. Dia berjanji pada dirinya sendiri, pada hari dia keluar sebagai First Army Commander Parasite, dia akan menepati sumpah yang ia buat di pemakaman ibunya…

Koong!

Sung Shihyun jatuh dari langit dan berguling-guling di tanah.

WAAAAAAAH!

Sorakan meledak dari mana-mana.

Mereka tidak bisa menahannya. First Army Commander Parasite, pembelot manusia, yang telah memikat Seol Jihu ke dalam perangkap dan membunuhnya, sehingga memfasilitasi jatuhnya Paradise… akhirnya jatuh.

Seol Jihu menarik tombaknya dan menenangkan napasnya.

Fakta jika dia akhirnya mencapai keadaan harmoni yang sempurna, dan kekuatan dari Enhanced Sword Qi-nya sendiri mengejutkannya. Tapi alih-alih tetap berpuas diri, dia dengan cepat melihat sekeliling.

Mata Seol Jihu kemudian menyipit.

‘Vulgar Chastity dan Unsightly Humility…’

…Hilang. Dia tidak bisa merasakan mereka di mana pun. Mereka menghilang tanpa jejak.

Terlepas dari divinity Sung Shihyun yang dengan cepat berkurang. Satu-satunya divinity yang bisa ia rasakan di dekatnya adalah dari Abhorrent Charity.

Seol Jihu dengan cepat menggelengkan tombak di atas kepalanya. Teresa melihat sinyalnya, dan berteriak agar tentaranya berkumpul.

Lalu.

Tiba-tiba, sorakan gemuruh berhenti.

Merasakan panas datang dari depannya, Seol Jihu menoleh ke depan.

Anehnya, Sung Shihyun pun berdiri. Ada lubang di dada dan perutnya. Tapi, matanya masih menyala-nyala.

“Kuhuk!”

Darah muncrat dari mulut Sung Shihyun.

Kakinya gemetar. Bahkan, berdiri diam, merupakan tantangan baginya sekarang.

Namun demikian, satu tangannya yang tersisa, memegang erat longsword putih itu.

“…”

Seol Jihu berbalik dan menghadap Sung Shihyun, yang sekarang sempoyongan.

Cedera Army Commander itu memang fatal. Tapi, dia masih hidup. Divinity-nya berjuang mati-matian untuk menghidupkan kembali vessel-nya. Tapi semakin sulit berjuang, semakin cepat itu dibakar oleh mana Seol Jihu, yang tertinggal di dalam dirinya.

“Huuuu…”

Beberapa saat kemudian, desahan panjang keluar dari mulut Sung Shihyun.

Dia perlahan mengangkat kepalanya, dan menatap Seol Jihu dengan mata penuh dendam.

“Kamu…”

Bibir Sung Shihyun bergetar.

“Jadi, kamu tidak pernah benar-benar mempertimbangkannya…? Bahkan, tidak sekali…?”

Dia bertanya dengan suara serak.

Mata Seol Jihu membelalak.

“Cacat…. Itu juga tidak akan menjadi tawaran yang buruk untukmu…”

Seol Jihu mendecakkan lidahnya.

“Aku tahu, kamu juga mengalaminya…”

Sung Shihyun mengatupkan giginya.

“Kamu terkenal…. Jadi, kamu harus melakukannya, setidaknya beberapa kali…”

“Berhenti.”

Seol Jihu memotongnya.

Dia menghela nafas, sambil melihat ke arah Sung Shihyun, yang gemetar.

“Aku tahu. Setiap orang punya satu atau dua alasan.”

“….”

“Aku yakin, banyak yang ingin kamu bicarakan. Kamu punya alasan untuk mengkhianati umat manusia. Aku mengerti. Tapi…”

Seol Jihu melanjutkan.

“Bisakah kamu benar-benar mengangkat kepalamu?”

Nafas Sung Shihyun bergetar.

“Bisakah kamu mengatakan dengan yakin, jika semua yang telah kamu lakukan sejak memasuki paradise, adalah adil? Apakah semua tindakanmu adil?”

“….”

“Aku tahu, aku tidak bisa. Dan menurutku, kamu juga tidak bisa.”

Wajah Sung Shihyun berkerut.

“Aku tidak ingin mengkritikmu, karena membalas dendam pada orang yang telah melukai kepadamu. Tapi kamu telah kehilangan hakmu untuk mengklaim tidak bersalah, saat kamu menyakiti orang yang tidak bersalah.”

Seol Jihu mengangkat tombaknya, dan mengarahkannya ke Sung Shihyun.

“Kamu tidak bisa secara serius mencoba menanamkan rasa kasihan… Atau apakah kamu benar-benar percaya, jika semua yang telah terjadi padamu tidaklah adil. Tapi, semua yang telah kamu lakukan kepada orang lain adalah adil?”

Sung Shihyun tetap diam. Dia hanya menatap Seol Jihu dengan mata kesal, dan menggigit bibirnya.

“Pendeknya….”

Seol Jihu mulai mendekati Sung Shihyun.

“Aku mencoba untuk mengatakan, jika aku tidak ingin mendengar alasanmu. Lupakan yang lainnya, dan fokus saja pada kita berdua, oke?”

Tuk.

Longsword terlepas dari tangan Sung Shihyun dan jatuh ke tanah.

“Anggap saja, kita membuat pilihan yang berbeda.”

Seol Jihu berhenti di depan Sung Shihyun yang sekarang bergerak-gerak dan gemetar, sebelum tersenyum pahit.

“Kamu ingin menghancurkan dunia yang kacau ini, dan aku ingin mengubahnya… dengan paksa, jika perlu.”

“….”

“…Hanya itu yang ada di sana.”

Dia mendorong Sung Shihyun ke bawah, dengan tombaknya.

Kemudian, dia mengangkat tangan kirinya ke udara, untuk memanggil Authority of Gluttony.

Lengan kiri Seol Jihu terentang ke arah Sung Shihyun di tanah, terengah-engah.

Gris!

Sung Shihyun tersentak, saat dia merasakan energi misterius melewatinya, dari ujung kepala sampai ujung kaki.

“Apa…”

Merasakan perubahan yang terjadi di dalam dirinya, Sung Shihyun mulai gemetar ketakutan.

Energi misterius meresap ke dalam sirkuitnya, dan menyebar ke setiap sudut dan celah tubuhnya.

Itu mulai melahap divine energy, yang larut ke dalam mana.

“Tidak…”

Ketika dia merasakan energi yang kuat meninggalkan tubuhnya, Sung Shihyun mengangkat lengannya dengan susah payah.

“Kembalikan…”

Namun, perjuangannya tidak ada artinya.

Seol Jihu menarik lengannya, untuk memeriksa energi yang telah dimakan Gluttony.

Divinity Dilligence.

Ketika dia melihat massa energi yang samar-samar bersinar di telapak tangannya, Seol Jihu tersenyum.

Dengan ini, Sung Shihyun tidak bisa lagi menggunakan jenis kekuatan yang ia gunakan di masa lalu. Sekarang, dia tidak lebih dari parasite, yang hanya sedikit lebih kuat dari yang lain.

“Sudah aku bilang, aku tidak akan membiarkanmu mati begitu saja.”

“Kembalikan…!”

“Tidak. Aku hanya membayarmu, untuk semua yang telah kamu lakukan padaku.”

Seol Jihu memasukkan divinity ke dalam sakunya.

“Pergi tidur sekarang. Meskipun aku tidak bisa menahannya, jika kamu mati dalam prosesnya.”

Seol Jihu mengangkat kakinya, dan menendang kepala Sung Shihyun.

Bola mata Sung Shihyun berputar dan tubuhnya lemas.

Dia mampu berdiri, hanya karena dia telah sepenuhnya menyerap divinity-nya. Army Commander lainnya akan mati, segera setelah Enhanced Sword Qi menghantam mereka.

Jadi, Sung Shihyun sekarang keluar dari dunia nyata.

Tapi, perang belum berakhir.

Seol Jihu melihat sekeliling medan perang, dan melihat Teresa mundur di kejauhan.

Dia pikir, dia melihat cahaya yang berkedip-kedip ke arah, di mana energi Abhorrent Charity berada.

‘Apa itu tadi?’

Meskipun Seol Jihu telah memberi isyarat kepada Teresa untuk mengejar musuh, dia tidak pernah mengharapkannya untuk berhasil.

Seol Jihu saat ini dapat mendeteksi kehadiran divinity dari jauh. Tapi, dia tidak bisa merasakan divinity Second dan Sixth Army Commander di mana pun saat ini.

Ini hanya bisa berarti satu hal: jika mereka telah pergi begitu jauh, sehingga bahkan mana yang telah mencapai tingkat Divine Beginning, tidak dapat menjangkau mereka.

‘Sepertinya mereka kabur, saat aku melawan Sung Shihyun…’

Dia bertanya-tanya, bagaimana mereka bisa melakukan perjalanan sejauh ini, dalam waktu sesingkat itu.

Toong!

Dia menggunakan Ethereal Shift untuk mendekati Teresa, dan segera menyadari mengapa dia mundur.

Parasite dan Net yang selamat dari serangan Seol Jihu, telah membentuk barikade. Itu memblokir rute perjalanan Teresa dan tentaranya.

Abhorrent Charity berada di atas mereka. Ada cahaya terang, datang dari balik jubahnya.

“Jadi itu kamu?”

Ketika Seol Jihu melihat itu, sebuah kemungkinan terlintas di benaknya. Dan, dia segera memanggil Abhorrent Charity.

“Apa yang kamu lakukan?”

[Aku hanya menggunakan sihir teleport, untuk memindahkan dua Army Commander sejauh mungkin dari sini.]

Jawabannya, sesuai dengan harapan Seol Jihu.

“Kapan?”

[Saat kamu pertama kali muncul di hadapan kami. Aku memberi tahu mereka. Dan kemudian, dengan paksa memindahkan mereka, sementara First Army Commander memberi kami waktu.]

“Aku terkejut. Aku pikir, kalian semua akan melepaskan divinity-mu dan mendatangiku.”

[Kami tetap  akan kalah.]

Abhorrent Charity menjawab dengan tenang.

[Mengingat kemungkinan jika Arcus Spirit akan mendapatkan kembali kekuatannya dan jika Executor akan pulih dari cedera mereka dan datang membantumu, peluang kami untuk menang sangatlah kecil.]

“Jadi, kamu memindahkannya…. Kamu pasti cepat bertindak.”

Seol Jihu mendecakkan lidahnya. Argumen musuh itu logis, dan dia tidak bisa menemukan kesalahan apapun dengannya.

“Mengapa kamu tidak menyelamatkan dirimu sendiri?”

[Kamu bertanya, ketika kamu sudah tahu jawabannya. Saat aku memutuskan untuk menggunakan divinity-ku, nasibku telah ditentukan. Divinity-ku akan segera lepas kendali. Jadi, meskipun aku melarikan diri sekarang.

Faktanya, tetap jika hal yang sama yang terjadi pada Raging Temperance, akan terjadi padaku.]

Semua Army Commander, kecuali Sung Shihyun dan Twisted Kindness, perlu istirahat selama hampir setahun, setelah mereka melepaskan divinity mereka.

Tapi, itu tidak berarti, mereka tidak bisa menggunakan divinity mereka sama sekali, selama masa istirahat.

Mereka bisa, selama mereka tahan dengan konsekuensinya. Itu termasuk kehilangan kendali atas divinity mereka, yang pada akhirnya bisa menyebabkan kematian mereka.

[Setelah divinity-ku lepas kendali, kemungkinanmu menemukan lokasi kami akan meningkat. Jika kamu berhasil menyusul kami, sementara kami menunggu divinity-ku mereda, upayaku akan sia-sia.]

[Mungkin aku terlalu berhati-hati… tapi, bukankah lebih baik berhati-hati daripada menyesal? Bagaimanapun juga, kamu adalah Starlight, yang mengubah yang tidak mungkin, menjadi kenyataan.]

“Itu sangat buruk.”

Seol Jihu terkekeh.

Dia akan berbohong, jika dia mengatakan, dia tidak menyesal. Tapi setidaknya, dia memiliki Third Army Commander di depannya. Dia ingat Black Seol Jihu mengatakan, jika Abhorrent Charity jauh lebih merepotkan daripada Vulgar Chastity.

Tentakel kering terus-menerus lepas dari lengan baju Abhorrent Charity.

Darah, keringat, dan cairan lain membasahi jubahnya, dan menetes ke bawah. Cahaya yang terpancar dari balik jubahnya, juga semakin besar.

Musuh menyelesaikan semua persiapan. Sekarang, semuanya hanya soal waktu.

Seol Jihu mengangkat bahunya.

“Jika kamu akan melakukannya, lakukan dengan cepat. Aku akan senang, jika kamu mati tanpa membuat keributan.”

[Aku ingin mengatakan, kamu meremehkanku. Tapi… Hu hu hu…]

Dia sudah mencapai batasnya. Tiba-tiba, Abhorrent Charity membuka tangannya lebar-lebar, dengan tawa pelan.

Woong!

Energi tidak menyenangkan menyebar di bawah jubahnya.

[Huhahaha…!]

Abhorrent Charity tertawa terbahak-bahak.

Jubahnya mulai membengkak, dan sinar cahayanya menyebar dan menembus kain.

[Yang Mulia!]

Abhorrent Charity memiringkan kepalanya ke belakang, dan berteriak ke langit.

[Aku akan menonton dari sisi lain! Tolong tunjukkan, jika kamu bisa mengalahkan konstelasi emas!]

Saat itulah, bola cahaya terang keluar dari Abhorrent Charity, dalam gerakan bola.

FLASH!

Sebuah ledakan keras meletus. Cahaya itu menelan semua yang ada di sekitarnya. Cahaya ini lebih kuat dari selusin Thunder khusus, yang digabungkan.

Energi Abhorrent Charity melewati penghalang, yang disiapkan oleh para Priest. Itu bergegas menuju kota, dengan kecepatan yang mengkhawatirkan.

Tapi, hanya sesaat warnanya memenuhi langit dan bumi. Segera, cahaya keemasan yang lebih terang muncul dari tanah, dan bertabrakan dengan energi Abhorrent Charity.

Kedua energi itu mendorong satu sama lain untuk sesaat, sebelum energi emas menghancurkan lawannya, dan mewarnai dunia menjadi kuning.

[Terkutuklah, Seven Sins…]

Senyuman pahit tersungging di bibir Abhorrent Charity, saat dia menyaksikan aliran listrik mengalir deras ke arahnya.

[Kamu… menciptakan monster…]

Tsunami emas menelan Abhorrent Charity, sebelum dia bisa menyelesaikan kutukan-nya.

Di tengah cahaya yang berkedip-kedip, bayangannya bergetar hebat secara zigzag, dan kemudian tersebar seperti percikan air.

Begitu badai mereda, tidak ada yang tersisa di udara.

Hanya bola cahaya yang bersinar redup, yang jatuh ke telapak tangan Seol Jihu.

Abhorrent Charity, Third Army Commander, telah lenyap.

Tujuh Army Commander Parasite yang pernah ditakuti oleh semua orang, berkurang menjadi hanya empat… ketika jatuhnya umat manusia sudah dekat.

Pada hari itu, raungan Ratu Parasite menyebar jauh dan luas, di luar wilayah kekaisaran.




< Prev  I  Index  I  Next >

Posting Komentar untuk "SCG_454"

Follow Us