Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Untuk memperbesar atau memperkecil font, gunakan 'zoom in' dan 'zoom out'.
Terima kasih. Selamat membaca... :)
Support Us: Traktir Ngopi gan...!

SCG_462

gambar

The Second Coming of Gluttony

SCG_462

Bab 462. Persiapan untuk Akhir (4)

 

Seol Jihu menempatkan sebagian besar fokusnya pada awalnya, dalam membantu semua orang terbiasa dengan tempat itu. Selain ujian, Path of Soul adalah tempat yang dapat dengan mudah menghancurkan seseorang.

Karena pikirannya hampir hancur juga, dia tidak bisa menahan khawatir.

Maka, dia memberi tahu yang lain jika tempat ini mirip dengan Zona Netral, di mana seseorang dapat hidup kembali tanpa batas. Dan jika ada yang tampaknya menderita kematian berulang kali, dia melarang mereka untuk mendaki lereng.

Atau setidaknya, dia mencoba.

“Tidak apa-apa. Kamu tidak perlu mengasuhku.”

Chohong menepis tangan yang dikeluarkan Seol Jihu, dan bangkit.

“Kamu tidak perlu memaksakan diri untuk mendaki lereng. Tempat ini bukan ruang ujian.”

“Aku tahu. Aku tahu tempat ini untuk pelatihan.”

Seol Jihu mencoba mencegahnya, tapi Chohong bersikeras.

“Tapi, kamu juga…”

Dia akan mengatakan sesuatu, tapi menutup mulutnya, setelah melihat Seol Jihu. Dia sepertinya menahan diri.

“Pokoknya, biarkan aku. Bukannya aku benar-benar sekarat… sepertimu.”

Chohong melepaskan lengan Seol Jihu dan berlari menuju lereng.

Seol Jihu masih tampak bingung. Bukannya mendaki lereng tidak membantu. Tapi, ada cara lain untuk berlatih. Jadi, mengapa dia begitu ngotot melakukan sesuatu dengan caranya?

“Biarkan saja dia. Dia bilang, dia ingin.”

Pada saat itu, suara yang familiar terdengar di belakangnya. Black Seol Jihu berjalan, menguap dengan tangan di belakang kepalanya.

“Aku hanya khawatir.”

“Dia akan baik-baik saja. Dia mengalaminya sekali sebelumnya. Dan sekarang, dia memiliki tujuan yang jelas.”

“Mengalami apa? Tujuan apa?”

Seol Jihu memiringkan kepalanya, pada penjelasan samar Black Seol Jihu.

Black Seol Jihu menghela nafas.

“Pikirkan, sobat. Earthling mendapatkan lebih banyak kelas untuk dipilih, dari level yang lebih tinggi.”

“Benar.”

“Aku kira, aku tidak perlu memberi-tahumu, betapa pentingnya memilih jalur kelas. Terutama, dalam hal Unique Rankers.”

“Ya.”

“Nah, menurutmu mengapa Honghong yang senang-pergi-mabuk, pergi dengan Guardian daripada Paladin… yang akan lebih cocok dengan gayanya?”

Seol Jihu berkedip.

“Kamu tidak mengerti?”

“….”

“Lihat? Kamu sama padatnya dengan batu bata. Apa itu tadi? Kamu bilang, kamu tidak akan selesai? HA HA HA! Ah, hanya memikirkannya saja, membuatku tertawa.”

Black Seol Jihu terkekeh, dan kemudian pergi. Seol Jihu mendengus, sebelum melihat kembali ke lereng, dengan tatapan khawatir.

Namun, pada akhirnya, Black Seol Jihu benar.

Kekhawatiran Seol Jihu ternyata tidak berdasar. Semua orang bekerja keras, tapi mereka mengerahkan semua upaya mereka tanpa menyerah. Tidak hanya Chohong, tapi semua orang.

Seol Jihu tidak mengetahui hal ini. tapi, semua orang memasuki Path of Soul, dengan tekad yang kuat. Harus dikatakan, jika mereka datang dengan pola pikir yang berbeda dari biasanya.

Kematian Seol Jihu telah menjadi kejutan besar bagi semua orang. Satu-satunya orang yang mereka pikir tidak akan pernah mati, telah kembali menjadi mayat yang mengerikan.

Saat itulah, mereka terlambat menyadari, betapa naifnya mereka. Mengira, Seol Jihu tidak akan pernah mati.

Seol Jihu bukanlah manusia super, tapi manusia normal seperti mereka.

Mereka menolak membiarkan hal yang sama terulang kembali. Untuk melakukan itu, mereka membutuhkan kekuatan. Kekuatan untuk setidaknya membantu Seol Jihu, dan kekuatan untuk setidaknya mengikat kaki musuh. Bahkan, jika mereka tidak dapat menyaingi musuh dalam kekuatan.

Seol Jihu telah memberi mereka kesempatan untuk tumbuh. Jadi, tidak ada yang berani santai, hanya karena itu sulit.

Mereka berbagi tujuan yang sama. Untuk menjadi lebih kuat, sehingga Seol Jihu tidak memikul segalanya sendirian.

“Keeeeu!”

“Uaaaah!”

Jadi hari ini, seperti hari-hari lainnya, teriakan dan teriakan bersemangat bergema di Path of Soul.

***

 

‘Aku harus menavigasi ini dengan baik.’

Begitu Seol Jihu menyadari, jika dia tidak perlu mengkhawatirkan yang lain. Dia mulai memikirkan pelatihannya sendiri. Dia tidak lagi berada di alam, di mana kekuatannya akan tumbuh dengan melakukan sesuatu tanpa rencana.

“Trinity Harmony, keselarasan sempurna antara pikiran, teknik, dan tubuh. Sungguh dunia yang luar biasa.”

Black Seol Jihu setuju dengannya.

“Tapi hanya karena kamu memasuki dunia itu, itu tidak berarti kamu sempurna.”

“Mm…”

“Jangan beri aku mmmm…. aku ingin penjelasan yang jelas, tentang pendapatmu tentang Trinity Harmony.”

Seol Jihu memiringkan kepalanya, lalu mendecak bibirnya.

“…aku tidak yakin.”

“Kamu tidak tahu? Tidak sedikit pun?”

“Tidak, um… bagaimana aku harus mengatakan ini…. Ada sensasi aneh yang menyelimutimu. Seperti, kamu sedang dalam mimpi… Dan di dalamnya, kamu merasakan kebebasan tanpa batas. Seperti, kamu dapat melakukan apa pun yang kamu pikirkan…”

“Jadi maksudmu tubuhmu tahu, tapi kepalamu tidak.”

Black Seol Jihu berbicara dengan jelas.

“Aku kira, itu tidak dapat membantu. Karena, begitulah cara kamu tercerahkan. Meskipun kamu sepenuhnya mencapainya, selama pertarunganmu dengan Sung Shihyun, saat kamu berhasil keluar dari pengepungan Parasite… Kamu melangkah ke alam sekitar 90%.”

“Benar.”

“Meski begitu, itu tidak sempurna. Daripada mengatakanmu, mencapainya dengan kekuatanmu sendiri dari awal hingga akhir. Itu berkat Authority Spear of Purity: Infinity, yang membantumu sebagai batu loncatan.”

Seol Jihu mengerutkan kening. Black Seol Jihu telah menusuknya di tempat yang sakit.

“Kamu lah yang menginjak batu loncatan itu dan melompat. Jadi, jangan merasa terlalu buruk. Yang ingin aku katakan adalah, kamu pasti ingin memahami duniamu dengan lebih baik, bukan?”

“Tentu saja.”

“Tapi, kamu tidak tahu bagaimana menjembatani kesenjangan, antara apa yang tubuhmu ketahui dan apa yang kepalamu ketahui.”

Black Seol Jihu menyilangkan lengannya, setelah berunding sejenak.

“Izinkan aku menanyakan sesuatu. Apa yang ingin kamu lakukan?”

Jika Seol Jihu menjawab, ‘aku tidak tahu’, Black Seol Jihu pasti akan mengutuknya. Jadi, Seol Jihu mengatakan, apa yang ada di pikirannya untuk sementara waktu.

“Pertama, aku ingin menemukan kekuranganku dan memperbaikinya.”

“Kekurangan? Mengapa? Apakah kamu ingin belajar Seamless Sublimity? Trinity Harmony tidak cukup untukmu?”

“Tentu saja tidak. Aku tahu memaksimalkan kekuatanmu adalah sebuah pilihan. Tapi bagiku, memaksimalkan mana milikku. Jika aku hanya fokus pada mana…”

“Benar, itu tidak akan cocok dengan Trinity Harmony-mu.”

Black Seol Jihu mengangguk.

“Oke, aku mengerti apa yang kamu katakan… tapi, apakah kamu hanya akan memperbaiki kekuranganmu?”

“Tidak, aku akan merenung, sementara aku memperbaikinya.”

“Renungkan tentang apa?”

“Tentang apa yang dipikirkan pikiranku; bagaimana teknikku digunakan, bagaimana tubuhku bergerak, dan bagaimana ketiga hal ini bersinergi dan saling mempengaruhi… aku merasa jalan akan terbuka, jika aku menggali semua ini.”

Itu adalah jalan untuk menjadi lebih kuat. Seol Jihu menambahkan sambil mengangkat bahu.

“….”

Black Seol Jihu menatap kosong, untuk sementara waktu. Itu karena, dia memikirkan hal yang sama, ketika dia menabrak dinding.

“…Hei.”

Segera, dia berbicara sambil menyeringai.

“Apakah kamu ingat, apa yang kamu katakan padaku di masa lalu?”

“Hmm? Kapan ini?”

“Setelah kamu mendaki lereng pertama. Kamu bertanya, apakah kamu dapat mempelajari Trinity Harmony, jika kamu terus melakukannya.”

“B-Benarkah?”

Seol Jihu menjadi malu.

“Ya. Jadi, apakah kamu akhirnya mengerti diriku? Apa yang kamu khawatirkan sekarang, sama dengan apa yang kamu khawatirkan saat itu. Bagaimana mungkin aku tidak marah?”

Black Seol Jihu terkekeh. Seol Jihu terbatuk-batuk.

“Baiklah, anggap saja kamu benar dan mencobanya. Ini tidak seperti, kamu tidak memiliki kekurangan untuk diperbaiki. Masih banyak yang harus kamu lakukan.”

Black Seol Jihu berdiri.

“Padahal, sebenarnya, tidak banyak yang bisa aku ajarkan padamu saat ini…”

Dia melanjutkan, sambil meregangkan lengannya.

“Tapi, setidaknya, aku bisa memikirkannya denganmu.”

Kemudian, dia tiba-tiba berbalik ke samping. Lebih tepatnya, dia menoleh ke Little Chick, yang duduk di kepala Seol Jihu dan menatapnya dengan masam.

“Jadi, aku berharap, kamu sudah membuka tahap keenam dan ketujuh.”

“Apa?”

“Jangan ‘apa’. Aku mengerti, jika ini adalah misimu. Tapi, kamu harus tahu, pria seperti apa dia sekarang.”

“….”

“Bukan berarti Ratu Parasite adalah lawan yang mudah. Atau apa, apakah kamu akan membuka kembali tahapan pada detik terakhir? Atau mungkin, sebelum dia meninggal? Mari kita persiapkan sebelumnya, oke?”

Little Chick menghela napas. Namun, dia tak ragu untuk waktu lama.

“Sial… Kalau saja situasinya tidak seperti ini… Betapa beruntungnya bajingan.”

Sambil menggerutu, dia mengarahkan sayapnya ke dahinya, di mana bulu merah dan ungu menonjol keluar. Melihat ini, Black Seol Jihu tersenyum lembut.

“Dia sungguh beruntung, oke. Haa, kalau saja, aku punya tombak itu…”

Mendengar ini, Little Chick berhenti dan mendengus.

“Bermimpilah.”

“…?”

“Jika itu kamu, bajingan… aku tidak akan membuka tahap pertama, bahkan jika umat manusia akan dihancurkan.”

“Apa itu tadi?”

“Apa! Apa!”

Black Seol Jihu dan Little Chick mulai bergulat. Seol Jihu menghentikan mereka dengan ketakutan.

“Kenapa kalian berdua bertengkar!?”

“Kepala burung itu yang memulainya!”

“Itu salah bajingan itu!”

Ketika Seol Jihu memisahkan mereka, keduanya saling memelototi dan terengah-engah.

“Menjadi sedikit chick/cewek, bukan?”

“Kamu mau pergi? Aku memasuki usia dewasa. Biar aku tunjukkan siapa ayahmu!”

Ketika mereka menggeram, dan akan melakukan perkelahian lain…

“Waktunya makan!”

Sebuah suara memotong dari kejauhan, menyelamatkan Seol Jihu dari kesulitan.

“Kemarilah, Snowy and Blacky! Kamu juga, Taffy! Aku membawakanmu hidangan favoritmu!”

“Ayolah teman-teman. Kalian tidak akan bertengkar, kalau ada makanan, kan?”

“…Sampai jumpa nanti.”

“Sama denganmu.”

Black Seol Jihu dan Little Chick berhenti berkelahi atas panggilan Seo Yuhui, dan bergegas pergi dengan Seol Jihu.

***

 

Pelatihan intensif Seol Jihu dimulai hari itu. Sekarang, dia tahu apa yang harus dilakukan. Dia mulai bekerja keras tanpa istirahat. Seperti yang dikatakan Black Seol Jihu, ada banyak kekurangan yang bisa dia temukan, ketika dia mulai mencari.

Dia pertama kali memulai dengan gerakan dasarnya, termasuk teknik dasar tombak. Meskipun dia mengalahkan Black Seol Jihu, tidak dapat melakukannya secara instan… dengan tingkat fisiknya yang tinggi adalah suatu kejutan.

Dan begitu dia mulai menggali teknik dasar tombaknya, dia melihat Spear of Purity dengan cara yang diperbarui. Lebih tepatnya, bilah pedang di sisi bilah tombak, menarik perhatiannya.

Hingga saat ini, Seol Jihu menusuk, memotong, dan memukul dengan tombaknya. Dia tidak pernah berpikir untuk menggunakan pedang bulan sabit (kayak katana).

Dia berdiskusi dengan Black Seol Jihu tentang ini dan belajar bersama.

Meski begitu, dia tidak hanya bekerja untuk memperbaiki kekurangannya. Dia tidak lupa, untuk membiasakan diri dengan Authority keenam Spear of Purity, Thousand Flow of Convergency, dan Authority ketujuh Spear of Purity, God Spear.

Selain itu, dia bekerja untuk mengembangkan skill baru atau kemampuan baru, dan berduel dengan Ratu Parasite di kepalanya, berdasarkan deskripsi yang diberikan oleh Black Seol Jihu. Tentu saja, Black Seol Jihu adalah rekan pelatihannya dalam semua ini.

Bagaimanapun, dengan begitu banyak hal yang harus ia lakukan. Itu tidak akan cukup, bahkan jika dia memiliki dua tubuh. Namun, orang tersibuk tidak diragukan lagi adalah Black Seol Jihu.

Awalnya, dia hanya memperhatikan Baek Haeju dan Seol Jihu. Tapi, anggota lain mulai mendekatinya, setelah mendengarkan saran yang ia berikan. Black Seol Jihu tidak menolak siapa pun yang datang kepadanya.

Jang Maldong pernah berkata, jika mengetahui sesuatu dan mengajarkan sesuatu, adalah dua hal yang sangat berbeda. Dalam hal ini, Black Seol Jihu adalah guru yang luar biasa.

Black Seol Jihu tidak tahu, bagaimana melakukan hal-hal selangkah demi selangkah, seperti Jang Maldong. Tapi, dia sangat tajam dalam menunjukkan area, di mana seseorang punya kekurangan, dan bagaimana mereka bisa meningkat.

Dia begitu baik, sehingga tidak ada yang bisa mengucapkan sepatah kata pun keluhan, meskipun sikapnya yang buruk. Setiap kali seseorang menelan harga diri mereka dan meminta nasihatnya… yang lain akan melihat peningkatan yang nyata dalam diri mereka.

Dan ini secara alami, menyebabkan semua orang mencari bantuan Black Seol Jihu.

Tentu saja…

“Apa? Mengapa kamu datang kepadaku, untuk meminta bantuan?”

“…Apa aku tidak diizinkan?”

“Apakah kamu sedang bercanda? Bagaimana aku bisa mengajar seorang Mage? Kamu tidak membutuhkan bantuanku. Kamu sudah memiliki guru yang luar biasa.”

Ada beberapa orang yang tidak bisa dia ajar. Seperti Eun Yuri yang naik ke puncak dengan kekuatannya sendiri, hanya dalam 37 hari.

“Ah, licin karena jalan setapak membeku. Jadi, kamu ingin membuat jalur di tanah. Hey sobat! Aku pikir, aku menemukan belahan jiwamu! Kemarilah dan lihat!”

“Aha… Jadi kamu tidak bisa mendapatkannya sendiri, karena selama ini kamu menggunakan poin kontribusi, seperti itu semacam permainan…. Lalu? Keluar dari sini, jika kamu tidak tahan. Pergi berburu beberapa parasite dan belajar dengan poin kontribusi. Tapi aku ragu, kamu bisa.”

“Sialan, aku tidak pernah berpikir, akan datang hari ketika aku akan merindukan mengajar Seol Jihu. Mengapa temanku menjadikan seseorang seperti ini Unique Ranker? Aku hanya tidak mengerti.”

“Ya… Perwakilanmu bahkan mati sekali, untuk memberikan poin kontribusi… untuk membantumu naik level dan berlatih…. Namun, keledai yang mengambil semuanya secara gratis sedang beristirahat, karena agak sulit.

Sungguh kelompok yang menyenangkan, kelompok yang menyenangkan… Aigoo, temanku yang malang!”

Meskipun mulutnya kotor, tidak ada yang bisa menyangkal, jika Black Seol Jihu mengajar dengan penuh semangat. Karena dia satu-satunya yang tidak perlu makan atau tidur. Ada kalanya, dia berbicara tanpa henti selama 24 jam.

Mungkin karena ini, semakin banyak orang mulai mendaki lereng.

“Apa kamu marah? Kamu harus. Kemudian, naik ke puncak dengan kekuatanmu sendiri. Bagi siapa pun yang berhasil, aku akan membiarkanmu memukulku, semau-mu! Pastinya itu akan pernah terjadi! Hahahaha!”

…Sebenarnya, banyak dari mereka bekerja dengan gigih, hanya untuk memukul Black Seol Jihu.

Bagaimanapun, ada satu hal yang pasti. Dan semua orang menjadi lebih kuat, dari hari ke hari.

***

 

Waktu berlalu.

Sebagai masokis pelatihan, Seol Jihu menikmati setiap hari yang ia habiskan di Path of Soul. Tapi tentu saja, dia tahu, dia tidak bisa tinggal di sini selamanya.

Sekarang hanya ada satu hari tersisa, sampai mereka harus pergi.

Tak ada hal istimewa yang terjadi, hanya karena itu hari terakhir. Seol Jihu berlatih sampai larut malam, seperti biasanya, sebelum kembali ke tendanya dan bersiap untuk tidur.

Dia hanya ragu, saat melihat Black Seol Jihu sebelum tertidur.

“Apa yang sering kamu pikirkan?”

“…Kamu melihat melalui diriku.”

“Jika kamu mencoba mengucapkan terima kasih untuk segalanya, jangan. Jika ada hal lain yang ingin kamu katakan, silakan.”

“….”

“Misalnya, jika kamu ingin bertanya tentang peluangmu mengalahkan Ratu Parasite satu lawan satu. Aku akan memberi-tahumu, jika itu 4:6.”

“4:6…”

Seol Jihu tersenyum lembut.

“Bukankah kamu terlalu pelit?”

“Aku sudah murah hati. Aku akan mengatakan 3,5:6,5. Tapi, mengubahnya sedikit, karena dia mengurangi sebagian dari divinity-nya terakhir kali.”

Meski begitu, ini hanya pertandingan. Karena, Ratu Parasite dibatasi oleh beberapa factor. Seperti, Sumpah Kekaisaran dan hukum kausalitas.

Awalnya, Ratu Parasite adalah dewa tingkat tinggi, yang bahkan dewa biasa tidak berani melawan. Memiliki peluang 40 persen untuk menang melawan dewa yang pernah menguasai galaksi, adalah hal yang benar-benar penting.

Namun, apa yang ingin Seol Jihu tanyakan, bukanlah tentang peluang kemenangannya. Itu mirip, tapi berbeda.

“Jika kamu ingin mengatakan sesuatu, katakan saja. Jangan tunda seperti terakhir kali.”

“…aku akan berpikir, tentang hal ini.”

Seol Jihu tersenyum tipis, sebelum menutup matanya. Segera, suara dengkuran terdengar.

“…Sejujurnya…”

Black Seol Jihu menyeringai dan menggumamkan sesuatu tanpa suara.

***

 

Pagi tiba.

Pagi hari akan dihabiskan sebagai pemeriksaan terakhir. Anggota yang berhasil mendaki ke puncak berjumlah tiga, tidak termasuk Eun Yuri.

Mereka adalah Yi Seol-Ah, Phi Sora, dan Hugo.

Sebagian besar lainnya berhasil melewati lereng kedua. Tapi, tidak yang ketiga.

Bagaimanapun, ketika portal muncul di altar, semua orang berlari ke arahnya dengan gembira. Mau bagaimana lagi, karena mereka berada di Path of Soul selama hampir dua tahun.

Tentu saja, tidak ada yang lupa untuk mengucapkan selamat tinggal pada Black Seol Jihu, sebelum pergi. Ketiganya yang mencapai puncak, khususnya tidak lupa memiliki momen yang mereka tunggu-tunggu.

“Aduh, aduh, aduh…. Bajingan-bajingan itu, apakah mereka tidak merasa bersyukur, kepada guru mereka?”

Black Seol Jihu menggerutu, tapi bibirnya melengkung membentuk senyuman.

Dia tidak yakin, apakah bahkan satu orang akan dapat melampaui batas mereka. Tapi dengan tiga orang yang berhasil melakukan hal itu, dia merasa sangat gembira.

Di sisi lain, Seol Jihu tampak sedikit menyesal. Dia ingin tinggal di tempat ini lebih lama. Tapi dia tahu, mereka harus pergi agar tepat waktu untuk pawai.

“Kamu juga harus keluar dari sini. Semua orang pergi. Biarkan aku beristirahat.”

Black Seol Jihu berkomentar. Seol Jihu juga tidak menyukai situasi yang canggung. Jadi, dia berjalan menuju portal dengan patuh. Kemudian, dia kembali menatap Black Seol Jihu.

“…Hei.”

Dia bertanya.

“Apa yang terjadi di masa depan?”

“Hmm?”

“Masa depan pasti banyak berubah. Apa yang terjadi?”

“…Itukah yang ingin kamu tanyakan?”

Black Seol Jihu terkekeh.

“Kamu sudah tahu, aku tidak bisa memberi-tahumu. Aku dimanifestasikan oleh kekuatan Gula. Jadi, aku tidak bisa membocorkan rahasia yang begitu dalam, dengan sembarangan.”

Black Seol Jihu melompat.

“Tapi, aku rasa, aku bisa memberi-tahumu satu hal…”

Dia memutar matanya, dan melirik Seol Jihu.

“Kamu tidak pernah melihat dirimu sendiri, kan?”

“….?”

“Dengan Basic Skill-mu, maksudku. Setelah itu berevolusi.”

Mata Seol Jihu membelalak. Kalau dipikir-pikir, dia tidak pernah melihat dirinya sendiri, setelah membuka semua arah Nine Eyes. Dia tidak pernah berpikir untuk melakukannya.

“Saat kamu keluar, lihatlah cermin dan aktifkan. Setidaknya, kamu akan dapat melihat apa yang berubah.”

“Sekarang, kamu membuatku penasaran.”

Sebagai catatan, tidak ada cermin di sini.

“Baiklah, baiklah, aku pergi.”

Seol Jihu menggelengkan kepalanya dan berjalan.

“…Hei.”

Saat dia mengambil setengah kaki ke portal, sebuah suara terdengar di belakangnya.

“Apa kamu benar-benar mengira, aku akan membuatmu melawannya sendirian? Setidaknya, aku akan membuatnya menjadi 5:5.”

“…Permisi?”

Seol Jihu berbalik secara refleks.

“Jadi, jangan terlalu khawatir tentang itu.”

Di dalam penglihatannya yang berwarna laut, Black Seol Jihu tersenyum dan mengusap bagian belakang lehernya, sementara secara bertahap menjadi semakin redup.




< Prev  I  Index  I  Next >

Posting Komentar untuk "SCG_462"

Follow Us