Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Untuk memperbesar atau memperkecil font, gunakan 'zoom in' dan 'zoom out'.
Terima kasih. Selamat membaca... :)
Support Us: Traktir Ngopi gan...!

SCG_465

gambar

The Second Coming of Gluttony

SCG_465

Bab 465. Dua Kartu (1)

 

Pasukan sekutu memulai serangan.

Tirai babak terakhir, akhirnya diangkat.

Unit kavaleri yang dipimpin oleh Teresa maju ke depan, seperti banteng yang mengamuk. Itu menyebabkan medan perang bergemuruh.

Di belakang mereka adalah infanteri dari enam kerajaan, mengikuti dengan sepenuh hati dengan tombak dan perisai terangkat ke udara.

“Maju! Jangan takut mati!”

Teresa mengangkat longsword peraknya tinggi-tinggi, dan berteriak.

“Orang tuamu, saudara-saudaramu, semua orang di Paradise sedang berdoa! Hari yang mereka tunggu-tunggu, ada di sini!”

Menurunkan pedangnya, dia mengarahkan pedangnya ke arah Parasite.

“Perang ini akan dikenang untuk generasi yang akan datang! Hari ini akan menjadi hari kemenangan gemilang, hari kita mendapatkan kembali rumah kita, Paradise! Dunia akan mengingat jika kita adalah pelopor perang besar ini!”

Teresa berteriak di bagian atas paru-parunya. Para prajurit balas bersorak, meningkatkan moral pasukan, dan para Horus juga meringkik dengan kuat.

Mata Ratu Parasite menyipit. Dia tidak menyukai apa yang dilihatnya.

Serangga yang secara terbuka menunjukkan kelelahan, manusia yang tidak berharga jatuh ke dalam keputus-asaan karena kehadirannya… sekarang menyerang ke arahnya, dengan nyawa mereka dipertaruhkan.

Tindakan mereka sangat menyinggung kehormatannya, dan membuatnya dalam suasana hati yang buruk.

[Apa yang sedang kalian lakukan?]

Ratu Parasite melambaikan tangannya dengan kasar. Suaranya secara terbuka mengungkapkan ketidak-senangannya.

[Tembak!]

Skuadron Evil Phantom mengarahkan senjata mereka ke kavaleri yang datang.

Tatatatatang!

Beberapa tembakan terdengar.

Jeritan meletus dari berbagai tempat. Para pembawa bendera terbang kembali, dengan lubang di dada mereka. Dan, para Horus jatuh dan berguling-guling di tanah, menyebabkan reaksi berantai dari Horus di belakang yang tersandung dan jatuh.

Unit kavaleri menyerang ke depan, tanpa mempedulikan pengorbanan rekan-rekan mereka. tapi, Evil Phantom terus menembak tanpa henti. Peluru mereka menembus lapisan penghalang yang dibuat oleh para Priest, membuat kavaleri menjadi berantakan. Dan ini secara alami, memperlambat infanteri yang mengikuti di belakang mereka.

Masih ada jarak yang harus ditempuh. Kecepatan serangan pasukan menurun lebih cepat dari yang ia perkirakan. Tapi, Teresa menggertakkan giginya. Ini baru permulaan pertempuran, dan dia tahu, tidak mungkin pasukan sekutu hanya akan menyaksikan pasukan Kavalry dihancurkan.

“Apa yang sedang kalian lakukan!?”

Saat itu, suara Vidalif bergema di belakang pasukan inti.

“Apakah kamu akan membiarkan mereka mati? Cepat!”

Dia meninggikan suaranya, dan secara pribadi menempatkan batu biru ke dalam meriam. Begitu para dwarf yang berdiri di samping meriam buru-buru mengarahkan moncongnya, para Fairy di belakang mereka langsung melantunkan mantra.

“Tembak, sampai moncongnya menjadi merah!!”

Pang, pang! Pang, pang, pang!

Meriam yang mengarah ke Parasite, mengeluarkan api yang mengamuk. Selanjutnya, Sky Fairy mengarahkan tangan mereka, yang ditangkupkan ke arah Thunder yang terbang.

“El Jin Acceleratio!”

Angin kencang bertiup kencang.

Chweeeek!

Thunder yang berakselerasi dengan kekuatan Wind Spirits, menyapu ke arah Parasite.

Flash!

Kilatan biru meletus di mana-mana, melenyapkan semua yang mereka sentuh.

Tidak hanya itu…

“Pertahankan ketinggian ini! Belok 30 derajat ke kiri! Tembak!”

Ratusan balista menembakkan bilah bumerang satu per satu…

“TEMBAK! Jangan menahan diri dan gunakan semuanya!”

Dan Spirit Arrow bersinar dalam cahaya warna-warni, yang turun dari langit.

Ratu Parasite mendengus pelan. Pasukan sekutu tampaknya telah mencari formasi mereka terlebih dahulu. Karena, lebih dari setengah skuadron Evil Phantom telah dieliminasi.

Selanjutnya, bilah bumerang menyapu barisan Parasite, dan anak panah juga turun hujan. Ini secara alami, memperlambat kecepatan tembak Evil Phantom.

Kulit Teresa menjadi cerah. Para prajurit di sampingnya saling mendukung dan bergegas maju.

[…Second Army!]

Kkaduk!

Ratu Parasite mengertakkan giginya.

[Hancurkan mereka!]

Unsightly Humility mengayunkan pedangnya, begitu Ratu memberi perintah.

-Krrrrr!

Kuda spektral mengangkat kaki depannya dengan mengancam, dan kemudian menginjak ke bawah.

“Uwooooooooh!”

Tentara undead Unsightly Humility maju ke depan. Mereka tidak berniat bentrok dengan tentara musuh.

Di saat berikutnya, tubuh pasukan undead menjadi tembus cahaya.

Fluidities.

Rentetan bilah bumerang dan panah secara bertahap tembus melewati pasukan undead. Fluidities memungkinkan mereka, memperoleh kekebalan terhadap serangan fisik dan sihir.

Selama lawan tidak memiliki cara untuk menyerang tubuh, yang dipindahkan ke alam spektral, tidak ada cara untuk melukai mereka. Bahkan, jika beberapa mampu menggunakan sihir tipe manifestasi jiwa, tak akan cukup untuk mempengaruhi seluruh pasukan.

Jadi, mereka akan menghancurkan manusia dan ras asing dari dalam, dan mencapai pasukan utama musuh dalam sekejap.

Itu akan menjadi awal dari pembantaian tanpa pandang bulu, seperti yang selalu mereka lakukan.

“MAJU!”

Unsightly Humility maju ke depan, tanpa meragukan apa yang akan terjadi mulai sekarang. Namun, musuhnya juga menyerang tanpa gangguan dan tanpa melambat.

‘Hm?’

Melihat kalvary berlomba masuk, sedikit keraguan muncul di wajahnya. Dia mengira, mereka akan berpencar ke samping untuk menghindari benturan langsung. Tapi, putri Haramark sedang melaju begitu cepat, sehingga liontin di kalungnya berkibar.

“Flone!”

Teresa berteriak, ketika jarak antara kedua pasukan itu memendek, menjadi sekitar beberapa ratus meter.

[Un!]

Sebuah suara terdengar dari liontin yang ia dapatkan dari Seol Jihu.

[Ayo pergi, guys!]

Flone terbang keluar dari liontin, dengan kepulan asap hitam.

“….?”

Mata hampa Unsightly Humility berkedip dalam kebingungan. Awan asap aneh telah melonjak di udara. Dan sekarang, itu membesar puluhan… tidak, ratusan kali ukurannya.

[Kiaaaaaa…!]

[Kiiiiiiiiiiiiiiiii…!]

Teriakan dingin yang sepertinya berasal dari abyss bergema. Keputus-asaan yang tak terlukiskan, memenuhi medan perang dalam sekejap.

Unit roh pendendam.

Kartu pertama yang disiapkan Seol Jihu terungkap.

“Itu…!”

Unsightly Humility tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Dia tidak melihatnya salah.

Sebagai raja undead, dia bisa merasakan keberadaan, seperti apa roh pendendam ini.

Dia dihadapkan pada situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Unsightly Humility menarik kendali, dan memerintahkan kuda spektralnya untuk berhenti.

Namun, unit roh pendendam yang dipimpin oleh Flone, memancarkan mata merah mereka, dan menerkam pasukan undead yang tembus pandang.

[Kkikkikki, kkikkikki!]

Satu roh pendendam menempel di ghoul. Kemudian, sesuatu yang mengejutkan terjadi. Ghoul yang tembus pandang itu tersandung ke tanah. Itu melawan roh pendendam dengan keras. Tapi, lengan ghoul itu secara bertahap menembus tubuh roh pendendam.

Tanpa halangan, mulut roh pendendam itu terbelah sampai ke ujung telinganya, dan menelan seluruh kepala ghoul itu.

Tubuh ghoul itu menjadi lemas, dengan cepat mendapatkan kembali warna aslinya.

Adegan serupa terjadi di semua tempat.

Ghoul, dullahan, skeleton…

Beberapa spesies undead seperti wraith melawan balik. Tapi, kebanyakan dari mereka jatuh, tanpa bisa mengangkat satu jaripun.

Setelah melahap korban, roh-roh pendendam terbang mencari mangsa baru, dan unit kavaleri berjalan melewati tubuh para ghoul yang diam bergerak.

Adegan yang benar-benar kebalikan dari imajinasi Unsightly Humility pecah.

‘Tidak mungkin…!’

Dia harus mengakui dengan enggan, jika Fluidities telah dihentikan. Second Army yang selalu berdiri di garis depan pertempuran, sekarang dipukul mundur tanpa daya.

Unsightly Humility dengan cepat menghilangkan kebodohannya, dan menghadapi unit kavaleri yang melintasi pasukan undead. Dia tidak pernah berpikir, jika pasukan sekutu akan mengembangkan unit roh pendendam, untuk melawan pasukan undead.

‘Seandainya, saja Abhorrent Charity ada di sini…!’

Dia tidak bisa tidak menyesali kematian Third Army Commander, yang merupakan necromancer yang terampil.

Death knight, ghoul, dan beberapa spesies lain mampu melawan. tapi, situasinya tidak menguntungkan mereka. Dia baru saja menyaksikan roh pendendam tertentu yang puluhan kali lebih besar dari yang lain… mengirimkan seorang death knight terbang, dengan sebuah pukulan.

Unsightly Humility tidak bisa lagi duduk diam. Itu karena roh pendendam yang jauh lebih besar dari raksasa sebelumnya, sedang datang untuknya.

Saat dia mundur untuk menghindari asap hitam yang membubung…

Kwang!

Gelombang kejut yang intens, mengguncang tempat ia berdiri.

“Ha ha!”

Star of Wrath, Wu Lei tertawa terbahak-bahak, dengan great sword-nya yang menusuk ke tanah. Seorang Executor telah muncul.

Kuda spektralnya dengan cerdik melompat menjauh, dan lolos dari jangkauan gelombang kejut. Namun, lingkaran sihir ungu muncul di udara, memanggil sekelompok Valkyrie berarmor baja.

Unsightly Humility mengayunkan pedangnya membentuk lengkungan lebar, menyingkirkan para Valkyrie yang menyerang. Tapi karena Valkyrie, dia gagal melihat benang tipis merayap ke depan dengan kecepatan sangat tinggi, dan mengikat kaki kuda spektral.

Setelah melingkar tanpa disadari, benangnya kemudian menjadi kencang.

-Prrrr!

“Tembak!”

Pada saat Unsightly Humility memperhatikan, kuda spektral sudah diseret ke tanah.

Masalahnya, ini baru permulaan.

Unsightly Humility berbalik, tiba-tiba untuk menyelamatkan kudanya. Dan, asap hitam yang meluncur ke arahnya, menyerempet melewatinya.

Craak!

Bahu kirinya terkoyak, dengan suara yang menghancurkan tulang. Unsightly Humility mendarat di tanah, setelah nyaris tidak bangkit. Lalu, dia memiringkan kepalanya.

[Mm… kamu tidak terlalu enak.]

Roh yang menakutkan, dengan ratusan tahun dendam, sedang mengunyah lengan kiri Unsightly Humility.

[Tapi yah, Army Commander adalah Army Commander. Aku akan memakannya, karena itu bagus untuk tubuhku.]

Menilai dari bagaimana energinya meningkat dengan setiap gigitan, dia sepertinya adalah Servant of Gluttony.

Meskipun Unsightly Humility kehilangan lengannya karena kecerobohan sesaat, dia dengan cepat menilai situasinya dan membuat penilaian.

‘Aku hanya bisa merasakan setengah dari energi Gluttony… Pasti ada yang lain.’

Mengetahui jika Authority of Gluttony didistribusikan secara merata di antara para Servant. Unsightly Humility berdiri berjaga-jaga dan menggertakkan giginya. Karena kehilangan satu lengan, dia tak lagi berani dengan ceroboh.

Itu pasti kesalahan di pihaknya. Tapi, dia tidak pernah membayangkan, jika serangan yang mengancam akan terbang ke arahnya, ke segala arah.

“Kamu mengatakan satu Executor, dan setidaknya empat Servant diperlukan, untuk mengulur waktu melawanmu… apakah kamu ingat itu?”

Cinzia melangkah ke depan, dijaga oleh rombongan Valkyrie.

“Nah, bagaimana menurutmu?”

Melihat Unsightly Humility yang kaku seperti patung batu, dia merentangkan tangannya.

“Aku tidak tahu apa yang kamu suka. Jadi, aku menyiapkan segala macam hal.”

Melihat ke sekeliling ke grup, Unsightly Humility menggeretakkan giginya. Ada dua… tidak, tiga Executor dari Seven Sins. Agnes yang dulunya adalah Servant of Laziness, telah menjadi Servant of Pride.

Setidaknya, ada selusin Servant yang mengikuti ketiga Executor, Servant of Gluttony yang harus sangat ia waspadai, dan roh pendendam yang kuat dan yang terus bertambah besar.

Unsightly Humility kehilangan kata-katanya sesaat.

“…Sungguh suatu kehormatan.”

Kemudian, dia memperbaiki cengkeramannya pada pedangnya dan menyeringai.

“Ini lebih seperti itu. aku menghargai perawatan yang layak untuk statusku.”

“Sesuai? Menurutmu, kami tidak berlebihan?”

“Itu masih harus dilihat.”

Unsightly Humility mulai memancarkan energi yang dahsyat.

“Aku tidak punya niat untuk jatuh dengan mudah. Baiklah, aku akui, jika aku sedikit terkejut. Untuk berpikir, kamu akan menginvestasikan begitu banyak sumber daya, untuk menghentikanku.”

Dia sepertinya bertanya, apa yang akan mereka lakukan, terhadap Army Commander lainnya.

“Siapa tahu? Mengapa kamu tidak mencari tahu?”

Cinzia berbicara dengan santai, dan mengangkat bahu.

“Jangan berpikir, mengulur waktu adalah satu-satunya yang perlu kamu lakukan.”

Memamerkan sepasang mata seperti binatang, dia menyeringai.

“Kami memiliki sumber cadangan yang cukup untuk bertahan di tiga tempat lainnya, sementara kami menjagamu.”

Mata Unsightly Humility bersinar lebih dalam. Pasukan sekutu baru saja mengungkapkan, jika dia adalah target pertama mereka.

“Dan apa itu…”

[Hei, apa yang coba kamu tarik?]

Pada saat itu, suara Flone memotong Unsightly Humility.

[Kamu mencoba mengulur waktu, bukan? Apa menurutmu kami akan jatuh ke perangkapmu?]

Unsightly Humility tersentak. Flone tepat sasaran.

[Tidak bisa!]

Flone menunjuk ke arahnya dan berteriak.

[Gorgonu! Santap dia!]

Roh pendendam yang besar dari vila kaisar kuno, menerkam Unsightly Humility.

***

 

Di waktu yang sama.

Parasite menjadi berantakan, saat kedua pasukan itu bentrok. Second Army dihancurkan untuk pertama kalinya, setelah memiliki rekor tak terkalahkan.

Melihat jika itu tidak terlihat bagus untuk Unsightly Humility, Exploding Patience yang bertanggung jawab atas sayap kiri, tidak bisa diam lebih lama lagi.

Untuk mencegah Second Army dihancurkan, pasukan Fifth Army dibutuhkan. Lagipula, banshee juga merupakan jiwa yang terkutuk, seperti roh pendendam.

Karena pasukan sekutu menginvestasikan satuan unit yang begitu besar, dalam menangani Unsightly Humility. Seharusnya, tidak ada orang yang mampu secara bersamaan berdiri di sayap kiri dan kanan.

‘Tapi, apakah dia akan tetap diam…?’

Dia khawatir tentang Seol Jihu, tapi segera menyingkirkan pikiran itu.

Seseorang harus melihat skema besar hal-hal dalam perang. Seseorang sekaliber Seol Jihu meluangkan waktu untuk menghadapinya, akan lebih dari layak untuk sekutunya. Dia sepenuhnya percaya, jika Ratu Parasite tidak akan melewatkan kesempatan ini.

Setelah mengatur pikirannya, Exploding Patience meninggalkan pasukan parasite dan undead. Dan dia hanya pergi dengan Fifth Army untuk memperkuat Unsightly Humility.

Sebaliknya, dia mencoba. Dia tiba-tiba berhenti, tepat saat ia terbang menuju Unsightly Humility.

“…Apa?”

Melihat kekuatan sekutu, mata Ratu Banshee membelalak kaget.




< Prev  I  Index  I  Next >

Posting Komentar untuk "SCG_465"

Follow Us