Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

OG_1329

gambar

Overgeared

OG_1329

Bab 1329

 

Great Demon ke-29, Marchosias.

Pada suatu waktu, dia menikmati perjuangannya. Dia gagal menahan darahnya yang mendidih, dan berambisi untuk menjadi penguasa neraka yang lebih dalam untuk memimpin lebih banyak tentara.

Namun, dia dikalahkan oleh pengembara, Zepar, dan sempat kehilangan 29th Hell. Naluri dan gairah liarnya memuda,r seperti kebohongan. Dia lalu mempelajari konsep ‘batasan’.

Marchosias memerintah, dengan mengubah segala sesuatu yang disentuhnya menjadi batu. Dia kehilangan semua motivasi, begitu dia menemukan ada beberapa benda, yang tidak bisa diubah menjadi batu. Dan, banyak dari itu ada di sini, di neraka.

Demon tidak berbeda dari manusia. Nasib mereka terkadang ditentukan oleh bakat bawaan.

‘Penampilannya tidak buruk untuk manusia. Haruskah aku membuatnya menjadi patung batu, untuk mendekorasi kamarku?’

Marchosias tidak cukup bodoh untuk melepaskan manusia, yang menginvasi wilayah-nya sesuka hati. Dia tidak terdegradasi, sejauh mana ia akan mundur dari manusia.

Demon Slayer?

Itu adalah gelar yang agung, tapi wanita itu masih muda, dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Dia melepaskannya sekali atau dua kali, karena itu menjengkelkan. Dan dia bisa menanganinya dengan mudah, selama dia mengambil keputusan.

[.....?]

Marchosias mendekati Yura, ketika dia tiba-tiba merasa bingung. Itu karena, Yura yang berdiri di depannya, tiba-tiba menghilang. Kemudian, dia menyadari jika bukan Yura yang menghilang.

Itu adalah visinya yang telah berubah.

Dia menyia-nyiakan satu detik. Lalu, ada suara ledakan tajam di belakangnya, yang disertai rasa sakit. Dia menyadari darah yang tersebar ke segala arah adalah miliknya. Dan dia buru-buru menghembuskan nafas.

Kulit dan otot Marchosias berubah menjadi batu keras. Benda panas dan tajam yang membelah tubuh Marchosias, mengeras.

Itu mungkin pedang, tapi itu tidak bisa lagi memotong tubuh Marchosias.

Ini memantul. Marchosias terus mengubah dirinya menjadi batu, saat dia mengangkat lehernya yang setengah terpotong, dan melihat ke belakang.

Dia melihat orang, selain Demon Slayer.

[Cepat...]

Dia bertanya-tanya, apakah manusia bisa secepat ini.

‘Transcendent?’

Dia bertanya-tanya, mengapa seorang yang transcendent ada di neraka.

‘Aku mendengar, jika transcendent cukup terobsesi dengan kehidupan.’

Transcendent adalah mereka yang hidup selamanya. Tapi, mereka tidak bisa menahan kematian fisik, tidak seperti legenda. Mereka melampaui batas-batas manusia, untuk mewujudkan keinginan sederhana mereka untuk berkembang, dan tenggelam dalam dunia mereka sendiri sepanjang hari.

Oleh karena itu, mereka memiliki sedikit kegiatan eksternal. Namun seseorang melangkah ke neraka dengan sukarela?

‘Selain itu, mengapa dia di neraka-ku?’

Hari ini adalah hari yang menyebalkan, dalam banyak hal. Baal tidak hanya datang, dan dia membuat masalah. Sekarang, ada Demon Slayer dan transcendent...

‘Tsk, ini tidak menyenangkan.’

Dia tidak ingin melihat seorang transcendent yang mungkin sudah hidup bertahun-tahun. Marchosias menjadi berhati-hati, dan menghembuskan nafas sebagai percobaan.

Segala sesuatu yang ada di mana nafas berbentuk topan lewat, dengan cepat berubah menjadi batu. Itu bisa disebut gelombang batu. Manusia di ujung gelombang itu...

[...Ck.]

Tak ada pembatuan. Marchosias mendecakkan lidahnya, melebarkan sayapnya, dan terbang mundur. ia juga mengkonfirmasi, jika Demon Slayer yang menghalangi jalannya.

“Aku tidak peduli apa yang kamu lakukan di sini. Bisakah kamu pergi begitu saja?”

Ada takhayul di antara demon.

Itu adalah takhayul, jika setiap kali daging dimusnahkan dan daging lahir, dia akan memperoleh kekuatan yang lebih kuat atau baru. Tentu saja, Marchosias tidak percaya pada takhayul itu.

Hell Gao, Drasion, Morax, Astaroth, Furfur…

Dia pikir itu adalah rumor yang disebarkan oleh para pengikut idiot, yang kehilangan daging mereka karena Sword Saint Muller, untuk menjaga martabat tuan mereka.

‘Buang-buang waktu saja untuk mati.’

Dia mungkin hanya dibangkitkan, setelah beberapa ratus tahun. Hidup dak akan berbeda dari sebelumnya, bahkan jika dia dibangkitkan. Marchosias hanya menginginkan kedamaian dan ketenangan.

Yura terguncang oleh kata-kata Marchosias tentang mundur. Perkembangan ini tidak terduga, dan tatapannya yang goyah beralih ke Grid.

Mereka berkomunikasi, tanpa sepengetahuan Marcosias.

-Glant menasihatiku untuk menghindari pertempuran dengan Marchosias, sebanyak mungkin. Dia mengatakan, jika Marchosias tidak khawatir setelah suatu insiden, peringkatnya akan jauh lebih tinggi dari sekarang. Sulit untuk mempercayai peringkat yang terlihat. Ada banyak variabel. Jadi, lebih baik hindari dia.

-Aku ingin bertarung.

Sejak zaman kuno, premis membunuh great demon adalah ‘di dunia manusia’. Mereka mungkin great demon yang sama. tapi, ada perbedaan besar di dunia manusia dibandingkan di neraka. Karena itu, Grid ingin mengonfirmasinya.

-Aku harus memastikan, jika great demon di neraka, sama hebatnya dengan rumor yang beredar.

Grid berencana menggunakan neraka, sebagai panggung utamanya untuk kegiatan di masa depan. Jadi, perlu untuk mendapatkan gambaran, tentang kekuatan tempur great demon.

Dia perlu tahu, apakah keahliannya bisa menangani great demon di wilayah itu, sebelum dia bisa membuat rencana yang matang.

Yura mengangguk, ketika dia membaca niat Grid.

-Aku mengerti... Namun, aku akan mengingatkanmu. Jangan ceroboh, hanya dengan melihat peringkatnya. Penilaian Glant mungkin tidak akurat tanpa syarat. Tapi dia mengatakan, jika Marchosias pantas berada di peringkat ke-22. Ini berarti, dia lebih kuat dari Beleth di dunia manusia.

-Lebih kuat dari Beleth?

Yura membesarkan Beleth, sehingga Grid bisa merasakannya dengan lebih jelas. Grid tenang, meskipun dia terus memperingatkan.

Karena itu, dia merasa perlu menanamkan kewaspadaan.

Lalu, apa ini?

-Aku tak sabar untuk itu.

Grid tersenyum, daripada gugup. Yura menyadari sesuatu, saat dia melihat cahaya di mata Grid.

Grid tidak takut pada Beleth. Itu benar-benar tidak bisa dipercaya. Hanya beberapa bulan yang lalu, wajah Grid penuh dengan agitasi dan kejutan, sepanjang pertarungan melawan Beleth.

Video ekspresi cemas Grid saat dia berharap momen ini, berakhir masih populer di kalangan orang. Namun, pendiriannya berubah, hanya dalam beberapa bulan?

‘Tidak, ini bukan hanya beberapa bulan, jika memikirkannya sekarang.’

Nilai waktu bervariasi, setiap saat.

Sejak pertempuran Beleth, Grid sudah menulis tiga epik.

Epik pertarungan dengan Saleos, epik kedelapan di Pulau Cokro, dan epik kesembilan di neraka belum lama ini. Jangka waktu beberapa bulan terakhir ini singkat. Tapi, itu memiliki nilai khusus bagi Grid.

Dia harus mempercayai Grid.

Keyakinan Grid mungkin berasal dari kesalahan penilaian, tapi dia akan melindunginya kali ini.

Yura mengambil keputusan dan menggunakan Hell Leap, untuk pindah ke daerah perbukitan yang baru saja dibuat oleh Baal. Dia menemukan beberapa tempat berlindung, menurunkan dirinya sendiri, dan memasang senjata sniper.

Dia mengingat percakapannya dengan Glant, yang berusia seribu tahun.

“Kekuatan nyata Marchosias terletak pada membatukan dirinya sendiri, bukan benda lain. Dia bisa mengeraskan kulit dan ototnya, untuk membuat dirinya lebih keras dari baja. Bayangkan, jika pria itu membatukan, bahkan kerangkanya. Jika dunia binasa, dia sendiri yang akan hidup.”

“Apakah itu berarti, dia tidak bisa dibunuh?”

“Ya. Karena itu, melawannya tak ada gunanya. Jika kamu harus melawannya, bidik kelopak matanya. Tidak nyaman untuk membatukan otot kelopak mata. Karena itu, dia memiliki kebiasaan untuk tidak membatukan otot kelopak matanya. Jika kamu menembakkan kelopak matanya, maka kamu akan punya waktu untuk melarikan diri.”

Laras Yura berisi magic power berwarna giok, saat dia membidik. Meningkatkan akurasi, memperkuat peluru, mempercepat proyektil, memberikan sifat penghancuran kejahatan dan penetrasi, dll.

Semua jenis skill buff yang cocok untuk situasi itu, berulang kali tumpang tindih pada senjata Alex.

Tentu saja, tak ada energi yang terlihat. Itu karena, sniping harus dilakukan secara rahasia. Namun, lawannya adalah great demon.

[...Aku tidak punya niat untuk bertarung.]

Marchosias mengerutkan kening, saat dia merasakan energi yang mengancam, dan semakin membatukan tubuhnya. Hanya ketika kulit, otot, dan bahkan tulangnya membatu, barulah Marchosias merasa cukup keras untuk melihat ke luar.

Fisiknya begitu besar, sehingga mengingatkannya pada gunung besar yang tertanam dalam di tanah.

Namun, Yura tahu kelemahannya. Itu terjadi, saat Yura hendak menarik pelatuknya...

-Aku pikir, lebih masuk akal untuk bertarung sendirian.

-.....!

Saat whisper baru tiba, sebuah kerudung menutupi teropongnya. Itu adalah jubah Grid.

Grid dengan sengaja mengganggu lintasan tembakan Yura.

-Aku mengerti.

Berapa banyak Grid tumbuh, sejak dia menghadapi Beleth?

Yang paling aneh sebenarnya adalah Grid. Dia meminta pengertian Yura, dan mulai menari. Jarang sekali, dia mengambil beberapa langkah.

Marchosias adalah patung batu yang tidak bergerak. Grid melihatnya sebagai kesempatan emas, dan meningkatkan kekuatan Sword Dance-nya, hingga batasnya.

“Pinnacle.”

Tak seperti ranker biasa yang secara konsisten menyerbu monster bos di berbagai area, untuk mendapat untung. Grid memiliki sumber pendapatan yang disebut ‘Kerajaan Overgeared’. Dan dia tidak perlu terobsesi dengan raid.

Jauh lebih menguntungkan membuat item, daripada melakukan raid.

Karena keadaan ini, jumlah raid yang dilakukan Grid sangat kecil. Itu adalah jumlah yang jauh lebih rendah dari yang lain. Namun, jika seseorang menghitung jumlah serangan untuk ‘bos yang strategi serangannya belum terungkap’, Grid akan bersaing untuk tempat pertama atau kedua.

Itu berarti, dia adalah master raid.

Dia sudah menyadari, jika Marchosias adalah seorang bos yang berspesialisasi dalam pertahanan. Dia juga memperhatikan kelemahan Marchosias, berdasarkan wajah Marchosias. Matanya yang tidak kabur, meski mengeras seluruh tubuhnya.

Sword Dance yang mengabaikan pertahanan target, memotong secara diagonal pada mata Marchosias.

29th Hell berguncang, karena banyak pendarahan.

Rasa sakit yang tak terduga, menyebabkan Marchosias berteriak. Marchosias berlumuran darahnya sendiri, dan dia mulai mengamuk.

[Masih... Aku tidak bisa diam selamanya!!”

Naluri yang telah disingkirkan oleh Marchosias, telah dibangkitkan. Kemarahan besar membangkitkan keganasan great demon.

Itu akan terjadi suatu hari nanti, bahkan jika Grid tidak menyentuhnya. Great demon yang mencari kedamaian, yang tidak mungkin ada.

Setiap kali Marchosias meraung, bebatuan raksasa tercipta dan terus mengarah ke Grid.

Grid merasakan perasaan akan terkena tanah longsor. Pembentukan batu raksasa itu sangat mengancam. Grid terjebak di antara tumpukan batu yang membentuk sumur, dan tinju raksasa menghantam wajahnya.

Batu-batu pecah dan pecahan-pecahan itu terbang ke segala arah. Namun, daging dan darah Grid tidak terlihat. Marchosias kehilangan pandangan Grid, dan buru-buru membatukan dirinya sendiri.

-Tentu, ini lebih tinggi dari level dan statistik Beleth.

“Dragon.”

Grid menyampaikan sentimennya kepada Yura, saat dia menembus Marchosias.

-Namun, level dan statistik, bukanlah satu-satunya ukuran kekuatan.

Level dan statistik Beleth mungkin sangat melemah di dunia manusia. Tapi, kekuatan dan visinya beberapa kali lebih baik dari Marchosias. Secara keseluruhan, Beleth lebih kuat.

Tidak perlu menjelaskan secara detail.

Bertentangan dengan apa yang terlihat, Beleth yang berada di dunia manusia, lebih kuat dari pada Marchosias yang berada di neraka.

Tentu saja, ini tidak berarti Marchosias lemah. Hanya saja, Grid membanjiri Marchosias.

“Open Potential. Dragon.”

[Sword Dance Pagma, Dragon, untuk sementara berevolusi menjadi Sword Dance Grid.]

“Sword Dance Creation. Transcend Dragon Kill Pinnacle.”

Sword Dance Creation memberi potensi tak terbatas pada Sword Dance Grid.

Grid bisa membuat lusinan Sword Dance secara teori, dan dia menembus tubuh Marchosias lagi dan lagi. Lalu, dia mendominasi medan perang.




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "OG_1329"