Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

SCG_471

gambar

The Second Coming of Gluttony

SCG_471

Bab 471. Garis Pertahanan yang Runtuh (1)

 

“Batuk! Batuk!”

Seol Jihu bangun dengan batuk parau.

Wajahnya basah. Dia tanpa sadar menyeka mulutnya, dan matanya membelalak. Darah segar membasahi tangannya. Wajahnya berlumuran darah, tanpa ia sadari.

“Ugh…”

Pusing yang hebat melanda kepalanya. Sejujurnya… dia tidak dalam kondisi yang baik. Dadanya terasa pengap, dan mana-nya mendidih. Dia juga merasa ada bagian tubuhnya yang kendur. Seperti, mobil baru yang dengan cepat digunakan.

Itu pasti harga untuk mengaktifkan God of Spear. Seol Jihu bergumam dalam hati, sebelum perlahan mengatur napas.

Cahaya keemasan yang mengelilingi tubuhnya berkedip, dan tubuhnya dengan cepat kembali ke warna aslinya.

God of Spear bukanlah kemampuan yang nyaman yang dapat digunakan, dan dipertahankan selama diinginkan. Seol Jihu telah mengaktifkannya, hanya untuk melarikan diri dari penghalang kekacauan, yang diciptakan Ratu Parasite.

Meskipun dia mencapai tujuannya, dia tidak bisa mengerti dan merasa. Seperti, dia menderita kerugian yang signifikan. Dia awalnya berencana untuk menyimpannya untuk menghabisi Ratu Parasite. Tapi sekarang, dia mengungkapkan kartu truf ini, Ratu Parasite pasti akan waspada terhadapnya.

Kemungkinan besar, dia tidak akan mudah jatuh ke perangkap ini di lain waktu. Ini secara alami berarti, jika kesempatannya untuk mengalahkan Ratu Parasite sekarang berkurang.

Namun, ada satu keuntungan yang menggembirakan. Itu adalah Ratu Parasite yang gagal, dalam serangan habis-habisannya.

Dia pasti mengambil beban berat untuk melakukan serangan seperti itu, dengan tubuhnya yang tidak stabil. Seol Jihu juga sedikit rakus dalam mengaktifkan God of Spear, untuk memberikan pukulan yang efektif.

Tidak peduli seberapa kuat Ratu Parasite, tidak mungkin dia baik-baik saja setelah ini.

Seol Jihu tidak salah.

Ratu Parasite terhuyung-huyung di kejauhan. Asap putih mengepul dari tubuhnya, dan ada lubang sepanjang 30 sentimeter di perutnya.

seperti, sampai Ratu Parasite mengulurkan tangannya.

Papapak!

Tiba-tiba, suara ledakan terdengar berurutan. Segera setelah itu, asap yang mendidih mereda, daging masuk ke dalam lubang, dan karapas yang keras terbuat di atasnya.

Ratu Parasite mendapatkan kembali kehadirannya, dalam sekejap.

‘Ah, tembak.’

Seol Jihu mengertakkan gigi, mengingat Ratu Parasite melakukan hal yang sama, ketika dia turun di Benteng Tigol. Jika ingatannya benar, dia telah menyerap setengah dari Net, untuk menggunakan serangan area luas.

Dia seharusnya senang jika jumlah Net akan turun. Tapi, itu bukan urusannya. Dari kelihatannya, Ratu Parasite baru saja menyerap sekitar selusin Net sekarang.

Dia tahu, total ada sekitar 200 Net.

Berdasarkan perhitungan sederhana, Ratu Parasite akan dapat menggunakan serangan itu, setidaknya lima belas kali.

Sekali atau dua kali mungkin baik-baik saja. Tapi Seol Jihu tidak percaya diri, untuk dapat menahan serangan lebih dari sepuluh kali.

‘Sial, bukankah kamu bilang, kamu akan berduel denganku?’

Dia mengutuk Black Seol Jihu, yang tidak terlihat, setelah dengan bangga membual tentang membantu.

‘Aku harus mengurus Net dulu…’

Namun, Net itu seperti darah kehidupan para Parasite dan Ratu Parasite. Tidak mungkin Ratu Parasite akan membiarkan dia menghancurkan Net dengan mudah.

‘Apa yang harus dilakukan, apa yang harus dilakukan…’

Seol Jihu menggigit bibirnya, ketika dia melihat Ratu Parasite mematahkan lehernya ke kiri dan ke kanan, sambil berjalan maju.

Lalu.

[Hmm?]

Ratu Parasite tiba-tiba berhenti.

“Ah.”

Seol Jihu yang mengangkat Spear of Purity, juga berhenti.

Tatapan mereka kemudian secara bersamaan berbelok ke arah yang sama, di mana sisi kanan Parasite dan sisi kiri pasukan sekutu berada.

***

 

Vulgar Chastity panik, ketika dia melihat Ratu Parasite dikirim terbang. Memeriksa situasi sisi kanan saat ini, kepanikannya semakin dalam.

Hanya mengapa, semuanya berubah seperti ini?

Pasukannya sendiri telah diubah menjadi kain oleh Fallen Angel dan serangan gabungan Star of Avarice, dan pasukan sisi kanan dibakar oleh cahaya Star of Lust.

Keributan total telah terjadi, saat dia diganggu oleh mage itu.

Yang terpenting, dia telah melakukan dosa besar, dengan membiarkan musuh mencapai Ratu.

“Tidak…”

‘Aku harus membalikkan keadaan.’

‘Aku harus pergi membantu Ratu.’

‘Tapi bagaimana caranya?’

‘Sudah terlambat untuk mengatur tentara…’

Vulgar Chastity hanya bisa memikirkan satu metode.

“Tidak…!”

Mata Vulgar Chastity terbuka, saat dia menatap tajam ke arah pasukan sekutu. Dia tampak sangat gila.

Dan selanjutnya…

Flash!

Cahaya yang menyilaukan keluar dari tubuh Vulgar Chastity.

Dia telah melepaskan divinity-nya.

***

 

‘Jadi, itu terjadi…’

Twisted Kindness yang memaksa anggota Valhalla mundur sejenak, menghela nafas, saat dia melihat cahaya menyebar.

Dia tidak berpikir, itu adalah keputusan yang bodoh. Penampilan Roselle adalah sesuatu yang tidak diharapkan Twisted Kindness. Dia tahu, jika sisi kanan akan mendapat masalah, saat dia merasakan energi kuat Roselle, yang menyaingi para Army Commander.

Tidak seperti Twisted Kindness yang bertahan melawan musuh-musuhnya, Vulgar Chastity telah gagal sejak awal.

Mungkin lebih baik dia melepaskan divinity-nya sekarang, ketika dia masih memiliki tentara yang tersisa.

Di mata Twisted Kindness, perang ini sepertinya akan berlangsung singkat. Kecuali pasukan sekutu benar-benar bodoh, tidak mungkin mereka akan menyeret pertempuran untuk waktu lama di tanah Parasite yang rusak.

Taktik yang mereka tunjukkan sejauh ini, lebih dari cukup bukti.

Seol Jihu dan Ratu Parasite, barisan depan dan tentara tengah, sisi kiri dan kanan, dan tentara belakang.

Gelombang pertempuran akan miring ke satu sisi, jika salah satu dari front ini berakhir.

Dan barusan, dengan Vulgar Chastity melepaskan divinity-nya, sayap kanan Parasite yang runtuh, mendapatkan kembali stabilitasnya.

Jika dia bisa menggunakan momentum ini untuk mengalahkan pasukan sekutu dan kemudian mendukung tempat lain… itu akan lebih dari cukup untuk menebus kesalahan sebelumnya.

Tentu saja, Twisted Kindness tidak merasa nyaman. Melepaskan divinity seseorang adalah pedang bermata dua.

Bagaimana jika pasukan sekutu bertahan sampai durasi berakhir?

Kemudian, situasinya akan miring ke arah lain.

‘Itu belum semuanya.’

Ada hal lain yang membuatnya khawatir.

‘Para dwarf itu.’

Mata Twisted Kindness menyipit, saat dia menatap ke kamp utama pasukan sekutu. Thunder adalah senjata pemusnah yang kuat, yang bahkan para Army Commander harus mewaspadai itu.

Namun, para dwarf tidak menggunakan Thunder sejak pasukan depan mulai bertempur. Twisted Kindness dapat merasakan, jika mereka sedang mengamati medan perang dengan hati-hati. Seolah-olah, mereka sedang menunggu sebuah kesempatan emas.

‘Betapa mencurigakan…’

Dia ingin menyerang ke kamp musuh, dan menghentikan apapun yang mereka rencanakan… tapi, itu bukanlah pilihan saat ini.

Dia bahkan tidak bisa menggunakan Teleport, karena semua jenis serangan datang ke arahnya, jika ia lengah bahkan sedetik.

Sepertinya, dia tidak akan memiliki kesempatan, sampai dia merawat Baek Haeju yang terus mengganggunya dengan sword qi yang diperkuat dan menakutkan. Dan burung phoenix yang hidup kembali, tidak peduli berapa kali ia memukulnya.

‘Aku lebih suka menangani masalah ini sendiri, daripada menyerahkannya pada succubus bodoh itu.’

Twisted Kindness memperkuat tekadnya, dan melebarkan sayapnya terbuka.

***

 

Di waktu yang sama.

Cahaya yang mewarnai langit dan bumi mereda. Dari cahaya yang samar-samar tersebar, seorang wanita cantik dengan jubah berkibar muncul.

Rambutnya yang turun sampai ke kakinya, berwarna putih salju yang indah, dan bulu putih menghiasi sepasang sayap kelelawar itu.

Cahaya keperakan terpancar di belakangnya, dia hampir terlihat seperti dewi yang mulia.

Pada saat itu, Vulgar Chastity perlahan membuka matanya yang tertutup. Suasana seperti dewi, lenyap sama sekali. Sepasang mata merah memikat menatap ke medan perang. Atau lebih tepatnya ke Roselle yang telah terbang, untuk menghindari pelepasan divinity.

[Mati.]

Vulgar Chastity mengangkat lengan kirinya.

Whish!

Sebuah kain yang disertai dengan energi yang sangat besar meluncur keluar ke arah Roselle. Pada saat yang sama, kabut berkabut keluar dari mulutnya.

Ketika Fallen Angel menyentuh kabut yang berkilauan, tubuh mereka menjadi hitam, dan mereka jatuh satu demi satu.

[Mati mati!!]

Vulgar Chastity tidak berhenti.

Dia mengulurkan tangannya ke arah kamp utama, pasukan sekutu. Energi tak berbentuk itu memotong medan perang secara instan, dan menerkam seorang Priest yang sedang melantunkan mantra.

Karena terkejut, Seo Yuhui dengan cepat mengajukan Bukti Castitas.

Pop!

“Kahuk!”

Saat pembatasnya meledak dengan keras, Seo Yuhui didorong ke belakang. Kakinya meninggalkan jejak panjang di tanah.

“Unni!”

Eun Yuri bergegas masuk, dan menangkap punggung Seo Yuhui yang goyah.

“Apa kamu baik baik saja?”

“Ya, aku baik-baik saja…”

Seo Yuhui bangkit kembali, dan menatap ke depan.

[Di sana…]

[Bakar dunia!]

Kwakwakwang!

Pilar-pilar api besar yang berkobar, meletus dari berbagai tempat di tanah.

[Ahahahahahahaha!]

Vulgar Chastity terkekeh keras, saat menyaksikan ratusan pilar api yang mengangkat langit.

[Sangat mudah. Aku seharusnya melakukannya lebih cepat.]

“Hnng…”

Roselle mengeluarkan suara sengau, saat dia menyaksikan Vulgar Chastity, yang mendapatkan kembali kepercayaan dirinya, sepenuhnya.

“Aku menyuruhnya melepaskan divinity-nya…”

Ssp.

Dia bergumam, sebelum menjilat darah yang keluar dari jarinya. Dengan ini, dadu yang akan memiringkan keseimbangan pertempuran, dilemparkan.

Hanya akan ada satu dari dua hasil:

Vulgar Chastity akan bertahan, atau kekuatan sekutu akan bertahan.

…Atau, begitulah yang mungkin dipikirkan musuh.

Pada kenyataannya, ada hasil ketiga. Namun tidak mungkin, itu adalah, ‘Kekalahan Vulgar Chastity saat divinity-nya dilepaskan’.

Selama ini bisa dilakukan, Parasite akan menderita kerugian besar. Dan, kekuatan sekutu akan mendapatkan keuntungan besar.

Sebagai mage kuno, Roselle adalah satu-satunya di samping Seol Jihu, yang mungkin bisa mencapai prestasi yang mustahil.

Tentu saja, itu tidak berarti, dia tidak melihat kenyataan. Terus terang, tidak mungkin jika dia bisa mengalahkan Vulgar Chastity saat ini, jika sendirian.

Dia bertukar pandangan dengan Gabriel, dan menyusun segala macam rencana. Tapi, itu masih sulit.

“Kami masih melewatkan sesuatu.”

Apa yang mereka lakukan, seperti memukul batu dengan telur. Tapi, seperti bagaimana Eun Yuri melahirkan monster alien, dengan keterampilan memasaknya yang mengerikan… jika hanya ada satu bahan lagi untuk mengisi kekurangan ini….

Lalu.

Sesuatu menarik perhatian Roselle, saat dia melihat sekeliling medan perang. Meskipun dia terlihat agak jauh, pemandangan yang agak aneh terjadi di sana.

Di dalam medan perang berdarah, seorang archer laki-laki berbaring telungkup di tanah, mengarahkan panahnya ke arah mereka. Dia tidak memperhatikan apapun yang terjadi di sekitarnya, dan hanya fokus pada bidikannya. Seolah-olah, dia berada di titik tembak yang sempurna.

Selain itu, Roselle bisa merasakan tingkat ketetapan hati yang luar biasa, yang sarat dengan kebencian. Sepertinya, dia mengatakan jika dia akan mencapai targetnya tidak peduli biayanya.

Dan saat Roselle merasakan tekad teguh pria itu…

-Kamu di sana.

Dia mendapati dirinya berbicara dengan pria itu.

-Apa yang sedang kamu lakukan?

Siapapun akan bingung, jika sebuah suara tiba-tiba bergema di kepala mereka. tapi, pria itu bahkan tidak bergeming. Dia tetap di posisi yang sama, menghapus niat dan kehadiran membunuhnya, dan tidak kehilangan fokusnya.

“Oho. “

Roselle berseru pelan. Dia tidak tahu keadaan pria itu. Tapi secara naluriah dia tahu, jika dia baru saja menemukan bahan yang sempurna.

-Kamu tidak perlu berbicara atau mencariku. Yang harus kamu lakukan hanyalah berpikir.

Suara lembut terdengar di kepala pria itu lagi.

Marcel Ghionea yang telah mengincar Vulgar Chastity, menggerakkan alisnya sedikit.

‘…Sekali.’

-Sekali?

Roselle bertanya kembali, setelah membaca pikiran Marcel Ghionea.

‘Sekali saja sudah cukup.’

Marcel Ghionea mengangguk.

‘Beri aku satu kesempatan.’

-Apakah kamu memahami, pentingnya apa yang baru saja kamu katakan?

Menciptakan celah untuk melawan Army Commander yang dibebaskan oleh divinity, bukanlah hal yang mudah. Itu mungkin, karena mereka menghadapi Vulgar Chastity. Tapi, itu hampir tidak mungkin saat melawan seseorang seperti Twisted Kindness.

-Apakah kamu yakin, dalam memberikan pukulan terakhir, jika diberi kesempatan?

Marcel Ghionea menggelengkan kepalanya sedikit. Bukannya dia adalah seorang Executor. Dia tahu batas kemampuannya, lebih dari siapa pun.

‘Tidak, itu akan sulit. Tapi…’

-Tapi?

‘Aku akan menggunakan celah yang kamu buat untukku, dan mengembalikan dengan celah yang lebih besar.’

Senyum lebar muncul di wajah Roselle. Dia menerima jawaban realistis yang ia harapkan.

Archer itu tidak akan terus berbicara dengannya, jika dia bersikeras dengan teguh dalam kemarahan. Tapi, Roselle bisa mengatakan, jika keadaan pikiran archer itu saat ini, sedingin tatapan matanya.

-Sangat bagus.

Roselle memutuskan untuk mempercayai pria itu.

-Aku siap, saat kamu siap. Jangan khawatir tentang memukulnya. Tembak saja, saat kamu merasa memiliki peluang terbaik.

Dengan itu, suara Roselle menghilang.

Marcel Ghionea mengeluarkan anak panah dari tabung-nya, yang mengeluarkan cahaya dingin. Dia memasangnya di tali busur. Itu adalah panah Special Thunder, yang ia minta untuk dibuat Vidalif, menggunakan nama Seol Jihu.

Kesempatan terbaik.

Marcel Ghionea menyeringai, saat dia memperbaiki panah di genggamannya. Dari gigi yang terungkap di antara bibirnya, taring tajamnya berkedip biru dari cahaya panah.




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "SCG_471"