Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

SCG_475

gambar

The Second Coming of Gluttony

SCG_475

Bab 475. Garis Pertahanan yang Runtuh (5)

 

Asap yang tercipta dari ledakan, perlahan terangkat. Unsightly Humility muncul di tengah kawah besar yang dalam.

Prediksi Black Seol Jihu tepat. Unsightly Humility belum meninggal.

Kuda spektral itu pasti telah tercabik-cabik, karena tidak terlihat di mana pun. Kondisi Unsightly Humility bahkan lebih mengejutkan.

Pedangnya yang telah berubah menjadi greatsword setelah pelepasan divinity-nya, patah menjadi dua. Bilah yang tersisa, memiliki retakan seperti jaring laba-laba. itu membuatnya jelas jika itu tidak akan berfungsi dengan baik, hampir seperti pemilik pedang tersebut.

Armor hitam legam yang sepertinya terbuat dari bahan khusus, benar-benar rusak. Dengan beberapa bagian yang tersisa di tubuhnya. Sepertinya, dia mengenakan pakaian robek.

Tulang yang terlihat di bawah armornya yang rusak, tidak lebih baik. Itu berpijar, hampir seperti dicelupkan ke dalam tungku peleburan. Dan itu sebagian telah meleleh dan meneteskan cairan putih.

Sangat mudah untuk melihat jika dia menderita kerusakan yang parah. Dia pasti penuh dengan divine energy, karena baru saja melepaskan divinity-nya. Tapi, dia masih terkena ratusan panah, Thunder, dan Special Thunder.

Meskipun demikian, Unsightly Humility masih berdiri, kedua kaki kurusnya tetap di tanah.

[Keeeeeeuuu….]

Goyang, goyangkan.

Dia bergoyang, seolah dia akan jatuh kapan saja. Kemudian, tulang kering kirinya patah.

Itu tidak bisa menahan berat badannya, karena tulangnya telah meleleh, saat dia dalam kondisi lemah.

Unsightly Humility bergoyang, sebelum jatuh ke lututnya.

Lalu.

Koong!

Dia jatuh ke belakang, tiba-tiba merasakan beban berat dan niat jahat, yang kejam di tubuhnya. Ketika dia melihat ke atas sebagai tanggapan. Dia mengertakkan giginya, yang sebagian besar patah.

Roh pendendam raksasa menekannya, seolah ingin membunuhnya. Meskipun itu berarti, dia harus mengorbankan dirinya sendiri.

Bukan itu saja.

Beberapa orang menerobos awan kotoran.

[Lezat!]

Servant of Gluttony pertama, Flone, ditembak jatuh dengan cepat.

“Uriyaaaaaah!”

Star of Wrath, Wu Lei juga menyerang dengan greatsword-nya, sambil mengeluarkan energi yang kuat.

Star of Laziness, Cinzia turun sambil menciptakan lusinan lingkaran sihir ungu. Dan Star of Pride, Agnes melakukan hal yang sama, saat dia menembakkan jaring laba-laba.

Lebih dari selusin Servant mengikuti di belakang mereka. Dan di belakang terjauh, yang sedang menyiapkan mantra adalah Servant of Gluttony kedua, Roselle.

Semua menyerang, sebelum Unsightly Humility bisa pulih, setelah dibombardir oleh Thunders.

Wajah Unsightly Humility memucat dengan cepat.

***

 

Twisted Kindness menatap dengan sangat heran.

Dia curiga ada sesuatu, ketika dia tidak mendengar suara Thunders. Tapi tidak pernah dalam imajinasi terliarnya, dia mengira jika mereka akan menggunakan semuanya dalam satu serangan!

Sebenarnya, itu bukan seolah-olah Parasite tidak mendapatkan keuntungan dari ini. Tanpa Thunder, para dwarf adalah teknisi sederhana, yang tidak bisa berkontribusi dalam pertempuran.

Satu-satunya masalah adalah kerusakan yang mereka derita akibat Thunder, sangat besar.

Dengan Vulgar Chastity mati, kehilangan Unsightly Humility di atas semua… itu akan berarti kemunduran yang tidak dapat diubah bagi Parasite.

Ratu Parasite memiliki pemikiran yang sama dengan Twisted Kindness. Begitu dia menyadari ini, dia mengirim beberapa serangan jarak jauh ke Seol Jihu. Lalu, dia berbalik dan terbang pergi.

Namun, pada saat berikutnya, dia merasakan sesuatu menarik di kakinya. Kemudian, tubuh Ratu Parasite tiba-tiba melesat ke belakang.

[Kamu!]

Ratu Parasite menggerakkan kakinya dengan marah. Lalu, dia segera mengarahkan ujung sayap tulangnya ke arah Unsightly Humility.

Zwooooong!

Pancaran cahaya putih keluar dari empat belas pasang sayap tulangnya. Dia berusaha segera untuk membantu Unsightly Humility dari jarak jauh.

Boom, boom, boom!

Namun, itu pun terhenti di tengah. Seol Jihu telah bergerak dengan Ethereal Shift, dan memblokir serangan.

Mengayunkan Spear of Purity, tubuh Seol Jihu bersinar emas, sebelum Ratu Parasite menyadarinya. Dia telah mengaktifkan God of Spear lagi.

“Menurut kamu, ke mana kamu akan pergi, Yang Mulia?”

Seol Jihu mengedipkan mata dengan senyum berseri-seri.

Ratu Parasite menggigit bibir bawahnya. Sudah jelas seperti siang hari, bagaimana hal-hal ini akan berubah mulai sekarang.

Meskipun Vulgar Chastity binasa, pasukan sisi kanan masih hidup, dan sebagian besar pasukan sekutu telah ditarik. Jadi, itu masih bisa ditanggung.

Masalahnya adalah pasukan pembuka.

Itu sudah runtuh, tapi saat Unsightly Humility mati, itu akan segera hancur.

Dengan lenyapnya barisan depan, earthling akan bergabung dengan pasukan roh pendendam dan pasukan Enam Kerajaan yang bertempur dengan pasukan pusat.

Pasukan utama dari pasukan sekutu, kemudian akan dapat pindah ke sisi kiri, menghancurkan Exploding Patience.

Dengan itu, satu-satunya yang tersisa adalah Seventh Army Commander, di garis pertahanan terakhir.

Ratu Parasite tidak berpikir Twisted Kindness akan cukup, untuk menangani begitu banyak pasukan sekutu. Tidak peduli apa, dia harus menghentikan Unsightly Humility dari kehancuran.

“Apa yang ada di pikiranmu, bajingan? Aku tidak percaya, kamu memikirkan orang lain di tengah-tengah kencan kita!”

Kemudian, Masalahnya sendiri, berurusan dengan pria terkutuk yang ada di depannya ini.

[Maaf, tapi aku tidak tertarik, pada pria yang terus-menerus bersikap bodoh, ketika seorang wanita bersikap begitu terbuka.]

“….”

Seol Jihu tersentak, dipukul di tempat yang sakit. Dia mengagumi Ratu Parasite, karena bisa menunjukkan kalimat yang bagus, ketika dia sangat cemas dan gelisah.

Segera, pasukan di dekat Nest dan bahkan spesies induk yang mengelilingi mereka, mulai bergerak. Ratu Parasite menilai, jika ini adalah titik paling kritis dalam perang.

Salah satu yang akan menentukan arah perang ini, tergantung pada apa yang terjadi selanjutnya.

Hal terbaik adalah menyelamatkan Unsightly Humility, menyembuhkannya, dan membuatnya kembali ke medan perang. Tapi jika dia terlambat, dia tidak bisa mecegah pasukan pusat diterobos.

Sebelum perang mencapai titik yang tidak dapat diubah, dia harus mencapai sesuatu yang setara dengan kehilangan dua Army Commander.

Dan itu terserah dia dan Twisted Kindness.

[Keluar dari jalanku!]

Ratu Parasite dengan ganas membangkitkan energinya, dan bergegas maju untuk terobosan frontal.

Saat dia akan bertabrakan dengan Seol Jihu, dia diam-diam menghindar ke samping.

Setelah mengharapkan dia untuk menghalanginya, mata Ratu Parasite menyipit. Itu karena dia melihat sudut bibir Seol Jihu melengkung, saat dia menyeberang. Seolah, dia membiarkannya pergi dengan sengaja.

Terlepas dari itu, Ratu Parasite melanjutkan tindakannya. Jika bukan karena energi dingin yang merayap di belakangnya, dia akan memotong medan perang dalam sekejap.

Pada saat itu, Ratu Parasite tersentak dan berbalik.

‘Fokus pada satu hal, oke? Jangan mencoba merebut semuanya.’

Untuk beberapa alasan, kata-kata mengejek Sung Shihyun melintas di benaknya.

Sama seperti Ratu Parasite berbalik, dan melihat seorang Mage tertentu mengambang di atas ibukota…

Itu sudah terjadi.

***

 

Memundurkan waktu lima menit.

Seorang Mage diam-diam berteleportasi ke medan perang paling belakang. Orang yang melihat sekelilingnya, tidak lain adalah Eun Yuri.

Ratu Parasite sedang bertempur dengan Seol Jihu, tidak memperhatikannya sedikit pun. Dan barusan, pasukan Parasite dan spesies induk muncul di ibu kota dan area di belakangnya. Mereka sepertinya sedang dalam perjalanan, untuk bergabung dengan pasukan pusat.

‘Ini adalah kesempatan emas.’

Eun Yuri mengangguk. Dia sudah selesai menemukan lokasinya. Yang tersisa hanyalah melaksanakannya.

Dia harus berhasil apa pun yang terjadi, untuk menjadi jembatan yang mengarah pada akhir rencana kedua, dan untuk semua orang.

Segera, Eun Yuri menggulung lengan bajunya dan mengulurkan lengannya.

Sebuah bola yang bersinar terang naik ke langit.

“——. ———. ——. ———.”

Jari-jarinya bergerak, seolah-olah dia sedang memainkan piano. Mulutnya dengan cepat mulai mengucapkan mantra.

Saat nyanyiannya berlanjut, orb itu bergelombang, dengan semakin banyak energi. Ketika energi es dari Essence of Soma milik Eun Yuri bercampur menjadi orb, angin dingin mulai bertiup.

Ini juga saat Ratu Parasite memutuskan untuk menerobos pertahanan Seol Jihu.

Lengan Eun Yuri bergetar saat orb itu, terkondensasi dengan jumlah energi yang tak terbayangkan, bergetar hebat. Fakta jika orb itu tidak meledak, berarti Eun Yuri mengendalikan mantra sihir itu dengan sempurna.

Segera, mata Eun Yuri terbuka lebar.

Sebuah mantra yang dibuat dengan Eternal Light of Wisdom, melalui Perfect Righteous, dan dilemparkan dengan Roselle Recital.

“WORLD…!”

Orb itu bergetar dan memancarkan cahaya yang kuat.

Segera, permukaan orb itu retak, dan hawa dingin di dalamnya, meledak seperti bilah angin.

Total 47 bilah angin ditembakkan dari Eternal Light of Wisdom, sebelum menembak ke segala arah dengan ganas.

Alasan Eun Yuri yang kekuatannya hanya kedua setelah Seol Jihu, tetap pasif di perang ini adalah, untuk saat ini.

“…FREEZZZIIINNGGG!”

Gerakan pamungkas khas Roselle, Final Solo, terdengar.

Sebuah suara yang mengandung mana yang kuat, menyebar jauh dan luas. dan itu mengenai bilah angin yang memotong udara.

Lalu.

Angin kencang berubah menjadi ombak yang bergelombang, dan jatuh seperti hujan.

Hampir seperti percikan kembang api yang jatuh, badai es yang tiba-tiba berubah menjadi angin kencang berkecamuk di daerah sekitarnya.

Lebih tepatnya, itu di lokasi di mana Ratu Parasite telah menempatkan Nest.

Ketika Ratu Parasite menyadari kelainan itu dan melihat ke belakang, badai salju yang menakutkan berputar-putar di lokasi Nest.

-KIIIIIIIIIII!

-KIIIAAAAAAAAA!

Dengan energi es yang mengamuk di sekitar mereka, Nest menjerit keras. Spesies induk yang melindungi Nest, tidak terkecuali. Mantra Eun Yuri telah mencakup semuanya.

“…FREEZZZIIINNGGG!”

Eun Yuri tidak berhenti.

“…FREEZZZIIINNGGG!”

“…FREEZZZIIINNGGG!”

Saat dia terus melantunkan Final Solo, jeritan Nest dengan cepat mereda. Permukaan tubuh mereka menjadi tertutup es, membekukan mereka di tempatnya.

Berkat Eun Yuri yang mencurahkan semua mana dalam serangan ini. Tidak butuh waktu lama, sebelum Nest kehilangan kemampuan mereka untuk melawan. Dan, gerakan putus asa dari Nest yang sekarat, berhenti.

Mata Ratu Parasite bergetar dengan lemah. Tidak pernah dalam imajinasi terliarnya, dia berpikir akan ada seseorang yang mampu menghancurkan Nest yang tersebar luas, secara bersamaan.

Sudut bibir Seol Jihu melengkung.

Kemudian, Eun Yuri bertepuk tangan dengan kuat.

Chak!

Telapak tangannya saling memukul.

Dentang!

Dengan suara kaca yang pecah, es yang membeku itu meledak secara bersamaan, dan menghancurkan Nest.

Kristal es yang berkilau dan cairan tubuh yang kental dari Nest, bercampur menjadi kabut yang indah.

“Huff… Huff…”

Eun Yuri terengah-engah dan dengan paksa menahan dirinya, agar tidak terjatuh. Jubahnya menempel di tubuhnya, basah oleh keringat. Dan, bau terbakar keluar dari mulutnya.

Dia telah menggunakan semua kekuatannya, dalam serangan sebelumnya.

Seperti pepatah, seorang murid akhirnya mengejar guru-nya. Kekuatan dan kendali yang diperlihatkan Eun Yuri, tidak kurang dari milik Roselle.

Yang terpenting adalah Eun Yuri berhasil menghancurkan Nest yang sangat disayangi Ratu Parasite. Itu memiliki arti yang signifikan.

Parasite tidak lagi memiliki metode untuk memulihkan ‘spesies reproduksi’-nya. Sebagian besar pasukan mereka telah lepas dari kendali mereka. Dan Seol Jihu yang melawan Ratu Parasite, memiliki beban besar yang diangkat dari bahunya.

Selanjutnya, dengan semua Nest menghilang, Parasite tidak bisa lagi merusak tanah. Tentu saja, tanah Kekaisaran sudah rusak hingga batasnya. Tapi begitu kekuatan sekutu memurnikan tanah, Parasite tidak lagi memiliki metode untuk merusak tanah lagi.

Dengan ini, rencana kedua yang akan memungkinkan pasukan sekutu untuk memahami kunci kemenangan, telah mencapai keberhasilannya.

***

 

Di waktu yang sama.

Kekacauan total terjadi di dalam ‘kawah Thunders’.

[Nom nom nom nom nom nom!]

Flone menggigit perut Unsightly Humility, seperti hamster gila.

“Uriyaah! Uriyaaaah!”

Wu Lei terus mengayunkan greatsword-nya, setelah memotong lengan Unsightly Humility dengan serangan pertamanya.

“Mati! Matttiii!”

Dan Agnes mengacungkan lengannya dengan gila. Akhirnya, dia berhasil memotong kedua kaki Unsightly Humility.

Bukan itu saja. Lusinan Valkyrie menikam knight yang tidak bisa bergerak itu dengan tombak mereka. Dan tombak es yang seperti hujan es ditembakkan dari langit.

Semua orang mengikuti rencana Seol Jihu. Tapi, mereka tampaknya melakukannya sedikit berlebihan.

Adegan di dalam, kawah mengingatkan pada sebuah peristiwa dari Romance of the Three Kingdoms. Di mana tentara Liu Bang bergegas untuk memotong-motong mayat Jenderal Xiang Yu. Dan mengklaim ketenaran, setelah dia jatuh dalam pertempuran.

[Ayo, Gor…]

Anggota pasukan sekutu menyerang begitu keras. Sehingga, roh pendendam yang menggigit punggung Unsightly Humility mengerang, karena rasa sakit.

[….]

Sementara itu, Unsightly Humility hanya diam.

Dia tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan jika dia mau.

Anggota tubuhnya telah dipotong, dan tubuhnya hancur berkeping-keping. Unsightly Humility benar-benar tercengang. Dia sangat terkejut, sampai dia hampir merasa ditipu.

Dibombardir dengan Thunder, dan kemudian segera diserang di semua sisi.

…Sebenarnya, dia sudah tahu, jika semuanya akan berubah menjadi seperti ini, saat dia diserang dengan Thunder. Hanya saja, mengetahui sesuatu, sama sekali berbeda dari mengalaminya secara langsung.

Itu… mengecewakan.

[…Aku membuat kesalahan.]

Dengan kata-kata ini, cahaya yang bersinar redup di matanya, berkedip.

Segera, greatsword Wu Lei menghancurkan tengkoraknya.

Flash!

Pilar cahaya besar muncul dari kawah.

Kemudian…

***

 

“Semua Nest telah dihancurkan!”

Sebuah suara nyaring terdengar di kamp utama pasukan sekutu.

Sky Fairy yang menerima laporan itu, kembali menatap Seo Yuhui.

“Apa kamu akan baik-baik saja…?”

Seo Yuhui menganggukkan kepalanya, wajahnya pucat.

Sky Fairy menatapnya dengan cemas, sebelum menggenggam benih dan alang-alang di tangannya.

“Kamu tidak perlu melakukan segalanya.”

“….”

“Menanam benih dan membantunya menumbuhkan akarnya di tanah… itu saja.”

Seo Yuhui diam-diam menganggukkan kepalanya lagi, dan menutup matanya. Ditata di delapan arah di sekelilingnya, adalah altar yang penuh dengan persembahan.

Seo Yuhui menangkupkan kedua tangannya, dan perlahan berlutut.

“…O Luxuria.”

Star of Lust dan Level 9 Saint Empress, Seo Yuhui, memulai Upacara.

 

 




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "SCG_475"

Pemberitahuan Update via Email