Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

SCG_478

gambar

The Second Coming of Gluttony

SCG_478

Bab 478. Finis Belli (2)

 

Cinzia membawa anggota yang masih hidup dari kelompok penyerang utama, dan berteleportasi.

API!

Begitu dia tiba, dia melihat pilar berapi sepanjang 10 meter, memotong udara.

Cinzia mengerutkan kening, mengira mereka sedang diserang. Namun, pilar itu menghantam tempat seorang prajurit hitam yang berdiri dengan kapak, yang samar-samar bersinar di tangan.

“Hugo?”

Mata Cinzia membelalak. Kulitnya sudah hitam. Dan karena dia hangus, Cinzia tidak langsung mengenalinya.

Segera, seolah-olah kehabisan energi, lampu yang berkedip di kapak itu padam. Di saat yang sama, tubuh Hugo runtuh dengan lemah.

Agnes dengan cepat mengeluarkan benang-nya, dan membungkusnya di sekitar tubuh Hugo.

Bau asap tercium, saat dia ditarik mendekat.

Agnes kehilangan kata-kata, pada kondisinya yang menyedihkan.

Armornya yang tebal robek atau rusak di banyak tempat. Itu membuatnya sulit dikenali. Kulit yang terlihat dari bagian armor yang rusak itu, berwarna merah cerah. Kulitnya yang pecah-pecah bersimbah darah, dan nanah kuning mengalir dari tubuhnya.

Lengannya bahkan lebih buruk. Itu begitu hangus. Sehingga Agnes tidak tahu, apakah dia sedang melihat lengan seseorang, atau tumpukan abu.

“Euu… Euu…”

Sebuah anugrah adalah jika Hugo tampaknya masih hidup. Jiwa yang tinggal di dalam kapak, pasti telah melakukan semua yang bisa dilakukan, untuk membantu menyelamatkan nyawa tuannya.

Hugo bukan satu-satunya dalam kondisi mengerikan ini.

Melihat sekeliling, tenggorokan Cinzia menarik napas panjang.

Valhalla tidak memiliki banyak anggota untuk sebuah organisasi. Tapi, masing-masing dari mereka adalah tenaga kuat, yang tidak dapat dipandang rendah.

Masing-masing dari mereka adalah seorang veteran yang pergi ke neraka, dan kembali sambil mengikuti jejak Seol Jihu.

Namun, sebagian besar tenaga kuat seperti itu, tergeletak runtuh di tanah.

Oh Rahee berlutut dengan tangan terlepas, dan Yi Seol-Ah merangkak di tanah, dengan pergelangan kakinya remuk. Vlad Halep benar-benar tidak bergerak, dengan anggota tubuhnya terpelintir pada sudut yang tidak wajar. Dan Kazuki terjebak di dalam tanah, dengan hanya kakinya yang mengintip keluar.

“Si… Sialaaannn…”

Pada saat itu, seseorang yang sedang mengerang, mencengkeram bahu Agnes. Orang yang bergumam dengan darah segar mengalir di bibirnya, tidak lain adalah Maria.

“B-Bantu aku menyembuhkan mereka… Aku kehabisan mantra… dan artefakku juga rusak…”

Maria meneteskan air mata kesedihan, sambil memegang erat potongan salibnya yang hancur.

Kurang dari setengah anggota Valhalla tetap berdiri. Di antara mereka, tak ada yang selamat.

Melihat Baek Haeju yang rambut panjangnya acak-acakan dan lengan kirinya menjuntai, Cinzia mendecakkan lidahnya. Jika bukan karena Baek Haeju dan burung phoenix, semua orang akan terbaring di tanah, sebagai mayat yang dingin.

Tetap saja, situasinya lebih buruk dari yang ia harapkan.

Mungkin dia tiba, tepat ketika Valhalla akan jatuh. Dan karena Valhalla dalam keadaan kacau, musuh pasti juga tidak dalam kondisi yang baik.

Cinzia melihat sekeliling, merasa agak berharap. Namun, harapannya hancur, saat dia melihat bone dragon yang mengeluarkan tekanan yang menakutkan.

Makhluk mengerikan itu memiliki beberapa luka, tapi itu saja. Twisted Kindness tampaknya tidak sedikit pun terganggu. Dia dengan bangga melihat bala bantuan yang datang. Seperti, jumlah musuh yang harus ia hadapi, bukanlah masalah.

Cinzia menghela napas. Mau bagaimana lagi. Twisted Kindness adalah Army Commander terkuat.

Potensi Sung Shihyun mungkin jauh lebih tinggi, tapi kemampuan Twisted Kindness untuk mengontrol dan memanfaatkan divine energy, jauh di atasnya. Bagaimanapun, dia telah menyerap divinity-nya, jauh sebelum Sung Shihyun melakukannya.

Mengingat Valhalla menghadapi musuh seperti itu, tidak mengherankan jika mereka tidak bisa membunuhnya.

Faktanya, yang bisa mereka lakukan hanyalah bertahan, dan mengulur waktu. Itu berlangsung sampai Sekarang, dan itu lebih dari luar biasa.

“Kamu… shooda… cwume… eawier….”

Sebuah erangan terdengar di sampingnya.

“Swo… dwamn wate…”

‘Kamu seharusnya datang lebih awal. Sangat terlambat.’

Cinzia membutuhkan waktu untuk memahami kata-kata itu. karena, suara angin di sekitarnya, lebih keras daripada orang yang sedang berbicara.

“Kami melakukan yang terbaik…”

Agnes hendak mengatakan sesuatu, tapi berhenti, setelah menoleh untuk melihat orang yang berbicara.

Mata Hoshino Urara merah padam, dengan urat nampak menonjol.

Untuk beberapa alasan, dia menutupi dagunya dengan tangan kiri. Dan tangan kanannya yang memegang katana, gemetar.

Ini adalah pertama kalinya, Agnes melihat Hoshino Urara seperti ini.

Semua orang di party bala bantuan telah selesai mempersiapkan pertempuran. Tak ada yang mengucapkan sepatah kata pun. Tapi, tubuh mereka bereaksi terhadap niat membunuh yang meluap di daerah tersebut.

Apa itu alasannya?

Teror yang tidak diketahui, tampaknya merayap di tubuh mereka.

Mereka tidak mengira, pertempuran terakhir ini akan mudah… tapi, mereka merasa seperti sedang menghadapi gunung yang menusuk langit, setelah mendaki bukit-bukit kecil.

Di dalam ketegangan seperti itu, Twisted Kindness mengamati sekeliling, sebelum berbalik untuk melihat medan perang lainnya.

Tiga Army Commander telah tewas, dan semua Nest telah dihancurkan.

Hasil dari pertempuran itu terungkap. Pasukan pembuka telah runtuh sejak lama, dan kedua sisi didorong mundur secara signifikan.

Tentara pusat berada dalam kondisi yang lebih buruk.

Pasukan Teresa yang dipimpin oleh unit roh pendendam, hampir menerobos pasukan paling belakang.

Kiri, depan, dan kanan.

Kekuatan sekutu mulai berkerumun dari tiga arah, seperti semut yang sibuk berlari, untuk berkumpul di sekitar target mereka.

Melihat semua ini, sudut bibir Twisted Kindness melengkung. Sampai sekarang, dia fokus menjauh dari anggota Valhalla. Itu karena dia ingin mengurus masalah mendesak lainnya, sebelum perang tidak menguntungkan mereka.

Namun, dia tidak dapat melepaskan anggota Valhalla. Pasukan sekutu telah berhasil melaksanakan rencana mereka, dan mengubah gelombang perang menjadi keuntungan mereka.

Dengan kata lain, Twisted Kindness tidak lagi memiliki sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Tentu saja, dia tidak dapat menyangkal, jika situasinya sangat tidak menguntungkan bagi Parasite.

Rencana pasukan sekutu terlalu teliti.

Mereka membunuh Vulgar Chastity, membombardir Unsightly Humility dengan Thunders, dan kemudian menggunakan celah yang dibuat, untuk menyergap dan memusnahkan Nest. Bahkan, Twisted Kindness tidak bisa untuk tidak mengagumi keberanian dan taktik mereka yang cerdik.

Tidak hanya itu, mereka juga menghidupkan kembali World Tree. Mereka menjalankan semua rencana yang lebih kecil ini dengan keakuratan sempurna. Seperti, roda gigi berputar bersama secara harmonis.

Dia bisa tahu, seberapa banyak pasukan sekutu bersiap, sebelum perang ini.

‘Sekarang sudah begini…’

Twisted Kindness tetap tenang, dan menganalisis situasinya.

‘Peluangku menang dan meninggalkan medan perang ini hidup-hidup adalah… hampir nol.’

Karena dia adalah Twisted Kindness, dia membuat penilaian situasi yang akurat. Dia mungkin tidak akan jatuh semudah Army Commander lainnya. Tapi begitu dia kehabisan kekuatan setelah pertempuran terus-menerus, dia pasti akan kalah.

Lalu peluang apa yang dimiliki Parasite, untuk memenangkan perang ini?

Bahkan, Twisted Kindness tidak dapat membuat penilaian yang akurat tentang ini. Karena di matanya, sumber daya yang dimiliki Ratu Parasite, sama sekali tidak diketahui.

Bagaimanapun, yang penting baginya adalah, dia sekarang punya tempat untuk mati.

Itu bukan perasaan yang buruk. Dia sudah lama membuang keinginan untuk hidup. Sekarang, setelah dia mengesampingkan keinginan untuk menang, dia merasa jauh lebih ringan.

Maka, Twisted Kindness menunjukkan senyum lebar.

Begitu dia selesai mengatur pikirannya, dia mengeluarkan kekuatan cadangannya.

Cahaya terang langsung mewarnai tulang naga-nya menjadi putih. Dan, tubuhnya mulai menyusut dengan cepat. Twisted Kindness kembali ke bentuk aslinya.

Twisted Kindness saat ini adalah satu-satunya Army Commander, yang telah sepenuhnya menyerap divinity.

Berbeda dengan Army Commander lainnya yang berubah wujud, ketika mereka melepaskan divinity mereka. Twisted Kindness dapat dengan mudah memutuskan, penampilan apa yang ingin ia pertahankan.

Di bawah rambut berwarna gading yang mengalir ke bawah seperti air terjun, sepasang iris mata reptil berwarna darah, yang terbelah secara vertikal.

Cinzia mendecakkan bibirnya. Bone dragon adalah sasaran empuk dengan ukurannya yang besar. Jadi fakta, jika Twisted Kindness membuat dirinya lebih kecil…

“Dia pasti tidak berniat mati dengan mudah.”

Seperti yang dipikirkan Cinzia, niat bertarung Twisted Kindness tidak rusak sedikit pun. Faktanya, dia terlihat lebih semangat dari sebelumnya. Itu hampir seperti dia menikmati situasi saat ini.

Segera, energi Twisted Kindness melonjak. Rambutnya tergerai, dan bahkan udara di sekitarnya tampak naik.

Semua orang mundur, kewalahan oleh tekanan naluriah yang tidak diketahui.

Meskipun Twisted Kindness mungkin menjadi lebih kecil, energi kehadirannya telah berlipat ganda.

Hanya dengan melepaskan energinya, dia menyebabkan tekanan mencekik, yang menyelimuti tanah.

“Baik…”

Sebuah pedang muncul di masing-masing tangan Twisted Kindness.

“Mari kita lihat sekarang…”

Saat dia meraih pedang kembar yang berlumuran darah…

Kwang!

Sesuatu tiba-tiba jatuh dari langit, dan menghantam tanah.

Mata semua orang melebar dalam sekejap.

“Aduh, aduh, aduh…”

Pria yang terbaring di tanah dalam posisi itu, tidak lain adalah Seol Jihu.

Itu adalah gangguan yang agak tiba-tiba. Itu sedemikian rupa, sehingga bahkan wajah Twisted Kindness yang selalu konstan, berubah karena terkejut.

Yah, sepertinya, dia dilempar ke sini, daripada dia mengganggu secara langsung. Tapi tetap saja… kesempatan adalah kesempatan.

“Kamu!”

Twisted Kindness mencengkeram pedang kembarnya dan bergerak cepat. Dia mengincar Seol Jihu yang bangun dengan ketakutan.

Lalu.

Mereka berdua sepertinya bertemu di udara, tapi…

“Argh, minggir!”

Puk!

Kepala Twisted Kindness menunduk ke samping, dengan suara pukulan yang keras. Seol Jihu memukul wajahnya dengan siku, saat dia menyerang.

Sepertinya, itu tidak terlalu berdampak. Karena, Twisted Kindness dengan cepat memperbaiki postur tubuhnya.

“…Ah?”

Berkedip dengan bingung, dia menoleh. Saat itulah dia tahu, mengapa Seol Jihu tergesa-gesa.

Di langit, Seol Jihu memblokir seberkas cahaya yang ditembakkan Ratu Parasitr. Jika dia tidak segera bergerak, semua orang di daerah itu akan diserang secara langsung.

“Ayolah, apakah kamu benar-benar akan melakukan ini?”

Teriakan marah Seol Jihu terdengar.

Dan kali ini…

Kwang!

Ratu Parasite terhempas ke tanah.

“Y-Yang Mulia!?”

Rahang Twisted Kindness menganga.

“Sebuah kesempatan!”

Di sisi lain, mata pasukan sekutu bersinar.

Namun, dalam kejadian berikutnya… mereka membeku, seperti katak dihadapkan pada ular. Itu karena, Ratu Parasite melesat dalam sekejap, dan melambaikan sayapnya.

Sayap tulangnya menyapu tanah. Semua anggota pasukan sekutu merasakan energi yang tak terbayangkan…

“Kamu berharap itu!”

Kagagagak!

Teriakan yang akrab terdengar, dan sayap tulang patah ke tanah. Dan sebelum ada yang menyadarinya, Seol Jihu sedang mengayunkan Spear of Purity di punggung Ratu Parasite.

Ratu Parasite mendengus. Ketika dia mengguncang tubuhnya dengan kuat, Seol Jihu buru-buru membalas.

“Apa yang tidak kamu sukai dari diriku!?”

[Dasar anak nakal!]

Pria dan wanita itu menggeram satu sama lain.

“Sudah aku bilang, untuk hanya melihatku!”

[Cukup omong kosongmu!]

Boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom, boom!

Delapan suara ledakan bergema dalam sekejap mata.

Semua orang dengan cepat menggerakkan mata mereka. Bahkan, Twisted Kindness hanya bisa mengikuti aksi itu selambat-lambatnya. Suara itu datang dari kiri, kanan, dan dari arah ibu kota.

Itu benar-benar pertempuran, yang mencakup satu area ke area lainnya.

“Cengeng, kamu! Jika kamu terus melihat orang lain, oppa ini akan marah!!”

[Kamu, mati!]

Yang tersisa hanyalah olok-olok persahabatan, antara Ratu Parasite dan Seol jihu.

Sepertinya, badai cepat lewat.

“Orang iseng itu…”

Agnes menggelengkan kepalanya, saat dia menaikkan kacamatanya. Dia tidak tertawa. Karena yang terjadi barusan adalah pertanda, jika Ratu Parasite sedang bertarung di daerah yang lebih luas.

Dengan kata lain, itu berarti, Seol Jihu tidak bisa lagi membatasi Ratu di satu area.

‘Baik. Seol Jihu didorong mundur. Perlahan, tapi pasti.’

Itulah mengapa, dia mengoceh omong kosong ,seperti yang dikatakan Ratu Parasite. Tujuannya adalah untuk menjaga Ratu Parasite tetap di tempatnya. Memprovokasi dia, hanyalah sarana untuk mencapai tujuan.

Semua untuk menepati janji, jika dia akan bertahan sampai semua orang tiba.

Tentu saja, Ratu Parasite tidak jatuh pada perangkapnya. Membanting Seol Jihu di garis depan pertempuran, kemungkinan dilakukannya dengan sengaja.

Dan Twisted Kindness berpikir dengan cara yang sama. Meskipun Seol Jihu menggagalkan Ratu Parasite dua kali, dia telah mencoba mendukung Twisted Kindness dua kali.

‘Mengapa?’

‘Mengapa Ratu memperluas wilayah pertempurannya, sampai menderita penghinaan seperti itu?’

Tidak butuh waktu lama, sebelum Twisted Kindness sampai pada sebuah jawaban. Menyadari niat Ratu Parasite, Twisted Kindness melirik kekuatan utama pasukan sekutu.

‘Meskipun secara peluang itu rendah…’

Itu berarti, masih ada peluang.

“…Ada sedikit gangguan.”

Twisted Kindness bergumam pada dirinya sendiri, sebelum berkata.

“Tapi, kenapa kita tidak memulainya?”

Tatapan tegang jatuh padanya, dari semua sisi. Baik pasukan sekutu dan Parasite tidak punya banyak waktu tersisa.

Menyelesaikan perhitungannya dalam sekejap, Twisted Kindness mengeluarkan long sword di tangan kirinya, dan menggenggam long sword di tangan kanannya secara terbalik.

Menekuk lututnya, dia menurunkan pusat gravitasinya.

“Langit dan Bumi, Semua Ciptaan.”

Mata tanpa emosinya, berbinar tajam untuk pertama kalinya.

“Aku akan membawa, setidaknya setengah dari kalian, bersamaku.”

Dengan kebanggaan sebagai Army Commander Parasite terakhir…

Pertarungan Twisted Kindness dimulai.




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "SCG_478"