Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

Overlord Side Story Part 4

gambar


OL_Side_Story_4

 

Side Story Overlord

Hari-hari Pleiades

Part 4


Setelah keluar dari ruang sang tuan, Yuri berpikir.

‘Sekarang, bagaimana aku harus melakukannya?’

Yuri harus menemui Shizu dan Entoma. Supreme One sendiri akan memeriksa Lupusregina dan Narberal.

Tentu saja, Yuri menolak dengan keras, saat terpikir akan menyusahkan sang tuan, dengan hal semacam itu. tapi, karena sang tuan sudah berkata demikian, tak ada lagi yang bisa ia katakan.

‘Ahh... Aku mohon, jangan melakukan hal-hal yang aneh.’

Setelah apa yang baru saja Solution lakukan, dan jika Lupusregina melakukan sesuatu yang aneh lagi. Maka, reputasi keseluruhan dari Pleiades pastinya akan jatuh. Tidak, jika masalah bisa diselesaikan hanya dengan kurangnya izin, masih tidaklah apa-apa.

Perut Yuri terasa sakit, meskipun kenyataannya dia adalah seorang undead.

“Kami harus menyelesaikan ini, sesegera mungkin.”

Jika dia menyelesaikan ini dengan cepat, dan kembali kepada dua (Shizu dan Entoma) orang tadi. Mungkin, dia bisa mencegah situasi fatal yang akan berkembang.

Namun, Yuri tak tahu di mana Shizu berada, meskipun dia tahu lokasi Entoma.

Oleh karenanya, Yuri mengaktifkan sebuah item yang hanya dimiliki olehnya, sebagai seorang asisten ketua.

“Apakah kamu bisa mendengarku?”

[…Are, Yuri-nee, ada masalah apa?]

Sebuah suara yang tenang dan lembut, terdengar di dalam kepalanya.

“Au-chan, maaf sudah menyusahkanmu. Tapi, aku perlu bantuan. Bisakah kamu membantuku, menemukan tempat Shizu berada?”

Dia adalah salah satu saudari dari Seven Sisters Pleiades, Aureole Omega.

Yuri sedang berkomunikasi dengan adiknya, Guardian dari Cherry Blossom Sanctuary (Tempat Suci Bunga Sakura). Biasanya, dia akan tahu gerakan dari seluruh tujuh bersaudari itu.

[Shizu-nee? Aku mengerti... Ah, dia sedang berada di lantai 6... Apakah aku perlu mengirim salah satu pelayanku, Uka-no-Mitama, untuk menunjukkan jalannya?]

Uka-no-Mitama adalah monster level 85, yang beradaptasi dalam penggunaan magic tipe mental. Dia memiliki dua bentuk.

Seorang gadis berambut pendek dengan topeng rubah. Dan, sebuah binatang yang mengorbankan kemampuannya dalam menggunakan seluruh magic, agar memperoleh kemampuan tempur fisik yang sangat besar.

Ada juga seorang anak muda, yang memakai sebuah topeng bermotif matahari di dalam Cherry Blossom Sanctuary. Seorang pelayang yang dikenal sebagai Ootoshi.

(TL: Uka-no-Mitama-no-Kami adalah seorang dewa makanan dalam budaya Jepang, dan penghuni Inari Taisha. Sementara, Ootoshi-no-Kami adalah kakak laki-laki dari Uta-no-Mitama-no-Kami)

“Tidak, itu tak perlu. Aku hanya perlu bertanya kepada Guardian Floor dari lantai 6, Aura-sama dan Mare-sama. Dan aku akan tahu, di mana dia.”

[Aku mengerti. Kalau begitu, jika mereka juga tak tahu, silahkan hubungi aku lagi.]

“Mm, aku akan serahkan kepadamu, ketika tiba saatnya. Tetap saja, Uka-no-Mitama adalah para pelayanmu. Apakah mereka tak memiliki tugas suci mempertahankan domain? Jika kamu meminjamkan salah satunya, apakah tak apa-apa?”

[Ya. Ketika Ainz-sama mendatangiku, aku menerima izin untuk mengirimkan keduanya keluar dari Cherry Blossom Sanctuary, satu kali.]

“Begitukah? Kalau begitu, tidak masalah.”

Sang adik saat ini sedang berada di lantai 8, dan Yuri tak bisa langsung pergi ke sana. Bahkan, cincin Ainz Ooal Gown tak mampu berteleportasi langsung ke Cherry Blossom Sanctuary. Tapi, cincin itu akan mengantarkannya ke tempat yang agak jauh dari sana.

Dengan para pelayannya sebagai tameng, dia harusnya punya cukup banyak waktu untuk bisa kabur ke lantai 9.

[Terima kasih atas perhatianmu. Namun, aku memiliki penjaga lain, selain dari Uka-no-Mitama. Jadi, itu tak masalah.]

“Oh begitu.”

Setelah berkata demikian, melanjutkan pembicaraan lebih jauh lagi, akan dianggap tidak sopan.

“Kalau begitu, aku akan mengandalkanmu saat itu.”

[Tentu, serahkan saja kepadaku.]

Suaranya yang cekikikan, membuat Yuri membayangkan adik bungsunya itu sedang melipat tangan, dengan senyum menggemaskan di wajahnya.

Dengan sebuah senyuman yang melebur seluruh perasaan tak enak-nya, Yuri mengakhiri percakapannya.

“Kalau begitu sekarang… aku pergi.”

Yuri mengizinkan para demon mengantarkannya melalui dunia yang panas membara di lantai 7. Lalu, dia melewati pintu yang menuju lantai 6.

Tepat setelah itu, seorang Dark Elf datang ke arahnya, dengan punggung menghadap ke arena Colosseum.

Itu adalah Aura.

Guardian Floor bisa merasakan orang-orang yang masuk ke lantai, yang merupakan wilayah tanggung jawab mereka. Namun, lebih tepat dikatakan, jika mereka bisa merasakan aktivasi penggunaan gerbang teleportasi. Tapi, ada kondisi-kondisi yang harus dipenuhi, dan beberapa larangannya.

Setelah mengetahui orang yang berteleportasi adalah Yuri, Aura memelankan langkahnya. Tetap saja, meskipun dia mengurangi kecepatan, dia masih seorang NPC level 100. Sehingga, dia jauh lebih cekatan daripada Yuri.

“Ara… ada apa, Yuri? Mau pergi ke lantai satu, untuk bekerja seperti biasanya? Atau, apakah kamu datang untuk bermain?”

“Tidak, hari ini aku kemari untuk mencarimu, Au…”

Yuri berkata kepada dirinya sendiri, jika dia harus mengatakan ini.

“…Aura-sama.”

Alis Aura berubah. Perubahan dalam cara dia memanggil Aura, menandakan apakah Yuri memiliki urusan pribadi atau resmi.

Aura, Mare, Pestonya, Éclair, dan Yuri adalah orang-orang yang cukup dekat. Sehingga, mereka biasa memanggil satu sama lain, dengan julukan di luar tugas.

Itu karena, para Supreme Being yang menciptakan mereka untuk memang dekat satu sama lain. Sehingga mereka merasa, sama-sama dekat satu sama lainnya. Terkadang, mereka berkumpul di lantai ini.

Melihat kenyataannya Yuri tidak memanggil Aura dengan julukannya. Berarti…

“Oh begitu. Jadi, hari ini adalah karena tugas? Apakah kamu sedang lewat saja? Atau, apakah ada hal penting yang harus kamu lakukan di sini? Oh, maaf Mare tak ada di sini.”

Meskipun Yuri penasaran kemana perginya Mare, yang memang jarang pergi keluar. Itu bukanlah pertanyaan pertama yang harus Yuri tanyakan, ketika dia sedang melaksanakan sebuah tugas.

“Ya, Tidak apa. Aku tidak kemari untuk mencari kalian berdua. Tapi, aku memiliki urusan dengan Shizu, yang seharusnya ada di sini.”

“...Shizu? Ahhhh, ya. Dia ada di lantai ini.”

Nada suara Aura saat mengucapkan kalimat itu, membuat suasana hati Yuri menjadi gelap.

Apakah sang adik sudah menyebabkan masalah, untuk orang-orang di sini?

Yuri merasakan perutnya sakit lagi. Sudah berapa kali dia merasakan sensasi ini, selama satu jam belakangan ini?

Mungkin, dia harus mengumpulkan semua adik-adiknya, dan melatih mereka dengan benar.

‘Ya… aku harus keras!’

Yuri berusaha menjaga, agar alisnya tidak terangkat. Lalu, dia bertanya kepada Aura, dengan senyum yang kelihatannya tidak biasa. Meskipun dia tak ingin bertanya, dia harus melakukannya.

Lalu, jika memang ada sesuatu yang terjadi, dia bersiap untuk meminta maaf mewakili adik-adiknya, sebagai saudari tertua.

“Eh, ah. A-apakah ada sesuatu yang terjadi?”

“Hmm… yah, aku rasa, kita punya sesuatu yang perlu dibicarakan. Bisakah kamu ikut denganku sebentar?”

‘Aku benci ini,’ pikir Yuri saat mengikuti Aura.

Mereka meninggalkan Colosseum, dan memasuki hutan di sana.

Berjalan di dalam hutan belantara, adalah hal yang menjengkelkan. Terutama, karena rok panjang Yuri. Itu berarti, dia harus mengurangi kecepatan, agar tidak tersangkut pada sesuatu.

Tentu saja, seragam maid adalah magic item dan tak akan robek dengan mudah, hanya karena ranting pohon. Meskipun begitu, dia harus berhati-hati, terhadap pakaian yang telah diberikan oleh Supreme Being Yamaiko-sama kepadanya.

Aura kelihatannya paham dengan hal ini, melihat caranya yang berjalan di depan, dengan kecepatan yang lebih lambat dari biasanya.

‘Kita akan baik-baik saja, jika mengendarai Fenfen...’

Beast kuat, dengan kulit yang nyaman. Fenfen memiliki kemampuan untuk melewati jalan berduri, dan lingkungan seperti hutan ini. Dan, efek itu akan tersalurkan kepada pengendara dan item-nya juga.

Dia menyimpan ide itu di dalam hati, namun tidak mengutarakannya. Karena, itu terlalu tak sopan.

Pada akhirnya, dia diantarkan ke sebuah sudut hutan tersebut, di mana sebuah bentuk makhluk hidup, yang terlihat seperti sebuah bola putih berbulu sekitar dua meter di seberangnya, di dalam bayang-bayang pepohonan.

Tak ada tanda-tanda Shizu sama sekali. Tak ada orang lain selain makhluk hidup berbentuk bola itu. Tapi, Aura telah membawanya ke tempat ini. Itu artinya, ada sesuatu di sini, yang ada hubungannya dengan Shizu.

‘Tidak…’

Jika itu adalah Shizu, mungkin saja dia sedang bersembunyi? Atau sedang tak terlihat?

Shizu tidaklah setara dengan level profesional. Tapi, dia bisa menyembunyikan diri, dan menjadi tak terlihat. Ditambah lagi, ada juga…

Yuri melepaskan kacamata ornamennya, dan menggantinya dengan kacamata yang lain.

Kacamata ini bisa melihat benda yang tak terlihat.

“…Ggh!”

Mata Yuri melebar, saat menemukan Shizu.

Aura pasti telah melihat ekspresi Yuri, dia bersuara “Mm, mm.” lalu mengangguk. Ekspresinya terlihat berkata, “Begitulah.”

“Aku minta maaf,”

Yuri meminta maaf.

Shizu sedang berada di atas bola putih berbulu, sebuah Spear Needle. Dia sedang memendam wajahnya ke dalam bulu, yang mirip dengan kelinci angora. Jika seseorang mempertimbangkan Shizu yang lengan dan kakinya terbuka lebar, menjadi tangan raksasa. tangan itu akan terlihat, seperti sedang menggenggam bola putih berbulu itu.

“Yup begitulah. Makhluk-makhluk yang malang ini sedang minta bantuan, berkata ‘ahhhh, dia melakukannya lagi,’ atau semacamnya.”

“Melakukannya lagi? Ah, tidak. Apakah selalu seperti ini?”

“Selalu, yah… ini adalah pertama kalinya, dia menempel dengan erat.”

“Aku akan segera mengambilnya.”

Yuri mengulurkan tangannya, memegang kerah Shizu, dan berencana menariknya keluar dari bulu lembut Spear Needle… Namun, dia tak bisa menggerakkan Shizu.

Shizu menempel erat kepada Spear Needle itu, seakan sedang memeluknya.

“Shizu! Lepaskan sekarang juga!”

“...Ditolak. Ditolak. Ditolak.”

“Apa maksudmu dengan ‘ditolak’?”

Meskipun, Yuri berencana menggunakan kekuatan untuk menarik Shizu. Dia akhirnya menggenggam bulu Spear Needle itu juga. Sehingga, binatang magis itu melengking kesakitan.

“Mmm, sakit.”

“Benarkah...”

Yuri melepaskannya, saat dia mendengar Aura berbicara, sebagai pengganti beast itu.

“Shizu, aku akan marah kepadamu.”

“...Yuri-nee, kamu sudah marah.”

“Aku serius. Aku akan bilang kepadanya, agar tak memperbolehkanmu kemari lagi.”

“...Jika kamu melakukan itu, Ainz-sama akan marah.”

“Aku kemari dan menemuimu, atas perintah Ainz-sama. Aku yakin, kamu tahu apa artinya?”

Shizu melompat melepaskan Spear Needle, dalam sekejap.

Dari perkataan Yuri, pasti itu benar-benar kehendak sang tuan. Meskipun dia salah sangka, tak perlu membenarkannya.

Shizu menyentuh syalnya, dan mematikan mantra yang membuatnya tak kelihatan.

Syal milik Shizu adalah item kelas legendaris, yang ditambahi mantra-mantra tipe penyergap dan stealth. Syal itu bahkan bisa membuatnya tak terlihat sebentar.

Saat Shizu melompat, Spear Needle itu berlari kabur, seakan berkata ‘sampai jumpa, aku pergi dari sini’.

Shizu melihatnya pergi, dengan mata menyesal. Meskipun ekspresinya tak banyak berubah, sebagai kakak, Yuri bisa mengetahui perbedaan semenit itu di wajah Shizu.

“...Shizu, mengapa kamu melakukan itu?”

“...”

Shizu melihat ke samping, seperti seorang anak-anak. Kelihatannya, dia tak berniat menjawab.

‘Lalu, apa yang harus aku lakukan?’

Saat Yuri berpikir demikian, seseorang menguluarkan tangannya dari samping.

“Yah, Shizu sering datang kemari, dan bermain-main dengan para magical beast. Apakah kamu menyukainya?”

“...Mm.”

Setelah Aura berkata demikian, Shizu melihat ke arah Yuri lurus di matanya.

“...Mereka itu imut. Jadi, aku menyukainya.”

“Ya, memang begitu lah.”

Begitulah gadis, yang dinamakan Shizu. Dia menyukai hal-hal yang imut dan berbulu.

“Ah… Seperti yang aku duga… Yah, sudah aku duga, seperti ini…”

“...Aku ingin memeliharanya satu. Eclair selalu lari dariku, akhir-akhir ini.”

“Umu…”

Yuri melihat ke arah langit. Lantai 9 tak memiliki makhluk-makhluk imut.

Untuk sesaat, dia ingin meminta Eclari untuk menawarkan diri sebagai ‘korban’ Shizu. Tapi, itu terlalu kejam.

Bagaimana kalau sesuatu seperti binatang peliharaan Ainz-sama, Hamsuke?

Memang bulunya akan mengeras, ketika terbentur sesuatu. Bulu itu sangat lembut dalam keadaan biasa.

‘Baiklah, kalau begitu, ketika aku melaporkan apa yang terjadi di sini kepada Ainz-sama, beliau pasti bisa mengeluarkan ide yang bagus. Aku yakin!’

Dengan begitu, satu tugas telah ditangani.

Ketidak-puasan Shizu, timbul dari keinginannya memiliki binatang peliharaan yang lucu.

‘Apakah itu benar-benar tak apa-apa?’

Yuri telah mempertimbangkan, apakah dia harus menanyakan tentang tugas atau tidak, seperti pertanyaan yang diajukan kepada para guardian. Tapi, dia tak bisa memikirkan sebuah cara untuk menghapus kekecewaan Shizu. Jadi, yang bisa dia lakukan adalah, meminta bantuan kepada sang tuan.

“Aku mengerti. Aku akan mendiskusikan cara memuaskanmu, dengan Ainz-sama.”

“Ahh, itu bagus. Jika itu adalah Ainz-sama. Itu tidak apa-apa.”

“...Mm.”

Nama dari Supreme One sangatlah kuat. Meskipun ekspresinya tak berubah, suasana hati Shizu kelihatannya telah berubah. Dari mendung yang tebal, menjadi hari yang cerah.

“...Ainz-sama. Kalau begitu, aku menginginkan Hamsuke.”

“Aku mengerti. Bulu-bulu itu pasti menyenangkan.”

“...Mm.”

Meskpun Hamsuke adalah binatang yang langka di dalam Nazarick. Mungkin saja, ada banyak jenisnya, di dunia luar sana.

“...Setelah Ainz-sama menyelesaikan pekerjannya, aku juga akan bisa pergi keluar.”

“Aku sangat menantikan itu. Jika waktunya telah tiba. Mari kita pergi ke kota yang dikuasai oleh Ainz-sama bersama-sama, ya?”

Setelah tersenyum kepada adiknya yang terlihat gembira, ekspresi Yuri berubah menjadi serius.

“Ikutlah denganku Shizu.”

“Kita mau kemana?”

“Ke Entoma... Aura-sama, maafkan aku, atas masalah yang ditimbulkan oleh Shizu.”

“Hm? Oh, tak apa-apa. Itu tak seberapa, dibandingkan dahulu, ketika dia menempelkan stiker satu yen.”

Yuri menghela nafas,

“Haaaaaaah.”

Lalu, dia menambahkan.

“Tolong, tempelkan stiker yang kamu senangi, pada benda milikmu sendiri... Kelihatannya, dulu dia juga menyusahkanmu. Aku benar-benar minta maaf.”

“Tak apa-apa. Dia tak menempelkan apapun lagi, setelah itu. Benda itu tak bisa lepas dengan air. Aku kira, itu akan mudah terlepas. Tapi ternyata, aku keliru.”

“...itu dibuat khusus oleh Professor. Itu akan hilang, ketika sudah digunakan. Tapi Ainz-sama bilang, dia akan memproduksinya secara masal untukku.”

“Begitukah. Enaknya.”

‘Ainz-sama benar-benar baik,’ pikir Yuri, saat dia menghela nafas.

Lalu dia menyadari, ekspresi serupa di wajah Aura. Setelah itu, kelihatannya Aura menyadari dia sedang dilihat. Karena, mereka akhirnya saling melihat satu sama lain.

“Ainz-sama benar-benar baik hati.”

“Mm, Aku kira, beliau adalah orang terbaik, setelah Bukubukuchagama-sama.”

“...Bukankah seharusnya setelah Yamaiko-sama?”

“...Bukubukuchagama-sama.”

Yuri menatap Aura, dan Aura tak mengubah tatapannya.

“...Ainz-sama adalah yang paling baik dari seluruh Supreme Being. Karena, beliau tetap tinggal.”

“Memang benar.”

“Yeah, er… hm? Kelihatannya, ada orang yang datang dari atas, melalui pintu itu. Aku tak mendapatkan sinyal adanya penyusup. Jadi aku rasa itu orang dari Nazarick.

Itu artinya, mungkin aku bisa mengabaikannya... Tapi tak baik, jika aku membiarkannya menunggu. Sebaiknya, aku pergi kesana dan melihatnya.

Bagaimana dengan kalian berdua? Entoma hari ini ada di atas, kan? Mari kita pergi sama-sama?”

Tak ada penolakan, terhadap saran dari Aura.

Mereka berdua mengangguk, dan mengikuti di belakang Aura. Sekilas di belakang pintu yang menuju lantai 5, menunjukkan ada seseorang atau sesuatu, di sebelah sana.

“Arra… sudah lama Aura. Yuri dan Shizu juga.”

Meskipun nada suaranya membuat orang berpikir, tiap-tiap kalimatnya berakhir dengan tanda <3. Suara itu terdengar serak, dan sulit diketahui apakah pria atau wanita. Makhluk ini benar-benar layak disebut sebagai ‘monstrous’ (monster dan sangat besar).

Dia memiliki tubuh manusia, tapi kepalanya mirip dengan cumi-cumi yang aneh. Kepala itu dimaksudkan untuk mengeluarkan enam tentakel yang panjangnya hingga paha. Tentakel-tentakel itu juga menggeliat dan berkedut.

 

Tubuhnya putih pucat seperti mayat tenggelam. Tubuhnya bengkak, mirip seperti mayat yang tenggelam. Dan itu berbalut tali-tali kulit yang membentuk pakaian, yang tembus hingga ke dalam kulitnya. Seperti, benang yang digunakan untuk mengikat potongan-potongan daging.

Monster itu memiliki empat jari yang kurus di masing-masing lengan, dengan selaput di antara jari-jari itu. Kukunya sangat panjang, dan dicat dengan warna mengkilap (seperti pernis kayu). Dan itu dihias dengan desain-desain kuku yang aneh.

Ini adalah petugas khusus, untuk mengumpulkan informasi dari Great Underground Tomb of Nazarick, yang dikenal sebagai Neuronist Painkill.

“Are… jarang sekali melihatmu di sini, Neuronist. Apakah ada sesuatu?”

“Kukuku, seseorang bilang, jika sudah lama sekali ‘Yang Terburuk’ terakhir kali melakukan pertemuan. Jadi, aku datang kemari. Aku yakin, Kyouhukou juga akan datang kemari.”

“Ueeeeeh…”

Sebuah tampang jijik, terlihat di wajah Aura.

“Pekerjaan terburuk, Kepribadian terburuk, Markas terburuk, Tampang terburuk, dan Hasrat terburuk?”

“Benar sekali. Yuri, kamu-tepat-sekali.”

Neuronist dengan lincahnya menutup salah satu matanya, yang terlihat licin. Jika itu dilakukan oleh orang dengan wajah yang lebih baik, gerakan itu mungkin terlihat seperti kedipan.

“...Apa yang sedang kamu pegang?”

“Ara… Shizu, kamu tertarik dengan ini? Kukuku, ini adalah benda esensial dari seorang gadis. Ini adalah parfum…”

Neuronist menggoyangkan tas imut yang ada di tangan kirinya.

“Yah, yang ini untuk pria. Apakah kalian sadar, Gashokukochuuou membangun rumah baru? Ini adalah hadiah, untuk menyambut rumah barunya.”

“Parfum adalah barang esensial untuk seorang gadis? Bukankah itu hanya untuk orang yang bau?”

Yuri menutupi senyumnya, dengan balasan kekanak-kanakan Aura.

“Kukukuku, masih terlalu dini bagimu, Aura. Tapi, jika sudah tiba saatnya kamu memerlukannya, Onee-chan akan memberi-tahukannya secara pribadi, segala macam pengetahuan esensial bagi para gadis kepadamu. Si Aneh menjijikkan itu tak akan mengajarimu hal semacam ini.”

(TL: Onee-chan… Menyebut kakak perempuannya dengan suara centil)

“Benarkah? ...Ah... yah, aku tak seberapa paham. Tapi, apakah itu adalah benda-benda yang bisa membuat orang senang?”

“...Ara. Membuat orang senang?  Kukuku, rasanya, ada yang semakin menarik sekarang. Ngomong-ngomong, Aura. Mau ngobrol dengan Onee-chan? Masih ada sedikit waktu, sebelum pertemuan dimulai.”

Neuronist mendekatkan wajahnya yang besar dan berkedut itu, kepada Aura.

Aura mengangkat tangannya kepada Yuri dan yang lainnya. Lalu, berlari seperti kelinci yang kabur. Yang lain pun mau tidak mau harus terkesan dengan kecepatannya. Yang mana sudah bisa diduga, dari seorang Guardian Floor.

Neuronist tak mungkin bisa mengejarnya. Lalu, dia menopang dagu dengan jari-jarinya yang ramping, saat bergumam sendiri.

“Ara ara, aku ditolak.”

Setelah berkata demikian, dengan suara yang kelihatannya tak ada tanda kekecewaan. Neuronist mengangkat bahunya, terhadap Yuri dan Shizu.

“...Kalau begitu, aku akan pergi dulu. Sampai ketemu lain kali.”

“Baik, sampai ketemu lain kali.”

Mereka melihat Neuronist yang melambai dengan ringan, saat dia berbalik untuk menjauh. Lalu, Shizu bertanya.

“...Neuronist adalah seorang androgynous. Jadi, dia tak memiliki gender. Tapi, mengapa dia menyebut dirinya ‘Onee-chan’?”

“Entahlah? Mungkin para Supreme Being memutuskannya demikian.”

“...Ternyata begitu, aku bisa menerimanya.”




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "Overlord Side Story Part 4"