Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

Overlord Side Story Part 6

gambar


OL_Side_Story_6

 

Side Story Overlord

Hari-hari Pleiades

Part 6


“Terima kasih, atas kerja kerasmu.”

Meski dia sudah bergegas kembali secepat mungkin, sang tuan telah selesai bicara dengan dua orang lainnya.

Dalam perjalanan kembali, Yuri telah menerima sebuah [Message], untuk menuju ke ruang pribadi sang tuan.

Setelah bertemu dengan sang tuan, yang tak memiliki kesan buruk dari dua orang lainnya. Kelihatannya, pertemuan itu berjalan dengan baik.

Kesan Yuri pada mereka berdua, sedikit meningkat.

Seperti yang Yuri duga, kelihatannya tugas tersebut hampir selesai.

Sang tuan berkata.

“Sekarang, katakan kepadaku, bagaimana menurutmu.”

Yuri pasti tak sengaja membiarkan ekspresi terkejut, muncul di wajahnya.

Dengan wajah yang terlihat seperti tersenyum masam, sang tuan mengulangi,

“Kamu juga seorang anggota Pleiades. Bukankah seharusnya, aku juga mendengarkan pendapatmu? Katakan kepadaku. Apakah ada sesuatu yang membuatmu tak senang?”

“Ti-Tidak, tak ada apapun yang membuatku tak senang.”

“Hm… Begitukah. Kalau begitu, aku akan memberikan pertanyaan lain. Apakah akhir-akhir ini, kamu sedang sibuk?”

Bagaimana dia harus menjawab pertanyaan itu?

Respon apapun itu, sibuk atau tidak sibuk, kelihatannya sangat kurang ajar.

Yuri berusaha menemukan sebuah jawaban. Tapi, dia tak bisa.

“...Benarkah? Kalau begitu, aku akan menata kembali pertanyaanku. Yuri, aku akan memberimu sebuah tugas baru. Apakah kamu memiliki waktu untuk menyelesaikannya?”

“Jika itu adalah perintah Anda. Maka, aku akan meluangkan waktu sebanyak mungkin, Ainz-sama.”

“Aku mengerti. Kalau begitu, kamu… tidak, aku mendapatkan sebuah saran. Dan saran itu berkata…”

Sang tuan membuka sebuah gulungan kertas di atas meja.

“Aku yakin, kita membutuhkan layanan pendidikan untuk anak-anak, yang bisa mengamati individu-individu bertalenta, dan melatihnya. Dengan begini, mungkin kita akan mampu memperkuat Nazarick.

Meskipun nantinya tidak berhasil, kita masih bisa memanfaatkannya, untuk mengembangkan teknologi kita sendiri. Yang mana, itu juga bisa digunakan sebagai sebuah fondasi untuk memperkuat Nazarick pula, atau semacam itu.”

Yuri tidak asing dengan saran tersebut.

Karena, dia sendiri yang menulisnya.

“Itu adalah saran yang bagus. Aku mendapatkan sebuah keputusan, setelah mendiskusikan masalah tersebut dengan Albedo. Yuri Alpha.”

“Baik!”

“Kamu akan bertanggung jawab, terhadap panti asuhan yang akan kita bangun di dalam E-Rantel.”

“Se-sebuah panti asuhan?”

“Memang benar. Anak-anak akan dididik di sana. Aku akan mempercayakan pendirian dan administrasi panti asuhan itu, kepadamu. Kamu hanya perlu mendiskusikan detilnya dengan Albedo… Kalau begtiu, apakah kamu mampu melakukan tugas itu?”

Matanya dipenuhi sebuah tekad, Yuri membalas,

“Ya! Aku harap, itu diserahkan kepadaku!”

“Bagus sekali,” sang tuan mengangguk.

“Kamu akan bertanggung jawab untuk masalah ini. San aku akan menjaminmu, dengan dukungan penuh dari Great Underground Tomb of Nazarick. Bangunlah panti asuhan impianmu.

Kamu boleh bilang itu kepada Albedo, sebagai ucapanku.

Jangan biarkan dirimu menyesal sedikitpun. Tapi, seperti yang aku katakan, kita memiliki tujuan lain. Jadi, mungkin kita tak akan bisa memenuhi keinginanmu, dengan sepenuhnya. Namun, kita tak akan mampu mendapatkan hasil yang bagus, jika kita mengabaikannya sejak awal.

Apakah kamu mengerti apa yang coba aku katakan?”

“Aku mengerti!”

Yuri paham dengan maksud sang tuan. Namun, dia tak mengerti, mengapa sang tuan harus menjelaskan semuanya dengan detil kepadanya, dan dengan istilah yang sangat mudah dipahami seperti itu.

“Selanjutnya... jika kamu kamu akan diberi tanggung jawab terhadap panti asuhan tersebut. Maka, kamu akan memerlukan bantuan orang-orang yang mumpuni. Jika kamu merasa, ada orang yang mampu untuk tugas tersebut di dalam Nazarick, kamu boleh memilihnya sesuka hati.

Tentunya, orang-orang yang sudah sibuk, adalah pengecualian untuk dipilih... Apakah kamu terpikirkan seseorang?”

Yuri berkedip sebentar, tak mampu mencerna maksud sang tuan. Apakah insting dan kecerdasan tak terukur dari Supreme One, telah mengetahui kebingungannya?

Yuri memutuskan, dia harus mengklarifikasikannya, meskipun itu dianggap tak sopan.

Saat Yuri akan bicara, sebuah inspirasi berkelebat di otaknya.

“Apakah… Apakah itu artinya, aku boleh memilih orang-orang yang sedang dikurung?”

“Tentu saja. Jika diperlukan, mereka bisa dibebaskan dari kurungan.”

Dengan kata lain, mereka berdua tak apa-apa. Yuri berusaha menahan hasrat untuk tersenyum dan mempertahankan wajah datar, sambil membungkuk dengan hormat kepada sang tuan.

“Aku mengerti, tuanku yang agung!”

Saat dia menyadari kesalahan fatal yang telah ia buat, Yuri membuat catatan dalam pikirannya:

‘Tuan di depanku ini baik hatinya, seperti Yamaiko-sama.’

***

 

“Sekarang, kalian boleh melepaskan mantranya.”

“Baik Tuan. Maafkan aku.”

Wujud dua orang Battle Maid, terlihat dengan sendirinya.

Mereka adalah Narberal Gamma dan Lupusregina Beta.

“Kami sangat berterima kasih kepada Anda, karena memberikan sebuah tugas penting kepada saudari kami, Yuri.”

Ainz melihat kembali ke arah Lupusregina, yang bicara mewakili mereka berdua.

“...Aku sudah mempertimbangkannya, agar Yuri menangani manajemen panti asuhan. Tak masalah sama sekali, untuk menyetujui saranmu. Kalau begitu, apakah kalian berdua punya permintaan lain?”

“Tidak tuan.”

Meskipun bisa dikatakan, dia sedang mempelajari ekspresi Lupusregina. Ainz tak pandai dalam membaca pemikiran orang lain. Yang dia lihat adalah wajah sungguh-sungguh yang sama, yang biasa diperlihatkan oleh Lupusregina.

Seorang gadis yang bersungguh-sungguh memohon kepadanya, untuk memberikan kakak tertua-nya pekerjaan.

“Hm.”

Ainz bersandar ke belakang di kursinya

“Kalau begitu, jika ada sesuatu yang terjadi atau kamu menyadari sesuatu. Maka, langsung beri-tahukan kepadaku.”

Setelah mendengar jawaban mereka, Ainz mempersilahkan mereka berdua pergi.

Dia melihat mereka berdua pergi. Lalu, Ainz melihat ke arah Regular Maid Decrement. Kemudian, dia berbicara, seakan mencari persetujuan darinya.

“Bagus sekali, jika sisters itu rukun. Memang benar... itu adalah hal yang indah.”

T(s)uareninya Veyron

Title

Ketua Pelayan di luar Nazarick (ditunda)

Posisi

Kandidat kepala pelayan E-Rantel

Tempat

Sebuah ruang pelayan di lantai 9

Level

Maid / Pelayan (regular) Lv. 1

Slave / Budak (regular) Lv. 2

Tanggal Lahir

Tanggal 14 Bulan Lower Wind (Angin Rendah)

Ketertarikan

Dahulu - membuat mahkota bunga yang cantik

Sekarang - tidak ada yang khusus

 

Setelah dilepaskan dari situasi seperti neraka, sekarang dia tenggelam dalam kebahagiaan. Dengan demikian, selalu ada senyum di wajahnya.

Kesulitannya yang terbesar sekarang adalah, datangnya dari kenyataan, jika dia sudah lama hidup dalam kepatuhan dan lembut dalam berbicara. Sehingga, sulit baginya berinteraksi dengan orang lain.

Adiknya masih menggantungi pikirannya. Tapi ketika dia mengingatnya, ingatan yang kelam, kembali dengan sendirinya satu persatu. Jadi, dia mencoba sebisa mungkin, untuk tidak memikirkan adiknya.




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "Overlord Side Story Part 6"