Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

ARK_V17E03P02

gambar


3. Rehabilitasi (2)

Seperti yang diharapkan, taktik Gwon Hwa-rang benar-benar berbeda dari ide Hyun-woo.

“Pelabuhan tanpa hukum adalah benteng alami. Nah, aliansi Hermes akrab dengan medan di sekitarnya. Tapi, jika kita mengambil tindakan pencegahan, maka itu bukan tempat yang mudah untuk diserang. Setidaknya, itu seratus kali lebih baik daripada pelabuhan Seutandal saat ini. Anggaran juga tidak ada masalah, berkat keuntungan yang kami dapatkan, dari menyapu pelabuhan tanpa hukum.”

Pada awalnya, Gwon Hwa-rang ragu-ragu sedikit. Tapi kemudian, dia mulai mengoceh. Kemudian, ibunya yang diam-diam mendengarkan, memindahkan kursi rodanya.

“…Aku lelah, setelah pergi ke rumah sakit. Aku akan beristirahat sebentar.”

Gwon Hwa-rang tersentak dan melompat seperti katak.

"A-aku…!”

"Tidak. Lanjutkan saja. Aku tidak mengerti sepenuhnya, tapi para penjahat terdengar penting bagi Hyun-woo. Aku akan baik-baik saja sendiri.”

Ibunya memindahkan kursi rodanya, dan pergi ke kamarnya.

'Eh? Apa ini? Bukankah Ibu hanya mengatakan sesuatu, yang terasa sangat menyengat?'

Hyun-woo menoleh untuk mengintip dan meringis.

“Aduh, aduh, aduh, a-apa yang telah aku lakukan…?”

Gwon Hwa-rang meremas kepalanya, sambil bergumam tak berdaya.

"A-apa yang terjadi?"

"Hanya saja… Faktanya…”

Gwon Hwa-rang gemetar, dan menjelaskan situasinya. Sesuatu telah terjadi, ketika Gwon Hwa-rang membawa ibunya ke rumah sakit. Dia berbicara dengan gembira dengan ibu Hyun-woo, ketika dia menerima panggilan telepon.

Seperti yang dikatakan Gwon Hwa-rang, Seutandal saat ini di tengah-tengah, mengubah pelabuhan tanpa hukum menjadi Markas Angkatan Laut. Gwon Hwa-rang adalah pakar taktik, jadi tentu saja dia yang bertanggung jawab. Jika ada masalah kecil, maka anggota rehabilitasi akan memanggilnya.

"Apa? Instalasi benteng tidak cukup? Apakah Kamu berkonsultasi dengan Isabel? Kemudian, kembali ke pintu masuk untuk bahan-bahan yang diperlukan, karena penyelesaian benteng adalah hal yang paling penting.”

Setelah terputus, telepon berdering lagi. Saat di rumah sakit, dia menerima lebih dari 6 panggilan telepon. Itu mengganggu pembicaraan Gwon Hwa-rang dengan ibu Hyun-woo. Tapi, kesalahannya adalah setelah itu.

"Isabel? Markas Angkatan Laut? Apa yang sedang terjadi?"

“Ah, So-mi ssi tidak perlu tahu tentang itu.”

Gwon Hwa-rang berkata tanpa sadar. Dia terlambat memperhatikan apa yang ia katakan, tapi sudah terlambat untuk mengambilnya kembali.

"Tidak, maksudku… Ini sangat rumit… Itu adalah…”

"Tidak apa-apa. Silakan pergi.”

Ibu Hyun-woo menjawab dengan normal. Tapi, ibunya juga manusia. Kata-kata tidak sensitif Gwon Hwa-rang, pasti menyakitinya. Jadi, dia tutup mulut sambil kembali ke rumah. Itu sebabnya, ekspresi Gwon Hwa-rang tidak bagus, ketika memasuki rumah. Itu juga mengapa dia ragu-ragu, ketika Hyun-woo bertanya tentang New World.

"Wahhh, apa yang aku lakukan…?"

Gwon Hwa-rang merengek seperti anak anjing, sambil melihat pintu yang tertutup rapat.

"Ohhhhh. Aku hanya… ​​Informasi tentang Markas Angkatan Laut sangat kompleks, sehingga aku pikir akan merepotkan bagi So-mi ssi… Sungguh. Lalu… Ah, tidak, ini salahku. Betapa bodohnya aku, kalau berbicara tentang Markas Angkatan Laut, begitu aku memasuki rumah… Tentu saja dia akan marah.”

'Dia marah?'

Hyun-woo menggaruk kepalanya. Jujur saja, ibu Hyun-woo tidak benar-benar marah. Gwon Hwa-rang tidak tahu, bagaimana ibunya akan berperilaku jika dia marah. Tapi, Gwon Hwa-rang tidak sensitif menyebutkan hal-hal itu. jadi tentu saja, dia akan berduri.

Dia sengaja bertindak marah untuk menunjukkan kesalahan Gwon Hwa-rang. Bahkan, Hyun-woo sudah sering menerima 'pendidikan' seperti itu, ketika dia masih muda.

'Bagaimanapun, ibuku benar-benar tampak nakal setelah melihat ini. Apakah dia sudah memulai pendidikan suaminya?'

Namun, Gwon Hwa-rang tidak tahu ini, dan dia benar-benar panik. Hyun-woo merasa ingin tertawa, setelah melihat fitur paniknya.

'Tapi, haruskah aku membiarkannya seperti ini? Hwa-rang ajusshi telah mengabaikan Ibu belakangan ini untuk New World. Karena, itu juga terapi baginya…'

Hyun-woo sedang memikirkan keadaan, ketika dia menyadari sesuatu.

'Tunggu? Yang mengingatkan aku, hari ini aku juga…'

Hyun-woo tinggal bersama ibunya 24 jam sehari. Namun, rasanya dia lebih banyak berbicara dengan ibunya, ketika dia berada di rumah sakit. Mereka selalu berada di rumah bersama, sehingga dia tidak berpikir untuk memulai percakapan.

Jadi, itu cukup lalai.

Selain itu, baru-baru ini percakapannya dengan Gwon Hwa-rang, setelah anggota rehabilitasi, selalu tentang New World. Ibunya tidak bermain New World, dan dia merasa terisolasi. Sementara ibunya tidak benar-benar marah, ketidak-puasannya meningkat dari waktu ke waktu.

‘Aku sangat tidak sensitif.'

“Uh, apa yang harus aku lakukan? Hyun-woo?"

"Bahkan jika kamu bertanya padaku…"

"Apakah tidak ada yang bisa kamu lakukan? Kamulah yang menaikkan Seutandal…”

“Aku tidak tahu, tentang apa yang terjadi sebelumnya. Jika aku tahu, maka aku tidak akan menyebutkannya. Kamu adalah orang dewasa yang tidak bisa memahami atmosfer dan terus berbicara.”

"I-itu…"

Gwon Hwa-rang menghela nafas, dan bahunya merosot.

“…Aku akan bertobat.”

“…Aku juga akan bertobat.”

Hyun-woo menyadari, jika dia juga harus merenungkan tindakannya. Dia tidak pernah tahu, jika dia kekurangan waktu yang dihabiskan bersama ibunya sebelum ini. Tapi, New World seperti pekerjaan untuk Hyun-woo.

Biaya hidup, biaya pengobatan ibunya, pembayaran pinjaman, dll…

Uang yang masuk ke dalamnya, adalah 5 juta sebulan. Dan Hyun-woo mendapatkan semua uang itu melalui New World. Uang itu diperoleh untuk keluarganya. Tapi ketika mencoba untuk mendapatkan uang, dia lalai untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya.

Itu adalah dilema yang dialami semua orang di dunia, bukan hanya Hyun-woo. Bagaimanapun, memang benar jika Gwon Hwa-rang dan Hyun-woo telah menyinggung ibunya, dengan berbicara tentang New World.

Kedua pria itu minum kopi dan merenung pelan.

Berapa lama waktu telah berlalu?

Tiba-tiba, Gwon Hwa-rang mengangkat kepalanya dan berteriak.

"Itu dia!"

"Apa? Apa yang kamu katakan entah dari mana?”

“Solusinya sangat sederhana. So-mi ssi juga harus memainkan New World!”

"Eek?"

Hyun-woo bertanya dengan suara heran.

"Sungguh? Bukankah dia masih sakit?"

"Benar! Hah, kenapa aku tidak memikirkan itu sebelumnya?”

Gwon Hwa-rang digambarkan dengan tampilan panas.

"Pikirkan tentang itu. Apa alasan kamu membuatku bermain New World?”

"Untuk rehabilitasi…"

Hyun-woo menjawab tanpa berpikir, sebelum rasanya seperti dipukul di belakang kepala. Lalu, mata Gwon Hwa-rang menyala, dan dia mengangguk.

“Apakah kamu akhirnya sadar? Benar. Bukankah dokter juga mengatakannya? So-mi ssi telah pulih secara fisik 90%, dan hambatan yang tersisa adalah mental. Jadi hari ini, dia telah menghabiskan lebih banyak waktu dalam perawatan mental. Sama seperti aku yang dulu.”

Kata-kata Gwon Hwa-rang benar. Sekarang, ibunya hampir sepenuhnya pulih secara fisik. Meskipun ada beberapa masalah dengan pemulihan otot yang tersisa, masalah terbesar adalah tubuhnya menjadi kaku, karena berbaring selama bertahun-tahun.

Cara terbaik untuk mengobati itu adalah menggerakkan tubuhnya. Tidak, lebih tepatnya itu membuat otaknya terbiasa dengan sensasi bergerak, seperti orang normal. Namun, ibunya masih belum memulihkan otot dan kekuatan fisiknya, sehingga dia terbatas pada rehabilitasi.

'Tapi, jika itu New World…'




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "ARK_V17E03P02"

Pemberitahuan Update via Email