Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

OG_1381

gambar

Overgeared

OG_1381

Bab 1381

 

Goyang goyang!

Dia mengangkat kedua lengannya di awal duel. Dampak setelah tabrakan tak sepenuhnya terserap. Sesaat, Leraje terpesona. Dia tak bisa mempercayai kenyataan, ketika dia melihat bekas pedang di kedua lengannya.

Jika dia satu-satunya orang di sini, dia akan menatap kosong ke lengannya, selama beberapa menit.

“…Tunggu, ayo lakukan lagi.”

Leraje sadar, akan tatapan ribuan demon di aula besar itu, saat dia memintanya dengan sopan. Pada saat yang sama, dia menyembunyikan lengannya dengan bajunya yang lebar.

Lendir transparan mengalir di atas kulit merah muda pucat miliknya. Lendir yang lengket itu menutupi dan menghapus luka.

Grid melihat sekilas kemampuan penyembuhan Leraje, melalui celah di lengan bajunya yang berkibar, dan memahami kebenaran.

‘Inilah alasan, mengapa kekuatan Sword Dance dibelah dua.’

Panjang wave yang dibuat oleh fase pertama dari Transcended Linked Kill Wave Pinnacle. Grid tak bingung, ketika gambaran mental Kill tak berpengaruh pada Leraje.

Great demon ke-10, Leraje.

Itu normal bagi great demon peringkat 10, untuk memiliki tubuh yang bagus.

Tak aneh, jika dia beberapa kali lebih kuat dari Hell Gao, yang kehilangan tubuhnya, melemah, dan datang ke dunia manusia. Tak mengherankan, jika dia menggunakan mental power atau momentum, yang membanjiri citra mental dari Transcended Link Kill.

…Sangat mengejutkan, melihatnya memblokir Transcended Linked Kill Wave Pinnacle, dengan tangan kosong.

Dia menggunakan punggung tangan lembutnya, yang bahkan tak memakai sarung tangan, untuk memblokir lusinan bilah dari Link, panjang energi pedang yang diciptakan oleh Transcend, dan Wave yang diblokir dengan pergelangan tangannya yang tipis. Dan juga, dia meraih dan memutar Kill dengan tangan kosong…

Sungguh menakjubkan, melihatnya membaca lintasan Transcended Linked Kill Wave Pinnacle, dan bereaksi terhadapnya. Tapi, pemandangan dia berurusan dengan itu menggunakan tubuhnya saja, bahkan lebih luar biasa.

Sekarang dia yakin. Leraje mengeluarkan lendir dari kulit, dan statistik-nya sepertinya menjadi setengah, dan menghalangi kekuatan fisik.

‘Ini biasanya karakteristik amfibi. Sihir… Dia adalah lawan yang perlu diserang menggunakan sihir api.’

Yura telah memberi-tahunya jika demon harus mematuhi persetujuan mereka. Paling tidak, Leraje tak bisa melukai Grid saat quest aktif. Tapi, dia adalah great demon dan dia harus mempertaruhkan nyawanya untuk melawan Leraje suatu hari nanti.

Dia harus mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. Karakteristik dan skill menjadi dasar. Lebih baik juga memahami kepribadiannya. Bahkan jika mereka memiliki statistik yang sama, mereka menunjukkan pola pertempuran yang berbeda, tergantung pada kepribadian mereka.

Dia harus banyak bicara dengannya.

“Melakukannya lagi? Katamu…” 

Grid mencoba berbicara, ketika dia menutup mulutnya.

[Quest ‘Konfrontasi dengan Leraje’ telah diselesaikan.]

[Ikrar Leraje telah diperoleh, sebagai hadiah untuk menyelesaikan quest.]

[Ikrar Leraje

Great Demon ke-10, Leraje, membenci kekalahan. Bahkan, jika dia kalah dalam pertarungan, dia berharap akan diketahui kalau dia menang.

Jika Anda berjanji tak akan pernah mengatakan kalau Anda menang melawan Leraje. Maka, dia akan membalasmu dengan hadiah rasa terima kasih.

Berat: 0.1]

Itu adalah selembar kertas, yang memintanya untuk tak mengungkapkan hasil duel ke dunia luar. Baris tanda tangan kosong itu membutuhkan tanda tangan Grid.

“….”

Grid mengonfirmasi isi janji, dan sepenuhnya memahami kepribadian Leraje. Ratusan tahun yang lalu, di Kepulauan Behen, Leraje dikalahkan oleh Madra, dan bahkan saat Madra menjadi Death Knight.

Tapi, Leraje menyembunyikan kebenarannya. Dia tak memberi tahu demon, jika Madra adalah Death Knight, dan dia juga menyembunyikan kekalahannya. Dia menyebutnya seri.

Awalnya, Grid mengira dia menderita demensia. Sekarang, itu hanya gertakan yang serius.

‘…Akan lebih baik untuk menanda-tangani ini.’

Alasan utama Grid menerima duel Leraje adalah, karena dia menginginkan hadiah quest. Sulit untuk menolak, karena dia harus menanda-tanganinya untuk mendapatkan hadiah.

Saat dia menolak, tak ada artinya melakukan quest.

“Tidak ada ruginya, jika aku mengikuti itu.”

Grid menghitung manfaat maksimum, dan menanda-tangani namanya di perjanjian itu, tanpa ragu-ragu. 

[Anda telah membuat perjanjian dengan Leraje.]

[Perintah pembungkaman dipicu, karena kontrak dengan great demon. Jika Anda membocorkan hasil pertarunganmu dengan Leraje kepada orang lain, Anda akan dihukum berat oleh kontrak.

Hak untuk mengakhiri kontrak, hanya milik Leraje.]

Leraje mengkonfirmasi Grid telah menanda-tangani janji dan berbicara dengan ekspresi kaku.

“Pengganti Unbeatable King. Kamu tak memahami sifat dari konfrontasi ini.”

“….”

Suasana di aula itu dingin. Ada keraguan dan kebingungan di mata ribuan demon, yang menatap Leraje di atas takhta. Mereka adalah kandidat great demon yang melihat great demon sebagai pesaing.

Alasan mereka mengagumi dan menghormati Leraje adalah, karena mereka tertarik dengan kisah Leraje yang selalu menang.

Tapi, kini mereka menyaksikan kekalahan Leraje. Mereka terpana oleh Leraje, yang langsung menggunakan kedua lengannya, saat dia mengatakan; dia hanya akan menggunakan satu tangan.

Mereka mulai meragukan kekuatan Leraje. Dia dalam bahaya kehilangan status Raja Tertinggi, yang hanya dipertahankan dengan kemenangan.

Leraje merasa cemas, dan buru-buru melanjutkan.

“Astaga.”

Dia menggigit lidahnya, dan kulitnya memerah, karena malu. Tapi, Leraje berusaha untuk tidak menunjukkannya dan tetap bersikeras.

“…Alasanku meminta konfrontasi denganmu adalah, untuk mengakhiri pertarunganku melawan Unbeatable King. Aku berasumsi, jika kamu adalah penerus Unbeatable King, bukan orang lain… ketika berpartisipasi dalam pertarungan. Tapi, kamu pengecut dan menggunakan teknik selain Ilmu Pedang Unbeatable King, untuk menghancurkan inti dari konfrontasi ini.”

Leraje mengangkat kedua tangannya. Lengan bawah tipis yang disembunyikan oleh lengan lebar itu muncul di depan demon. Bahkan, tak ada goresan terkecil pun pada mereka.

“Ohh…!”

Pra demon mengaguminya. Teknik pedang yang digunakan manusia itu beberapa saat yang lalu, mengandung kekuatan yang sangat kuat. Mereka yakin, akan sulit bagi mereka untuk bertahan hidup, jika mereka menjadi sasaran teknik pedang itu.

Sementara itu, Leraje tak terluka sama sekali, setelah menghadapi teknik pedang itu.

Oleh karena itu, kekuatan Leraje memang pantas untuk mendapatkan reputasinya. Keraguan yang mereka rasakan menghilang, dan rasa hormat bangkit kembali.

“Penerus Unbeatable King. Aku, Raja Tertinggi Leraje, bisa saja mencengkeram lehermu dan membunuhmu seketika. Aku menunjukkan belas kasihan, karena pertarungan itu aku tak menang. Bersyukurlah atas keadaannya, dan mari bertarung lagi dengan sikap yang benar.”

“Ya! Dasar manusia pengecut! Jangan main trik dan bertarung dengan adil!”

“Huu! Boooooo!”

Demon mulai mencemooh Grid. Mereka memanggilnya pengecut, atau menyuruhnya bertarung dengan adil.

‘Apakah ini sesuatu, yang demon harus katakan?’

Kastil Leraje…

Didekorasi seperti ruang perjamuan untuk bangsawan manusia, dan suasana di sini sangat berbeda dari tempat lain di neraka. Itu ceria dan bebas. Rasanya ,seperti gertakan unik dan kegigihan Leraje, yang secara halus teralihkan dari kejahatan demon.

‘…Bagaimanapun juga.’ 

Sekaranglah waktunya untuk fokus pada situasi. Grid memeriksa jendela quest yang muncul kembali.

[Konfrontasi dengan Leraje (2)

Kesulitan: SSS

Bertarung melawan Great Demon ke-10, Leraje. Jika Anda membuat Leraje bangkit dari tahta atau menggunakan kedua lengan dalam waktu lima menit. Itu akan menjadi kemenanganmu.

Tapi, skill serangan yang dapat digunakan terbatas pada Ilmu Pedang Unbeatable King.

Hadiah: Hadiah Leraje.]

[Apakah Anda ingin menerima quest?]

“Aku akan memberimu kesempatan lagi. Datanglah.”

Tubuh kecil dan ramping yang tak cocok dengan singgasana besar itu. Leraje mencoba bersikap tegas, saat dia bertepuk tangan. Kesempatan sudah didapatkannya, tapi targetnya berusaha untuk tampil sebaik mungkin.

Grid tersenyum pada absurditas itu, dan mengangguk.

“Aku datang.”

[Quest telah diterima.]

Mendesah.”

Grid tak sedang terburu-buru. Lawan menyatakan, jika dia akan duduk diam di singgasana. Dia tik perlu berguling-guling, berlari-lari, atau menyergapnya. Dia hanya bisa fokus menyerang. Hanya satu serangan. Dia mengingat dan menerapkan inti dari Ilmu Pedang Unbeatable King.

“100.000 Army...”

Pinggang Grid berputar, hingga batasnya. Di lengan bawah yang memegang pedang, nadinya membengkak, seperti akan meledak.

“…Blockade Sword.”

Sebuah teknik pedang yang memberikan 100% damage ke semua musuh yang terlihat, dan memberikan efek ‘blokade’, selama tiga detik. Hal paling menakutkan tentang Ilmu Pedang Unbeatable King terletak pada fakta, jika itu menggunakan Blockade Sword, sebagai titik awal.

Target yang diblokade tak bisa menggunakan skill atau sihir apa pun, selama tiga detik.

Enlightenment Sword dan Fire Dragon Sword telah digabungkan menjadi satu item. Saat pedang itu bergerak dalam bentuk setengah bulan, udara terpotong dan terdengar suara yang menakutkan.

“…Eh?”

Demon berbaris di kiri dan kanan tahta Leraje. Tubuh demon di bidang pandang Grid, menjadi miring. Mereka ditebas oleh Blockade Sword.

Di sisi lain, Leraje menghentikannya. Dia mengangkat satu tangan, dengan santai. Lengannya yang ditebas oleh energi pedang, yang berkilau dengan lendir.

‘Apakah itu kurang?’

Grid dipenuhi dengan kecemasan sesaat. Ilmu Pedang Unbeatable King secara alami adalah skill yang sangat bagus. Tapi, kekuatannya lemah, dibandingkan dengan Sword Dance lima fusi.

Akan sulit membuatnya menggunakan kedua lengan, selama Blockade Sword tak bisa memotong lender itu.

Saat itu…

[Skill pasif tersembunyi, ‘God Command’ telah mengatur ulang cooldown 100.000 Army Blockade Sword. Jika digunakan kembali dalam tiga detik, tak ada sumber daya yang akan dikonsumsi.]

Cahaya harapan bersinar di Grid.

“100.000 Army Blockade Sword.”

“….?”

Keraguan muncul di mata Leraje, saat dia merasakan energi Blockade Sword lagi. Tapi sekali lagi, dia memblokirnya dengan satu tangan. Lendir yang menutupi kulitnya tak ditebas sama sekali.

‘Bukan sihir itu terlihat Magic Concentration tak diaktifkan.’

Apakah itu skill yang melekat, jadi tak ditebas?

Itu rumit dan mengganggu.

Grid mendecakkan lidahnya, dan menautkan ke teknik pedang berikutnya, tanpa penundaan.

“100.000 Army Massacre Sword.”

Teknik pedang yang memberikan damage setara dengan 3.000% dari attack power-nya ke target, dan semua yang berada dalam radius 30 meter. Damage-nya bahkan meningkat 100% setiap kali target mati. jadi, kekuatan Massacre Sword sangat menakutkan.

“Eek!”

“Kuaack!”

Beberapa demon yang sebelumnya ditebas oleh Blockade Sword, terbunuh oleh Massacre Sword. Secara bertahap, energi pedang yang lebih kuat itu masuk ke dalam lendir Leraje.

Garis darah mengalir di lengan Leraje. 

[Skill pasif tersembunyi, ‘God Command’ telah mengatur ulang cooldown 100.000 Army Massacre Sword. Jika digunakan kembali dalam tiga detik, tak ada sumber daya yang akan dikonsumsi.]

“100.000 Army Massacre Sword.”

Grid menggunakan Massacre Sword lagi, tanpa penundaan.

“….!”

Ekspresi Leraje menegang. Keputus-asaan ada di wajah beberapa demon, yang nyaris tak selamat dari Blockade Sword dan Massacre Sword. Demon yang selamat dari teknik pedang sebelumnya mati. dan energi pedang yang tumbuh lebih kuat itu memotong lengan bawah Leraje.

Pendarahannya semakin meningkat.

“200.000 Army Crushing Sword.”

[Skill pasif tersembunyi, ‘God Command’ telah mengatur ulang cooldown 200.000 Army Crushing Sword. Jika digunakan kembali dalam tiga detik, tak ada sumber daya yang akan dikonsumsi.]

“200.000 Army…”

“Tunggu.”

Berhenti.

Dia beruntung. God Command sialan. Ada kemungkinan 50% untuk memicunya. Tapi dia merasa, itu sebenarnya hanya 10% kesempatan. Sekarang, itu muncul tiga kali berturut-turut. Efeknya luar biasa.

Leraje telah memblokir serangan sebelumnya dengan satu tangan. Tapi sekarang, dia secara refleks mengangkat kedua tangannya.

Di tengah keheningan demon…

“Kamu… kamu bukan penerus dari Unbeatable King.”

Leraje menatap Grid. Tubuhnya yang gemetar itu, tampak sangat kesal.

“Bahkan, Unbeatable King tidak bisa menggunakan teknik pedang yang sama dua kali. Kamu… kamu bukan penggantinya. Kamu gurunya. Ya, kamu menipuku sejak awal.”

Leraje adalah great demon yang harus berjuang dan menang. Reputasinya rusak ketika dia kalah. Dan ini terkait langsung dengan penurunan status. Selain itu, kalah dari target yang sama dua kali berturut-turut…

Itu adalah sesuatu yang benar-benar tidak boleh terjadi.

“Aku…! Apakah kamu mengejekku? Konfrontasi ini batal demi hukum! Itu tidak valid!”

“….”

“….”

Leraje memberontak, sampai menangis. Dia mencoba untuk membantahnya, tapi ada terlalu banyak saksinya. Tak mungkin untuk menipu mereka dua kali.

[Quest ‘Konfrontasi dengan Leraje (2)’ telah diselesaikan.]

[Anda memenuhi syarat untuk memasuki gudang harta karun Leraje, sebagai hadiah untuk menyelesaikan quest.]

“…Aku beruntung.”

Mudah bagi seorang pemenang, untuk bersikap santai. Grid menjadi rendah hati.




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "OG_1381"

Pemberitahuan Update via Email