Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

DP_017

gambar

Dungeon Predator

DP_017

Bab 17: Kemampuan Baru

“Jadi, Lakukan atau mati?”

Eder gemetar.

Demon sword tampaknya menghasilkan rasa takut tertentu dari Eder.

Namun, perasaan tidak adil dan dendamnya, jauh melebihi rasa takutnya. Dia bahkan memberinya 1.000 gold. jadi, perawatan apa ini!?

“Aku akan melakukannya!”

Eder berteriak.

Eder berpikir untuk memukul kepala Kang Oh dengan demon sword terkutuk itu. tapi, itu hanya akan bermanfaat bagi Kang Oh.

Dengan membunuhnya, Kang Oh akan mendapatkan exp dan qeust yang mengganggu akan dibatalkan. Ditambah, dia sudah menerima 1.000 gold di muka.

Pada akhirnya, Eder tidak punya banyak pilihan.

Selain itu, dia tidak bisa melarikan diri sekarang, karena dia terikat dengan Kang Oh.

“Haa.”

Kemarahannya mereda, dan bahunya terkulai.

‘Sepertinya, aku harus menggunakan wortel sekarang.’

Karena dia memiliki sejarah yang panjang sebagai seorang gamer, Kang Oh tahu betul bagaimana menangani NPC.

Tidak hanya dia menggunakan sanjungan, tapi dia juga familiar dengan penggunaan yang tepat dari ‘wortel dan tongkat’, saat berhadapan dengan NPC.

“Tidak semuanya buruk. Jika kamu terus membantuku sebaik mungkin. maka, aku akan memperkenalkan kamu kepada seseorang,” kata Kang Oh.

‘Ini akan berhasil 100%.’

Kang Oh sangat yakin.

Suatu hari, mereka bertemu dengan Beastman, dan Kang Oh menyadari jika Eder lemah terhadap wanita.

“Apa yang kamu maksud dengan ‘memperkenalkan aku kepada seseorang’?”

“Aku akan mengenalkanmu pada seorang gadis.”

“Seorang gadis?”

“Ya. Adik perempuanku sangat cantik.”

Dia menggunakan kalimat yang sama persis dengan yang ia gunakan, untuk meyakinkan Burkan.

“Benarkah?”

Eder bertanya.

“Ya, sungguh.”

Kang Oh berbohong, tentu saja. Bukan hanya adik perempuannya Reinkarnasi Erina. Tapi, dia bahkan tidak memiliki karakter game ini.

“Aku akan melakukan yang terbaik.”

Sikap Eder telah berubah 180 derajat.

“Sungguh pria yang sederhana.”

Kang Oh menyeringai.

Seperti yang diharapkan, bujangan tua yang rentan terhadap wanita!

Itu sangat efektif untuk bujangan yang sangat tua, seperti Eder.

“Baca buku dan temukan petunjuk keberadaan demon sword, saudara ipar.”

Kang Oh menunjuk ke The Loxia Chronicles, dan memastikan untuk memanggilnya saudara iparnya.

Saudara ipar.

“Aku akan melakukan yang terbaik,” jawab Eder, berdiri dengan perhatian, seperti rekrutan militer.

“Baik.”

Kang Oh meninggalkan Center Library Altein.

Dia membuang 1.500 halaman ke Eder, dan berjalan dengan sangat santai.

***

 

Kang Oh menemukan NPC, yang mengajarkan skill dukungan.

“Kamu harus benar-benar memahami tunggangannya, untuk benar-benar…” kata seorang prajurit tua, yang mengenakan armor.

“Cukup dengan penjelasannya. Tolong ajari aku skill-nya.”

Kang Oh mempelajari skill Riding, yang setara dengan SIM di game Arth. Dan juga, dia mempelajari beberapa skill pendukung lainnya.

First Aid! Emergency Repair! Create Map! Disarm Trap! Seek a Way! Create Book Monster!

‘Ini adalah skill paling berguna untuk membunuh monster dan menjelajahi dungeon tersembunyi.’

Dia tidak mempelajari Lighting, Gathering Herbal, Fishing, dll. Yang dipelajari player lain untuk mengumpulkan uang saku.

Dia juga tidak berencana untuk mempelajarinya di masa depan.

Bagaimanapun, dia mendapat banyak manfaat dari membersihkan hanya dua dungeon tersembunyi.

‘Sementara yang lain mengumpulkan uang receh, aku akan membidik yang besar!’

Skema cepat kaya, yang akan menghancurkan keluarga!

Tapi, ini tidak berlaku untuk Kang Oh, yang memiliki Hyper Intuition.

“Sementara orang lain membuang waktu untuk mencari, aku langsung ke sumbernya,” gumam Kang Oh.

“Hah, apa katamu?”

“Tidak ada. Lebih penting lagi, aku ingin mempelajari beberapa skill.”

Kang Oh ada di dalam Guild Swordsman.

Instruktur seni bela diri melihatnya.

“Kamu terlihat cukup ahli. Mengapa kamu tidak mencoba dan mempelajari skill tempur?” kata instruktur seni bela diri.

“Skill yang mana?”

“Cross Slash, Continuous Slash, Power Strike, Destroy Heart, dll. Kamu harus bisa mempelajari sebagian besar teknik.”

“Tidak apa-apa. Aku ingin belajar Basic Evasion dan Quick Steps,” kata Kang Oh.

Guru seni bela diri membawa buku skill dari rak buku.

Basic Evasion!

Quick Steps!

“Ini 2 gold.”

Kang Oh membayar buku skill dan menggunakannya di tempat.

[Anda telah mempelajari skill pasif, Basic Evasion (Novice).]

[Anda telah mempelajari skill pasif, Quick Steps (Novice).]

Skill ini, ditambah dengan Intuisi Hyper Kang Oh…

“Aku akan menyerang tanpa terserang.”

Itulah gaya yang ia cari. Hantaman sepihak. Keuntungan satu sisi.

Seberapa bagus itu?

Kang Oh menyeringai, dan instruktur seni bela diri bertanya, “Apakah kamu benar-benar tidak akan mempelajari skill tempur apa pun?”

“Aku baik-baik saja.”

Dengan Hyper Intuition yang menunjukkan kelemahan, demon sword SS-rank-nya, serta Gluttony, yang secara eksplosif akan meningkatkan kemampuannya… dia memiliki kekuatan serangan yang cukup.

Akan membuang-buang waktu untuk mempelajari lebih banyak skill tempur. Lebih baik tetap menggunakan Slash, untuk meningkatkan kemahiran skill-nya.

“Bagaimanapun, aku ingin tahu, apakah Eder menemukan petunjuknya…”

Setelah menyelesaikan bisnisnya di sini, Kang Oh menuju ke Center Library Altein.

***

 

Memundurkan waktu…

Eder yang telah tenggelam dalam The Loxia Chronicles, diam-diam melihat ke kiri dan ke kanan.

“Dia sudah pergi,” gumam Eder.

Seperti yang ia katakan, Kang Oh pasti telah meninggalkan Center Library Altein.

Kemudian, dia menegakkan punggungnya, dan mendorong The Loxia Chronicles menjauh.

“Apakah dia mengira, aku idiot?”

‘Wortel’ Kang Oh sama sekali tidak berhasil.

Bahkan, akan lebih aneh, jika itu berhasil.

Tapi ada alasan, mengapa dia bertindak seperti itu.

Dia harus keluar dari cengkeraman Kang Oh. Karena, dia telah mengancamnya dengan demon sword.

“Kamu akan melihat secara langsung, seperti apa rasa dendam hantu.”

Bukan hanya dia tidak membaca The Loxia Chronicles, tapi dia bahkan tidak melihatnya.

Sebaliknya, dia menghabiskan waktu dengan membaca beberapa buku medis di sini, yang ingin ia baca.

Tentu saja, dia membaliknya ke halaman tertentu, sehingga tampak seperti dia membaca sebagian.

Waktu berlalu, dan Kang Oh akhirnya kembali.

“Hei, Saudara Ipar!”

‘Seolah-olah, aku pernah menjadi saudara iparmu.’

Namun, tindakan Eder benar-benar bertentangan dengan perasaan batinnya.

“Selamat datang kembali.”

Eder tampak sangat senang, melihatnya.

Kang Oh menatapnya kosong dan bertanya, “Apakah kamu menemukan petunjuk?”

“Aku belum menemukannya. Buku ini panjang sekali. Jadi, aku perlu lebih banyak waktu untuk membacanya,” kata Eder.

Tentu saja, dia tidak akan pernah menemukan petunjuk tentang demon sword, tidak peduli berapa lama waktu berlalu.

“Hmm. Ini buku yang cukup tebal.”

Kang Oh mengangguk.

“Setidaknya, aku butuh seminggu.”

Eder berencana untuk mengulur waktu sebanyak mungkin, dan kemudian melanjutkannya dengan meminta lebih banyak waktu.

“Aku akan mendapatkannya.”

Senyum ramah Eder, cocok dengan topeng senyumannya.

Namun…

“Kamu telah melakukan sesuatu yang salah, bukan?”

Kang Oh bertanya.

Dia menatap Eder dengan mata tajam, seolah dia sedang menginterogasinya.

“Permisi?”

Eder tersentak dan hatinya tenggelam.

‘Tidak mungkin. Apakah dia mengetahui rencanaku?’

“Benarkah itu?”

Kang Oh bertanya lagi.

‘Eh, tidak mungkin dia tahu. Tidak ada jalan.’

“Aku tidak.”

Dia pura-pura, seolah tidak bersalah.

“Apakah begitu?”

Kang Oh tiba-tiba menghunus demon sword-nya, dan mengarahkannya ke Eder.

“A-Apa yang kamu lakukan?”

“Kamu tahu mengapa.”

“Aku tidak punya ide! Dan jika kamu menyakitiku, maka kamu akan melanggar kontrak!”

Eder punya satu hal yang bisa ia andalkan.

Dia percaya, jika Kang Oh tidak akan menyakitinya!

“Aku tidak berpikir, itu akan melanggar kontrak. Tidak ada dalam kontrak yang menyatakan, jika aku harus membuatmu tetap aman,” kata Kang Oh.

“Tidak! kamu menanda-tangani kontrak yang menyatakan, jika kamu dengan tulus menyelesaikan quest-ku. Dan kontrak menyatakan, jika aku harus aman.”

Dengan kata lain, jika dia menyakiti Eder, maka Kang Oh akan melanggar klausul yang menyatakan, jika Eder harus aman. Ini akan melanggar pernyataan, jika dia harus melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan quest-nya.

Namun…

“Quest menyatakan jika aku harus menjaga ‘tubuh’-mu aman. Tidak ada yang menyatakan, jika aku harus menjaga jiwa-mu tetap utuh.”

Kang Oh menyeringai.

“Hah?”

Terkejut, Eder melihat-lihat detail quest itu lagi.

Quest itu benar-benar hanya melindungi ‘tubuh(asli)nya’.

“Aku tidak dapat melakukan apa pun kepadamu, jika kamu kembali ke tubuhmu. Tapi, kamu berada di tubuh berbeda sekarang.”

Dia tidak akan menemui masalah apa pun dari menghancurkan jiwa Eder di sini, dan sekarang.

Ketika Eder menulis kontrak, Kang Oh langsung menemukan celah ini.

Desir.

Kang Oh mendorong pedangnya tepat di depan Eder. Ujung bilahnya menyentuh topeng Eder.

“Ini adalah kesempatan terakhirmu. Jika kamu mengaku. Maka, aku akan memaafkanmu.”

***

 

“Maaf.”

Eder menundukkan kepalanya.

‘Seperti yang diharapkan.’

Kang Oh tahu jika Eder berbohong padanya, dan jika dia berencana menghalangi rencananya.

Bagaimana?

Itu semua karena Hyper Intuition-nya.

Seolah-olah dia memiliki kemampuan lain, selain memastikan kelemahan, peringatan bahaya, dan menemukan benda / tempat tersembunyi.

Itu adalah kemampuan untuk melihat kebohongan!

‘Aku yakin.’

Kang Oh mengingat perasaan yang ia rasakan, ketika dia kembali ke Center Library Altein dan melihat Eder.

Eder telah menyambutnya kembali.

Tapi ketika dia memandang Eder, dia merasa tidak nyaman. Seolah-olah, dia ditusuk oleh duri.

Itu sedemikian rupa ,sehingga dia ingin meninju wajah Eder!

Alasan perasaan unik ini pasti karena Hyper Intuition-nya.

Namun, itu seharusnya tidak diaktifkan sekarang.

Itu telah diaktifkan, dalam situasi yang sama sekali berbeda.

Kemampuan macam apa itu?

Dia merasakan Eder yang merupakan sumber ketidak-nyamanan ini.

Begitu dia memastikan, jika buku itu memang tebal, Eder bersikeras jika akan butuh waktu lama untuk membacanya.

Ketika Eder mengatakan itu, sensasi tidak menyenangkan itu semakin kuat. Seolah-olah, ada bisikan di kepalanya, mengatakan ‘Jangan percaya padanya’.

‘Hyper Intuition merasakan bahaya. Apakah ini memperingatkanku, ketika seseorang memiliki niat jahat dan berencana mengkhianatiku?’

Kang Oh memeriksa apakah hipotesisnya benar atau tidak, dan mengajukan pertanyaan kepadanya, untuk menghilangkan perasaan tidak menyenangkan ini.

“Kamu telah melakukan sesuatu yang salah, bukan?”

Melihat bagaimana Eder tersentak, Kang Oh tahu jika dia benar. Dia kemudian menginterogasi Eder dan membuatnya mengaku. Dan, membuktikan jika hipotesisnya benar selama ini.

“Kamu bertingkah seperti kamu mencari petunjuk, padahal kamu benar-benar mencoba menghalangi jalanku, bukan?”

Kang Oh sedang memeriksa untuk melihat, apakah dia benar.

“Ya,” Eder mengaku dengan lemah.

“Aku akan membiarkan ini pergi sekali ini saja.”

Kang Oh mencabut demon sword-nya.

Dia menepati janjinya. Eder telah mengaku melakukan kesalahan. Jadi, dia memberinya kesempatan kedua.

“Sebagai gantinya, temukan beberapa petunjuk dari The Loxia Chronicles. Dengan benar kali ini,”

Kang Oh mendorong buku tebal itu ke arahnya, dan menekankan kata ‘dengan benar’.

“Dimengerti.”

Eder tidak punya pilihan, selain menjawab dengan patuh.

***

 

Jae Woo bersiap untuk keluar rumah.

Dia mengenakan kaus putih dengan tanda perdamaian di atasnya, serta celana jins dan topi bisbol.

“Kakak, mau ke mana?” tanya Yura.

“Ada urusan yang harus aku urus,” kata Jae Woo singkat.

“Ah, apakah kamu akan pergi ke bank?”

“Mm, hanya bisnis.”

Jae Woo menuju ke bank, seperti yang diharapkan Yura.

Bank Tabungan Piggy!

Itu adalah bank yang menggunakan celengan merah sebagai ‘maskot’-nya. Itu berarti, bank mereka akan menjadi celengan bagi orang normal.

“Selamat datang.”

“Aku datang untuk membayar hutang.”

Rasanya menggembirakan, seperti melemparkan surat pengunduran diri ke wajah atasanmu.




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "DP_017"

Pemberitahuan Update via Email