Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

LMS_V57E04P03

gambar


4. Great War (3)

“Cepat, dan posisikan relik!”

Para player di atas level 400 yang direkrut oleh Dewan Mapan, juga berlari dengan sibuk. Itu membuat persiapan yang terburu-buru.

Kerajaan Arpen telah meminjam peninggalan dari 22 agama berbeda di Versailles, seperti Order of Freya, berdasarkan tingkat kontribusi yang telah dicapai kekaisaran di seluruh benua.

Tujuannya adalah untuk menetralkan black magic Kaybern!

Mereka menempatkan relik di sekitar dragon, untuk meningkatkan kekuatan dewa mereka.

-Agar manusia menjadi seperti ini!

Kemarahan Kaybern semakin dalam. Dia menembakkan mantra sihir berturut-turut, dan mengayunkan ekornya. Tapi, itu tak ada yang bisa menghentikan gerak maju para warrior.

Kekuatan dragon itu mutlak. Tapi turun ke tengah Morata, berarti dia telah memilih lokasi terburuk untuk pertempuran.

Meskipun anggota Guild Hermes berkurang jumlahnya, HP Kaybern juga menurun.

-Jadi, kalian manusia memiliki kekuatan tersembunyi. Tapi, kamu tak bisa mengalahkanku. Semuanya sekarang akan hilang.

Kaybern mulai mengisi paru-parunya. Dia sedang bersiap untuk melepaskan skill ofensif paling kuat untuk melawan perlawanan manusia, Dragon Breath.

“Sekarang!”

Semua orang berkonsentrasi sampai akhir.

Waktu yang ditentukan telah tiba, dan anggota Guild Hermes telah siap.

Menerima serangan dari nafas secara langsung, membuat HP tak mungkin bertahan, bahkan jika player telah menaikkan level mereka melalui Brazier of Sacrifice. Tapi, lari juga tak jauh berbeda.

“Serang, serang dengan semua yang kamu punya!”

Boemong berteriak dengan panik, dan mengayunkan kapak bermata dua-nya ke bawah pada pergelangan kaki dragon itu.

Saat-saat singkat itu setelah merapalkan mantra black magic dan Dragon Breath, adalah ketika dragon itu dalam kondisi paling rentan.

Bard Ray dan para warrior juga mengangkat pedang mereka, dan menebas dragon itu.

“Potong sayapnya!”

Ribuan warrior memulai serangan [ada tubuh besar dragon itu.

Serangan hebat dari anggota guild membuat dragon yang sedang mempersiapkan serangan breath, menjadi marah.

***

 

Weed menyaksikan perang itu dari jauh, dan kagum.

“Mereka melakukannya yang luar biasa.”

Pertempuran Guild Hermes berlangsung dengan banyak momen spektakuler.

Bisakah kelompok lain terlibat dalam pertempuran, untuk melawan dragon itu?

Kesetiaan bersumpah mereka pada Bard Ray, sangat meningkatkan moral mereka. Bahkan, dengan armor yang hancur dan luka yang dalam, mereka terus bertarung.

Tentu saja, mereka telah menggunakan Brazier of Sacrifice, adalah alasan utama ketahanan mereka.

“Rencananya berjalan lancar… Semuanya berjalan lancar untuk saat ini.”

Rencana mereka adalah menggunakan Morata sebagai umpan, dan memancing dragon itu ke tanah.

Setelah mereka memusnahkan dragon itu, sehingga menggunakan black magic-nya, pasukan utama akan dikirim!

Dengan ‘brazier warrior’ sebagai intinya, mereka akan melanjutkan untuk membunuh dragon itu.

“Tentu saja, aku rasa, tak akan ada metode yang lebih baik untuk menangani dragon itu.”

Jika itu adalah Weed, akan sulit untuk mengatur strategi seperti itu.

Sejumlah besar anggota Guild Hermes harus menyerahkan nyawa mereka. Dan itu hanya mungkin, karena sistem komando mereka yang kuat.

Itu adalah skala yang berbeda, dibandingkan dengan player pemula yang bergegas masuk, yang hanya memiliki sedikit kerugian.

“Jika aku membawa para dwarf untuk menghadapi dragon, itu akan menjadi pertempuran yang tak bisa dimenangkan.”

Pasukan Hermes Guild yang setidaknya 10 kali lebih banyak, menggunakan anglo dan memiliki banyak dukungan.

“Jika mereka bisa terus seperti ini, kemungkinan besar Morata akan menjadi kuburan Kaybern.”

Di sisi lain, Weed merasa sedikit kecewa.

Itu karena dragon itu terperangkap dalam jebakan, dan tak bisa menggunakan kemampuan tempur penuhnya.

Tak tertandingi manusia, dragon itu adalah mage yang tak terhentikan dan makhluk raksasa!

Meski begitu, dia tak dapat menampilkan kekuatan aslinya.

-Pale: Weed-nim, aku rasa, Guild Hermes akan berhasil dalam perburuan dragon.

“Memang terlihat seperti itu. Tapi, itu dragon. Ini tak akan berjalan, tanpa perlawanan.”

Weed merasa terganggu, dengan pertarungan yang ternyata berjalan terlalu baik. Dalam hidupnya, saat-saat ketika dia memiliki perasaan seperti itu, akan menyebabkan pergantian peristiwa yang paling berbahaya.

“Sesuatu yang sangat mencurigakan…”

-Pale: Apakah itu teori takdir terkutuk, yang selalu kamu bicarakan?

“Aku belum yakin. Bukan aku yang bertarung, tapi Guild Hermes.”

Weed berpikir, jika Kaybern yang jatuh ke tangan Guild Hermes, adalah hasil terbaik.

Jika dragon itu diurus, mungkin tak ada yang mengancam Versailles untuk beberapa lama.

“Tapi, kenapa rasanya begitu aneh?”

-Pale: Kaybern bersiap-siap untuk menembakkan breath-nya.

Weed tak terkejut karenanya. Itu adalah metode serangan yang diantisipasi, dan respon dari Hermes Guild sangat baik. Bahkan dengan serangan breath, mereka akan terus bertarung dan meminimalkan kerugian mereka. Terlepas dari kemampuan mereka, dia tak bisa tetap menjadi pengamat.

“Dragon adalah makhluk yang tak pernah diburu. Untuk berjaga-jaga, siapkan regu penyerang untuk terlibat.”

-Pale: Dimengerti.

“Kita tak tahu seberapa kuat black magic Kaybern, dan kits juga tak tahu pasti, bagaimana pertarungan ini akan terjadi. Jadi, kita tak boleh lengah.”

Weed ingin perang berakhir, dengan dia tak menggunakan anglo, jika memungkinkan.

Bagaimanapun, keinginan manusia tak memiliki batas.

Dengan pertempuran ini, jika levelnya tak menurun, keuntungannya akan luar biasa.

‘Hanya Bard Ray dan Guild Hermes, yang melakukan semua pekerjaan. Ini adalah skenario sempurna yang bisa dibayangkan.’

Itu licik dan akan mengakibatkan hilangnya kehormatan. Tapi, mencuri pukulan terakhir, sudah diberikan.

***

 

Nafas hitam berasap, keluar dari mulut Kaybern.

Itu menelan anggota guild di depannya, dan menyapu gedung.

-Mati!

Black Dragon menoleh, dan menyebarkan breath-nya lebar-lebar.

Anggota Guild Hermes mencoba menghindarinya, seperti belalang lompat. Tapi, mereka terlalu dekat.

“Menghindar ke samping!”

“Terbang ke langit!”

Para player yang lolos dari radius breath, juga masih dalam bahaya.

Tanah mencair, dan bangunan hancur berantakan.

Dragon Breath begitu kuat, hingga sebagian kota menghilang tanpa jejak.

Sulit untuk menghitung damage yang diterima oleh anggota Guild Hermes, yang dekat dengan zona pertempuran.

Dragon itu menunjukkan kekuatannya, dengan membunuh setidaknya ribuan.

“Maju!”

“Horn Charge!”

Tapi, setelah dihadapkan pada rasa takut berulang kali, seseorang dapat menjadi terbiasa dan mengatasinya.

Para player yang selamat dari breath Kaybern, memiliki hak untuk mengklaim hak istimewa itu.

Mereka bisa menginginkan pencapaian pertempuran yang akan diberikan, karena membunuh dragon, dan dikenal sebagai pahlawan terhebat.

Jika mereka bisa mencapai apa yang bahkan Weed dan Bard Ray tak bisa lakukan, nama mereka akan menyebar ke seluruh dunia.

Para pengguna anglo menginginkan kemenangan, atas kematian mereka.

Krobidyun dan Jean serta necromancer lainnya ikut campur dalam pertempuran.

“Semuanya, pergi. Corpse Explosion!”

“Bangun, roh pendendam yang gelisah. Balas dendam pada yang hidup dan pembunuhmu! Dead Rise.”

Tubuh anggota guild yang mati karena breat, memicu ledakan berantai. Dan para death knight mulai bangkit dari tanah.

“Apa yang kamu lakukan?”

“Yang terluka bisa saja tersapu oleh Corpse Explosion!”

Para penonton dari jauh, penuh dengan pertanyaan. Tapi, ledakan itu juga salah satu alat untuk berburu Kaybern.




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "LMS_V57E04P03"

Pemberitahuan Update via Email