Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

OG_1395

gambar

Overgeared

OG_1395

Bab 1395

 

Para tamu terhormat yang menghadiri upacara kedewasaan Lord, adalah nama-nama besar. Mereka menjalankan kekuatan mereka tanpa rasa takut di kerajaan mereka sendiri atau kerajaan lain.

Meski begitu, mereka manusia.

Marie Rose.

Penampilan predator puncak membuat semua tamu terhormat di area ini gemetar. Tokoh-tokoh besar yang tak mengenal kecemasan dan ketakutan. Karena harga diri mereka yang besar, tak berani melakukan kontak mata dengannya, dan membuang muka.

Mereka berusaha terlihat setenang mungkin untuk menunjukkan, jika mereka tak berniat menentangnya. Itu bukan masalah penghinaan dan rasa malu.

Bisakah nenek moyang mereka menghindari situasi berbahaya ini, jika mereka tak merasa takut?

Tidak.

Umat manusia tak akan bertahan sampai hari ini. Sikap rendah hati para tamu terhormat di depan Marie Rose, adalah naluri alami manusia. Itu adalah naluri yang sangat primitif untuk merasa takut dan menghindari faktor risiko.

‘Marie Rose. Apakah itu benar-benar Marie Rose?’

Para duke kekaisaran secara refleks berjuang, saat mereka dihancurkan oleh ‘evil influences’ yang mengerikan. Mereka berusaha untuk tidak diperhatikan sebanyak mungkin, dan mencari tahu situasinya.

Mereka berpikir kembali.

Ada desas-desus, jika segel Marie Rose dirilis 17 atau 18 tahun yang lalu. Mantan kaisar Juander meminta Bain untuk mencari tahu keasliannya.

Bain kembali dan membenarkan, jika rumor itu benar.

Jenis evil influences yang kental ini kemungkinan besar adalah milik Marie Rose. Hanya dengan begitu, mereka bisa diyakinkan.

Aku, kita…

Immortal King Grenhal, Spear Saint Rachel, dan Beast King Morse.

Mereka dipenuhi ketakutan, meskipun ketenaran dan kekuatan yang mereka bangun sejauh ini. Hanya dengan mengakui, jika orang tersebut adalah Marie Rose, mereka dapat menerimanya.

‘Ini… ini kehancuran.’

Mengapa Marie Rose muncul di sini, dan sekarang?

Mereka tak mampu untuk memeriksa alasannya. Para duke hanya merasa pusing.

Paus kedua, Chreshler, hampir tak bisa menyegelnya, ketika dia mengorbankan nyawa dirinya dan Putri Rebecca. Meskipun, dia adalah paus terkuat sepanjang masa. Literatur kuno Sahara menilai dia lebih kuat dari Beriache, dan salah satu dari sedikit makhluk yang diwaspadai Baal.

Monster itu, Marie Rose, muncul di sini.

Mereka sudah mati. Mereka akan mati. Mereka tak bisa bertahan hidup.

Pikiran ini berputar di sekitar kepala para duke.

Sementara itu, Permaisuri Basara berpikir rasional. Sebagai ibu, pemimpin dari banyak orang, rasa tanggung jawabnya sangat tinggi. Dia sadar dalam situasi putus asa ini.

‘Ini adalah serangan yang ditujukan pada tempat berkumpulnya banyak tokoh utama dari berbagai kerajaan… dia memiliki ambisi untuk memerintah umat manusia.’

Dunia akan hampir lumpuh, saat para tamu di sini disapu bersih. Sejak saat itu, siapa yang bisa menangani Marie Rose?

Umat ​​manusia akan kehilangan pusatnya, dan dibantai secara sepihak oleh Marie Rose.

‘Orang-orang yang perlu diselamatkan sekarang adalah…’

Tatapan Basara beralih ke Grid.

Penilaiannya cepat.

‘Aku harus melindungi Grid.’

Setiap orang di posisi ini harus berkorban. Grid harus dievakuasi, menggunakan cara dan metode apa pun. Dengan menjadikannya pusat kemanusiaan, hanya dengan begitu pemusnahan umat manusia dapat dihindari. Hanya dia yang pantas mendapatkannya.

Red energy Basara naik.

Inilah kekuatan yang menjadi bukti garis keturunan Sahara. Ini adalah kekuatan penguasa yang mengintervensi, dan mengendalikan segalanya. Itu lebih merupakan konstitusi daripada skill atau sihir.

Itu tidak disegel oleh evil influences.

Basara memiliki kapasitas untuk campur tangan dengan evil influences Marie Rose. Dia bertekad, jika jika dia bisa ‘mengendalikan’ evil influences untuk sementara waktu, dia bisa bergabung dengan duke untuk membuka jalan bagi Grid.

Bahkan, jika dia kehilangan nyawanya karena serangan balik. Dia harus mencobanya, meskipun peluang keberhasilannya kurang dari 1%.

Red energy Basara menebal.

“Hmm?” 

Itu terjadi, ketika Marie Rose berbalik menatap ke Basara…

Langkah, langkah, langkah…

Langkah kaki seseorang menggema di aula yang sunyi. Satu orang berjalan sendirian dengan percaya diri, sementara semua orang menahan napas. Tak sulit untuk menyimpulkan identitasnya.

‘Grid?’

‘Raja Grid…!’

Mata semua orang beralih ke arah langkah kaki.

Aula tengah…

Seperti yang diharapkan, Grid sedang melewatinya. Dia menatap lurus ke arah Marie Rose. Tak ada keraguan dalam gaya berjalannya, dan dia berdiri tegak. Tak ada gemetar. Marie Rose membuat takut, semua orang kuat di benua itu. Tapi, dia tak bisa menakuti Grid.

Para tamu terhormat mengaguminya.

“S-Selamat datang, Marie Rose. Mengapa orang yang begitu mulia ini datang ke tempat yang sederhana ini…?”

Grid akhirnya mencapai Marie Rose dan menundukkan kepalanya, sambil tersenyum. Itu adalah sikap yang sama sekali berbeda, dari yang diharapkan. Itu mengejutkan. Tapi, tak ada yang mengira, jika Grid itu budak.

‘Seperti yang diharapkan, itu adalah Marie Rose. Dia mungkin demonkin. Tapi, dia adalah eksistensi legendaris. Wajar untuk bersikap sopan kepadanya, ketika dia membangun reputasi yang melampaui pendirinya, ratusan tahun yang lalu.’

‘Alasan Grid membungkuk di tempat pertama adalah karena kita…’

Sepertinya, Grid tak terpengaruh oleh evil influences Marie Rose. Tak ada rasa takut khusus pada Marie Rose. Alasan mengapa dia membungkuk adalah untuk keselamatan orang-orang yang berkumpul di sini.

Itu berarti, dia dipaksa untuk menyenangkan Marie Rose untuk mencegahnya bertindak tergesa-gesa.

“Dia benar-benar lentera manusia.”

Para tamu terhormat. Secara khusus, para tamu terhormat yang hanya mengetahui Grid melalui rumor, mulai merasa menghormati Grid. Serangkaian pemberi-tahuan muncul yang menyatakan, jika para pemimpin kerajaan atau suku yang tak pernah berkomunikasi dengan Kerajaan Overgeared, mulai menyukai Grid.

‘Apa?’

Mengapa afinitas mereka tiba-tiba meningkat?

Di sisi lain,

Marie Rose mengulurkan tangan ke Grid yang bingung.

Kulit putih yang mengingatkannya pada salju yang menjadi merah, oleh sinar matahari yang bocor melalui jendela. Matahari tak bagus untuk vampir. Marie Rose memiliki kekuatan yang lebih kuat dari Beriache, Great Demon ke-3.

Dia juga tak menerima hukuman apa pun di dunia manusia, karena dia lahir di sini.

Salah satu makhluk terkuat di dunia, beberapa kelemahannya termasuk matahari. Dia lemah terhadap sinar matahari, karena dia mewarisi kekuatan Beriache dan karakteristik vampir-nya lebih kuat dari siapapun.

Alasan mengapa dia mengunjungi Reinhardt di siang hari seperti ini, adalah karena…

“Apa kau menjadi Blood King, saat aku sedang tidur?”

Dia ingin memberi selamat pada Grid.

Grid dengan sopan mencium punggung tangannya, dan tersenyum canggung.

“Ya, kebetulan seperti itu.”

Marie Rose adalah vampir terkuat. Tapi, dia tak cocok untuk posisi Blood King. Tujuannya hanyalah untuk memusnahkan para great demon. Dia tak punya ambisi untuk menjadi raja, dan memimpin para vampir. Buktinya, dia tak memiliki perasaan pada saudara-saudaranya.

Grid tahu fakta ini, dan hanya menerima ‘ucapan selamat’ Marie Rose. Dia tak merasa, jika posisi Blood King telah diambil darinya. Bagaimanapun, ucapan selamat Marie Rose tulus.

Wajahnya yang tersenyum cerah sangat jelas, terlihat seperti bunga indah yang muncul.

“Aku senang.”

“….?”

“Pria yang melepaskan segelku, telah tumbuh menjadi pasangan yang sangat baik. Aku harus percaya pada kata takdir.”

“….?”

“….?”

Blood King? Pasangan?

Orang biasa tak bisa memahaminya. Bahkan, Grid tak memahaminya.

‘Pasangan?’

Dia bisa merasakan mata menusuk ke punggungnya. Itu bukan mata Ratu Irene. Dia sudah lama ingin Grid mengambil selir. Dia telah mendesak Grid secara langsung. Dia menjadi lebih tua lebih cepat dari Grid, dan akan ‘pergi’ lebih dulu.

Demi Grid, dia berharap orang baik lain akan berdiri di sisi Grid.

Untungnya Ratu Irene sekarang mendapatkan kembali masa muda-nya. Tapi, pikirannya tetap sama. Dia belum melahirkan anak kedua selama 15 tahun. Situasi di kerajaan terlalu tak nyaman, untuk hanya memiliki satu penerus takhta.

“….”

Grid menoleh ke belakang.

Berbeda dengan Irene yang tak mengubah ekspresinya, Basara dan Mercedes tampak murung. Ada bayangan gelap di wajah cantik mereka.

Inilah mengapa, dia merasakan tatapan yang menyengat. Mengapa Basara…?

“Hum hum.” 

Grid memiringkan kepalanya sejenak, sebelum batuk untuk meringankan suasana. Lalu, dia membimbing Marie Rose ke posisi teratas.

“Hari ini adalah hari, di mana anakku akhirnya menjadi dewasa. Beberapa tamu telah berkumpul untuk merayakannya. Jadi, mari kita bicarakan masalah pribadi ini, lain kali.”

“Aku langsung menyadari, jika dia adalah anakmu. Dia berbakat dan tampan, sama sepertimu. Mungkin, anak-anak kita juga…”

“Hum hum!  Sekarang, lewat sini.”

“….”

Ekspresi Marie berubah secara dramatis, saat Grid terbatuk dan memotong kata-katanya. Senyuman cerah berubah berarti. Dan matanya melengkung seperti bulan setengah.

Jantung Grid berdebar kencang.

Dia goyah.

“Apakah kamu tak ingin menjadi pasanganku?”

“I-Itu, aku pria yang sudah menikah…”

“Hmm, kalau begitu, kamu bisa memberiku benihmu. Tak perlu merasa untuk terlalu terbebani.”

“….”

Keheningan memenuhi aula. Secara khusus, mulut Basara dan Mercedes tertutup rapat. itu karena, mereka menyaksikan penyesalan dan kekerasan yang ada, dalam senyuman mempesona Marie Rose.

Mungki,n dia serius tentang Grid.

Itu terjadi, saat Basara dan Mercedes memikirkan ini…

“Kenapa kamu datang ke tempat ini?”

Sosok baru muncul di belakang Jude dan Pangeran Shinning, keduanya berdiri di pintu masuk aula besar.

Seorang pria dengan rambut perak.

Identitas pria yang begitu tampan, sehingga penampilannya sebanding dengan Marie Rose, secara alami adalah Braham.

Legendary Great Magic.

Duke kerajaan yang menyaksikan kekuatannya dalam raid Drasion, secara refleks memusatkan perhatian.

Di sisi lain, Marie Rose terlihat santai.

“Kamu sudah tumbuh dewasa, Braham. Kamu benar-benar berani berbicara dengan keras padaku.”

“Jangan merusak acara berharga ini, dan pergi.”

“Acara ini…? Apakah itu berharga?”

Marie Rose meragukan telinganya.

Braham…

Braham yang paling egois dan kejam, yang membantai ribuan orang dan bereksperimen pada kerabatnya… sebenarnya menghormati kejadian orang lain?

“…Huhu, apa kamu tak banyak berubah, saat aku tertidur?”

Ada senyuman di wajah Marie Rose, tapi matanya dingin.

Braham tersentak, dan melangkah mundur. Dia mengingat masa lalu, ketika Marie Rose menusuk jantung-nya, dan dia kehilangan vampire power-nya. Braham takut pada Marie Rose seperti orang lain, tidak… itu lebih dari yang lain.

Kekuatannya telah tumbuh selama bertahun-tahun, setelah ibu mereka mati. Dan saat ini, dia masih dalam proses mendapatkan kembali kekuatannya.

‘Lagi… aku akan mati.’

Sama seperti dia membenci Marie Rose, Marie Rose membencinya. Braham mengetahui hal ini, dan meramalkan kematiannya sendiri.

Pada awalnya, Marie Rose adalah eksistensi yang dapat memenuhi sebagian besar keinginannya. Tak ada yang bisa menghentikannya, jika dia ingin membunuh Braham.

 ‘…Aku tak akan pergi diam-diam kali ini.’

Dia akan menimbulkan luka, yang tak bisa terhapus selamanya. Braham mengambil keputusan, dan secara naluriah mengangkat tangan di belakangnya.

Seorang tamu tak terduga datang.

Petani legendaris Piaro dan Asmophel yang baru saja kembali, muncul bersebelahan. Utusan Grid, Sariel, juga bersamanya.

Nefelina juga sepertinya tak menyukai situasi ini, dan energi lemahnya yang memberikan pengaruh pada seluruh istana, menjadi lebih kuat.

Akhirnya…

“Braham adalah teman ayahku. Ini seperti Marie Rose adalah teman ayahku.”

Lord melangkah di depan Marie Rose, saat dia menatap Braham. Senyuman pembunuh yang ia pelajari dari Sua, sedikit mengejutkan Marie Rose.

“…Kamu punya banyak teman.”

Marie Rose melirik orang-orang di sekitar Braham secara bergantian, sebelum melihat Braham untuk terakhir kalinya. Lalu, dia kembali ke Grid. 

“Kamu tak perlu terlihat begitu menakutkan. Alasanku datang hari ini adalah untuk mendiskusikan masa depan kita, bukan untuk menyakiti temanmu. Hari ini… waktunya buruk.”

“….”

Kali ini, Grid juga melihat penyesalan singkat, yang secara singkat melewati mata Marie Rose.

“Kalau begitu, sampai jumpa! Aku akan kembali lain kali.”

Tubuh Marie Rose berubah menjadi asap, dan mulai menyebar. Dia kembali ke area bawah tanah yang gelap, di mana tak ada apapun kecuali peti mati… di mana dia telah tidur sendirian, untuk waktu yang lama.

Baginya…

“Aku akan mengunjungimu lain kali.”

Grid bersumpah.

Senyum kegembiraan menghiasi wajah Marie Rose, saat dia perlahan menghilang.




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "OG_1395"

Pemberitahuan Update via Email