Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

LMS_V57E02P05

gambar


2. Hari Pembantaian (5)

“Sial! Posisi kita runtuh.”

Lancellot keluar dari kota kumuh, dan melihat sekelilingnya.

Unit-nya bertanggung jawab untuk penguatan dan penyergapan. Jadi, mereka bersembunyi di kota kumuh, sedikit lebih jauh dari yang lain. Api menjadi tak terkendali, dan mereka terpaksa turun ke jalan.

“Kita harus menuju ke zona aman. Cepat, cepat.”

1.000 anggota Guild Hermes pindah dari kota kumuh dan melanjutkan ke sektor industri. Tapi, mereka ditangkap oleh Kaybern.

-Aku melihatmu di sana. Mati!

Kaybern mengepakkan sayapnya, dan segera mulai menukik ke arah kota kumuh.

Lancellot menatap Kaybern ke bawah.

“Dia datang ke sini!”

“Bersiaplah untuk bertempur!”

Para anggota unit menyebar, dan mengeluarkan senjata mereka.

Reaksi mereka sangat cepat, berdasarkan pengalaman pertempuran melawan banyak monster bos. Tapi segera, dari langit, dragon menukik di atas mereka.

-Kraaaagh! Beraninya kalian manusia biasa, mencoba melawanku!

Dragon itu menginjak para player dengan kedua kakinya, dan mengayunkan ekornya.

“Kugh. Jangan coba memblokirnya. Hindari saja.”

“Dari semua waktunya untuk tiba… Saat kita tidak siap.”

Lancellot tahu benar, jika unit-nya sendiri tak memiliki peluang.

Mereka digigit, diinjak, dan ditendang.

Banyak anggota guild terkena ekor dragon, dan terlempar ke sektor kumuh yang terbakar.

-Kwaaaaah!

Kaybern melebarkan sayapnya lebar-lebar, saat berada di tanah. Dan dia meraung, seolah bersemangat.

“Sial. Semuanya sudah sejauh ini. Dan sekarang, kita tak punya pilihan, selain membalas!”

Unit Lancellot mulai mengayunkan senjata mereka, dan memulai serangan balik. Tapi, setiap kali dragon raksasa itu bergerak, mereka terlempar menuju kematian.

Saat itulah, whisper Arkhim tiba.

-Arkhim: Aku tahu di luar sana sulit. Tapi kamu harus mengulur waktu, dan mundur ke Bingryong Square. Itu adalah lokasi terdekat dengan lokasimu saat ini.

Jika unit Lancellot berpencar, tak ada yang tahu ke arah mana dragon itu akan mengejar. Bagi guildnya, penghancuran total Morata bukanlah masalah. Tapi, kemenangan melawan dragon dipertaruhkan.

-Lancellot: Kita harus memancing dragon itu ke Bingryong Square. Lalu, kita serahkan sisanya pada unit tempur. Itulah akhir dari misi kita.

Lancellot mendorong timnya, dan menarik perhatian sang dragon.

“Lighting Sword!”

Crrrr-Crack!

Petir bercabang muncul dari pedangnya, dan menghantam tubuh dragon.

Sisik obsidian itu rusak, dengan sedikit goresan.

-Manusia rendahan yang melakukan perlawanan sia-sia.

Karena defense dan magic resistance tinggi, sebagian besar damage diserap.

“Kita menarik perhatiannya. Serang, tapi mundur perlahan.”

Dimulai dengan Lancellot, anggota Guild Hermes mengaktifkan skill mereka secara bersamaan.

“Barricade Shield!”

“Vigilante Shield!”

“Wind Strike!”

Masing-masing anggota menggunakan skill mereka.

Serangan mereka yang bisa membunuh ratusan player pemula, terbang ke arah dragon sekaligus. Tapi, sebagian besar skill itu berakhir dengan luka yang sangat kecil.

-Manusia lemah dan bodoh. Beraninya mereka menantangku!

Kaybern merentangkan sayapnya, dan berjalan ke depan.

Tanah berguncang dan gedung-gedung kumuh yang terbakar, runtuh dengan sedikit usaha.

Dragon itu berjalan menembus serangkaian panah dan serangan sihir, secara langsung.

Sebagai makhluk raksasa, perjalanan ringannya jauh lebih cepat daripada langkah lari manusia.

“Apa-apaan ini!”

“Apakah ini semacam film monster? Bagaimana kita bisa melawan dragon sebesar ini?!”

“Ini gila!”

Anggota Guild Hermes mengaktifkan skll mereka dalam ketakutan.

Senjata dan serangan jarak jauh mereka tak bisa menembus sisik tebal Kaybern.

Bagaimanapun, mereka tak bertindak di bawah pertolongan bala bantuan dan tidak menggunakan Brazier of Sacrifice. Mereka benar-benar diinjak-injak.

Motif mereka saat ini adalah mundur dengan selamat, ke Bingryong Square.

-Aku akan membunuhmu, sesakit mungkin.

Kaybern mengejar mereka, menyambar anggota unit satu per satu dengan mulutnya, dan membanting mereka ke tanah.

“Ugh!”

Taringnya merobek armor dan perisai mereka, membuat mereka lumpuh.

[Luka parah!

Racun menyebar ke seluruh tubuhmu.

Kegagalan mengobati racun dalam waktu 3 menit, akan menyebabkan kematian.]

Serangan itu dikombinasikan dengan racun dragon, membawa mereka ke ambang kematian.

Stomp-stomp!

Pemandangan setiap player yang ditelan oleh Kaybern, benar-benar menakutkan.

Para player yang berada di jalurnya, tak dapat menyaksikannya. Mengetahui, jika mereka bisa menjadi yang berikutnya.

“Sialan semuanya!”

“Itu mengejar kita. Jadi, gunakan skill transportasimu!”

“Quick Step!”

“Dash of Light!”

Lancellot dan anggota lainnya menggunakan skill evasion mereka untuk berlari menuju Bingryong Square.

-Mati. Semua manusia yang melawanku tak akan memiliki apa-apa, selain kematian!

Kaybern menghantam tanah dengan kaki belakangnya. Dan bumi melambai ke luar, seperti air pasang di lautan.

-Hell Stomp!

Duri tebal menyembul seperti dinding, dan menusuk para anggota unit.

Anggota Guild Hermes tergantung puluhan meter di udara, tertancap pada duri itu!

“Tolong aku!”

“Jika kamu menghilangkan kutukannya… aku bisa menahan lebih dari 20 detik!”

Mereka harus menderita 5-6 efek status yang berbeda.

HP mereka merembes keluar setiap detik. Dan mereka meminta bantuan dengan putus asa. Tapi, yang beruntung sedang sibuk berlari.

“Sial, dia terlalu kuat!”

Duri tumbuh keluar seperti hutan, dan menghalangi pelarian mereka.

Unit Lancelot diambil satu per satu oleh Kaybern.

-Arkhim: Pertempuran terus berkecamuk di Kota kumuh. Lokasi itu terlalu merugikan.

-Slater: Kita harus tetap diam. Ini adalah medan perbukitan, yang tak bagus untuk pertarungan.

-Lamifter: Lebih baik menunggu, meski kita kehilangan semuanya. Satu penyelamatan terburu-buru, akan membuat kita kehilangan seluruh rencana kita.

Guild Hermes memutuskan untuk meninggalkan mereka.

“Merciless Counter!”

Lancelot melihat pesan obrolan itu, dan langsung menyerang Kaybern.

Itu adalah skill yang membalas lebih kuat dari serangan lawan.

“Namaku Lancelot!”

Lancelot menangkis lemparan ekor Kaybern, dan menyerang dari dekat.

Dia menebas dan menusuk dengan dual-sword. dan menyebabkan luka pada dragon itu.

[Anda telah bertemu dengan kehadiran yang paling mengerikan yang tak terbayangkan.

Merciless Counter memiliki attack power 3.200%.]




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "LMS_V57E02P05"