Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

OG_1350

gambar

Overgeared

OG_1350

Bab 1350

Alasan mengapa Triad memiliki keterampilan terbaik di antara para follower Martial God. Dan mengapa mereka juga disebut Three King, itu sederhana.

Itu karena mereka adalah orang-orang yang bisa menghancurkan sebuah kerajaan, membangunnya, atau naik takhta dengan kekuatan mereka sendiri.

Kyle berspekulasi jika Kekaisaran Sahara menjadi target Triad. Maka, status Kekaisaran Sahara tak akan berbeda dengan lilin di angin.

“Niatmu tidak murni. Lee Jeong, salah satu dari Triad, tak menunjukkan wajahnya. Tak ada seorang pun di dunia ini, yang menyaksikan wajahnya, saat mata dan hidungnya ditutupi kain tebal.

Orang-orang yang ia tunjukkan wajahnya, semuanya sudah mati.

Kyle, manusia yang disukai oleh Martial God. Tangan-tanganmu yang keras seperti baja itu telah mencekik banyak manusia. Mengapa kamu menghalangi jalanku, ketika kamu dipilih dan setia kepada Martial God?”

“....”

Hanya tiga atau empat tahun yang lalu, Kyle menjadi follower Martial God. Tapi, kesetiaannya kepada Martial God itu nyata. Dia mempelajari berbagai teknik rahasia di Ruins of the Martial God. Dan dia disukai oleh Martial God, setelah potensinya diakui.

Dia juga menyadari keajaiban, saat mendapatkan kembali lengannya yang hilang. Tapi, dia tak dibutakan oleh ilusi iman dan kesetiaan.

Kyle pada dasarnya adalah orang yang cerdas. Dia meragukan keinginan Martial God untuk menyakiti manusia.

Gulp.

Kyle menelan ludah, karena tekanan yang diberikan Lee Jeong, dan mengajukan pertanyaan yang sulit,

“Apakah wahyu itu salah? Manusia menyembah dewa dan membuatnya kuat. Aku tak tahu, mengapa Martial God menyakiti manusia, daripada membantu mereka melawan great demon.”

“Bagaimana kamu bisa mengukur keinginan dewa?”

Lee Jeong segera menjawab. Tapi, dia tak memberikan jawaban yang tepat. Lee Jeong juga tak tahu kehendak para dewa. Dia hanya percaya, jika kehendak dewa-nya benar, dan tidak meragukannya.

Tidak seperti Kyle, dia secara membabi buta percaya pada Martial God. Kepercayaan yang buta ini, adalah salah satu dosa, yang mudah dilakukan oleh ‘orang bodoh’.

“....”

Lee Jeong yang pernah terlihat, seperti gunung besar di mata Kyle. Sekarang, menjadi sangat kecil.

Rasa kagum yang ia rasakan benar-benar hilang, saat dia melihat kebodohan Lee Jeong.

“...Dasar bodoh.”

Harga diri Kyle tinggi, saat dia berkembang dan terus mengembangkan bakatnya, dengan bantuan Juander. Ada kalanya dia percaya, dia adalah yang terbaik.

Siapa pun yang bisa menaklukkan Kyle harus lebih kuat dan lebih pintar darinya. Seperti, Grid dan Braham.

“Apakah kamu membicarakan diriku?”

Lee Jeong meragukan telinganya.

Bodoh?

Salah satu dari tiga follower Martial God teratas. Dia telah mencapai puncak dan tak terbiasa dengan kritik ini.

“Kamu adalah satu-satunya di sini, yang cukup bebas untuk mendengarkanku. Siapa lagi yang akan aku kritik, jika bukan dirimu?”

Situasi di medan perang mengalir deras.

Para ​​manusia berkumpul dengan satu hati dan satu keinginan, untuk meluncurkan serangan penuh melawan Drasion.

Saat Drasion membubung tinggi ke langit, dia membuka sayapnya dan bulu hitam menutupi seluruh medan perang. itu menyebabkan kehancuran.

Puluhan ribu anak panah memenuhi langit, tak hanya mengarah ke Drasion, tapi juga manusia.

Jumlah tentara yang terkena kutukan, juga terus meningkat.

Golem yang telah membentuk penghalang di ibukota kekaisaran, mulai beroperasi.

Jumlahnya ribuan.

Semua golem di setiap tower of mage berkomitmen untuk perang ini. Golem yang paling aktif dalam perang ini adalah, golem yang terbuat dari tanah.

Mereka mungkin golem kelas rendah, dengan biaya dan kekuatan lebih rendah daripada golem elemental lainnya. Tapi, para mage dan priest sudah memahami, jika Drasioin rentan terhadap atribut earth.

Holy Weapon!

“Holy Armor!”

Tubuh tanah dari golem itu ditutupi dengan cahaya suci. Orang-orang yang diselimuti armor dan sarung tangan bercahaya itu perlahan maju ke Drasion, dan membentuk pengepungan.

“Fly Up!”

Para archer, termasuk Jishuka, dan Zednos, Laella, dan great mage kekaisaran, mencoba menjatuhkan Drasion ke tanah. Mereka menembakkan panah dan sihir, tanpa jeda dari kejauhan, dengan fokus pada sayap Drasion.

Drasion harus memasang perisai, untuk pertama kalinya. Black mage terbuka dalam lingkaran dan mengelilingi Drasion. Itu menghentikan serangan Jishuka dan para mage.

Anggota Overgeared masih terlihat cerah, meski melihat sosok Drasion yang tak terluka.

‘Sepertinya, damage di atas level tertentu, tak dapat dinetralkan.’

Anak panah archer dan sihir para priest dan mage biasa secara konsisten diabaikan oleh Drasion.

Pengukur HP-nya yang tak berubah, bahkan setelah dipukul beberapa kali, telah membuat anggota Overgeared cemas. Ada orang yang meragukan, jika serangan itu tak akan berhasil melawan Drasion.

Untungnya, Drasion tak terkalahkan.

Bukti jika dia bisa diancam sampai batas tertentu, adalah perisai yang terbuka, untuk bertahan dari serangan itu.

Masalahnya adalah setelah itu.

“....!”

“....!”

Drasion tak menghentikan serangannya, hanya karena dia fokus pada pertahanan. Sayapnya menyebar luas di angkasa, dan bulu-bulu itu tersebar tanpa henti.

Manusia di tanah tertusuk bulu, dan terbunuh atau terluka.

“Ugh!”

Vantner dan Toban terkejut, saat mereka memasang perisai untuk memblokir bulu-bulu itu. Itu karena bulu yang bertabrakan dengan perisai mereka, tiba-tiba berubah menjadi burung raksasa dan membuka mulutnya.

Bola mata mereka yang melotot, seolah keluar. Dan ratusan gigi di dalam paruh panjang itu, tampak seperti mata gergaji.

Benar-benar menyeramkan.

“Polanya telah berubah! Cobalah untuk menghadang bulunya, sebanyak mungkin!”

Toban berteriak, sambil membanting gada ke paruh burung, yang mencoba menelannya. Hingga saat ini, bulu yang ditembakkan oleh Drasion cukup tajam untuk memotong target. Dan itu memiliki kemampuan kutukan untuk melemahkan target.

Itu bukanlah ancaman, begitu diblokir. Tapi, banyak hal telah berubah sekarang.

Setelah ditembak, bulu Drasion berubah menjadi monster hidup. Dan itu menjadi pasukan kematian, yang menghancurkan kehidupan. Hanya dengan mencegat dan menghancurkan bulu-bulu itulah, mereka bisa mencegah kekuatan Drasion untuk berkembang biak.

“Tembak!”

Teriakan para komandan menjadi mendesak, dan kecepatan tentara menembakkan panah juga meningkat. Para prajurit sekarang menargetkan bulu yang ditembakkan oleh Drasion, bukan Drasion sendiri.

Berkat kinerja para prajurit, ‘pasukan kematian’ itu tak dapat menambah jumlahnya.

Saat ujian yang lebih sulit dimulai, partisipasi para prajurit mulai menunjukkan nilai mereka. Lagipula, tak ada orang yang tak berguna di dunia ini.

“Uwaaaaahhhhh!”

Para prajurit mengeraskan teriakan mereka, setelah memastikan jika mereka berharga. Bahkan, jika jari mereka berdarah, mereka masih menembakkan panah untuk mencegah bulu itu, mengesankan para knight kekaisaran.

Red Knight satu digit ketakutan dan kehilangan motivasi, setelah melihat rekan mereka dibantai. Sekarang, mereka mendapatkan kembali semangat juang mereka. Bahkan, tentara pengecut yang tak terhingga itu, bertempur dengan berani.

Mereka pikir, mereka tak bisa menurunkan harapan para prajurit. Selain itu, orang kuat tak dikenal yang membuat mereka kehilangan motivasi, kini menghadapi Kyle, pilar kekaisaran.

Punggung Kyle sepertinya berkata, ‘Aku akan membalas dendam para knight yang mati’.

“Dulu aku mengira Kyle, yang berada di pihak Pangeran Dulandal, adalah musuh...”

Semua orang Bersatu, saat tanah air mereka dalam bahaya. Red Knight satu digit tersenyum pahit pada kewaspadaan dan keraguan mereka terhadap Kyle, selama beberapa tahun terakhir.

Mereka mengumpulkan aura di ujung pedang, saat sebuah suara terdengar.

“Perlambat pernapasanmu.”

Wanita terkuat dan tercantik di kekaisaran… mantan Red Knight satu digit, Mercedes, yang pernah dikagumi oleh orang-orang saat ini… Dia telah mendekat dan memberi mereka nasihat.

“.....!”

Red Knight satu digit yang mengikuti nasihatnya, tercengang. Menurut metode pernapasan baru ini, semakin lancar pernapasannya, semakin tebal mana di tubuh mereka, dan semakin besar alirannya.

Mercedes berdiri di garis depan Red Knight satu digit, yang merasa mereka lebih kuat dari sebelumnya.

“Ikuti aku.”

“Ya...!”

Mereka melesat ke depan, saat sayap perak Mercedes terbuka. Semua monster bulu di jalannya, dipotong dan menghilang. Sementara itu, aura di ujung pedang Red Knight satu digit, secara bertahap menjadi lebih besar.

“Sekarang!”

Segera, tusukan tajam dari Mercedes, menembus bagian bawah perisai Drasion. Aura dari Red Knight satu digit menusuk pinggang Drasion, yang terlihat dari celah ini. Drasion terguncang sejenak.

“Apa kamu tidak membenci permaisuri, dan orang-orang yang mengantarmu ke medan perang ini?”

Drasion bertanya, sambil diam-diam mengalihkan pandangannya ke para Red Knight. Kekuatan sihir dingin berkumpul di ujung jarinya, dan berputar. Sepertinya, itu harus ditembakkan ke depan, seperti hembusan angin.

-Keuk!

Keringat dingin mengalir di wajah para knight. Itu karena, mereka tak bisa mencabut pedang yang dimasukkan ke dalam Drasion. Kulit Drasion menegang di sekitar pedang para knight, dan tak melepaskan pedang itu.

“Tinggalkan pedangnya!”

Faker yang menjaga punggung mereka saat bergerak di antara bayang-bayang pasukan utama, muncul dengan tak sabar dan berteriak.

Tapi bagi para knight, pedang mereka sama berharganya dengan nyawa mereka. Membuang pedang mereka. Berarti, membuang harga diri mereka ke dalam jurang.

“Kamu harus membenci kebodohanmu sendiri.”

Sihir Drasion selesai, pada saat para knight ragu-ragu. Evil energy dingin yang berputar-putar di sekitar tangannya ditembakkan. Lalu ada suara kulit yang meledak. Lintasan evil energy yang ditembakkan ke para knight diputar, dan ditembakkan ke langit merah.

Mata semua orang di medan perang, terfokus pada dada Drasion. Ada tombak yang menembus dadanya, selebar taman bermain.

Itu dari Pon.

Skill pasif bersyarat ‘One Cavalry Defeats 1.000 Enemies’ menggandakan stat Strength-nya. Sehingga, Rail Spear-nya cukup kuat, untuk melukai Drasion.

Drasion mengeluarkan tombak yang tertanam di dadanya, dan mengembalikannya pada Pon. Tombak yang dilemparkan oleh great demon itu sangat cepat, dan menggunakan kekuatan untuk menghancurkan bumi.

Pon gagal sepenuhnya menghindari tombak, dan bahunya tertusuk.

“Pon! Apakah kamu baik-baik saja?”

Vantner berteriak khawatir.

Tatapan gemetar Pon tertuju pada kepala botak Vantner.

“Sial... Aku melihatnya.”

‘Brengsek!’

Bercanda di saat seperti ini?

Vantner akan menjadi marah, ketika dia mengangkat kepalanya dengan takjub. Cahaya cemerlang menyebar di langit suram, yang merupakan campuran dari matahari terbenam merah dan evil energy berwarna hitam.

Itu adalah cahaya yang diciptakan oleh sword energy Grid, yang mengandung momentum absolut.

“Link.”

Lusinan bilah energi membelah perisai, yang segera digunakan oleh Drasion, menjadi puluhan bagian.

“Disintegrate.”

Tombak cahaya yang terbuat dari kekuatan sihir yang kuat di luar batas, menembus tubuh Drasion. Dan itu menjatuhkannya ke tanah. Itu adalah momen, ketika Drasion jatuh ke tanah untuk pertama kalinya, sejak dia muncul...

Tanah manusia tak menyambut kehadirannya.

“Land of Destroyed.”

Sihir terkuat di bumi… mirip dengan Disintegrate.

Sihir besar yang hanya muncul dalam legenda itu, menyebabkan gempa bumi yang kuat yang menelan Drasion.

“Pounding Mortar.”

Selanjutnya, serangan Piaro menghancurkan tubuh Drasion jauh di bawah tanah.

Grid, Braham, dan Piaro.

Itu adalah momen, ketika tiga legenda yang bertemu selama berabad-abad, mengalahkan great demon ke-11.




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "OG_1350"