Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

LMS_V57E05P01 Red Dragon Landony

gambar


5. Red Dragon Landony (1)

Sementara semua perhatian difokuskan pada Kaybern di Morata, berita mengejutkan disampaikan.

-Mapan: Kita dalam masalah. Landony terbang ke arah sini.

Kata-kata Mapan membekukan Weed, yang sedang menonton pertempuran dengan nyaman.

-Red Dragon? Kemari?

-Mapan: Kami tak 100% yakin. Tapi, dia menuju utara benua. Dan ada kemungkinan besar, dia menuju ke lokasi ini.

Berita itu disampaikan oleh para Orc dan para adventurer di Flames of the Champion.

Banyak player berkumpul di Morata, tetapi yang lain di banyak lokasi lain di seluruh benua, menyaksikan Red Dragon sedang terbang.

Saat ini, Red Dragon sedang melakukan perjalanan melalui area tengah Litton. Lalu, dia akan melintasi Laut Neria dan memasuki Benua Utara.

Anggota Guild Hermes yang dalam pertempuran, terlihat ragu-ragu sejenak.

Weed yang dipenuhi dengan keinginan untuk pukulan terakhir, juga gemetar.

‘Tak mungkin, dia akan datang sejauh ini untuk membunuh beberapa orc di utara. Hanya ada beberapa kota yang layak dihancurkan…’

-Chase: Akan ada motif dari pergerakan dragon itu. Kami tak mengungkap semuanya… kamu juga harus mempertimbangkan jika Landony dan Kaybern tumbuh bersama.

“Tentu saja.”

Weed tak bisa berbuat apa-apa, selain setuju dengan adventurer Chase.

Saat berdiri, tampaknya Kaybern, di tengah pertempuran. Dia sepertinya memanggil Landony, yang mirip saudara kandung.

-Swift Coldwind: Mengingat kecepatan Red Dragon saat ini, dibutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit bagi dragon itu untuk menyeberangi Laut Neria, dan tiba.

-Arkhim: Jika Kaybern dan Landony bergabung, itu akan menjadi bencana.

-Calcus: Dua dragon, bukan satu. Itu adalah bencana besar. Red Dragon jauh lebih kuat dari yang lain.

-Lamifter: Landony sedang dalam perjalanan! Apa yang kita lakukan?

-Crevolta: Bard Ray-nim! Perintahmu!

Bahkan pada saat ini, Bard Ray tetap bertarung dengan gagah berani dengan memimpin pasukannya melawan Kaybern.

Dia tak memiliki perhatian untuk dihabiskan pada pesan obrolan, dan tindakannya sudah mewakili keinginannya. Dia mempertaruhkan segalanya, dalam pertempuran ini.

Terlepas dari kedatangan Landony, dia tak berencana untuk menghentikan pertarungan.

“Jika begitu…”

Weed menyadari, jika ini bukan waktunya untuk diam-diam, mengamati Guild Hermes.

Dia harus tegas, sebelum waktu terbuang percuma. Dan hanya dia, yang bisa menggabungkan kekuatan dari Guild Hermes, regu penyerang, dan semua player di Morata.

Bukan hanya para warrior dan knight dari Guild Hermes yang terlibat.

Archer, mage, brad, priest, shaman, arsitek, dan banyak lagi.

Player dari berbagai kelas pekerjaan, terlibat dalam pertempuran melawan Kaybern.

Yang paling penting adalah, dia mengarahkan pikiran mereka, dengan cara yang benar.

“Aku harus membuat keputusan yang paling optimal.”

Weed mengumumkan pesan itu, sebagai kaisar Kekaisaran Arpen.

Bukan hanya player di Morata. Tapi, semua player di wilayah Kekaisaran Arpen di Versailles dapat mendengar pesan itu.

-Pertama-tama, aku mengucapkan terima kasih kepada Hermes Guild, atas pengorbanan besar mereka dalam pertempuran.

Untuk memulai, dia menghargai usaha mereka, dengan kata-katanya yang tak ternilai.

-Seperti yang mungkin sudah kalian ketahui, tampaknya Red Dragon Landony akan segera tiba di Morata. Aku tak tahu seberapa buruk situasinya, setelah itu terjadi.

Dia berbicara dengan jujur, ​​tentang bertambahnya kesulitan dalam pertempuran.

-Dragon tunggal dan sepasang dragon, adalah konsep yang sama sekali berbeda.

Selain itu, Red Dragon tak mampu menggunakan black magic. Tapi dalam hal kekuatan murni, dragon itu mengalahkan semua dragon lainnya.

Pikiran tentang Black Dragon dan Red Dragon yang merapal mantra secara bersamaan dan menghancurkan tanah, sungguh menghebohkan.

Oleh karena itu, jika Guild Hermes memahami situasinya, sekarang semua player di Morata harus bergabung dalam perburuan Kaybern.

Weed tak punya pilihan, selain kehilangan kesempatannya, pada serangan terakhir.

Morata sudah setengah hancur, dan tak akan ada kesempatan kedua untuk membuat Guild Hermes bertarung untuknya.

Guild itu juga tak bisa mundur. Mereka hampir berhasil dalam perburuan dragon pertama, dan menghentikan pertempuran, karena melawan Landony adalah omong kosong.

-Tujuan kita adalah memburu Kaybern, sebelum kedatangan Landony. Lalu, kita juga akan melanjutkan untuk membunuh Red Dragon.

Tawaran Weed menyebabkan kehebohan di dalam Guild Hermes.

-Heroid: Mundur sekarang akan menjadi yang terburuk. Tawaran Weed terdengar cukup masuk akal.

-Crebulta: Jika kita menerima proposal Weed, kita akan berhasil dalam perburuan. Waktunya memotongnya cukup dekat. Dan itu hanya akan menjadi lebih sulit, setelah Red Dragon sampai di sini. Kita mungkin akan tersapu bersih.

Heiller: Kita mewujudkan semuanya sampai saat ini. Tapi sekarang, kamu ingin player lain mendapatkan ‘tumpangan gratis’? Kamu memberi tahu kami, jika kami harus memberi mereka bagian dragon?

-Gaushu: Kalau begitu, apakah kamu punya saran lain? Bertarung atau mundur. Pilihannya satu atau yang lain.

-Calcus: Bagaimana kalau kita mengakhiri perburuan ini sendirian? Kita tidak jauh.

-Heroid: Mungkin masih bisa. Waktunya agak ketat…

-Boemong: Kita harus memutuskan sekarang. Red Dragon sedang terbang saat kita berbicara.

Kekacauan terjadi di antara anggota Guild Hermes.

Bahkan, komandan tak bisa mencapai kesepakatan bersama, dan anggota guild juga ragu-ragu.

“Jika Landony sampai di sini, bukankah kita semua sudah selesai?”

“Ya. Bahkan jika kita membunuh Kaybern, kita semua akan mati, begitu Landony tiba.”

Sejumlah besar anggota guild yang tak menggunakan anglo, ingin melarikan diri dari tempat kejadian. Di sisi lain, banyak yang melihat, jika itu semua mungkin saat mereka membunuh Kaybern dan Landony secara berurutan. Meskipun, itu akan terlalu besar dari ‘gigitan apel’ untuk ditangani oleh Guild Hermes sendiri.

“Bard Ray-nim! Apa yang akan kamu lakukan?”

Dalam krisis seperti itu, hanya Bard Ray yang mampu memilih arah untuk Guild Hermes.

Setelah kalah dari Weed, pengaruhnya menurun. Tapi, bayangan God Warrior Bard Ray masih menyebar ke seluruh guild.

“Kita bertarung. Kita membunuh dragon itu.”

Bard Ray selalu memimpin Guild Hermes menuju kemenangan. Baginya, berlari bukanlah pilihan, kecuali ia dikalahkan.

Keraguan dan kontemplasi dari Guild Hermes menghilang.

Para komandan dan anggota guild memutuskan, untuk mengikuti pilihannya.

“Dimengerti. Kita menyetujui persyaratan Weed-nim.”

***




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "LMS_V57E05P01 Red Dragon Landony"

Pemberitahuan Update via Email