Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

***Donasi: Traktir ngopi! (min Rp 1.000,-)***
Laporan Donasi

OG_1386

gambar

Overgeared

OG_1386

Bab 1386

 

Ada game, di mana bidang pandang tidaklah penting. Tapi, hal itu ditekankan secara khusus di Satisfy. Itu karena beberapa skill area luas bekerja menggunakan ‘jangkauan visi’.

Ilmu Pedang Unbeatable King adalah contoh utama. Skill jarak jauh yang menyerang dengan ‘menentukan target’, seperti Request to Stand With Me, Magic Battle Gear itu juga lebih besar. dan pemanfaatannya meningkat, ketika ada bidang visi-nya lebih panjang.

Jika Grid memiliki ‘penglihatan ketiga’, maka kekuatannya akan bekerja, bahkan di tempat-tempat di mana dia tak di sana.

“Kuek! ”

Bolak-balik, kiri dan kanan, atas dan bawah.

Ke mana pun ia pergi, tangan hitam akan naik dari gerbang dimensi tanpa peringatan. Dan itu terus-menerus membidik Grid. Bentuk sniping yang belum pernah ia alami sebelumnya, menghabiskan kekuatan mental dan kekuatan fisik-nya.

‘Sial, skill omong kosong apa ini?’

Seorang sniper, di mana dia tak bisa menentukan titik tembak… bukankah itu menyuruhnya untuk terus membuka matanya dan diserang?

Wajar, bagi seseorang dalam posisinya untuk bersumpah. Grid sedang berlari dan mengutuk, ketika dia tiba-tiba mempertanyakannya.

‘Mengapa dia menargetkanku?’

Bawahan Barbatos, Krucha, bertarung dengan Leraje. Selain itu, alasan Krucha melawan Leraje adalah, karena Demon Slayer Yura.

Prioritas sniping Barbatos haruslah Leraje atau Yura. Jadi, mengapa dia membidik Grid?

‘Untungnya, dia tak menargetkan Yura. Tapi, aku tak memahaminya.’

Situasi yang ideal adalah target sniper adalah Leraje. Dia perlahan-lahan mendapatkan kembali posisi menguntungkan dalam pertarungan, meski sebelumnya didorong kembali oleh Krucha. Dia sepertinya bisa menghadapi tembakan Krucha dan Barbatos, pada saat yang bersamaan.

‘Perhatiannya harus di Leraje. Jadi, aku bisa dengan mudah membunuh Krucha…  Ah , itu sebabnya dia mengincarku.’

Sudah jelas. Barbatos tahu, jika menembak Leraje tidaklah efisien. Daripada mengabaikan lawan yang dua peringkat lebih rendah darinya, dia lebih waspada pada Grid. Dia menekan agresivitas demon.

‘Leraje tampaknya istimewa. Alasan dia tak menargetkan Yura adalah, karena dia telah memutuskan, jika kekuatan bertarung Yura tak mengancam Krucha.’

Bos bernama dengan kecerdasan, akan mengidentifikasi kekuatan tempur player, dan memutuskan urutan perburuan. Ada bos yang menetapkan player terkuat sebagai prioritas utama.

Contohnya, Elfin Stone yang muncul setiap 24 jam, dan terus menggunakan Extreme Blood Transfusion pada Grid. Di sisi lain, ada juga bos bernama yang menetapkan player terlemah sebagai prioritas utama.

Barbatos sepertinya milik yang pertama.

Hell Step.

Saat Grid menganalisis situasinya, Yura membuka portal kecil yang menghubungkan neraka, dan dunia manusia. Awalnya, itu adalah teknik ‘gerakan’ Demon Slayer. Tapi Yura tahu, bagaimana menerapkannya secara berbeda.

Dia tumpang tindih dengan portal di depan gerbang tempat sniping Barbatos terjadi. Dan itu mendistorsi bidikannya, ke arah yang sama sekali berbeda. Tangan hitam yang menjangkau Grid tersedot ke portal yang dibuka oleh Yura. Lalu, itu muncul di tempat yang jauh.

‘Ini berbahaya…’

Hati Grid tenggelam, meski menerima bantuan. Dia berpikir, jika kinerja Yura akan menyebabkan perhatian Barbatos bergeser. Itu seperti yang ia harapkan. Tembakan Barbatos mulai menargetkan Yura, bukan Grid.

Evaluasi jika Grid memiliki ‘risiko lebih tinggi’ daripada Yura, tampaknya telah berubah.

“Hindari itu!”

Indra transenden Grid memperhatikan gerbang yang terbentuk di belakang punggung Yura. Dan dia berteriak dengan mendesak. Yura tak menyadarinya, sampai gerbang dibuka di belakangnya.

Sebuah tangan hitam muncul dari gerbang dan meraih tubuh Yura dengan keras. 

“Yura!”

Ekspresi Grid terdistorsi. Tapi…

Dia baik-baik saja. Ekspresi Yura tenang, saat dia dipegang oleh tangan hitam itu. Magic power giok yang mengalir di atas permukaan armor peraknya, memancarkan cahaya kuat. 

“….?!”

Tangan hitam yang mengandung evil energy yang menakutkan. Jubah Grid baru saja sedikit tersentuh oleh tangan itu… tapi, jubah itu terkikis oleh evil energy, mengurangi daya tahannya, dan memperburuk fungsinya.

Tapi, evil energy itu tersebar di depan magic power giok ini. Itu adalah penindasan, bukan pemurnian.

Magic power Demon Slayer menekan evil energy, dengan cara yang sama sekali berbeda dari divine power. Pemandangan penampilannya yang utuh tanpa luka, membuat Grid bingung.

Yura menepis sisa evil energy, dan menjelaskan.

“Seperti yang aku katakan sebelumnya, Barbatos adalah lawan yang sulit bagi Alex. Jadi, Alex meneliti dan berevolusi.”

Kemampuan yang berevolusi ini diturunkan ke Demon Slayer saat ini, Yura. Demon yang melawan Alex dan kalah sekali, akan didorong dalam pertempuran melawan Yura. Bahkan, jika mereka adalah great demon.

Itu seperti bagaimana tembakan Barbatos, yang tak bisa melukai tubuh Yura.

“Ohh!!” 

Nilai sebenarnya dari Demon Slayer yang sering mengungkapkan hal hebat, dibuat Grid merasa kagum. Fakta jika Yura tak terluka dan memiliki cukup potensi untuk menyelesaikan kesulitan di masa depan, membuat wajah Grid bersinar cerah.

Tentu saja, ekspresi cerah itu segera terhapus.

Itu karena, tembakan Barbatos sekali lagi ditujukan pada Grid.

Grid menghindari tiga serangan sniping, menggunakan indra transcendent-nya, dan mendongak.

“Dia benar-benar pria yang kotor, dan menyebalkan.”

Grid diserang secara sepihak, oleh musuh yang lokasinya tak diketahui. Dan kekuatan fisiknya terus dikonsumsi. Ini yang terburuk. Kecuali ada Batasan, berapa kali Barbatos bisa menyerang… dia akhirnya akan kelelahan lebih dulu.

Hal yang paling penuh harapan adalah waktu cooldown sniping Barbatos, yang telah diidentifikasi. Itu adalah dua detik untuk satu tembakan, lima detik untuk dua tembakan berturut-turut, dan sembilan detik untuk tiga tembakan berturut-turut.

Dia tak tahu tentang ini, karena dia tak mengalaminya. Tapi, kemungkinan waktu cooldown lain akan menjadi dua kali lebih banyak.

Setiap kali dia menghindari serangan itu, dia terkena sisa-sisa evil energy. Grid meminum potion untuk menyembuhkan HP-nya yang berkurang, dan mengalihkan pandangannya ke Leraje.

Kaki kecilnya baru saja menginjak-injak wajah Krucha. Alasan dia memakai sepatu high hill seperti itu. sepertinya, bukan karena tinggi badannya yang rumit. Dia menggunakannya sebagai senjata.

Krucha ditusuk dengan high hill yang tajam, dan berteriak. Ada lubang di dahinya, dan darah mengalir keluar.

“Aku tak percaya, kamu menggunakan trik kotor berdasarkan jenis gender! Itu tercela! Kamu pantas disebut panutan dari semua demonkin! Grrrr!!”

“Aku masih memiliki jalan panjang untuk pergi dari tuanmu, yang bersembunyi dan menembak… seperti pengecut.”

“Yip yip!  Benar sekali! Jalanmu masih panjang, dibandingkan dengan Barbatos!”

Apakah mereka saling menghina atau memuji, satu sama lain?

Sulit untuk ditafsirkan, meskipun dia berbicara dalam bahasa yang sama.

“….!”

Grid mendecakkan lidahnya dengan takjub, hanya untuk menjadi terkejut. Itu karena, dia melakukan kontak mata dengan Krucha.

“Sialan, bajingan anjing ini.”

Barbatos menggunakan visi bawahannya, untuk menemukan dan menembak mangsanya. Hal terpenting untuk menghindari tembakan Barbatos adalah tak terlihat oleh Krucha.

Grid memanfaatkan celah sementara itu, dalam tembakan Barbatos untuk bersembunyi. Tapi, dia ditemukan terlalu cepat oleh Krucha.

“Aku ingin mengatur napas sejenak.”

Tatapan Grid beralih ke pintu masuk aula besar. Dan dia mengubah posisinya menggunakan Shunpo.

Pada saat yang sama, tangan hitam muncul di tempat Grid bersembunyi, beberapa saat yang lalu. Grid menghela nafas lega, setelah melewati krisis lain. Sementara, Leraje dan Krucha sekali lagi terlibat dalam pertempuran sengit.

Setiap kali tinju atau tendangan mereka menembus udara, ada ledakan tajam, dan gelombang kejut yang dihasilkan mengguncang aula besar.

‘Luar biasa.’

Alasan mengapa Leraje tak didorong dalam pertarungan ini, meskipun lendirnya mengering karena api dan kehilangan kekuatan adalah, karena skill bertarungnya yang luar biasa.

Dia seperti seorang seniman bela diri yang telah melatih sepanjang hidupnya, dan tahu bagaimana menggunakan tubuhnya sebagai senjata paling ideal. Obsesinya pada kemenangan, pasti terus mengasah skill-nya.

‘…Bukankah sudut ini bagus?’

Apakah karena dia terlalu asyik bertarung dengan Leraje?

Mungkin, itu adalah persiapan untuk memblokir serangan mendadak Kalbaba. Tapi, Krucha tiba-tiba menunjukkan celah. Dia sangat bingung, ketika dia tak dapat menemukan Grid yang bersembunyi.

Grid ada di belakangnya, di titik butanya.

Itu adalah celah yang sangat besar, sehingga Grid yakin, jika jika dia melakukan Sword Dance, dan mendekati menggunakan Shunpo pada langkah terakhir.

Krucha akan dapat mengalami cedera serius.

“Sekarang adalah waktu terbaik untuk serangan mendadak.”

Pada akhirnya, Grid dak bisa menahan godaan dan melangkah maju. Lalu, serangan Barbatos terbang ke arahnya, seolah-olah telah menunggu itu. Sekali lagi, transcendence dipicu. Tapi, Grid gagal menghindarinya.

Itu adalah tembakan sniping, yang memprediksi ke mana Grid akan melangkah. Jadi secara fisik, tak mungkin untuk segera bereaksi dan menghindar. Kaki kanan Grid dipegang oleh tangan hitam, dan sepatunya terbakar. 

[+1 Arrogant Blue Dragon's Boots telah terkikis oleh evil energy.]

[Itu adalah item dengan daya tahan tak terbatas. Itu tak akan rusak.]

Untungnya, sepatunya baik-baik saja. Itu adalah item dengan peringkat myth, yang terbuat dari Greed. Jadi, tak ada penurunan fungsinya karena damage. Hanya-…

[Anda telah mengalami 2.540 damage.]

[Evil energy mengikis lukamu.]

[Anda telah menerima cedera internal. Beberapa organ yang terkontaminasi oleh evil energy, tak akan berfungsi dengan baik. Ada 30.000 damage tambahan, yang disertai dengan ‘racun’, ‘pendarahan’, ‘tak bisa minum ramuan’, dan status abnormal ‘kebingungan’.]

[Anda kebal terhadap racun.]

[Resistensi ‘perdarahan’ telah gagal.]

[Resistensi ‘tak bisa mengambil ramuan’ telah gagal.]

[Resistensi ‘kebingungan’ telah gagal.]

Hanya karena armor itu memiliki daya tahan tak terbatas. Bukan berarti, itu bisa menyerap semua dampak, setelah serangan. Kaki Grid di sepatu itu rusak oleh evil energy.

Evil energy menembus ke tubuhnya, melalui luka.

Batuk!”

Kondisi fisik ‘lima organnya yang membusuk’ membawa rasa sakit dan krisis yang luar biasa pada Grid. Secara khusus, keadaan ‘kebingungan’ adalah masalah besar. Kebingungan itu membuat pengendalian dirinya menjadi sulit.

Tubuh Grid terhuyung-huyung seperti boneka rusak.

‘Apakah aku harus mengalami ini, setiap kali aku menerima serangan?’

Great Demon ke-8, Barbatos.

Dia sangat hebat, sehingga dia cenderung mengajukan pertanyaan, seperti ‘mungkin dia adalah target yang tak bisa diserang’. Bukankah terlalu berlebihan, untuk menang melawan sniper, yang menembak dari tempat tak terlihat, dan bisa menyebabkan cedera fatal pada target?

Dia sekali lagi berpikir, tentang betapa hebatnya Yura yang menjadi kebal terhadap serangan seperti itu. Dia adalah salah satu dari sedikit harapan, jika manusia ingin memurnikan neraka.

“Grrrr!”

“….?”

Mata Grid yang runtuh melebar. Itu karena, Krucha melihat ke arahnys. Hidungnya mengendus keras, dia sepertinya menertawakan Grid.

“Bajingan itu… dia menentukan lokasiku, dengan indra penciumannya.”

Inilah mengapa, tak ada artinya menghindari tatapannya. Tak peduli seberapa keras dia mencoba bersembunyi, dia akan terdeteksi oleh indra penciuman Krucha, dan ditembak oleh Barbatos.

Setidaknya, ini yang terjadi, jika Grid adalah player normal.

“Youngwoo-ssi!”

Yura menggunakan Hell Leap, dan terbang ke sisi Grid.

Grid menghindar untuk jatuh ke tanah dengan bantuannya. Dan tangannya yang gemetar, berjuang di udara.

“Tenang! Pulihkan dirimu dari kebingungan!”

Legenda kebal terhadap sebagian besar kondisi status tak normal. Selain itu, Grid adalah plyer pertama yang menjadi legenda. Oleh karena itu, abnormal status, terutama yang mempengaruhi pikiran, pasti merupakan konsep yang asing baginya.

Dia tak akan bisa beradaptasi dengan ketidak-mampuan, untuk mengendalikan dirinya sendiri dan penglihatan kabur yang disebabkan oleh ‘kebingungan’ ini.

Sekali lagi, Barbatos menyerang.

Yura memegang Grid yang masih terhuyung di lengannya, dan diserang. Tangan hitam itu tak menyakitinya. Tak peduli seberapa kuat evil energy yang dipancarkan oleh tangan hitam itu.

Itu semua tersebar oleh magic power giok itu. Tapi, ceritanya berubah, ketika tangan hitam itu berubah menjadi tombak yang tajam. 

Sebuah tombak hitam menembus jauh ke dalam tubuh Yura. Bentuk sniping baru ini berfokus pada serangan fisik daripada evil energy. Dan itu memiliki kekuatan untuk menembus pertahanan Yura.

Sama seperti Alex yang berevolusi dari pengalamannya melawan Barbatos… Barbatos juga berevolusi.

“Ugh …!”

Darah mengalir dari mulut Yura. Meski begitu, dia tak melepaskan Grid. Sebaliknya, dia memeluknya lebih erat. Waktu yang tersisa sampai Hell Leap tersedia, hanya dua detik. Tapi rasanya, itu seperti dua jam.

‘Aku harus melindunginya.’

Dia tak selalu bisa menerima bantuan. Apalagi ini neraka. Itu adalah domain-nya. Itu adalah tempat, di mana dia harus aktif bergerak. Dia mengertakkan gigi, saat dia mengubah senjatanya menjadi pedang dan menggunakan Hell Step, yang baru saja tersedia.

Dia melemparkan Grid alih-alih dirinya, ke portal dimensi.

Setelah itu, dia bergegas ke Krucha. Dia juga menyadari, jika membunuh Krucha adalah satu-satunya jawaban untuk menghentikan penyerangan sepihak ini. Tapi, Krucha bukanlah lawan yang mudah. Alasan dia menghadapi Leraje adalah, karena dia memiliki kekuatan untuk menjadi penguasa 10th Hell.

Dia takut pada Hell Gao, yang dia tak yakin kapan akan kembali. Jadi, dia tak mengincar kursi kosong 9th Hell. Tetap saja, dia yakin, jika dia bisa bertarung dan menang melawan Leraje yang masih hidup.

Untuk monster seperti itu, serangan Yura tidaklah terlalu mengancam. Yura belum sepenuhnya dewasa, dan lawan yang bisa ia tantang adalah demon di neraka di tingkat 20-an.

“Apakah kamu datang untuk dibunuh olehku? Grrrr!!”

Dia memblokir pedang Yura dengan mengayunkan tinjunya yang menyala-nyala, dan menunjukkan senyuman licik. Dia mengulurkan tangan untuk memegang wajah kecil Yura.

Dia baru saja akan menaikkan suhu panas api untuk membakar Yura, ketika itu terjadi…

Flap.

Jubah merah perlahan jatuh dari udara.

“….!”

Ekspresi Krucha berkerut, seperti selembar kertas. Bau dari ratusan jenis darah, melumpuhkan indra penciumannya.

‘Apa ini?’

Penciumannya yang luar biasa, berubah menjadi racun.

Karena bau ratusan jenis darah yang menusuk hidungnya itu, Krucha dibingungkan oleh bau badan Leraje, Kalbaba, dan bahkan Yura, yang di sebelahnya. Tak mungkin baginya untuk menemukan posisi manusia lain, yang telah menghilang di suatu tempat.

“Drop Dragon Pinnacle Kill Wave.”

Seekor naga turun dari langit-langit, dan menembus Krucha.

Tembakan Barbatos berhenti, untuk pertama kalinya.




< Prev  I  Index  I  Next >

Post a Comment for "OG_1386"

Pemberitahuan Update via Email